NovelToon NovelToon
COLD HANDS, WARM EYES

COLD HANDS, WARM EYES

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Cintapertama / Idola sekolah
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Alia Chans

Empat tahun lalu, Aelira S. Valenzia gadis unik, misterius terjerat oleh Ravian Kael Davino veyron, pewaris tunggal keluarga veyron , yang mengidap penyakit haphephobia. Suatu hari, Davino pergi ke sekolah karena suatu hal penting, dimana Aelira tidak sengaja terjatuh, dan menangkap tangan Davino, atau yang orang sebut Ravian. Ia tidak menyangka hal tersebut menjadi awal mula hidup tidak sebebas dulu lagi. Penasaran? yuk baca!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alia Chans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Masuk Sekolah

Motor Vespa baby pink Aelira melaju pelan di jalanan pagi yang masih lengang. Helm pink senada terpasang rapi di kepalanya, pipinya sedikit memerah terkena hembusan angin.

Seragam SMA Nusa Cendekia-nya tampak rapi dan elegan—blazer abu muda, rok plisket navy dan dasi pita biru, serta emblem emas kecil di dada kiri. Rambutnya yang biasanya tergerai kini diikat ke belakang dengan pita hitam sederhana. Telinganya masih terasa hangat mengingat semalam—ketika Ravian memeluknya dari belakang, mencium lehernya, lalu memaksanya tidur sebelum jam sepuluh.

"Besok lo harus segar. Hari pertama gue di sekolah lo. Jangan bikin gue malu."

Aelira tersenyum kecil sendiri mengenangnya.

Lampu lalu lintas menyala merah.

Aelira menarik rem, berhenti di tepi zebra cross. Matanya menatap lurus ke depan.

Brmmm—

Sebuah motor sport berhenti tepat di sisi kanannya.

Ia spontan menoleh.

"Radit?" tanyanya refleks. Nama itu keluar begitu saja—terbiasa dari dulu.

Pemuda tampan itu menoleh juga sambil membuka kaca helm-nya—lalu tersenyum kecil.

"Lagi-lagi ketemu, ya...?" celatuk Radit.

Aelira tersenyum kikuk. "Iya."

"Jangan-jangan motor kita jodoh." Radit berkata pelan—lalu tertawa kecil sambil menunduk, jelas grogi sendiri.

"Mau sekolah, ya?"

"Iya. Ternyata lo sering lewat jalanan ini."

"Hm, lumayan sering. Lebih deket soalnya." Aelira mengangguk pelan.

"Sama. Gue juga. Kok baru ketemu, ya?" Radit menahan senyum. Matanya menatap Aelira—lama, seperti sedang mengingat sesuatu.

"Iya ya, kok baru ketemu?"

Radit terkekeh. Hening sebentar.

"Eli?" panggil Radit pelan—menggunakan panggilan lama yang dulu hanya dia yang bisa pakai.

Aelira tersentak kecil. Jantungnya berdetak aneh. Tapi cepat-cepat ia menenangkan diri.

"Hmm?" Aelira menoleh sedikit.

"Enggak papa, sih. Semangat sekolahnya!" Radit melontarkan kalimat itu seperti bercanda, tapi matanya sungguh-sungguh.

Aelira langsung mengangguk. "Lo juga..."

"Gue malah berencana buat bolos cepet hari ini."

"Heh?" Aelira melotot kecil membuat Radit tertawa lagi. Tawanya masih sama seperti dulu—hangat dan membuat orang di sekitarnya ikut tersenyum.

"Bercanda."

Aelira menggeleng kecil. "Dasar."

Menyadari ucapannya barusan membuat cowok itu tersentak dan panik sendiri. Pipinya memanas—meruntuki diri sendiri karena terlihat terlalu bersemangat.

"A—ah, gue duluan, ya!" pamitnya. "Hati-hati ke sekolahnya, Eli! Maaf karena enggak bisa nganterin!" lanjutnya terburu-buru.

Setelah lampu berubah hijau, Radit segera menarik gas motor sport-nya—meninggalkan Aelira yang masih terpaku dengan hati berdebar aneh.

Aelira mengerjap. Ayolah, Aelira. Itu cuma mantan cinta pertama. Udah lama selesai. Lo punya Ravian sekarang. Lo sayang Ravian. Lo nggak boleh—

Klakson!

Sebuah mobil di belakangnya membunyikan klakson. Aelira tersadar dan segera melajukan Vespa pink-nya menuju sekolah, masih mencoba mengusir pusing di kepalanya.

Namun Aelira tidak sadar—dari arah belakang, mobil van hitam juga sempat berhenti di kejauhan. Di balik kaca gelap, seorang pengamat diam-diam menyimpan tatapan tajam.

