NovelToon NovelToon
Penguasa Yang Sesungguhnya

Penguasa Yang Sesungguhnya

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda
Popularitas:28.5k
Nilai: 5
Nama Author: Siti Marina

"Cepat cari cucuku, bagaimanapun caranya ,cucu perempuan ku harus berada disini ...." teriak kakek Suhadi pada pengawalnya...setelah mengetahui kebenarannya dan mimpi-mimpi yang selalu menghantuinya.... kemungkinan besar,ia memiliki seorang cucu perempuan yang tersembunyi.
Najwa...., sepupu Rukayyah, gadis belia yang baru lulus SMA dan lulusan terbaik seorang Hafizah ternyata seorang Cucu konglomerat... almarhumah ibunya, tidak mengatakan siapa ayah Najwa. Najwa di titipkan pada kyai Rahman dan istrinya saat Najwa baru di lahirkan, setelah ibunya menghembuskan nafas terakhirnya.bahkan, Ibu Najwa sendiri tidak mengatakan siapa ayah dari Najwa...namun satu yang perlu Najwa ketahui, ia bukan anak haram, ibunya sempat menikah sirih dan kabur setelah mengetahui bahwa suaminya ternyata menjadikannya istri kedua....





yuk...ikuti cerita nya Saat Najwa bertemu dengan kakek dan ayah kandungnya, serta kehidupan Najwa setelah hidup bersama keluarga ayahnya, sedangkan di sana ada ibu tirinya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Marina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ke-duabelas.

Masih di kantin. Di sudut lain, sekelompok mahasiswa tingkat atas yang dikenal sebagai "aktivis kampus" mulai berbisik-bisik dengan nada yang jauh berbeda dari sebelumnya.

Mahasiswa Senior 1: "Gila, si Raisa kena batunya. Ternyata adiknya si Alendra ini levelnya beda. Dia nggak pakai otot, cuma pakai logika, Raisa langsung skakmat."

 "Bukan cuma logika, Bro. Gue liat tadi matanya. Tenang banget. Orang kalau beneran pinter dan beriman emang auranya beda ya?" kata mahasiswa lainnya.

" bahkan , aura tenangnya...eh berlipat-lipat cantik nya, apalagi kalau seandainya dia marah ya, sehari semalam juga bakalan gue pantengin wajah cantik nan menggemaskan nya itu" celetuk mahasiswa lain.

Plakkkk...

" jangan ngimpi Lo....noh. Lihat ke arah kakaknya, wajahnya kek pengin makan Lo"

sahut temannya yang tidak sengaja melirik wajah Alendra yang berubah merah saat menatap ke arah nya.

Alendra yang masih berdiri tak jauh dari meja Najwa, terlihat mengamati reaksi teman-temannya. Ia bisa melihat bagaimana kekuasaan Raisa yang dibangun di atas ketakutan mulai retak dalam satu detik hanya karena seorang gadis berkerudung putih.

Alendra berjalan mendekati meja Najwa sekali lagi. Ia meletakkan kedua tangannya di pinggiran meja, sedikit membungkuk hingga wajahnya sejajar dengan Najwa. Gestur ini membuat seisi kantin kembali menahan napas. Apakah sang pangeran kampus akan marah karena saudarinya dipermalukan?

Bisik-bisik,para mahasiswa , menunggu pertunjukan berikutnya.

Alendra menatap Najwa dalam-dalam, ada kerutan tipis di dahi yang menyembunyikan rasa penasaran "Lo beneran nggak takut sama Raisa? Lo tahu kan dia bisa ngadu apa aja ke Mama di rumah nanti?" tanya Alendra memastikan.

Najwa meletakkan sendoknya. Ia membalas tatapan Alendra dengan tegak, tanpa ada gurat gemetar sedikit pun di tangannya.

 "Takut hanya pada Sang Pencipta, Kak Alen. Jika aku benar, kenapa aku harus takut pada manusia yang sedang marah? Lagipula... aku punya kakak-kakak yang hebat di sini, kan? Bukankah Kakak sendiri yang bilang tadi di lobi kalau siapa pun yang berurusan denganku, berarti berurusan dengan Kakak?"

