Arumi Kurnia Ningsih seorang gadis berusia dua puluh tahun. Dia bercita-cita ingin menjadi desainer terkenal. Namun harapan itu pupus ketika sang ayah menjodohkannya dengan anak juragan teh.
Bagaimanakah hari-hari yang dijalani Arumi setelah menikah, akankah bahagia atau menderita. Yuk segera baca🤗🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon feby_mb, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22
Sopir Kusuma menghentikan laju mobilnya saat melihat kerumunan orang. Akibat kerumunan itu, jalan jadi macet.
" Ada apa Pak"
" Sepertinya terjadi sesuatu di depan sana tuan"
" Coba kamu lihat"
" Baik tuan"
Sopir Kusuma turun dari mobil. Ia menghampiri kerumunan orang.
" Permisi Buk, ada apa ya?"
" Itu ada bapak-bapak di pukuli sama anak buah rentenir"
" Kenapa nggak di bantu"
" Takut Pak, tubuh orangnya kekar dan juga besar"
Karena tidak ada yang bisa membantu, sopir Kusuma meminta tolong bodyguard untuk membantu bapak itu.
Beberapa orang lelaki bertubuh kekar memakai jas berwana hitam keluar dari mobil mewah itu. Mereka langsung menyelamatkan bapak itu.
" Siapa kalian?!"
" Maaf, jangan buat keributan disini"
" Anda siapa, ikut campur urusan orang lain"
Baru saja bodyguard itu mau menjawab, terdengar suara langkah kaki yang semakin mendekat ke arah mereka.
Suasana disekitar sana terlihat sangat mencengkam. Aura Kusuma sangat mendominasi. Seketika tubuh mereka berkeringat dingin. Baru kali ini mereka merasakan hawa seperti ini.
Orang-orang suruhan rentenir itupun melepaskan bapak itu. Sepertinya orang yang ada dihadapan mereka bukan orang biasa.
" Maaf kalau orang-orang saya mengganggu urusan anda. Bisa kita bicarakan masalah ini dengan cara baik-baik"
" Ba...baik tuan"
Kusuma membawa orang-orang itu duduk di warung yang ada di dekat sana.
" Coba ceritakan masalah yang terjadi antara bapak dengan orang-orang ini"
" Maaf sebelumnya tuan, biarkan saya yang menjelaskan" ucap seorang laki-laki yang usianya sama dengan Kusuma.
" Silakan"
" Sebenarnya bapak ini berhutang pada saya. Yang mana jumlah hutangnya itu sebesar lima ratus juta"
" Lima ratus juta?"
" Iya tuan"
Kusuma menatap bapak-bapak yang wajahnya sudah lebam akibat dipukul orang-orang tadi. Kusuma tidak menyangka kalau bapak itu punya hutang sebanyak itu.
" Benar hutang bapak sebanyak itu?"
" Iya tuan, tapi itu sudah sama bunganya. Karena saya tidak mampu membayar jadi bunganya semakin bertambah "
Sekarang Kusuma sudah mengerti. Jadi bapak itu berhutang pada rentenir. Makanya sekarang hutang itu bertambah banyak, karena bunganya sangat besar. Dan bunga itu terus bertambah setiap hari.
" Tolong bantu saya tuan "
Kusuma bukan tidak mau membantu, dia tidak mengenal bapak ini. Apalagi nominal uang yang akan dibayar lumayan banyak. Walupun uang segitu tidak ada apa-apanya.
" Saya akan berikan apapun untuk anda tuan, asal anda mau membayar hutang saya. Kalau tidak, anda boleh menikah dengan putri saya"
Kusuma kaget mendengar ucapan bapak itu. Nggak mungkin dia menikahi putri bapak itu, sedangkan ia punya istri yang sangat ia cintai. Jadi ia tidak akan pernah menduakan istrinya.
Sopir Kusuma pun membisikkan sesuatu pada tuannya.
" Baiklah saya setuju dengan persyaratan anda"
" Maksud tuan?"
" Saya akan membayar semua hutang anda, tapi putri anda akan saya bawa"
" Baik tuan "
Kusuma membayar semua hutang bapak itu. Setelah menerima cek dari Kusuma, barulah rentenir itu pergi.
Karena bapak itu sudah aman, para warga pun meninggalkan warung itu. Sekarang tinggallah Kusuma, bodyguard-nya dan juga bapak itu.
" Sekarang saya akan mengantarkan bapak ke rumah. Sekalian saya ingin bertemu dengan istri dan anak bapak"
" Baik tuan"
Bapak itu dibawa ke mobil mewah milik Kusuma. Mereka akan pergi ke rumah bapak itu. Setelah bapak itu naik ke atas mobil, barulah pak sopir melajukan mobilnya.