Ravian.

Tangannya menggenggam setir mobil hingga buku-buku jarinya memutih. Tatapannya tak berpindah sedetik pun dari punggung gadis di Vespa pink itu—dan cowok bermotor sport di sebelahnya yang tertawa bersama Aelira.

Radit. Ravian mengenali wajah itu dari foto yang dikirim Ilham semalam.

Cinta pertama.

Rahangnya mengeras. Emosinya perlahan naik seperti magma yang siap meletus.

"Brengsek!" umpatnya pelan. Dia meraih ponsel—menekan nomor Ilham.

"Lo," sapa Ravian dingin. "Gue mau lo pantengin cowok itu. Namanya Radit. Jangan sampai dia sedekat apa pun sama Aelira."

"Siap, Bos."

Ravian mematikan sambungan. Matanya kembali menatap jalan tempat Aelira dan Radit menghilang.

Bastard. Lo pikir lo bisa balik dan merebut apa yang udah jadi milik gue?

Mobil van hitam itu melaju pelan, mengikuti dari jauh.

---

Motor Vespa pink Aelira melaju pelan memasuki gerbang SMA Nusa Cendekia yang ramai.

Ia menepikan motornya ke area parkiran siswa dan membuka helm pink miliknya. Rambutnya yang semula terikat rapi sedikit berantakan—beberapa helai menempel di pelipis karena keringat pagi.

Belum sempat ia menurunkan kakinya dari motor—suasana di sekitar berubah histeris.

"AAAAAAAAAA!!!"

"ASTAGA ITU BENERAN RAVIAN?!!!!"

"Gila, dia beneran pindah ke sekolah kita?! AAAAAAA!"

"RAVIAN!! I love you so much!!"

"Ya ampun, dia glowing banget!!"

"OMGGG DIA LEBIH GANTENG DARI DI TV!!"

"Mana tinggi lagi. Tipe gue banget, huhuhu!"

Aelira menoleh. Di pintu gerbang utama, seorang cowok jangkung dengan seragam SMA Nusa Cendekia—blazer abu muda sama persis seperti yang ia kenakan—berdiri dengan percaya diri. Rambutnya yang biasanya kusut kini tertata rapi. Wajahnya yang biasanya jutek kini tersenyum ramah ke arah kamera ponsel yang mengarah padanya.

Ravian.

Satu tangannya terangkat, melambai ke kerumunan cewek-cewek yang mulai mengerubunginya. Blazer panjangnya dikenakan dengan santai—seperti model majalah remaja, bukan seperti siswa biasa.

"KAK RAVIAN!! AKU DULU YA!!"

"Tanda tangan di buku tugas aku, please! Biar aku semangat sekolah."

"FOTO BARENG DONG! CUMA SEDETIK AJA, PLISSS!!"

Beberapa siswi bahkan sudah mulai menarik-narik ujung blazernya.

Blitz!

Cekrek!

Suara kamera ponsel berderet tidak henti. Beberapa bahkan selfie tanpa izin terlalu dekat ke wajahnya.

Aelira hanya bisa menatap dari kejauhan dengan mulut sedikit menganga. Dia beneran datang. Beneran pindah ke sekolah gue.

"Jangan dorong-dorong!" kata Ravian—diam-diam mendecak jengkel. Matanya menyapu seluruh penjuru tempat itu, melewati puluhan wajah histeris, melewati kamera yang mengarah ke wajahnya...

Lalu berhenti.

Tepat pada Aelira.

Cowok itu tersenyum kecil. Bukan senyum ramah untuk fans—tapi senyum miring yang hanya Aelira yang tahu artinya: Lo liat? Gue sampai sini cuma buat lo.

Tapi senyum itu langsung memudar saat Ravian mengingat pemandangan tadi pagi—Aelira dan Radit tertawa bersama di lampu merah.

Matanya kembali menyipit.

Aelira mengerjap bingung. Dia kenapa?

Kemudian Ravian berjalan—menembus kerumunan fans yang masih berteriak histeris. Beberapa bodyguard ZEYON yang ikut masuk sebagai "siswa baru" (yang sebenarnya bertugas mengamankan) membukakan jalan.

Ravian masuk ke gedung sekolah. Lalu naik ke lantai dua.

Langsung menuju kelas IPA 1.

Pintu kelas dibuka dengan gerakan santai.

Creek.

Suasana kelas yang tadinya ramai langsung senyap saat puluhan pasang mata menatap sosok yang masuk.

"Permisi," sapa Ravian datar.

CEO agensi benar-benar mewujudkannya. Ravian terdaftar sebagai siswa pindahan di kelas IPA 1. Kelas unggulan. Kelas yang sama dengan Aelira.