Alendra tertegun. Ia merasa seperti terjebak oleh kata-katanya sendiri. Ia berdeham, mencoba mengatur ekspresi wajahnya yang hampir saja tersenyum.

"Itu karena perintah Kakek. Jangan ge-er dulu." balas Alendra pura-pura tidak perduli, padahal dadanya berdebar saat sang adik menatap nya penuh selidik.

Ia segera berbalik dan berjalan pergi dengan langkah cepat, namun siapa pun yang melihatnya bisa tahu bahwa bahu Alendra kini tidak sekaku tadi. Ada sebuah pengakuan yang mulai tumbuh di sana.

Najwa mengangkat kedua bahunya acuh,lalu memakan bekalnya yang tinggal sedikit.

" kamu tidak apa-apa Najwa?" tanya Sarah yang sedari tadi menahan nafas karena takut.

" seperti yang kamu lihat, ayo lanjutkan makannya, sebentar lagi jam istirahat usai" balas Najwa tersenyum, senyum yang membuat para mahasiswa klepek-klepek.

Adriansyah dan Alendra merupakan mahasiswa impian banyak wanita, tampan juga kaya, memiliki seorang Adik yang wajahnya tidak mirip, tidak se-good looking kedua kakaknya,tapi di tunjang dengan penampilan serta makeup, membuatnya terlihat cantik, tapi setelah melihat adik mereka yang tersembunyi,kini mereka baru sadar kalau ternyata, Najwa lah yang sangat mirip dengan kedua kakak laki-lakinya itu, sangat cantik tanpa polesan apapun.

***

Mobil hitam mewah itu berhenti tepat di depan teras utama. Pak Darman segera turun dan membukakan pintu untuk Najwa dengan hormat. Najwa melangkah keluar, kepalanya sedikit menunduk sambil tangannya sibuk merogoh tas untuk memasukkan ponselnya, ia baru saja selesai berkirim pesan singkat dengan Kyai Rahman tentang hari pertamanya.

Namun, baru saja kakinya menapak di lantai marmer teras, sebuah bayangan besar menyambar dari arah samping.

PLAKKK!

Suara tamparan itu menggema kencang di area teras yang sunyi. Kepala Najwa terlempar ke samping, ponselnya terlepas dari genggaman dan jatuh ke lantai. Pipinya yang putih seketika berubah merah padam, terasa panas dan berdenyut.

Najwa mematung. Ia tidak menyangka serangan itu akan datang secepat ini, tepat di depan pintu rumah ayahnya sendiri.

"ANAK TIDAK TAHU DIRI!" suara Monica melengking, penuh dengan racun kebencian. Napasnya memburu, matanya melotot tajam seolah ingin menelan Najwa hidup-hidup. "BARU SATU HARI KAMU MASUK KAMPUS, KAMU SUDAH BERANI MERUSAK MENTAL RAISA! KAMU SUDAH BERANI MEMBUAT PUTRIKU MENANGIS HISTERIS DI KAMARNYA..HAH!"

Raisa berdiri di belakang Monica, terisak-isak dramatis dengan wajah yang dibuat sesedih mungkin, meskipun matanya berkilat puas melihat Najwa yang terdiam. Raisa benar-benar merasa di atas angin, sebagai "cucu perempuan satu-satunya" (begitu pikirnya, karena memang tidak ada yang tahu kalau Raisa itu anak adopsi, termasuk Raisa sendiri,juga Adriansyah serta kakaknya, hanya orang-orang tua saja yang tahu, itupun Monica mengancam mereka untuk tutup mulut, ), Raisa merasa tak tersentuh.

Najwa perlahan menegakkan kepalanya. Ia tidak menangis. Ia mengusap sudut bibirnya yang sedikit perih, lalu menatap Monica dengan pandangan yang dalam, pandangan yang mengandung rahasia besar yang ia simpan rapat-rapat.

Najwa membalas dengan suaranya yang tetap tenang, namun ada nada dingin yang menusuk "Tante Monica... kemarahan Tante sangat luar biasa untuk membela seseorang yang Tante sebut putri kandung. Tante sangat menyayangi Raisa, ya?"

