NovelToon NovelToon
Sistem Saldo Eksekutor

Sistem Saldo Eksekutor

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Thriller / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Sistem One

[Eksekusi penjahat berhasil! 1 Milyar telah dikirim.]

Luis, pengacara miskin yang selalu dihina karena tak pernah memenangkan kasus, mati tertabrak saat pulang.

Namun ia kembali ke masa lalu bersama Sistem Saldo Eksekutor, sistem misterius yang memberinya hadiah uang setiap kali berhasil mengeksekusi kasus dan menjatuhkan para penjahat.

Dari pengacara gagal, Luis mulai bangkit menjadi sosok mengerikan di balik hukum.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sistem One, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24: Waktunya eksekusi

​Luis mengawasi mereka dari balik kegelapan sebuah gudang tua di pinggir jalan. Ia tidak gegabah. Meski tubuhnya sudah kuat, satu peluru tetap bisa mengakhiri hidupnya. Ia harus menggunakan otak, bukan sekadar otot.

​Luis memungut sebuah batu besar di dekat kakinya. Dengan kekuatan otot lengannya yang sekarang terlatih, ia melemparkan batu itu ke arah semak-semak di sisi kiri para pengawal.

​KRAK!

​"DI SANA!" salah satu pengawal berteriak panik dan langsung melepaskan tembakan. DOR! DOR! DOR!

​Seketika itu juga, Luis melesat dari arah berlawanan. Gerakannya sangat rendah dan cepat, menyelinap di antara bayangan mobil belakang. Sebelum pengawal yang paling belakang menyadari posisinya, Luis sudah berada di dalam jarak jangkauannya.

​Luis menghantamkan ujung tongkat besinya ke arah pergelangan tangan pengawal itu.

​KRAK!

​"AARRGH!" Pistol itu terlepas dari tangan yang tulangnya remuk. Sebelum pengawal itu sempat berteriak lebih keras, Luis mencengkeram kepalanya dan menghantamkannya ke pinggiran pintu mobil yang keras dengan teknik clinch yang ia pelajari dari Bang Tigor.

​BRAKK!

​Pengawal itu tumbang seketika, kepalanya pecah dan darahnya bercampur dengan air hujan.

​"Satu," desis Luis.

​"Sialan! Dia di belakang mobil!" Baron berteriak. Ia melepaskan tembakan ke arah kolong mobil, mencoba mengenai kaki Luis.

​Luis sudah menduga itu. Ia memanjat ke atas kap mobil dengan lincah tepat saat peluru-peluru Baron menyambar aspal di bawah.

Dari posisi tinggi, Luis melihat pengawal kedua yang sedang mencoba membidik ke arahnya. Luis tidak menunggu. Ia melompat turun sambil mengayunkan tongkat besinya dengan kekuatan penuh.

​Hantaman itu mendarat tepat di ubun-ubun pengawal kedua. Suara tempurung kepala yang retak terdengar sangat mengerikan. Pengawal itu mati seketika dengan mata melotot.

​Tersisa dua orang: Baron dan satu anak buahnya.

​Anak buah Baron yang terakhir mulai kehilangan akal sehatnya. Ia menembak membabi buta ke segala arah. "Keluar kau iblis! Keluar!"

​"Tenang, bodoh! Kau membuang peluru!" bentak Baron.

​Namun terlambat. Luis memanfaatkan momen saat pengawal itu sedang mengisi ulang peluru. Ia muncul dari balik kabut hujan, memutar tubuhnya, dan melayangkan tendangan rendah (low kick) yang sangat keras ke lutut pengawal tersebut.

​KRAK!

​Lutut itu bergeser ke arah yang salah. Saat pengawal itu terjatuh sambil menjerit, Luis tidak memberinya kesempatan.

Ia menghantamkan sikutnya ke jakun pengawal itu hingga hancur. Suara jeritannya berubah menjadi bunyi tersedak yang pendek sebelum akhirnya diam.

​Kini, hanya tersisa Baron di luar mobil. Baron adalah lawan yang berbeda. Ia tidak panik. Ia menurunkan pistolnya sedikit, menyadari bahwa di jarak sedekat ini, gerakan Luis lebih cepat daripada tarikan tangannya.

​"Kau punya nyali, Nak," ujar Baron sambil mencabut pisau komando dari betisnya. "Aku tidak butuh pistol untuk membunuh bocah sepertimu."

​Luis tidak bicara. Ia membuang tongkat besinya ke tanah. Ia ingin menguji hasil latihannya pada seorang profesional.

​Baron menerjang maju dengan kecepatan luar biasa. Pisaunya melesat.

Luis berkelit ke kiri dan ke kanan dengan perhitungan yang presisi. Salah satu sayatan pisau Baron sempat merobek lengan jaket Luis, tapi tidak sampai mengenai kulit.

​Luis melihat celah saat Baron melakukan tusukan lurus. Luis menangkap tangan Baron, memutar tubuhnya, dan melakukan bantingan pundak yang sangat keras.

