NovelToon NovelToon
Akan Ku Buat Dia Menyesal

Akan Ku Buat Dia Menyesal

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Percintaan Konglomerat / Obsesi / Fantasi Wanita / Terpaksa Menikahi Suami Cacat / Bullying dan Balas Dendam
Popularitas:46.5k
Nilai: 5
Nama Author: KOHAPU

"Aku yang menghancurkan keluargaku sendiri."
"Aku yang membuat semua orang mengetahui tentang hubungan gelap kalian."
"Aku yang membuatmu berlutut meminta ampun saat ini."

Fransisca menikahi seorang milyarder yang mengalami cacat mental hanya untuk membalaskan dendam kematian ibunya. Menganggap lebih baik hidup sebagai pengasuh pria cacat, tapi mendapatkan kekuasaan mutlak.

Karena cinta baginya hanya... Bullshit!

Tapi mungkin tanpa disadarinya mata pria yang dianggapnya mengalami cacat mental itu hanya tertuju padanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Enak Mana?

Ada banyak hal dalam list tugas hariannya. Dirinya sudah mengganti pakaian, lebih tepatnya mengganti pakaian dengan setelan berwarna pink putih. Seperti pakaian yang dikenakan Arkan saat ini. Walau bagaimanapun Arkan Zoya adalah suaminya.

Pasangan tidak terpisahkan. Walaupun sejatinya dirinya lebih mirip baby sitter dibandingkan dengan istri. Usai sesi menyuapi suaminya yang tengah bermain lego, dirinya melangkah meninggalkan kamar.

Tidak ada yang aneh dan menyusahkan, Arkan Zoya cukup anteng dan mudah untuk diurus. Perlahan dirinya meninggalkan suaminya di kamar. Guna hendak berangkat bekerja. Hari masih begitu pagi, suara mobil box pengiriman barang mingguan terdengar.

Maka keributan akan terjadi. Dalam...

"Tiga...dua...satu..."

"Fransisca!" Benar saja suara Naya yang memekik terdengar dari lantai satu.

Fransisca mulai merapikan rambutnya. Sedikit mengibaskannya, berjalan so cantik, so alami, so berbakat, lebih tepatnya berbakat membuat kakak ipar mengidap hipertensi.

"Ada apa kakak iparku tersayang?" Fransisca masih melangkah menuruni tangga dengan elegan. Kembali mengibaskan rambutnya bagaikan iklan shampo. Tentu saja karena rambutnya harum mewangi sepanjang hari. Tidak seperti kakak iparnya yang dikutuk kutuan olehnya.

"Ka...kamu! Berani-beraninya!" Bentak Naya mengangkat tangan hendak menamparnya.

Tapi dengan cepat pula Fransisca mencengkeram pergelangan tangan Naya.

Naya segera menarik tangannya kembali. Keributan yang terdengar membuat semua orang mulai keluar dari kamarnya. Termasuk Arkan yang melangkah dari lantai dua. Kemudian langsung bersembunyi di belakang istrinya bagaikan ketakutan.

"Bayar semua tagihan! Kenapa kamu menyuruh butler menghentikan semua pembayaran!" Naya melempar nota pada wajah Fransisca.

Sedangkan Fransisca perlahan memungut nota yang terjatuh di lantai. Matanya mengamati semua pengeluaran. Pelayan baru yang dibayarnya untuk bersih-bersih, juga mengkonsumsi makanan delivery. Begitu pula dengan tukang kebun, security, supir pribadi yang melayani Fransisca, juga Zedna.

Menagih uang yang sama sekali tidak dimakan olehnya dan orang-orangnya? Jangan mimpi!

"Kalau tidak mampu bayar...jangan beli. Batalkan saja semua pesanan. Kakak ipar mengerti konsep ini bukan?" Ucap Fransisca yang membaca sekilas semuanya, wajahnya tersenyum meremehkan. Keluarga ini begitu boros. Mengkonsumsi begitu banyak lobster dan sea food. Apa mereka tidak takut kolesterol? Bahkan ada caviar? Inilah makanan hemat dan sehat ala keluarga buaya buntung.