Aelira—hampir tersedak air mineralnya.

Sejak kapan sih dia bisa ngerjain soal trigonometri? batinnya heran.

Ravian berhenti di depan kelas. Matanya menyapu semua isi ruangan—melewati Ziva yang melongo, melewati teman-teman lain yang syok—lalu berhenti tepat di Aelira yang duduk di bangku kedua dari depan, dekat jendela.

Bibirnya menyeringai kecil—lalu menajam lagi.

"Tenang, tenang semua!" seru Bu Dewi—guru wali kelas—yang berusaha menenangkan para siswa yang mulai heboh lagi. "Kita sambut teman baru kita, Ravian . Tolong jangan berisik!"

Ravian mengangguk sopan ke Bu Dewi. Lalu matanya kembali ke Aelira.

"Boleh saya duduk di sebelah sana, Bu?" tanyanya sambil menunjuk kursi kosong di samping Aelira.

Bu Dewi menganggup. "Silakan."

Aelira menegang saat Ravian berjalan mendekat. Cowok itu duduk di sampingnya—begitu dekat hingga bahu mereka hampir bersentuhan.

"Hai, teman sebangku," bisik Ravian pelan—hanya Aelira yang mendengar. Suaranya rendah, hangat, tapi ada nada kepemilikan yang jelas.

"H-hai," jawab Aelira gagap.

Di bawah meja, tangan Ravian meraih tangan Aelira—menggenggamnya erat. Jempolnya mengusap-usap punggung tangan Aelira pelan.

"Cantik lo pake seragam," bisiknya lagi. "Tapi next time, roknya jangan digulung kayak gitu."

Aelira merona. "Ravian, kita di kelas!"

"Gue tahu," Ravian tersenyum miring—sengaja nakal. "Makanya gue bisik."

Ziva dari bangku belakang hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah mereka. Dasar..., pikirnya.

Bu Dewi mulai menerima pelajaran. "Baik, anak-anak, buka buku halaman 54..."

Tapi Aelira tidak bisa fokus. Bukan karena Fisika. Bukan karena rumus.

Tapi karena tangan Ravian masih menggenggam tangannya di bawah meja—dan tidak melepaskannya satu detik pun.

Dan di sela-sela catatan yang ia tulis, Aelira bisa merasakan tatapan Ravian yang sesekali menoleh—bukan ke papan tulis, tapi ke arahnya.

Dia gila, pikir Aelira lagi.

Tapi lagi-lagi—gila dia terasa aman.

Sementara di parkiran sekolah, seorang cowok dengan motor sport berhenti di tepi jalan. Radit menatap gedung SMA Nusa Cendekia dengan tatapan sayu.

"Eli..." bisiknya pelan.

Tapi kemudian ia melihat mobil van hitam yang terparkir di seberang jalan—dengan kaca gelap dan mesin menyala.

Mobil yang sama yang mengikuti Aelira dari belakang tadi pagi.

Radit mengerutkan kening. Ada yang tidak beres.

Dia mengambil ponsel—menekan nomor yang sudah lama tidak dihubungi.

"Halo? Gue Radit. Tolong cek siapa pemilik mobil van hitam dengan pelat nomor B 1234 ZEY. Ada yang aneh."

1
SANG
Bunga untukmu thor/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/
SANG
Sampai tamat💪👍
SANG
Semangat terus pantang mundur💪👍
SANG
Lanjutkan terus💪👍
mary dice
serem banget😱jantung ikut berdegup lebih kencang😮lanjut thor😍
🌹Widian,🧕🧕🌹
mampir nih
Alia Chans
makasih kak🤭
Salma.Z
semangatttt...
SANG
Like iklan plus komen👍💪
SANG
Asik banget👍💪
SANG
Ceritanya keren👍💪
SANG
Mampir thor👍💪
Dindinn
keren kak lanjut
Alia Chans: thanks, bakal dilanjut kok🤭☝
total 1 replies
T28J
/Rose//Rose//Rose/
Ntaaa___
Jangan lupa mampir juga ya kak😇
Alia Chans: oke kk
total 1 replies
Ntaaa___
Menarik sekali😇😍
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
waduhhhh parahhhh nih kasian Aelira padahal dia pakai jaket kaka kelasnya buat nutupin bajunya yang basah jadinya salah paham ini
Alia Chans: wk" namanya juga cowok mana mau dengerin penjelasan cewek kk🙄
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
Vergan ini terlalu posesif ihhhh ngerinya😱🤔
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
mampir kesini Thor
anggita
novel baru👌moga lancar.
Avocado Juice 🥑🥑: Semangat nulisnya kak /Smile//Ok/
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!