NovelToon NovelToon
TIRAKAT

TIRAKAT

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: DENI TINT

Novel ini berdasarkan kisah nyata.

Nama tokoh, nama tempat, atau nama daerah sudah diganti demi menjaga kerahasiaan identitas asli.

Apabila terdapat kesamaan nama tokoh, tempat, laku tirakat tertentu, profesi tertentu, atau latar daerah tertentu dengan para pembaca semua, mohon dimaklumi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DENI TINT, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SEBUAH PERINGATAN DI HARI KE TUJUH

Singkat waktu, setelah aku lancar melaksanakan puasa mutih hari ketiga, dan hari-hari berikutnya, sampailah aku di hari ke 7 tirakatku.

Pada hari ke 7 aku berpuasa ini, bertepatan dengan adanya sebuah peristiwa yang cukup menggegerkan warga di desaku. Peristiwa itu adalah sakitnya seorang lelaki yang sudah cukup tua usianya, dia penjual jajanan anak-anak di sekolah SD yang lumayan agak jauh jaraknya dari desaku ini. Namanya adalah Pak Handoyo (nama asli sudah aku samarkan).

Kenapa sakitnya beliau itu membuat warga di desaku cukup geger?

.

.

--------------------

.

.

Awal cerita seperti biasa, saat aku selesai makan sahur untuk puasa mutih di hari ke 7 ini, aku lanjutkan dengan sedikit membaca Al-Qur'an. Dan di hari ke 7 ini mata kiriku menjadi lebih peka untuk melihat alam lelembut.

Sehingga selama aku membaca Al-Qur'an pun, aku melihat dengan jelas Dayang Putri selalu menemaniku. Dan ia pun tak mengganggu atau membuat kekhusyukan ku terpecah. Seolah dirinya pun menyukai bacaan Al-Qur'anku.

Setelah aku selesai membaca Al-Qur'an, terdengar suara adzan shubuh menggema dengan penuh kedamaian di seluruh desa. Dan aku laksanakan sholat shubuh berjama'ah dengan bapak di kamarnya.

Ketika semua ibadah itu selesai, bapak ternyata masih mengantuk, dan ia ingin tidur lagi sejenak. Aku kembali ke kamarku untuk menaruh mukena. Aku buka lemari kamarku, dan ku rapikan mukena itu. Saat aku berbalik badan, tiba-tiba Dayang Putri berdiri tepat di hadapanku.

"Astaghfirulloh... Dayang Putri... Jangan bikin aku kaget begini!" ucapku padanya.

Dan dengan senyumannya yang lembut namun tatapannya tajam menatapku, ia berkata padaku...

"Hari ini akan terjadi sesuatu yang bisa membuatmu takut, atau membuatmu semakin kuat..."

Aku mengerutkan kedua alis, merasa heran dengan ucapannya itu. Aku tanyakan kepada Dayang Putri, "Terjadi sesuatu apa?"

Seperti biasa, Dayang Putri tak menjawab. Ia hanya kembali tersenyum padaku, lalu wujudnya menghilang perlahan. Diiringi dengan kembali normal mata kiriku seperti mata kananku.

"Yaa Alloh, ada-ada aja cara-Mu kasih peringatan buatku. Tolong dong, nanti jangan kayak gini lagi caranya Yaa Alloh, jangan bikin hambamu yang imut dan lucu ini jadi takut." gumamku dalam hati sambil sedikit mengeluh pada Alloh.

Aku segera keluar kamar untuk masak sarapan buat bapak. Niatku ingin masak tumis bayam dan goreng tempe saja.

Selesai semua kesibukanku memasak, aku lanjutkan membersihkan rumah, menyapu, mengepel, sambil aku merendam pakaian yang nanti akan kucuci. Selesai itu semua, aku menuju ke halaman rumah, berniat menyapu halaman yang sudah lumayan banyak sampah daun dari pohon-pohon di sekitar halaman.

srek srek srek srek...

Aku menyapu halaman sambil sesekali menyapa dan sedikit mengobrol dengan warga lain yang lewat untuk beraktifitas.

Di saat aku menyapu halaman itu, ada tiga orang ibu-ibu yang terlihat berjalan sambil membawa belanjaan dari pasar. Mereka adalah (nama samaran) Bu Marsinah, Bu Giyem, dan Bu Nini. Mereka mengobrol dengan suara yang sampai bisa kudengar. Dan yang mereka obrolkan adalah Pak Handoyo.

"Iya loh, kok bisa sampe begitu ya perutnya? Kasian banget." ucap Bu Nini.

"Apa jangan-jangan disantet kali sama saudaranya itu? Kan Pak Handoyo punya saudara kandung jauh, rebutan tanah kayaknya." timpal Bu Giyem.

"Husss!!! Kamu tuh Yem, ngawur kalo ngomong. Jangan su'uzhon kalo belom tau kamu!" jawab Bu Marsinah mengingatkan.

Aku yang menjadi penasaran dengan obrolan mereka, berjalan menghampiri saat mereka tepat lewat di depan halaman rumahku.

"Ngobrolin apa sih Bu? Kayaknya seru banget..." basa-basiku yang akhirnya ingin tahu juga.

"Eh, gak Nis, itu... Kamu belum tau ya?" sahut Bu Giyem sambil wajahnya terlihat serius menatapku.

Aku menggelengkan kepala pelan, dan bertanya balik, "Tau apa Bu? Emang ada apa sih?"

"Itu loh, Pak Handoyo sakit, tapi sakitnya aneh banget!" jawab Bu Giyem lagi sambil tangannya menepuk lenganku.

"Iya Nis, perutnya bengkak, kayak ban mau meledak!" timpal Bu Nini.

1
CADAS JALARAMBANG
betul
Kristiana Subekti
thor kau gantungkan ceritamu thor😭😭
Deni Komarullah: 🤭🤭🤭 Biar penasaran Kak... 🙏🙏🙏
total 1 replies
👣Sandaria🦋
wah. berarti memang ada ya yg begitu begitu Thor? ini kisah nyata kan? gen millenial kurang percaya ini😀
Deni Komarullah: Iya Kak... Dan ini cerita dari teman saya yang memang menggeluti dunia semacam ini...
total 1 replies
👣Sandaria🦋
gegara hobby melamun ini si Nissa, makanya hantu pengen ngajak main😅
👣Sandaria🦋
Tirakat di sini artinya apa, Thor? apakah sama dengan kelompok tarekat yg puasa dan hari raya idul fitri beda waktu?🤔 soalnya itu yg kuingat😅
👣Sandaria🦋: oh iya. berarti beda kalau gitu. aku belum paham ini cerita. ntar lanjut baca dulu. yg aku maksud tadi kelompok aliran tarekat yg biasanya puasa dan lebaran ada selisih waktu.
total 2 replies
👣Sandaria🦋
komen pertama nih, author. menarik judulnya☺️
Deni Komarullah: 😍😍😍 Terima kasih ya... Semoga suka sama ceritanya...
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!