Ditambah dengan stok makanan para pelayan dan koki. Astaga... dirinya tidak akan membayar orang-orang yang tidak menganggapnya majikan.

"Biasanya semuanya dibayar oleh Arkan! Kamu baru saja masuk ke kelurga ini tapi berani-beraninya menggelapkan uang---" Kalimat Naya disela.

"Menggelapkan uang? Aku hanya mengatur keuangan suamiku dengan lebih baik. Itulah istri yang cerdas." Fransisca mengedipkan sebelah matanya. Masih dapat begitu tenang wanita satu ini. Sungguh... wanita beracun kelas tinggi yang kebetulan masuk ke keluarga buaya buntung.

"Fransisca kamu juga mengkonsumsi makanan di rumah ini. Ini menjadi tanggung jawabmu dan Arkan juga." Johan berusaha menengahi.

"Tuan Johan yang terhormat, keluarga ini begitu menyukai sea food. Sedangkan suamiku tercinta alergi sea food. Karena aku hanya memakan makanan yang suamiku makan, jadi kami memesan delivery sejak minggu lalu." Fransisca menunjukkan nota yang berisikan sebagian besar memang sea food.

"Bukankah ini lelucon meminta orang yang tidak makan untuk membayar?" Kembali Fransisca bertanya penuh arogansi. Dirinya memang hebat, wanita beracun kaya yang paling hebat.

"Tapi pelayan juga ada jatah makannya. Fransisca... sebagai nyonya rumah ini, kamu juga bertanggung jawab untuk menyediakan makanan. Kenapa membebankan semuanya pada ibu mertua. Kamu tau sendiri kan, gaji Doni dan ayah mertua tidak sebesar laba perusahaan. Sebagai keluarga kita harus saling mendukung." Ucap Mira pelan bagaikan malaikat baik hati.

"Selain itu, Fransisca dan paman Arkan tidak memiliki anak. Saat kalian tua nanti, maka anak diperutku ini yang akan menjaga kalian." Sungguh kalimat lanjutan dari bunga Peony mendayu-dayu kebanyakan air ini, membuat Fransisca tidak dapat berkata-kata.

"Benar! Saat tua nanti anak ini yang akan menjaga kita. Kalau kamu bersikap buruk, saat lahir nanti, aku akan mengajarkan cucuku untuk membencimu dan Arkan!" Tegas Naya.

Fransisca menghela napas, anak dalam kandungan Mira tidak ada hubungan darah dengan Arkan Zoya maupun Naya. Ingin rasanya dirinya berteriak demikian. Tapi jika membongkarnya sekarang, tidak akan seru. Lebih baik membuat mereka saling menghancurkan terlebih dahulu.

"What ever...aku adalah orang yang menganut budaya barat. Dimana anak setelah berusia 18 tahun tidak ada hubungannya dengan orang tua lagi. Mudah saja, jika sudah tua nanti aku akan menyewa perawat untuk mengasuhku dan suamimu. Jangan lupa...aku kaya!" Kalimat menyejukkan hati dari Fransisca.

"Tapi tanggung jawab konsumsi karyawan---" Kalimat Naya disela.

"Kalian lupa perlakuan pelayan padaku dan suamiku? Mereka tidak lagi menganggap kami sebagai majikan. Hanya kalianlah majikan mereka. Para koki bahkan sengaja hanya menyiapkan sea food di atas meja. Bagaimana Arkan dapat makan? Dia hanya bisa memakan nasi putih, bahkan sayuran pun ada saus tiramnya kan. Kalian yang makan...kalian yang bayar. Kalian yang menikmati fasilitas dan pelayanan, maka kalian yang haru memberi makan para anj*ing ini." Fransisca menatap ke arah para pelayan yang menunduk.

