NovelToon NovelToon
Pernikahan Kedua Di Negeri Ginseng

Pernikahan Kedua Di Negeri Ginseng

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Penyesalan Suami
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Eka Magisna

Tidak ada yang salah, termasuk bertemu dan menikah dengan pria itu, pria asal Busan-Korea, yang hidupnya terlalu pas-pasan. Pernah mendapatkan cinta yang penuh dari pria itu sebelum akhirnya memudar lalu kandas.
Gagal di pernikahan pertama, Anjani kembali menjalani pernikahan kedua, dengan seorang pengacara kontroversial di negeri yang sama. Bukan hanya harta dan kedudukan tinggi yang menaunginya, Anjani berharap, ada kekuatan cinta menghampar 'tak terbatas untuknya, menggantikan yang lebur di kegagalan lalu, dia tidak ingin kandas kedua kali.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eka Magisna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perkara Mandi

Pertemuan dengan Lee Sona tidak begitu baik memberi kesan setelahnya, Jeong terusik.

Membawa perasaan keruh itu dia meninggalkan rumah besar bersama Raon menuju segala kesibukannya sebagai seorang pengacara.

Tujuan sesuai jadwal, Fakultas Hukum Universitas Hogun.

Satu jam, dia bersibuk ria dengan ratusan mahasiswa/i terkait seminar. Dan seperti biasa, Jeong berhasil meninggalkan kesan serakah. Semua mahasiswi ricuh meminta berfoto dengannya setelah itu.

Untung tampan, jika tidak, dipastikan dia akan dimandi hujatan karena masa lalu yang mendalam di ingatan mereka.

Pada akhir, waktu yang termakan lebih dari yang ditulis Raon dalam buku rancangan harian.

Seraya mengempas punggung ke sandaran jok di dalam mobil, Jeong mengendurkan dasi dari lehernya. Napas terembus kasar setelah kebebasan diraih, lepas dari kerumunan gadis-gadis yang masih labil.

“Tubuhku rasanya mau melebur."

Raon tak menimpal kalimat mengeluh itu, hanya bertanya, "Apakah Pengara Boss mau kembali ke rumah besar Pimpinan?"

"Tidak! Aku ingin berenang di luar. Bawa aku ke hotel Green.”

"Baik."

Mobil putih itu melaju dalam kendali Kim Raon yang lima kali memenangkan balapan liar di jalanan desa saat SMA.

Sampai di hotel, satu kamar dipesan, Jeong masuk setelah meminta Raon menyiapkan pakaian lain selain setelan yang sudah lusuh di balutan badan.

Raon mengangguki, sigap seperti biasa.

Di dalam kamar, jas dikaitkan ke gantungan. Saat berjalan menuju ranjang, ponsel di saku celana bergetar disusul bunyi singkat pertanda masuknya sebuah pesan.

Jeong melihatnya lebih dulu.

'Aku kembali ke Ceko, jaga dirimu'

Sebait pesan dari Lee Sona, ditangapi pria itu dengan dengusan. Ponsel dilempar seiring tubuhnya juga terempas ke atas kasur. Menatap ke langit-langit, lalu memejamkan mata.

"Bagus dia pergi cepat. Kalau kuberi hati, dia akan terus berkeliaran di sekitarku, menggiring opini publik dengan wajah lugu yang minta dikasihani. Aku sudah cukup buruk di mata semua orang, tapi aku tak ingin kelihatan buruk di hadapan satu orang yang sedang kujaga.” Maksudnya Anjani.

Mencubit nama itu, mata lelahnya mendadak terang. Seperti mantra, namanya saja sudah membawa pengaruh besar.

“Aku akan berenang sebentar, lalu pergi menemuinya."

...****************...

Tidak mengumpat, kemunculan Jeong di jam pulangnya pada paruh waktu terakhir disikapi Anjani dengan wajah yang lainーmenegang. Sosok itu membawanya pada kenangan semalam, ciuman yang menggelora.

Jeong mengulum senyum, tak sulit menebak mengarah kemana ekspresi itu.

“Ayo kuantar pulang.”

Anjani terentak, ajakan itu jelas, tapi tatapan sibuk ke banyak arah, mencari sesuatu.

“Aku tidak bawa kendaraan!” tukas Jeong, mengerti dalam sekali lihat. “Kita naik bus saja! Seperti yang biasa kau lakukan. Sudah lama sekali aku tidak menaikinya. Terakhir kali kuingat, sepertinya saat tour waktu kuliah."

