**Sinopsis:**
Di dunia nyata, Arka mati tragis karena dikhianati. Bukannya ke akhirat, jiwanya justru bertransmigrasi ke tubuh Tian, murid buangan Sekte Awan Hijau yang sedang sekarat karena disiksa dan difitnah.
Di dunia baru yang kejam ini, kekuatan adalah segalanya. Tepat saat Tian pasrah akan mati untuk kedua kalinya, sebuah layar holografis muncul di kepalanya dengan bunyi: *[Ding! Sistem Cheat Code Jagat Raya Aktif!]*
Di saat orang lain butuh puluhan tahun untuk bertapa, Tian cukup melihat notifikasi sistem untuk naik level secara instan, kebal dari serangan, dan menduplikasi jurus dewa. Berbekal kode curang ini, Tian bangkit dari pecundang menjadi penguasa tunggal jagat raya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ujang Bonang@_@, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
**Bab 20: Puncak Klasemen dan Badai yang Pecah**
**Bab 20: Puncak Klasemen dan Badai yang Pecah**
"F-Feng Tian?! Bagaimana bisa dia masih hidup dan keluar dari hutan?!"
"Gila! Lihat kantong penyimpanan yang dia bawa, besar sekali! Tapi auranya masih di Tingkat 6 Pengumpulan Qi. Apakah dia benar-benar selamat dari kejaran faksi klan Zhao?"
Bisik-bisik riuh langsung pecah di antara ribuan murid luar yang memadati alun-alun. Tatapan mata mereka tertuju lurus pada sosok Feng Tian yang berjalan dengan tenang membelah kerumunan. Di atas panggung utama, Tetua Zhao Guntur seketika berdiri dari kursi gioknya. Cengkeraman tangannya pada sandaran kursi begitu kuat hingga membuat batu giok berharga itu retak seribu.
"Bocah keparat itu... bagaimana bisa dia kembali? Di mana Chen'er?! Di mana Zhao Ma?!" Zhao Guntur membatin dengan badai amarah dan kecemasan yang berkecamuk di dadanya. Indra spiritual Fondasi Dasar Puncaknya langsung melesat memindai tubuh Feng Tian, namun jimat *Status Palsu* milik sistem mengelabuhinya dengan sempurna—Feng Tian hanya terlihat seperti kultivator Tingkat 6 yang kelelahan.
Feng Tian mengabaikan tatapan membunuh dari atas panggung. Dia berjalan lurus ke arah meja penilai tempat Tetua Agung berada, lalu melemparkan kantong penyimpanan jarahannya dengan kasar di atas meja.
*Brak!*
"Murid luar, Feng Tian. Ingin menyetorkan hasil buruan," ucap Feng Tian dengan nada suara datar namun tegas.
Tetua Agung penilai mengerutkan keningnya, melirik Feng Tian sesaat sebelum membuka kantong tersebut. Namun, detik berikutnya ketika kesadaran spiritual Tetua Agung memeriksa isi di dalam kantong, wajah tuanya langsung berubah menjadi pucat pasi. Tangannya gemetar hebat hingga gulungan emas penilai hampir jatuh ke lantai.
"I-Ini... bagaimana mungkin?!" Tetua Agung berseru histeris, membuat seluruh tetua sekte utama lainnya ikut berdiri karena penasaran.
"Tetua Agung, ada apa? Berapa banyak inti monster yang dibawa si sampah itu?" Zhao Guntur berteriak dari kursinya dengan nada tidak sabar.
Tetua Agung menelan ludah dengan susah payah, lalu berbalik menatap seluruh hadirin dengan suara yang bergetar. "Murid luar Feng Tian... menyetorkan lima puluh butir Inti Monster Tingkat 1, tiga butir Inti Monster Tingkat 2, dan... satu butir Inti Raja Serigala Angin... Tingkat 2 PUNCAK!"
*Hening!*
Seluruh alun-alun seketika menjadi sepi senyap, seolah-olah waktu telah dibekukan. Detik berikutnya, suara gemuruh kejutan yang luar biasa dahsyat meledak dari ribuan murid luar.
"Raja Serigala Angin Tingkat 2 Puncak?! Bukankah itu monster penguasa Lembah Kematian yang setara Fondasi Dasar?!"
"Bahkan para murid inti pun harus membentuk formasi untuk melawannya! Bagaimana mungkin seorang murid luar Tingkat 6 bisa membunuhnya?!"
"Tunggu! Inti Tingkat 2 lainnya... bukankah itu target yang diburu oleh Tuan Muda Zhao Chen?!"
Mendengar pengumuman itu, wajah Zhao Guntur langsung berubah dari merah padam menjadi seputih kertas. Tubuhnya sempoyongan ke belakang. Dia mengenali barang-barang itu. Itu adalah target buruan yang sengaja disiapkan untuk putra sulungnya, Zhao Chen!
