NovelToon NovelToon
Cakar Naga Pemutus Takdir

Cakar Naga Pemutus Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Kebangkitan pecundang / Fantasi Timur / Balas Dendam
Popularitas:6.7k
Nilai: 5
Nama Author: Baldy

Di Benua Sembilan Awan, takdir seseorang ditentukan oleh Pusaka Jiwa yang mereka bangkitkan. Li Tian, seorang murid luar yang gigih namun miskin, menjadi bahan tertawaan seluruh sekte ketika ia membangkitkan pusaka berupa sarung tangan perunggu kusam yang dianggap sampah tak berguna.

Namun, dunia buta akan kebenarannya. Di balik karat itu bersemayam Zu-Long, Roh Kaisar Naga Primordial yang pernah menguasai langit. Pusaka itu bukanlah sampah, melainkan Cakar Naga Pemutus Takdir, satu dari Sembilan Pusaka Kaisar legendaris dengan kemampuan mengerikan: melipatgandakan kekuatan penggunanya tanpa batas.

Menolak menyerah pada nasib sebagai "sampah", Li Tian bangkit. Dengan bimbingan Naga Purba yang angkuh dan tekad baja, ia bersiap menampar wajah para jenius sombong, melindungi orang-orang terkasih, dan mendaki puncak kultivasi untuk menjadi Dewa Perang Terkuat.

Legenda seekor Naga yang membelah langit baru saja dimulai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Baldy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aliansi di Bawah Bulan

Malam turun di Puncak Pedang Patah. Suara jangkrik dan desau angin pegunungan menciptakan melodi yang menenangkan, kontras dengan keriuhan di alun-alun utama siang tadi.

Di halaman gubuknya, Li Tian sedang duduk membersihkan Pedang Hitam Tanpa Mata. Meskipun pedang itu tidak tajam dan tidak bisa berkarat (karena terbuat dari Baja Laut Dalam), Li Tian tetap merawatnya dengan minyak khusus agar permukaannya tetap licin.

"Pedang yang aneh untuk tuan yang aneh."

Sebuah suara dingin namun merdu terdengar dari atas pohon persik di dekatnya.

Li Tian tidak terkejut. Dia terus mengoleskan minyak ke pedangnya. "Turunlah, Nona Su. Gaun putihmu terlalu mencolok di malam hari untuk menjadi pengintai."

Su Yan melompat turun dengan anggun, mendarat tanpa suara. Cahaya bulan menyinari wajah cantiknya, membuatnya terlihat seperti dewi yang turun dari khayangan. Namun, matanya terpaku pada balok besi hitam di pangkuan Li Tian.

"Aku mendengar tentang kejadian di alun-alun," kata Su Yan, berjalan mendekat. "Kau mengalahkan Lei Zhen dengan satu pukulan menggunakan benda itu. Boleh aku lihat?"

"Silakan," Li Tian menyingkir. "Tapi hati-hati. Dia agak... manja."

Su Yan mengulurkan tangan lentiknya. Dia menyalurkan Qi Es-nya untuk memperkuat otot, lalu memegang gagang pedang itu.

"Hup!"

Su Yan mencoba mengangkatnya dengan satu tangan. Alisnya berkerut. Pedang itu tidak bergerak.

"Berat sekali..." gumam Su Yan. Dia menggunakan kedua tangannya, mengerahkan tenaga Bangkit Jiwa Tingkat 3-nya.

Kreeet.

Pedang itu terangkat, tapi tangan Su Yan gemetar hebat. Dia hanya bisa menahannya selama lima detik sebelum menjatuhkannya kembali ke tanah.

DUM.

"1.200 jin," kata Li Tian santai. "Tanpa teknik manipulasi gravitasi, itu hanya besi tua yang menyusahkan."

Su Yan menatap Li Tian dengan pandangan baru. "Dan kau mengayunkannya seperti ranting? Fisikmu benar-benar tidak masuk akal."

Dia duduk di batu di hadapan Li Tian, tidak mempedulikan debu yang mungkin mengotori gaun mahalnya.

