NovelToon NovelToon
Karma Suami Durhaka

Karma Suami Durhaka

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Keluarga / Selingkuh
Popularitas:56.9k
Nilai: 5
Nama Author: Miss Ra

​"Aku menceraikanmu, Hana. Hari ini, detik ini, saat ini juga."

​Hana Anindita terpaku, tangannya yang gemetar mengusap perutnya yang sudah memasuki bulan ketujuh.

Di hadapannya, Bima Erlangga - pria yang berjanji akan menjaganya sehidup semati - menatapnya dengan sorot mata penuh kebencian.

Demi mengejar cinta masa lalunya yang kembali, Bima tega membuang belahan jiwanya sendiri. Bima mengira Hana akan bersimpuh di kakinya, memohon agar tidak ditinggalkan demi janin di rahimnya.

Namun, dugaannya salah besar. Hana hanya tersenyum tipis, mengemasi barang-barangnya, dan pergi tanpa menoleh lagi.

​Saat Bima mulai menyadari bahwa Clarissa tidak sesempurna bayangannya, dan saat Hana mulai bersinar di tangan pria lain, sanggupkah Bima menjilat kembali ludah yang telah ia buang?

Atau selamanya ia hanya akan menjadi orang asing bagi anak yang dulu ia tolak kehadirannya?

Kita simak cerita selanjutnya yuk di karya Novel => Karma Suami Durhaka.
By: Miss Ra.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Ra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 26

"Penyesalan adalah api yang membakar jiwa tanpa menyisakan abu. Di episode ini, sebuah berita besar meledak di tengah kehampaan hidup Bima, meruntuhkan sisa-sisa harapannya hingga tak bersisa. Saat sang ibu pulang dengan membawa kabar tentang pernikahan Hana, Bima menyadari bahwa pintu maaf telah tertutup rapat dan terkunci dari dalam. Mari saksikan bagaimana dunia sang tuan angkuh ini benar-benar runtuh berkeping-keping."

.

.

Malam di Jakarta terasa lebih pekat dari biasanya. Di dalam rumah mewah keluarga Erlangga, keheningan menyelimuti setiap sudut ruangan, hanya menyisakan suara jam dinding yang berdetak seolah menghitung mundur kehancuran sang pemilik rumah.

Bima duduk di ruang kerjanya, menatap kosong ke arah dokumen-dokumen perusahaan yang sudah tidak lagi ia pedulikan. Pikirannya tersangkut di Sukamaju, pada bayangan Hana yang ia lihat dari kejauhan tempo hari.

Tiba-tiba, suara dentuman pintu utama yang dibuka dengan kasar memecah kesunyian. Disusul oleh lengkingan suara yang penuh dengan kepedihan dan kemarahan.

"BIMA ...! KELUAR KAMU, BIMA ...!"

Bima tersentak. Itu suara mamanya. Suara yang biasanya tenang dan berwibawa kini terdengar pecah oleh isak tangis yang tertahan. Bima segera bangkit, jantungnya berdegup kencang.

Apakah terjadi sesuatu?

Bima berlari menuruni tangga dengan tergesa-gesa. Di bawah, ia melihat Bu Sarah berdiri mematung di tengah ruang tamu.

Tas mahalnya tergeletak sembarangan di lantai, riasannya sedikit luntur oleh air mata, dan dadanya naik turun mengatur napas yang sesak.

"Mama? Mama sudah pulang?" Bima menghampiri dengan wajah panik. "Kenapa Mama menangis? Apa yang terjadi ..."

**PLAK** !!!

Belum sempat Bima menyelesaikan kalimatnya, sebuah tamparan keras mendarat di pipi kirinya. Kepala Bima terlempar ke kiri. Rasa panas menjalar seketika, namun rasa heran di benaknya jauh lebih besar.

"Mama... kenapa Mama menamparku?" bisik Bima shock.

**PLAK** !!!

Sekali lagi, tamparan yang lebih keras mendarat di pipi kanannya. Bima terhuyung mundur, memegangi wajahnya yang kini berdenyut nyeri.

Ia menatap ibunya dengan tatapan tidak percaya. Sepanjang hidupnya, Bu Sarah tidak pernah sekasar ini.

"Kenapa?!" Bu Sarah berteriak, air matanya kini tumpah tak terbendung. "Satu tamparan tidak cukup untuk membayar kebodohanmu! Seribu tamparan pun tidak akan bisa mengembalikan menantu kesayangan Mama yang sudah kau buang bagai sampah!"

Bima gemetar. "Ma, aku tahu aku salah. Aku sudah menyesal! Aku akan menjemput Hana, aku akan memohon padanya ..."