Sedikit berbisik, saling melirik.

"Mana aku tau semuanya akan seperti ini."

"Sudah aku bilang nyonya Fransisca akan mengendalikan semuanya."

"Di...diam! Kalau begini gaji kita bulan depan sepertinya tidak akan aman."

Pada akhirnya dirinya hanya tersenyum mencemooh.

"Kalian tidak pernah menganggapku dan Arkan sebagai majikan kalian. Karena itu aku juga tidak akan menganggap kalian sebagai pelayan ku." Lagi-lagi Fransisca mengulangi maksud hatinya yang terdalam. Tapi kali ini pada para pelayan.

Semuanya hening... hanya menunduk.

"Tapi butler melayanimu, dan ada pelayan baru juga---" Kalimat Doni disela.

"Memang pernah kami makan masakan koki? Kami selalu delivery, tidak pernah memakan makanan sehat ala lulusan luar negeri." Fransisca menghela napas bergumam."Sungguh indah hidup ini."

Fransisca benar! Sejak seminggu lalu wanita ini memang selalu memesan makanan delivery untuk supir, satpam, pelayan pribadi dan butler yang melayaninya.

"Arkan! Fransisca bersikap buruk. Dia membuatmu tidak bisa makan-makanan enak buatan koki." Naya memprovokasi, menyakini adiknya akan mengambil keputusan.

Tapi.

"Justru kak Fransisca yang membelikan ayam panggang untuk Arkan. Di... dirumah Arkan hanya bisa makan nasi. Karena ibu dulu bilang Arkan tidak boleh makan-makanan laut." Arkan kembali bersembunyi di balik Fransisca.

"Anak malang...anak pintar! Nanti pulang kerja kak Fransisca belikan martabak spesial." Ucap Fransisca penuh senyuman.

"Apa enak?" Tanya Arkan Zoya.

"Sangat enak..." Jawab Fransisca.

"Lebih enak dari membuat anak?" Pertanyaan dari Arkan membuat ingin rasanya dirinya membenturkan kepalanya ke dinding.

1
Septi Lahat
nggk ush diajarin,, ajak praktek lgsung je,, toh kalian kan suami istri sah😁
Alishe
gue yg gregetttttt manis bgt si mreka🤭🤭🤭🤭🤭
Alishe
order dmn su enak beud perasaan isca ihh pengen🤣🤣🤣
Alishe
dibayar lunas tuh sakit beneran🤣🤣🤣🤣
Alishe
pantesan meriksanya ati atiiii bgt ya dok🤭🤭🤭
Alishe
lebih menarik martabaknya beli dmn si isca tuh mayan buat liat drama🤣🤣🤣🤣
Alishe
nyawa Rendi sisa separo kayanya🤣🤣🤣🤣
Alishe
kesian juga yg mulia istri kita klo arkan masi stay cool bocah seakan berjuang sendiri jdnya sooo ganbateeee semangattt😘😘😘😘
Alishe
end udah end🤣🤣🤣
Alishe
beda tipis🤣🤣🤣
chataleya
🙈🙈🙈
Alishe
nah nah sapose dteng😱😱😱
Alishe
ahahaha kretek🤣🤣
Alishe
huahahahahaha dpt cilok goceng kembalian beli data buat sehari🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Alishe
gaplok Rendi🤣🤣🤣
Alishe
mamp**🤣🤣🤣🤣
Inah Ilham
ternyata lebih boooommm...
Alishe
agak apa emang bod** si tungtung🤣🤣🤣🤣
Alishe
bayangin pas lg mode normal ngomong bikin anak muka arkan gmn ya🤣🤣🤣🤣
Nur Wahyuni
ayo gimana cara ngajarinnya Fransisca.. yg ada setengah jalan trz Fransisca disuruh minum susu dan pusing 😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!