Penuturan itu disikapi Anjani dengan dengusan, sekejap langsung lupa rasa malunya karena ciuman semalam. Bukan masalah Jeong tak membawa kendaraan, melainkan, “Kau pasti sangat dimanja."

Jeong mengedik bahu. “Entahlah.”

Tanggapan Anjani berupa beliak mata, tapi tidak ada alasan untuk menolak apalagi mengusir, pria itu sudah di hadapannya dengan dua kaki saja tanpa roda-roda yang selalu mengantarkannya.

"Kenapa? Apa kau menyesalkan aku ikut denganmu?" tanya Jeong sambil berjalan, melihat wajah Anjani yang sepertinya mendadak buruk.

"Tidak.”

“Lalu?”

“Tidak ada apa-apa.”

"Katakan saja.”

“Kubilang tidak! Tidak ada! Tidak jadi! Tidak ada apa-apa!”

Jeong terkekeh

"Kenapa?”

“Tidak."

“Ck!”

Debatan itu tertepatan dengan Anjani mendudukkan diri di halte pemberhentian bus.

Jeong tersenyum, lalu ikut terduduk. Dia bahkan tak butuh alasan panjang untuk melakukan semua yang tidak biasa dilakukannya ini, hanya satu saja ... Anjani.

Selama di sana, mereka sama-sama diam, sampai bus yang akan ditumpangi sudah ada di depan wajah.

Keduanya naik berduyun, satu jok di pojok kanan dipilih untuk berdua. Penumpang tak begitu banyak, masih banyak kursi-kursi kosong.

Selama perjalanan yang singkat itu, wajah Jeong riang berseri. Benar-benar seperti remaja yang pertama kali naik bus bersama pacar.

Sempat Anjani tersenyum karena lucu, tapi tidak ditunjukannya secara terbuka.

“Kita sampai.”

Jeong terperanjat. “Hah? Benarkah? Kenapa cepat sekali! Padalah aku masih betah dengan suasananya.”

“Kalau begitu kau lakukan sendiri saja! Aku lelah, aku ingin beristirahat.” Tanpa menunggu, Anjani sudah beranjak untuk keluar.

“Hey! Tunggu aku!”

Sampai kini menapaki jalanan sepi menuju rumah tinggal Anjani, Jeong yang mula kesal karena waktu singkat di dalam bus, tersenyum lagi. Berjalan berdua begini adalah langka dan moment yang baginya terasa manis.

Tapi Anjani menolak saat dia meraih pundaknya untuk digandeng. Yang ada malah menjauhkan diri dengan jarak yang berpegangan tangan pun sulit dijangkau.

Dia tak suka itu, tapi Anjani mungkin malu, pikirnya.

Sudah sampai di atap tanpa terasa.

"Masuklah," kata Anjani. “Akan kubuatkan minum.” Tidak enak jika dia langsung mengusir pulang, bagaimana pun Jeong sedang berusaha untuk dirinya.

“Tentu saja, dengan senang hati.” Jeong melepas sepatu lalu menenggelamkan diri ke dalam rumah atap yang luasnya hanya sebesar kamarnya di kediaman utama Ryu.

"Aku hanya punya teh. Syukur jika bisa kau nikmati, jika tidak, boleh kau abaikan saja."

“Tentu saja akan kuhabiskan! Kakekku seorang legenda teh! Tidak mungkin aku tidak suka! Apalagi ini dibuat oleh tanganmu!"

 “Syukurlah kalau begitu. Nikmati waktumu dulu, aku akan mandi sebentar saja. Tubuhku bau dan sangat lengket.”

Keparat Jeong tuing isi otaknya mendengar mandi.

“Apa aku boleh ikut mandi bersamamu?!"

Anjani langsung memelototi.

"Hahaha! Tidak, tidak! Aku hanya bercanda."

Berdecak, setelahnya Anjani hengkang ke kamar mandi usai menggamit pakaian ganti dari dalam kamar. Dia tak ingin keluar hanya dengan lilitan handuk lalu Jeong melihatnya dalam kondisi itu.

Namun aturan yang dia pasang itu terpaksa dipatah oleh ....

"ARRGGHHH ....!"

Lengking teriakan kencang yang impulsif melantingkan Jeong ke pintu kamar mandi.

“Anjani ada apa?!" cemas lelaki itu. Rusuh memutar-mutar handle yang dikunci dari dalam oleh Anjani. “Anjani!!!”

"Jeong tolooong ...! Aku takut!"

“Buka pintunya!!!!”

“Tidak bisaaa!!!”

Kecemasan fatal, tanpa berpikir panjang, ancang-ancang pendek dimainkan Jeong. Dengan satu tendangan jarak dekat ... BRAAK!! Pintu terdobrak.