Monica maju satu langkah, jarinya menunjuk tepat di depan hidung Najwa"Tentu saja! Dia adalah darah dagingku! Dia adalah permata di rumah ini sebelum anak haram seperti kamu datang! Jangan pernah sekali-kali kamu merasa setara dengan Raisa!"

Najwa melirik ke arah Raisa yang sedang menatapnya dengan dagu terangkat angkuh. Najwa tersenyum tipis, sebuah senyum yang membuat Monica tiba-tiba merasa tidak enak hati. Najwa tahu kebenarannya dari Zora dan Kakek Suhadi, Raisa hanyalah anak yang ditemukan Monica di depan rumah, dan ia adopsi untuk menutupi rasa sakitnya karena tidak bisa hamil lagi setelah melahirkan Adriasyah dan Alendra. Raisa tidak punya setetes pun darah Suhadi di nadinya.

 "Sayang sekali... jika Raisa tahu bahwa cinta yang Tante berikan itu didasari oleh sebuah rahasia yang sangat besar. Bukankah begitu, Tante?" ucap Najwa dengan lembut, tersenyum penuh arti.

Wajah Monica mendadak pucat pasi. Jantungnya seolah berhenti berdetak. Ia menatap Najwa dengan ngeri. Bagaimana anak ini bisa tahu? pikirnya kalut.

" jangan macam-macam kamu, atau kau ingin bernasib seperti mamamu, wanita murahan, wanita penggoda , dan sekarang putrinya yang akan merusak rumah tanggaku.

" cukup Tante....jangan bawa-bawa mamaku, mamaku wanita suci, atau jangan-jangan, kematian mamaku ada kaitannya dengan Tante!" ucap Najwa yang lagi-lagi memancing kemarahan Monica.

Tepat saat Monica hendak mengangkat tangannya lagi untuk tamparan kedua karena rasa paniknya, sebuah tangan kekar menyambar pergelangan tangan Monica di udara.

.

1
juwita
pengabdian apa? yg ada malah ngehabisin harta mrk🤣🤣
@Mita🥰
wah yang nolong si Raisa cari mati
isnaini naini
kbenaran itu ibarat air sesulit apapun psti mbemukan jln...smngt njwa....
Dewi kunti
ILu ap thor
Dewi kunti: weeeeehhh 🤭
total 2 replies
Sri Supriatin
didikan harta n kebencian sdh me darah daging di badan Raisa 🤭 tks upnya Thor 🙏🙏
suti markonah
lanjut thorr💪💪💪💪💪👍👍👍👍👍👍
suti markonah
hal yg menegangkan akan terjadi lg..kini raisa merasa di atas krna ada ke kayaan ibu kandungnya..tp aku yakin najwa tidak akan pernah terkalahkan..sekali jari najwa menari di atas keyboad perusahan santi gulung tikar😂
irma hidayat
dikasih kesempatan selamat makin kotor hati dan niatmu raisa dasar udah tabiat setan
vivinika ivanayanti
Heemmmm bearti memang Hati Raisa itu yg sakit 🤭🤭
Mundri Astuti
pretlah afkar ..
kan..kan ..belom tau aja emak kandungnya Raisa, anaknya nggigit klo ditolong
Dewi kunti
lha pengabdian,ap yang dihasilkan 🤔🤔🤔🤔🤔
Mundri Astuti
jangan" org tuanya Raisa
Yuli Budi
waduh malah kecolongan 🤦
Yuyun Srie Herawati
apa ini yg di definisi mafia syariah thor
suti markonah
skrg dah bisa komen lg thorrr🤭..kmrn lg layat..maaf curhat
suti markonah
alendra dan adriansyah dapat kejutan bertubi tubi melihat sisi lain dr adiknya najwa yg seharusnya mereka lindungi..tp malah terbalek..malah adiknya yg pegang kendali keluarga suhadi..😂😂😂
suti markonah
mungkinkah raisa sengaja di persiapkan di buang di depan pagar rumah agar bisa masuk di keluarga suhadi oleh musuh ?hmmm penasaran
Sri Supriatin
tkd upnya 👍👍
irma hidayat
lah si iblis raisa ada yg menyelamatkan harusnya membusuk dipenjara
irma hidayat
yg sebenarnya perempuan iblis tu kamu raisa, karna iblis sombong seperti kamu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!