"Menjemput siapa, Bima?! Menjemput istri orang lain?!" Bu Sarah memegang kerah kemeja Bima, mengguncang tubuh anaknya dengan sisa tenaga yang ia miliki. "Hana akan menikah, Bima! Bulan depan! Dia akan menikah dengan pria lain!"

**Duar** !!!

Dunia seolah berhenti berputar bagi Bima. Pendengarannya mendadak berdenging. Kalimat itu terasa lebih tajam dari sembilu, merobek jantungnya hingga hancur berkeping-keping.

"Mama... Mama bercanda, kan?" Bima tertawa getir, tawa yang terdengar seperti rintihan. "Hana tidak mungkin melakukan itu. Dia mencintaiku. Dia hanya ingin menghukumku, Ma. Dia tidak mungkin secepat itu..."

"Cinta?!" Bu Sarah mendorong Bima hingga pria itu jatuh terduduk di sofa. "Cinta macam apa yang kau berikan padanya? Kau mengusirnya saat dia mengandung! Kau menukar dia dengan iblis seperti Clarissa! Kau pikir hati Hana adalah batu yang tidak bisa hancur?"

Bu Sarah melempar ponselnya ke pangkuan Bima. Di sana, sebelum Bu Sarah kembali, Bu Sarah meminta foto Hana berdiri berdampingan dengan dr. Adrian di depan ruko, dengan tangan Adrian yang merangkul bahu Hana seolah menegaskan bahwa wanita itu adalah miliknya.

"Pria itu namanya Adrian. Seorang dokter. Dia yang memungut Hana saat kau membuangnya. Dia yang membasuh air mata Hana saat kau tertawa bersama Clarissa. Dan bulan depan, dia yang akan mengucapkan ijab kabul untuk mengambil alih posisi yang dengan bodohnya kau tinggalkan!"

Bima menatap layar ponsel itu dengan mata yang memanas. Ia melihat senyum Hana. Senyum yang begitu damai, senyum yang menunjukkan bahwa wanita itu telah menemukan rumah yang sebenarnya.

Bukan rumah mewah yang penuh kepalsuan seperti ini, melainkan hati seorang pria yang menghargainya.

"Tidak... tidak mungkin..." Bima meremas ponsel itu, lalu tiba-tiba ia bangkit dan meraih kunci mobilnya di meja. "Aku harus ke sana! Aku tidak akan membiarkan pernikahan itu terjadi! Anak itu anakku! Hana itu milikku!"

"Berhenti, Bima!" teriak Bu Sarah.

Bima tidak peduli. Ia berlari menuju pintu, namun langkahnya terhenti saat Bu Sarah berkata dengan suara dingin dan tajam.

"Jika kau pergi ke sana hanya untuk membuat kekacauan, kau hanya akan membuat Hana semakin membencimu. Kau ingin mengambil Saka? Pria itu, Adrian, sudah dianggap ayah oleh cucuku sendiri! Kau hanya orang asing yang memberikan luka, Bima. Kau tidak punya hak!"

Bima jatuh berlutut di depan pintu utama. Ia meraung, memukul-mukul lantai marmer yang dingin hingga tangannya lecet. "AKU YANG SALAH! AKU YANG BODOH! HANA, MAAFKAN AKU!"

Suara raungan Bima menggema di rumah yang besar itu, namun tidak ada siapa pun yang datang menghibur. Bu Sarah hanya menatap anaknya dengan tatapan kasihan sekaligus muak.

"Mama ingin kau menderita, Bima. Rasakan apa yang Hana rasakan dulu," ucap Bu Sarah sambil berjalan melewati Bima menuju kamarnya. "Satu hal lagi... Adrian sudah melamar Hana secara resmi. Mama melihat sendiri bagaimana pria itu melindungi Hana. Dia jauh lebih layak disebut pria daripada kamu."

~~

Malam itu, Bima tidak tidur. Ia duduk di lantai ruang tamu yang gelap, ditemani sebotol minuman keras yang ia ambil dari mini bar, bukan untuk berpesta, tapi untuk mematikan rasa sakit yang luar biasa di dadanya.

Ia membuka kembali ingatannya, saat pertengkarannya dengan Hana di malam pengusiran itu.

Bima melempar botol minumannya ke arah dinding hingga pecah berkeping-keping. "Bodoh... kau benar-benar bodoh, Bima!"

Kini, kepingan hidupnya persis seperti botol itu. Tidak bisa disatukan lagi. Hana akan menikah. Nama 'Erlangga' akan benar-benar terhapus dari hidup Hana. Dan yang paling menyakitkan, anaknya akan memanggil pria lain dengan sebutan 'Ayah'.