"Aku datang bukan hanya untuk melihat pedangmu," kata Su Yan, wajahnya berubah serius. "Tetua Agung baru saja mengumumkan format Turnamen Dua Sekte besok."

"Oh? Bukan duel satu lawan satu?"

"Bukan. Sekte Guntur Ungu mengusulkan format Pertarungan Tim 3 vs 3. Mereka bilang itu untuk menguji kerja sama, tapi sebenarnya karena teknik petir mereka sangat mematikan jika digabungkan dalam formasi."

Li Tian mengangguk paham. "Dan kau butuh tim."

"Aku butuh tim yang kuat," koreksi Su Yan. "Zhao Feng sudah membentuk tim dengan murid Puncak Pedang Utama lainnya. Tapi aku tidak suka gaya bertarung mereka yang egois. Aku butuh seseorang yang bisa menahan serangan depan sementara aku menyiapkan mantra es-ku."

Su Yan menatap mata Li Tian.

"Kau punya pertahanan mutlak dan serangan penghancur. Kau kandidat terbaik untuk posisi Garda Depan."

Li Tian tersenyum miring. "Jadi, Sang Dewi Es mengajakku kencan... maksudku, bergabung?"

Su Yan tidak merona, tapi matanya menyipit tajam. "Jangan salah paham. Ini demi kehormatan sekte. Lei Zhen sangat kuat. Jika dia menggabungkan kekuatannya dengan dua murid inti lainnya, mereka bisa menciptakan Formasi Badai Guntur. Kita butuh strategi."

"Baiklah, aku setuju," kata Li Tian. "Tapi kita butuh satu orang lagi. 3 vs 3, kan?"

"Aku bisa memanggil salah satu juniorku dari Puncak Teratai Es..."

"Tidak," potong Li Tian. "Aku punya kandidat yang lebih baik. Dia mungkin tidak sekuat kau atau aku, tapi dia punya satu hal yang tidak dimiliki murid lain: Keberuntungan dan Insting Bertahan Hidup yang gila."

Keesokan paginya.

Han Gemuk sedang tidur nyenyak di asrama barunya di Sekte Dalam (dia lulus pas-pasan dan masuk ke Puncak Logistik). Tiba-tiba, pintunya didobrak.

"Bangun, Han! Kita punya turnamen untuk dimenangkan!"

Han terlonjak kaget, selimutnya terlempar. Dia melihat Li Tian berdiri di ambang pintu dengan senyum lebar, dan di belakangnya... Su Yan?!

"L-Li Tian? Dan... Kakak Senior Su Yan?!" Han mengucek matanya, mengira dia masih bermimpi. "Apa yang terjadi? Apa aku akan dihukum mati?"

"Tidak," kata Li Tian, melempar seragam tim berwarna biru laut ke arah Han. "Kau akan menjadi anggota ketiga dari Tim Naga Es."

"Tim apa?!" Han panik saat dijelaskan situasinya. "Lawan Sekte Guntur Ungu? Aku?! Tian, aku baru Bangkit Jiwa Tingkat 1 Awal! Aku hanya bisa membuat perisai tanah kecil! Mereka akan memanggangku jadi babi guling!"

"Justru itu," kata Su Yan dingin. "Elemen Tanah adalah isolator alami petir. Pertahananmu, sekecil apa pun, akan berguna untuk membelokkan serangan sisa. Lagipula..."

Su Yan melirik Li Tian.

"...temanmu bilang kau punya 'bakat khusus' dalam menjadi umpan yang tidak bisa mati."

Han Gemuk ingin menangis. "Itu bukan pujian!"

Meski protes, Han akhirnya menurut. Satu jam kemudian, mereka bertiga berdiri di Arena Utama.

Suasana arena sangat panas. Ribuan murid dari kedua sekte bersorak-sorai. Di tribun VIP, Ketua Sekte Pedang Langit dan Tetua Lei duduk berdampingan, memancarkan aura persaingan yang kuat.

"Pertandingan Pertama: Tim Badai Petir (Sekte Guntur Ungu) melawan Tim Naga Es (Sekte Pedang Langit)!"

