Aruna Putri Rahardian harus menelan pil pahit ketika ayahnya menuduh sang ibu berselingkuh. Bahkan setelehnya dia tak mengakui Aruna sebagai anaknya. Berbeda dengan adiknya Arkha yang masih di akui. Entah siapa yang menghembuskan fit-nah itu.
Bima Rahardian yang tak terima terus menyik-sa istrinya, Mutiara hingga akhirnya meregang nyawa. Sedangkan Aruna tak di biarkan pergi dari rumah dan terus mendapatkan sik-saan juga darinya. Bahkan yang paling membuat Aruna sangat sakit, pria yang tak mau di anggap ayah itu menikah lagi dengan wanita yang sangat dia kenal, kakak tiri ibunya. Hingga akhirnya Aruna memberanikan diri untuk kabur dari penjara Bima. Setelah bertahun-tahun akhinya dia kembali dan membalaskan semua perlakuan ayahnya.
Akankan Aruna bisa membalaskan dendamnya kepada sang ayah? Ataukah dia tak akan tega membalas semuanya karena rasa takut di dalam dirinya kepada sangat ayah! Apalagi perlakuan dari ayahnya sudah membuat trauma dalam dirinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aku Kambali Ayah! 22
Empat tahun kemudian.
"Aruna awaaaaassss!"
BRAAAAKKK
Edwin dan Aruna terjatuh dengan Edwin yang memeluk Aruna. Melindungi kepala gadis itu hingga membuat tangannya terluka. Saat ini mereka sedang mengadakan operasi kembali. Ini adalah operasi terakhir untuk Aruna. Karena setelah ini dia akan bebas.
"Thank's Bang!" ucap Aruna berdiri dan mulai kembali menyerang Aruna.
Doooorrr
Doooorrr
Bugh
Bugh
Braaaak
Kraaaaak
Mereka kambali betarung melawan para musuh-musuh yang semuanya di inginkan oleh Bima. Selama empat tahun pria itu sudah membuat kekuasaannya semakin besar. Semua itu tak luput dari kerja keras Aruna, Edwin, Ramon dan semua anggota yang lain. Karena Bima hanya memberi perintah tapi tak ikut terjun ke lapangan untuk bertarung.
"Kau keren juga Lady Runa! Akhirnya aku bisa bertemu langsung denganmu! Kau memang sangat cantik tapi mematikan," ucap Dave.
Pria yang menjadi incaran Bima dan lawan terakhir dari Aruna kali ini. Pertarungan terakhir yang akan membuatnya bebas dari penjara Bima. Walau sudah di beri fasilitas dan juga uang dari Bima, tapi Aruna tak memiliki kebebasan. Kalau ketahuan ingkar dan melanggar, tak segan Bima akan memberikan hukuman cam-buk seperti biasanya.
"Kau ternyata pinky boys", ledek Aruna.
Dia tak sengaja melihat celana pendek Dave berwarna pink. Mendengar ucapan Aruna membuat Dave melihat ke arah bawah dan baru tersadar jika dia menggunakan celana dalam pink. Dia buru-buru menaikkan celana jeans-nya menutupi celana boxer di dalam sana. Aruna terkekeh sekaligus memanfaatkan kesempatan untuk menyerang Dave.
bugh
Bugh
Bugh
Tangan Aruna dengan cepat dan sangat cekatan memukuli Dave. Kecepatan tangan Aruna tak bisa di ragukan lagi, bahkan Dave bisa merasakannya sendiri bagaimana kecepatan dan kerasnya pukulan dari Aruna.
"shiiiit, kamu mencuri start!" kesal Aruna sambil mengusap sudut bibirnya yang mengeluarkan cairan merah. Tapi setelahnya dia malah tersenyum seolah menikmati hasil pukulan dari Aruna.
"Kamu rupanya adalah wanita tak sabaran sayang," tambah Dave terkekeh. Aruna mual sekali mendengar panggilan sayang dari Dave untuknya seperti itu.
sreeeeettttt
sreeeeettttt
Aruna kembali menyerang Dave. Pertarungan mereka terlihat sangat ketat. Keduanya memiliki kemampuan bela diri yang sama-sama bagus. Bahkan Aruna beberapa kali juga terkena pukulan dari Dave.
"Sampai kapan kamu mau jadi jongos Bima? bukankah dia ayahmu? Kau itu wanita, sebaiknya menjadi ibu rumah tangga saja! kalau aku mau, kau bisa menikah denganku dan mengurus anak di rumah saja. Tanpa harus bertarung dan membaut kamu terluka seperti ini!" ucap Dave saat mereka mencoba menetralkan napas dan mencoba mengumpulkan energi.