Bima menatap ke luar jendela, ke arah langit malam yang tanpa bintang. Penyesalan itu kini bukan lagi tamu, melainkan penghuni tetap di hatinya.

...----------------...

**To Be Continue** ....

1
Thewie
lanjut thor💪
Miss Ra: 💪siaaaapppp

🤗
total 1 replies
Arieee
menguras emosiiii,,,, /Determined//Determined//Determined//Determined//Determined//Determined/
Miss Ra: 🤗🙏
/Heart//Kiss/
total 1 replies
Ma Em
Akhirnya Bu Sarah akan datang untuk bertemu dgn Bima .
sunaryati jarum
Hatimu sungguh mulia Hana menyelamatkan orang yang telah menia,,- nyiakanmu
Ma Em
akhirnya masalah yg Bima hadapi sdh selesai , semoga Bima berjodoh dgn. Nadin .
༄⃞⃟⚡R⁹
gaassss terus thooorrrr🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️
Eva Karmita
semangat Bima ...semoga cepat ketemu Hana dokter Adrian sama Saka ya Bim
Eva Karmita
Hana kamu wanita yang baik... walaupun Bima pernah jahat tapi Hana tidak pernah dendam ataupun benci
Ma Em
Semangat Bima semoga kebenaran cepat terungkap , emang Hana orang baik meskipun sdh disakiti sama Bima tapi msh simpati dan merasa kasihan pada Bima .
Lee Mba Young
Bima lupa dng anak nya dpt gadis daun muda 🤣. gk ingat ngirim nafkah anak nya juga.
Dr sini dah kelihatan bima gk Ada tanggung jawab. sekarang dah ketutup gadis ting ting siapa yg nolak. palagi bima suka free sex dng mantan pa gk nyut nyut itu minta buru buru kawin.
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
kasian juga sih sama bima . tapi mau gimana lagi
Yuliana Tunru
kasihan bima apa hrs berhenti saat akan bnemulai hidup x yg hancur ..ayo thorr jgn gitu kasihan hana bantu dgn klarifikasi z lewat medsos biar jgn sampai.kelak rekam jejak ayah saka sangat buruk krn.pasti suatu saat saka akan tau siapa ayah x jg sebagai.manusia pasti tak tega
Lee Mba Young
Anggap saja karma mu krn lalai nafkah anakmu. Dr Lahir blm kau kasih lo anakmu.
mkne usaha mu kali ini gagal lagi. ntar kl punya usaha lagi ingat nafkah anakmu jng ingat perempuan tok, lihat Ada yg deketin bening daun muda lngsung lupa kl punya anak.
Lee Mba Young
Mungkin cobaan ini krn km gk ngirim nafkah buat anakmu pdhl anak sah kan.
mkne rejekimu di mati kan lagi krn Ada hak anakmu yg tak kau berikan.
walau ibunya gk nerima saat kau beri tp itu kewajibanmu lo sbgai bpk. mkne rejekimu di mati kan lagi krn hak anakmu tak kau sampaikan. mlh sibuk main cewek dng nadin gk ingat anak dulu.
hrse tobat, bikin usaha gede buat warisan anak dulu, nafkah kl sdh baru mikir cewek lain.
Yuliana Tunru: jgn terpancing bima krn itu malah yg diharapkam rendy dan jalang x..smoga bima bisa mbalik fakta biar yg jahat dapat karma kasihan bima ..ayo nadin bantu bima
total 1 replies
sunaryati jarum
Ngapain Bima harus menanggapi Clarissa , seharusnya nBima menuntut.harta yang dihabiskan Clarissa,apa ini strategi untuk bisa menghancurkan Randy dan Clarissa tanpa mereka sadari
sunaryati jarum
Cepat amat ,dari membuang Hana lalu memelihara Clarrissa ular kobra rakus harta sekarang diincar Nadin
sunaryati jarum
Emak lega jika Bima sudah berjanji tidak mengusik kehidupan Hana
Ma Em
Semoga Hana selalu bahagia bersama Adrian , semangat Bima kamu juga semoga cepat sukses dan mungkin Nadin akan menjadi pengganti Hana .
anju hernawati
Bima dan Hana harus bahagia menurut versinya masing masing ........................
Machmudah
maaf ye Thor, masih blm rela aja k bima bisa bangkit Dan kaya lg apalagi dpt wanita lg .....karmanya terlalu enak Thor...cm jd miskin, sedangkan pengorbanan Hana diusir kondisi hamil ...itu sesuatu banget Thor perjuangan banget
Miss Ra: iya kak...

tenang ajah, masih banyak kesusahan bima di episode ke depannya...
🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!