“Anjaーni.”

GLEK!

Bukan menolong, malah melongo. Jeong membeku batu, tepat di ambang pintu. Tatapannya sejajar lurus posisi Anjani.

Wanita itu berdiri di atas closet dengan kondisi licin, penuh sabun ... dan telanjang.

"KENAPA KAU DIAM SAJA?! CEPAT USIR TIKUS KECIL ITU! AKU TAKUT!!!”

Dipukul teriakan, mata bulat Jeong terentak ke bawah. "What?!" pekiknya.

Seekor tikus kecil berlarian di dalam basah.

"Kenapa? Kau takut juga?!"

"Tidak! Tidak mungkin!" sangkal Jeong dengan fokus yang kacau balau. Dari gerak yang sama kacau, terlihat semakin buruk dengan cara penanganan yang hanya berupa kibas-kibas tangan.

"Tikus bodoh! Pergi kau!" Sinting, sekarang malah ikut melompat-lompat kaki karena si tikus terus berputar di sekitaran sana.

"Ini! Gunakan ini!"

Sikat kloset, diterimanya cepat dari tangan Anjani.

Dengan konyol Jeong memukuli si hewan pengerat menggunakan benda itu, tapi 'tak kena-kena.

Sampai akhirnya, tikus sialan berhasil kabur melalui lubang pembuangan yang tidak ada saringan.

"Haaah, akhirnya ...."

Seiring mengusap dada sambil bersyukur, Anjani membeku dengan mata bulat melebar, baru sadar kondisi dirinya sendiri yang polos bulat. Perasaan berat menghantam dada melebihi beratnya ketakutan karena seekor tikus yang jatuh dari atap rapuh menimpa pundak selagi mandi.

Dan ....

"AAAARRGHH! KELUAAAARRR!"

1
Batsa Pamungkas Surya
woojoon.. kau yg buat luka seolah olah kau yg jadi korban... hadeeech😄
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐: Hadeuh banget emang, Kak
total 1 replies
Batsa Pamungkas Surya
👍 mantap
Batsa Pamungkas Surya
lanjutkan⏩ laah🙏
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐: Siap, Kak.
makasih masi membaca. Up-nya agak slow. aku sedang menggarap satu buku pria--action--lagi. do'akan lancar ya.
total 1 replies
Machan
kesian amat ya. padahal banyak yg nganggur di pasar
Machan
aku lebih romantis dari mereka lho, nyonya ju. klo mo tau, sini mampir😜
༄ᴳᵃცʳ𝔦εᒪ࿐
sebut saja, Malaikat tanpa saraf 😝
༄ᴳᵃცʳ𝔦εᒪ࿐
Sepertinya kenalan lama 🤔
Batsa Pamungkas Surya
jangan tunggu lama lama
Batsa Pamungkas Surya
semngat up nya💪
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐: Hehe, insyaAllah, Kak.
total 1 replies
༄ᴳᵃცʳ𝔦εᒪ࿐
Hmmh... blekok 😌
༄ᴳᵃცʳ𝔦εᒪ࿐
Iklannya sekarang makin meresahkan, asal scroll bab berikutnya, pasti disambut dua iklan yang syulit diskip 🥴
༄ᴳᵃცʳ𝔦εᒪ࿐
Babu!
༄ᴳᵃცʳ𝔦εᒪ࿐
Bajjjjjiiiingaaaaaan....!!!
DZIIIING... 🤜🥴💨
༄ᴳᵃცʳ𝔦εᒪ࿐
Idungnya pesek gak, Pak? 😁
༄ᴳᵃცʳ𝔦εᒪ࿐: Hahaha 🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
༄ᴳᵃცʳ𝔦εᒪ࿐
Tipsnya buat Tuan Berkaki Panjang!
Selamat jingkat buat Author!
༄ᴳᵃცʳ𝔦εᒪ࿐: Jingke... jingke...
total 2 replies
Drezzlle
nah gitu pintar dikit 😒
Drezzlle
udah beban masih juga bisa ngasih janji palsu ke wanita lain😒
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐: Ketidakbergunaan rata2 jarang disadari sama pelakunya🤣
total 1 replies
Drezzlle
dan kau masih percaya mereka akan bercerai. bulol/Curse/
Batsa Pamungkas Surya
lanjutkan lah
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐: Siap.
Btw, terima kasih selalu hadir, Kakak😍
total 1 replies
Drezzlle
trik apa ini? apakah menyembunyikan bangkai lagi/Curse/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!