"Bukan urusanmu Dave! Urusan kita adalah hanya satu. Tuan Bima menginginkan wilayahmu, jika kau mau menjadi bawahannya seperti yang lain. Maka kamu akan di ampuni dan tetap di sini, tapi Tuan Bima yang menjadi pimpinanmu. Jika kamu menolak, maka terpaksa Aku harus membawamu kehadapan Tuan Bima!" jawab Aruna. Membuat Dave terkekeh.
"Aku tak akan pernah memberikan wilayahku kepada pria serakah seperti dia! Bukankah kau juga tahu akan hal itu! Bahkan selama ini dia tidak pernah mau terjun ke lapangan. Tapi mengandalkan anak buahnya! Apa kau tahu sebenarnya pria itu merupakan pengecut dan pecundang. Yang hanya mengandalkan uang yang dia miliki!" geram Dave.
"Makanya kalau mau seperti dia kamu harus punya banyak uang! Bukan hanya menggunakan otot tapi juga harus menggunakan otak!" jawab Aruna.
"Bagaiman kali kamu bergabung saja denganku? Jika kamu mau aku akan memberikan kelompokku kepadamu. Kamu bis amenjadi pemimpinnya!" Dave menawarkan sambil tersenyum miring.
"Sayangnya aku tak tertarik dengan omong kosong mu Dave!" jawab Aruna kembali menyerang karena dia tahu kalau save berusaha untuk mengulur waktu agar dia tak menyerangnya bertubi-tubi. Pris itu berharap ada orang yang membantunya melawan Aruna.
Doooorrr
Dave mulai mengeluarkan sen-ja-ta api miliknya dan mengarahkan kepada Aruna. Beruntung Aruna bisa menghindarinya dengan baik. Sehingga dia tidak terkena tembakan itu, Aruna bersembunyi di belakang tembok. Dia juga mengambil senjata yang disembunyikan di bawah kakinya.
Sreeekkk
Kreeekkk
Aruna mulai mempersiapkan senjatanya dan mulai membidik Dave yang berada tak jauh dari sana. Mereka kali ini kembali saling serang dengan menggunakan senjata tajam. sepertinya Dave sudah mulai kelelahan dan tidak bisa melawan Aruna.
Doooorrr
Doooorrr
Doooorrr
Doooorrr
Suara tembakan terdengar saling bersahutan, bukan hanya Dave dan Aruna. Melainkan yang lainnya juga sama.
doooorrr
Braaak
Aruna berhasil menembak bahu dan kaki Dave sehingga membuat pria itu Ambruk.
traaaanggg
Aruna menendang senjata di tangan Dave. Setelahnya Dia mendekati Dave dan menginjakkan kakinya di dada pria yang sudah terlihat sangat kesakitan.
"Kau kalah Dave, aku padahal sebelumnya sudah memberikan pilihan padamu! Tapi kamu malah meminta aku untuk membuat kamu seperti ini! Terima kasih Dave, karena kamu adalah tugas terakhirku! Setelahnya aku akan bebas dari pria itu!" ucap Aruna dan terakhir dia menginjak dada Dave dengan sangat kencang membuat pria itu berteriak dan mengeluarkan cairan merah dari mulutnya.
"Dia sudah tumbang! Mereka sudah kalah!" teriak Aruna yang menarik baju Dave yang tak berdaya dari belakang.
Dia menyeretnya seperti menyeret barang yang sangat enteng. Melihat Lady mereka yang sudah berhasil membuat semua orang bersorak bahagia. Sedangkan anak buah Dave melihat hal itu hanya bisa tertunduk lesu dan duduk lemas. Mereka sudah kalah. Kekuatan Lady Runa menang tak di ragukan lagi. Bahkan pimpinan mereka berhasil di tumbangkan dan di seret seperti itu. Seolah tak ada wibawa dan harga dirinya.
Lady Runa
Lady Runa
Lady Runa
Teriak mereka semua saat pulang ke markas membawa kemenangan. Selalu kemenangan dan kemenangan yang mereka dapatkan selama ini. Mereka tak tahu jika ini adalah operasi terakhir mereka bersama dengan Aruna. Yang tahu hanya Edwin dan Ramon. Aruna sengaja tak mengatakannya kepada mereka. Biar menjadi suprise untuk semua orang.
sabar yx papi Devan dn Xavier ,,
anda berdua kalah telak ,, 🤣🤣🤣
calon keluarga mafia somplak 🤣🤣🤣
mau anda apa sih Pak bima ,,
herman saya/Facepalm//Facepalm//Facepalm/