Lei Zhen melompat naik ke panggung bersama dua rekannya—sepasang kembar pengguna cambuk petir.

Li Tian, Su Yan, dan Han Gemuk naik dari sisi berlawanan.

Kombinasi tim mereka terlihat aneh. Seorang pemuda tampan dengan peti mati di punggung, seorang dewi es yang anggun, dan seorang pemuda gemuk yang gemetar di balik perisai kecil.

"Hahahaha!" Lei Zhen tertawa keras melihat Han Gemuk. "Li Tian, kau kehabisan orang?"

Li Tian menurunkan Pedang Hitamnya.

DUM.

"Jangan meremehkan dia," kata Li Tian tenang. "Dia adalah perisai terkuat kami."

Han Gemuk bersembunyi di belakang Li Tian, berbisik, "Tian, kalau aku mati, tolong kuburkan aku dengan sisa paha ayam kemarin."

"Fokus," perintah Su Yan. Udara di sekitarnya mulai membeku. "Ingat rencananya. Han, lindungi sisi kiri. Li Tian, kau dobrak tengah. Aku akan mengurus si kembar."

"Siap," jawab Li Tian. Dia memegang gagang pedangnya.

Wasit mengangkat tangan.

"MULAI!"

DUARR!

Lei Zhen dan timnya tidak membuang waktu. Mereka bertiga mengangkat tangan ke langit. Tiga pilar petir menyambar turun, bergabung menjadi satu bola listrik raksasa yang meluncur ke arah tim Li Tian.

"Mati kalian semua!"

"Sekarang!" teriak Li Tian.

Dia melangkah maju, memutar Pedang Hitamnya seperti kincir angin.

"Tebasan Naga Jatuh: Pusaran Gravitasi!"

Li Tian tidak memukul bola petir itu. Dia memutar pedangnya untuk menciptakan distorsi gravitasi yang membelokkan arah serangan itu.

Bola petir itu melengkung, menghantam lantai di samping mereka, menciptakan ledakan dahsyat namun meleset dari target.

"Apa?!" Lei Zhen kaget. "Dia membelokkan petir?!"

"Giliranmu, Han!" teriak Li Tian.

Han Gemuk memejamkan mata dan berteriak histeris. "DINDING TANAH LAPIS TIGA!"

Tiga dinding tanah tebal muncul di depan si kembar petir, menghalangi pandangan mereka.

"Dan... skakmat," bisik Su Yan.

Dia melompat ke udara, pedang esnya bersinar menyilaukan.

"Badai Jarum Es Abadi!"

Hujan jarum es meluncur melewati celah pertahanan musuh yang kacau balau akibat taktik Li Tian dan Han.

Pertarungan tim 3 vs 3 dimulai dengan kejutan besar!

1
Nanik S
Musuh Lama bermunculan Li Tian
Nanik S
Li Tian... banyak sekali Musuhmu
Nanik S
Kadal Pitih.... Li Tian memang lumayan Konyol
𝘼̶N̶A̶L̶I̶S̶T
novel ke dua yg aku taruh di rak buku setelah " Legenda Pendekar Naga" karena emank layak di baca.
Nanik S
Keren Tor.. 👍👍👍
Nanik S
Dua Naga yang bermusuhan lagi Bersatu melawan musuh...
Nanik S
Musuh dari musuhmu adalah teman 👍👍
Nanik S
Lanjutkan Tor
Nanik S
Naga hitam Dan Naga putih bertarung
Nanik S
Apakah mereka akan bertemu kembali untuk adu kekuatan atau hancur bersama
Nanik S
God Joob
Nanik S
Li Tian dapat saingan
Nanik S
Jooooooos
Nanik S
Dimana tepatnya rumah Xiao Yu
Nanik S
Xiao Yu... keturunan terakhir penjaga Malam Kaisar
Nanik S
Dapat 3 inti
Nanik S
Li Tian akhirnya ikut mabuk juga
Nanik S
Maaaantaaap Pooool
Nanik S
Mau tarung mikirin paaha Ayam
Nanik S
Li Tian... pedang tak bermata...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!