" Bapak tinggal dimana?"
" Saya dari kampung suka makmur tuan "
Kusuma kaget mendengar jawaban bapak itu.
" Terus kenapa bapak bisa sampai di kampung ini"
" Rencananya saya mau bertemu dengan teman saya"
" Kalau saya boleh tau, uang sebanyak itu i untuk apa sama bapak"
" Saya ikut investasi sama temen saya tuan"
" Investasi apa?"
" Investasi kontrakan, tapi teman saya malah membawa kabur uang saya"
" Jadi bapak kena investasi bodong"
" Ya begitulah tuan"
" Nama bapak siapa?"
" Nama saya Usman tuan"
Mobil mewah itupun memasuki kampung suka makmur.
" Nanti pas di simpang empat belok kanan ya tuan"
Sampai di simpang empat, pak sopir pun membelokkan mobilnya.
" Setelah ini kemana Pak"
" Terus lurus tuan "
Tak berselang lama mereka pun sampai di depan rumah pak Usman. Rumah sederhana, tapi terlihat sangat bersih.
" Mari silakan masuk tuan"
Kusuma dan bodyguard-nya mengikuti pak Usman masuk ke dalam rumahnya.
" Assalamualaikum "
" Wa'alaikumsalam, astaghfirullah bapak. Kenapa wajah bapak lebam seperti itu" teriak istri Usman.
" Nanti bapak ceritakan Buk. Sekarang kita duduk dulu "
Pak Usman mempersilakan Kusuma dan orang-orangnya untuk duduk.
" Tolong buatkan minum Buk"
Istri Usman pergi ke dapur untuk membuatkan minuman untuk tamunya.
" Maaf tuan kalau rumah saya seperti ini "
" Tidak apa-apa pak Usman "
Kusuma melihat sekeliling ruang tamu. Ruang tamu di rumah Usman tidak terlalu besar. Mata Kusuma tertuju pada foto yang ada di dinding ruang tamu.
Usman pun melihat ke arah Kusuma memandang.
" Itu foto keluarga kecil saya tuan"
Foto di dinding itu tidak seperti foto keluarga. Karena di sana terlihat seorang gadis dengan pakaian yang lusuh. Sedangkan yang satunya lagi memakai baju bagus dan juga duduk di tengah-tengah antara pak Usman dan istrinya.
Istri Usman datang dengan membawa nampan yang berisi minuman.
" Silakan di minum tuan. Maaf kalau cuma ada air teh"
" Tidak apa-apa, saya suka minum teh"
Istri Usman masih tidak mengerti dengan situasi ini. Kenapa suaminya pulang dengan membawa orang-orang yang tidak ia kenal. Pakaian orang itu juga terlihat mahal.
" Maaf, kalau boleh tau tuan ini siapa ya"
" Saya Kusuma "
" Sepertinya tuan bukan asli orang sini?"
" Ibuk benar, saya bukan orang kampung sini"
" Lalu keperluan tuan kesini untuk apa?"
" Kalau itu biar suami ibuk saja yang menjelaskan"
Usman pun menceritakan kejadian yang ia alami tadi pada istrinya.
" Astaga bapak?!. Kenapa bapak bisa sebodoh itu!"
" Bapak juga nggak tau bakal ditipu Buk"
" Terus bagaimana kita bisa membayar uang tuan Kusuma. Kalau seandainya rumah ini dijual pun tidak akan laku lima ratus juta"
" Kita tidak akan menjual rumah Buk"
" Terus bagaimana cara bapak membayar uang sebanyak itu"
" Bapak menawarkan anak kita Buk"
Istri Usman kaget mendengar ucapan suaminya.
" Bapak menjual anak kita?!. Bapak kan tau kalau putri kita sudah punya pasangan. Kok bapak tega sih sama anak kita"
" Tenang Buk"
" Gimana ibuk bisa tenang mendengar ucapan bapak barusan"
" Makanya ibuk dengarkan dulu bapak bicara"
" Ibuk sudah mendengar dari tadi Pak. Bapak mau menjual Anita sama tuan Kusuma "
" Bukan Anita Buk, tapi Arumi"
Brak.
Semua orang yang ada di ruang tamu kaget mendengar bunyi barang pecah. Sontak mereka pun menoleh ke arah suara.
Usman dan istrinya kaget melihat putri mereka berdiri di depan pintu.
" Rumi"
To be continued.
Jangan lupa dukungannya teman-teman.
Happy reading guys 🤗 🤗
ibuk macam apa itu pilih kasih..
Arumi diruh itu ini diambik lagi gajinya..
Memeras aja kerjanya.. huh..