NovelToon NovelToon
TIRAKAT

TIRAKAT

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: DENI TINT

Novel ini berdasarkan kisah nyata.

Nama tokoh, nama tempat, atau nama daerah sudah diganti demi menjaga kerahasiaan identitas asli.

Apabila terdapat kesamaan nama tokoh, tempat, laku tirakat tertentu, profesi tertentu, atau latar daerah tertentu dengan para pembaca semua, mohon dimaklumi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DENI TINT, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DUA PILIHAN

Seketika itu juga, saat rumah itu terbakar dengan sosok yang menyerupaiku juga terbakar, aku tersadar dari alam mimpiku. Aku terbangun. Dengan nafas yang tersengal. Dan sensasi tubuhku seperti terlempar dari dunia ghoib dalam mimpi kembali dengan paksa ke tubuhku di dunia nyata.

Tubuhku kembali berkeringat, suasana di dalam kamar terasa seperti panas. Padahal aku ingat ketika hendak tidur justru hawanya cukup dingin.

Aku segera beristighfar sambil mencoba duduk di atas kasurku. Berulang kali aku mengucap istighfar pelan-pelan. Sambil memegangi tubuhku yang terasa basah karena keringat.

"Yaa Alloh, mimpi apa barusan?" ucapku kemudian sambil memegangi kedua pipiku.

"Yaa Alloh, cuma mimpi... Cuma mimpi..." suaraku bergetar pelan saat benar-benar sadar dari tidurku. Aku mencoba mengatur nafas, supaya lebih tenang. Sambil terus mengulang kalimat istighfar.

Ketika aku sudah bisa mengendalikan nafas, dan tubuhku sudah terasa lebih tenang, tiba-tiba terjadi keanehan di kedua mataku. Mata kananku dengan jelas melihat dunia nyata di sekitarku, kondisi kamar yang biasa, semuanya tampak normal. Tapi mata kiriku tak melihat hal yang sama.

Mata kiriku seperti melihat alam ghoib di sekitarku. Memang posisinya masih dalam kamarku, namun sekelilingnya tak ada dinding kamar yang ku kenal. Seolah aku berada di tengah dunia yang gelap dan berbeda.

Rasanya... Jika aku gambarkan, seperti mata kananku melihat dunia nyata di sekitarku, tapi mata kiriku "terbuka" dan melihat alam ghoib. Aku mencoba beberapa kali mengedipkan mataku, bahkan sampai mengusap-usap kedua mataku itu. Dan beberapa kali aku mengusap mata kiriku.

Namun... Tetap tak berubah... Mata kanan dan mata kiriku seperti melihat dua dunia yang berbeda secara bersamaan.

"Kenapa lagi ini? Kenapa mataku kayak gini?" aku bergumam sedikit khawatir dalam hati.

Dan... Di sebelah kiri kasurku, datang sosok perewanganku itu. Dan amat sangat jelas terlihat di mata kiriku itu.

Dia berkata, "Sekarang kamu sudah tau namaku?"

Aku memandangnya, dan mengangguk pelan.

"Iya, aku sudah tau namamu, Dayang Putri..." jawabku.

Dayang Putri lalu tersenyum padaku, dan ia duduk tepat di sebelah kiriku. Di atas kasurku.

"Ibumu seperti ini, seperti dirimu Nisa..." ucapnya padaku sambil tangannya membelai pipiku yang masih bercucuran sedikit keringat karena mimpi barusan.

"Jadi, Ibu waktu masih hidup, seperti ini... Tapi kenapa Ibu gak bilang padaku Dayang Putri?" tanyaku kemudian.

"Karena dia tahu, akan datang waktunya untukmu..." jawabnya sambil tersenyum.

"Dan, sekarang kah waktunya itu?" tanyaku lagi.

Dayang Putri tak menjawab, ia hanya tersenyum lembut. Lalu ia berkata padaku...

"Mata kirimu bisa berguna untuk menolong orang lain, atau bisa mencelakakan orang lain."

Lalu di dalam pandangan mata kiriku ini, Dayang Putri berjalan ke luar area kamarku yang tak memiliki dinding, menghilang di tengah gelapnya malam. Dan secara mengejutkan, mata kiriku kembali normal seperti mata kananku.

Sekarang kedua mataku melihat dunia nyata secara utuh, tak terbagi menjadi dua dimensi berbeda seperti barusan.

Singkat cerita, aku segera bangun dan menuju kamar mandi, untuk membasuh tubuhku dengan handuk basah, membersihkan keringat, dan segera berwudhu untuk melaksanakan sholat tahajud. Ternyata aku terbangun dari alam mimpi dan bicara dengan Dayang Putri tepat di jam 3 dini hari.

Dalam sholat tahajudku, aku meminta petunjuk dan pertolongan dari Alloh. Sekaligus bersyukur atas terbukanya rahasia darah keturunan almarhumah ibu yang diturunkan padaku.

Dan... Aku berniat semakin kuat, jika memang ini semua adalah kenyataan dan takdir hidupku, aku akan menggunakannya untuk kebaikan semua orang. Sesuai dengan ucapan Dayang Putri....

"Mata kirimu bisa berguna untuk menolong orang lain, atau bisa mencelakakan orang lain."

1
CADAS JALARAMBANG
betul
Kristiana Subekti
thor kau gantungkan ceritamu thor😭😭
Deni Komarullah: 🤭🤭🤭 Biar penasaran Kak... 🙏🙏🙏
total 1 replies
👣Sandaria🦋
wah. berarti memang ada ya yg begitu begitu Thor? ini kisah nyata kan? gen millenial kurang percaya ini😀
Deni Komarullah: Iya Kak... Dan ini cerita dari teman saya yang memang menggeluti dunia semacam ini...
total 1 replies
👣Sandaria🦋
gegara hobby melamun ini si Nissa, makanya hantu pengen ngajak main😅
👣Sandaria🦋
Tirakat di sini artinya apa, Thor? apakah sama dengan kelompok tarekat yg puasa dan hari raya idul fitri beda waktu?🤔 soalnya itu yg kuingat😅
👣Sandaria🦋: oh iya. berarti beda kalau gitu. aku belum paham ini cerita. ntar lanjut baca dulu. yg aku maksud tadi kelompok aliran tarekat yg biasanya puasa dan lebaran ada selisih waktu.
total 2 replies
👣Sandaria🦋
komen pertama nih, author. menarik judulnya☺️
Deni Komarullah: 😍😍😍 Terima kasih ya... Semoga suka sama ceritanya...
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!