​DUAGHH!

​Baron menghantam aspal dengan punggungnya. Meski kesakitan, Baron masih sempat menendang kaki Luis hingga Luis terjatuh.

Keduanya berguling di atas aspal yang basah dan berlumpur. Mereka bertarung dengan brutal saling pukul, saling sikut, dan saling mencekik.

​Baron mencoba menusukkan pisaunya ke leher Luis, tapi Luis menahan tangan itu dengan kedua tangannya. Otot-otot lengan Luis menegang maksimal. Ia mengerahkan seluruh kekuatan yang ia dapatkan dari latihan gila selama ini.

​"Mati... kau... anak... sialan!" geram Baron.

​Luis menyeringai, matanya berkilat dingin. "Uangmu... sudah habis, Baron."

​Luis menggunakan kepalanya untuk menghantam hidung Baron. PAK! Saat Baron pusing sesaat, Luis memutar tangan Baron yang memegang pisau ke arah dada Baron sendiri. Dengan dorongan seluruh berat badannya, Luis menghujamkan pisau itu ke jantung Baron.

​Baron tersentak, tubuhnya mengejang sebentar sebelum akhirnya lemas. Darah hangat menyembur keluar, membasahi tangan Luis di tengah dinginnya hujan.

​Luis berdiri perlahan, mengatur napasnya yang memburu. Tubuhnya penuh lumpur dan darah. Ia menoleh ke arah mobil SUV tempat Surya terperangkap.

​Di dalam mobil, Surya menyaksikan seluruh anak buahnya, termasuk Baron yang dianggap paling kuat dibantai dengan cara yang sangat efisien dan mengerikan oleh seorang remaja.

Surya mencoba membuka pintu mobil berkali-kali, tapi fitur Sabotase Kendaraan senilai 8 Miliar itu benar-benar mengunci sistemnya secara total. Ia terjebak di dalam peti mati mewah yang anti-peluru.

​Luis berjalan mendekati kaca jendela tempat Surya berada. Ia mengetuk kaca itu pelan dengan ujung jari yang berdarah.

​"Ketuk, ketuk," bisik Luis.

​Luis memungut pistol milik Baron yang tergeletak di aspal. Ia tahu pelurunya masih ada. Meski mobil itu anti-peluru, ada satu titik lemah yang ia ketahui dari sistem sabotase: lubang ventilasi udara yang terbuka saat sistem mati total.

​Luis mengarahkan moncong pistol ke celah kecil di dekat wiper kaca depan yang terhubung dengan saluran udara kabin.

​"Selamat tinggal, Pak Surya. Terima kasih atas sumbangannya untuk saldo saya."

​DOR! DOR! DOR!

​Tiga tembakan masuk ke dalam kabin melalui celah sempit itu. Di dalam yang tertutup rapat, peluru itu memantul-mantul dan akhirnya mengenai kepala Surya.

​DING!

​Layar sistem muncul di tengah kegelapan, menerangi wajah Luis yang tanpa emosi.

​[Target Dieksekusi: Surya (Penjahat Level 6 - Otak Perampasan Lahan & Pembunuhan)]

[Hadiah Eksekusi Level 6: Rp 5.000.000.000]

[Bonus Eksekusi Mutlak (Seluruh Kelompok Dimusnahkan): Rp 10.000.000.000]

​[Total Saldo Saat Ini: Rp 15.400.000.000]

​Luis menatap angka 15,4 Miliar itu dengan tatapan datar. Baginya, uang ini bukan lagi sekadar angka, tapi adalah bahan bakar untuk pembersihan berikutnya.

Ia membuang pistol itu ke dalam genangan air, lalu berjalan pergi meninggalkan tumpukan mayat dan mobil mewah yang hancur itu di bawah guyuran hujan badai.

​Malam ini, satu lagi kelompok penguasa telah musnah. Dan di kegelapan, Luis terus melangkah, mencari mangsa berikutnya yang merasa diri mereka berada di atas hukum.

DING!

[Bonus tambahan! Semua jejak di hapus otomatis secara gratis!]

1
Maul
duit duit duit 🤑💸💵💴💶💰💳
Aisha Miftah khaira
suhu🥶
Maul: /Frown//Grievance/
total 1 replies
Maul
Bunuh/Speechless/
Maul
pantau dulu
Maul
( ̄へ  ̄ 凸
Äï
loh kok 70? bkn nya hadiahnya 50?
Maul: kan di Bab 7 ada tambahan bonus 50 juta lagi kak. di pakai 30, Sisanya 70🙏🙏 terima kasih koreksinya🙏🙏🙏
total 1 replies
BaekTae Byun
bukannya udh di cash in trs 20 jt kasih rio ya
Maul: Hehe, Udah di revisi. terima kasih sudah membantu👍🙏/Smile/
total 1 replies
Maul
Karya pertama ☝
Maul
duidddddd 🔥🔥🔥🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!