"Bocah licik! Katakan yang sejujurnya!" Zhao Guntur melompat turun dari panggung utama, mendarat di depan Feng Tian dengan ledakan energi petir ungu yang menghancurkan lantai batu alun-alun. Tekanan Fondasi Dasar Puncaknya mengunci tubuh Feng Tian dengan pekat. "Di mana putraku Zhao Chen?! Dan dari mana kamu mencuri semua inti monster ini?!"
Menghadapi amukan seorang Tetua Fondasi Dasar Puncak, Feng Tian tidak mundur selangkah pun. Di balik jubah abu-abunya, aliran *Qi* sejati Fondasi Sempurna miliknya berputar santai, dengan mudah menetralkan seluruh tekanan intimidasi Zhao Guntur tanpa ada yang menyadarinya.
"Mencuri? Tetua Guntur, Anda berada di tempat penilai yang terhormat, tapi kata-kata Anda sangat tidak berpendidikan," Feng Tian mencibir, sepasang matanya menatap langsung ke dalam mata Zhao Guntur tanpa rasa takut sedikit pun. "Aturan ujian mengatakan tidak ada larangan pembunuhan dan penjarahan di dalam hutan. Siapa pun yang mati di dalam, artinya mereka tidak cukup kuat. Mengenai di mana putramu yang agung itu... kurasa saat ini kepalanya sedang menjadi mainan serigala di dalam Lembah Kematian."
"KAU... KAU MEMBUNUH CHEN'ER-KU?!" Zhao Guntur meraung histeris. Jiwanya hancur seketika mendengar konfirmasi tersirat tersebut. Harapan terbesar klannya, putra kebanggaannya, telah tewas di tangan pemuda yang selalu mereka anggap sebagai sampah!
"Mati kamu, bajingan cilik! Hari ini, tidak peduli apa aturan sektenya, aku akan mencabik-cabik jiwamu menjadi seribu bagian!!!"
*BOOOOOMMMM!!!*
Zhao Guntur kehilangan seluruh akal sehatnya. Tangan kanannya berubah menjadi cakar petir ungu raksasa berkekuatan penuh Ranah Fondasi Dasar Puncak, melesat hantam langsung ke arah kepala Feng Tian dengan kecepatan yang merusak udara. Dia ingin membunuh Feng Tian secara instan di depan seluruh aliansi sekte!
"Rekan Feng, bahaya!!!" Mu Ran yang baru saja keluar dari hutan bersama kelompoknya berteriak histeris dari kejauhan, mencoba menghunus pedangnya namun jarak mereka terlalu jauh.
Seluruh murid luar memejamkan mata mereka, membayangkan Feng Tian akan hancur menjadi abu di bawah amukan seorang Tetua Sekte Utama.
Namun, di tengah badai petir yang mematikan itu, Feng Tian justru menyunggingkan senyuman dingin yang sangat puas. Tangan kanannya perlahan bergerak ke belakang punggung, memegang gagang *Pedang Meteorit Hitam* yang berbobot berat.
"Sistem... nonaktifkan status palsu. Dan aktifkan *Cheat Code: Pengganda Serangan 300%*!" perintah Feng Tian di dalam hati.
**[Ding! Status Palsu dinonaktifkan! Kasta Ranah Asli Ditampilkan: Fondasi Dasar Tahap Menengah Puncak!]**
**[Ding! Cheat Code Aktif! Meningkatkan daya rusak sebesar tiga kali lipat secara instan!]**
*CRACK-BOOM!*
Aura emas murni yang sepuluh kali lipat lebih masif dan padat daripada energi petir Zhao Guntur mendadak meledak dari tubuh Feng Tian, menghancurkan seluruh tekanan petir ungu di sekitarnya dalam sekejap. Sinar pedang emas raksasa setinggi puluhan meter membubung membelah awan di atas alun-alun.
"Jurus Pedang Sembilan Langit: Tebasan Pemutus Langit—Tiga Kali Lipat Kekuatan!"
Feng Tian menarik pedang meteorit hitamnya dan mengayunkannya lurus ke depan, menyambut cakar petir Zhao Guntur secara frontal.
Badai pembalasan dendam puncak akhirnya pecah sepenuhnya di alun-alun Sekte Awan Hijau!
> **💬 Catatan Penulis (Author's Note):**
> **KLIMAKS TOTAL DI BAB 20!!!** 😱💥 Feng Tian ngelepas semua kedok penyamarannya dan langsung adu kekuatan frontal lawan Tetua Zhao Guntur pake cheat pengganda serangan 300%! Gak kebayang gimana hancurnya faksi klan Zhao setelah ini! 😂🔥