NovelToon NovelToon
Bucin, Suami CEO

Bucin, Suami CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Keluarga / CEO / Persahabatan / Cinta setelah menikah / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:647
Nilai: 5
Nama Author: Ika Nanda

kehidupan yg tidak pernah di ingin kan oleh Kang Hana, putri dari seorang wanita karir bernama Go Haeri dan almarhum suami nya yg bernama Kang Min Ho.
Hana adalah seorang gadis yg ceria, usia nya baru menginjak 20 tahun. ia juga seorang gadis yg rajin dan tekun belajar. Hana juga salah satu mahasiswi di Seoul National University (SNU)
2 tahun lagi ia akan menyelesaikan pendidikan S1 nya, namun semua berubah karena perjodohan yg di lakukan oleh ibu nya. kehidupan yg tadi nya baik-baik saja berubah menjadi kacau.

yuk ikuti cerita nya.....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ika Nanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24

Jimin pun langsung memakan nya tanpa bertanya lagi. Hana pun tersenyum melihat Jimin yg tidak banyak membantah. setelah selesai makan, Hana pun memberikan Jimin obat yg harus di minum nya. namun, permasalahan mulai muncul. Jimin tidak dapat menelan obat itu, ia beberapa kali memuntahkan nya.

"ada apa oppa!?? " tanya Hana heran

"maaf Hana, aku tidak bisa meminum obat. dari dulu memang seperti itu. " jawab Jimin memberitahu nya

"sungguh... " Hana pun seakan tidak percaya. namun Jimin mengangguk membenarkan ucapan nya itu. Hana pun bingung, bagaimana cara nya agar Jimin bisa menelan obat itu.

tiba-tiba Hana memiliki ide, ia pun mengambil satu butir obat itu "maaf kan aku oppa, jika ini lancang dan terkesan memaksa. tapi aku harus melakukan nya agar kau bisa sembuh"

"hah.... " Jimin pun bingung apa maksud dari ucapan Hana itu

belum sempat Jimin berfikir, Hana pun langsung naik dan duduk di pangkuan Jimin. sontak hal itu membuat Jimin terkejut, namun belum selesai dengan itu. Hana pun meletakkan obat itu di dalam mulut nya dan ya.... Hana pun mencium bibir Jimin...

Jimin yg masih terkejut itu masih belum mengerti, namun setelah cukup lama akhirnya Jimin pun membalas ciuman itu. Jimin meraih wajah Hana dan mulai melumat bibir Hana. saat itu lah Hana mengoper obat itu ke dalam mulut Jimin. namun saat obat itu sudah berada di mulut Jimin, Jimin pun langsung berhenti melumat. namun Hana bergerak cepat, ia tidak menghentikan aktifkan itu sampai Jimin menelan obat nya. setelah Jimin menelan obat itu, Jimin pun kembali membalas ciuman Hana. cukup lama mereka beradu skill, sampai Hana menyadari kalau itu sudah cukup lama. Hana pun menghentikan nya "oppa, apa kau sudah menelan obat nya" tanya Hana masih berada i pangkuan Jimin

Jimin pun mengangguk, dan Hana pun turun dari pangkuan Jimin. "minum lah, pasti terasa pahit kan. " Hana memberikan air putih pada Jimin

setelah memastikan Jimin meminum air nya, Hana pun beranjak bangun. namun tangan nya di hentikan oleh Jimin "minum lah, bukan lah terasa pahit. " ucap Jimin memberikan air yg di pegang nya

Hana pun langsung meminum nya "aku... emm, aku mengembalikan handuk ini ke kamar mandi dulu" ucap Hana gugup

Jimin pun tersenyum sembari mengangguk. Jimin pun berfikir "bagaimana bisa dia mengambil inisiatif itu untuk memberikan obat pada ku. tapi ciuman itu.... " Jimin pun mengusap bibir nya "sangat lembut. walau pun bukan sekedar ciuman, tapi dia melakukan nya dengan sangat lembut. sebelum nya aku dan Nari... astaga apa yg aku fikirkan, dia melakukan itu hanya agar aku meminum obat kan"

namun Jimin merasakan ada yg lain saat Hana duduk di pangkuan nya. Jimin pun langsung melihat ke arah bawah "tapi kenapa aku merasa ada yg aneh. seperti aku tadi merasa kalau milik ku sedikit bereaksi. " Jimin pun memegang milik nya itu

di sisi lain di dalam kamar mandi, Hana berkecamuk dengan diri nya. "astaga Hana.... apa yg sudah kau lakukan tadi. bahkan itu untuk pertama kali nya " ucap Hana sembari mondar mandir di dalam kamar mandi. "aah aku sangat malu rasa nya. bagaimana kalau dia marah dan keberatan. astaga.... apa yg sudah aku lakukan. "

setelah cukup tenang, Hana pun keluar dari kamar mandi. ia pun melihat Jimin sudah memakai baju nya, namun belum bergerak dari tempat nya.

Hana pun kembali duduk di samping Jimin "apa sudah lebih baik!?? "

"emm, aku sudah mulai terasa dingin. jadi aku memakai baju ku. "

Hana pun menundukkan kepala nya "oppa, maaf kan atas tindakan ku tadi. aku hanya... "

"aku tau... apa yg kau lakukan hanya agar aku bisa menelan obat itu kan. " ucap Jimin

"benar. tapi itu tadi aku lakukan tanpa izin mu" ucap Hana dengan penuh penyesalan

Jimin pun mengangkat dagu Hana "lihat aku... kau tidak perlu izin untuk melakukan apa pun pada ku. kita suami istri, bukan kah ciuman itu wajar. bahkan sebenarnya kau pantas mendapat kan lebih dari itu, tapi karena aku... " Jimin pun langsung teringat "astaga aku lupa, dokter.... "

"jangan khawatir, aku sudah meminta ibu untuk menjadwalkan ulang pertemuan nya. kita akan bertemu dokter 3 hari lagi, kau istirahat lah. " Hana pun memegang kening Jimin "panas mu juga sudah turun, tapi belum sepenuh nya. kita akan lihat, setelah beberapa jam setelah minum obat. "

"bagaimana jika satu obat tidak cukup membuat ku sembuh. "

"maka aku harus melakukan nya lagi agar kau bisa menelan obat nya bukan!! " ucap Hana sembari bangun

Jimin pun meraih tangan Hana...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!