"Anak ku hilaaaaang, kemana anak ku pergi?"
Beberapa waktu terakhir ini banyak anak anak dan juga orang tua mati tenggelam, mereka di temukan bila sudah empat atau tiga hari di dalam air sehingga keadaan tubuh sudah mengembung.
Sebelum tenggelam ada yang bilang bahwa mereka berjalan dengan pandangan kosong, mereka tidak di makan buaya karena tidak ada gigitan di tubuh mereka.
Apa yang membawa mereka kedalam air?
mungkin kah ada sebuah misteri sehingga mereka semua meninggal di dalam air?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23. Pedang es hancur
Buaaaaaak.
Wuuusssssh.
Kedua iblis saling adu kekuatan satu sama lain Karena sekarang mereka telah bertatap muka dengan sangat jelas sehingga tidak ada yang bisa melarikan diri dari sungai ini lagi, Purnama memperhatikan dengan seksama bentuk iblis Air ini dan ternyata dia adalah seorang wanita karena memiliki rambut panjang dan juga perawakan begitu mirip dengan wanita.
Jadi Purnama sudah sangat yakin bahwa dia memang seorang wanita dan kemungkinan besar dia memang ingin membuat mangsa seluruh warga yang ada di desa ini, ada sedikit rasa lega di dalam hati Purnama Karena rasa cemas yang sebelumnya sempat timbul kini tidak terbukti sama sekali.
Walau Kiara sudah sangat tegas mengatakan bahwa Zahra tidak akan pernah muncul kembali karena telah di musnahkan oleh anak Pangeran ular, tapi tetap saja ada rasa berdebar di hati purnama dan ketika dia mendengar pertama kali tentang hantu Air ini masih ada sedikit rasa cemas di dalam hati karena takut bahwa itu adalah ulah Zahra.
Namun ketika telah bertemu secara langsung seperti ini maka kecemasan itu hilang begitu saja dan Purnama akan dengan sangat mudah menghadapi iblis itu walau kekuatan hantu Air ini bisa di katakan sangat besar, tapi ada rasa lega tersendiri karena yang dia hadapi bukan darah daging dia.
Hantu air juga menata Purnama dengan penuh kemarahan besar karena dia merasa sangat terganggu dan masa yang baru saja dia dapat justru sudah di ambil oleh orang-orang yang ada di sini, padahal dari tadi dia sudah berusaha keras untuk melarikan diri agar tidak bertemu dengan Arya atau Purnama.
Namun sayang nya dia justru bertemu dengan Purnama yang sudah berubah menjadi siluman ular dan Purnama juga sangat yakin bahwa hantu air tidak ada di dalam air itu, sebab itu Purnama berubah menjadi siluman ular dan mengambang di atas permukaan air saja sambil memperhatikan sekitar permukaan air sungai ini.
Wuuussssh.
"Berhenti ikut campur dalam urusan iblis lain!" bentak hantu air kepada Purnama.
"Kenapa memang nya bila aku ingin tetap ikut campur dalam urusan iblis lain?" Purnama menantang dengan gaya yang sangat tengil.
"Sudah cukup selama ini kau selalu saja ikut campur dan tidak pernah membiarkan iblis lain mengambil hak, padahal dulu kau juga sangat jahat sehingga memakan jeroan manusia." geram hantu air.
"Itu masa lalu jadi tidak usah di bahas, lagi pula kenapa kau membunuh semua orang yang ada di sini dan menenggelamkan mereka." kesal Purnama.
"Itu hak ku! kau tidak punya hak untuk melarang aku." bentak hantu air sangat marah.
Wuuuuut.
Rambut panjang hitam yang selama ini selalu saja memangsa para manusia itu langsung di serang kan kepada Purnama, untung ratu ular ini cepat mengelak karena dia tahu kekuatan dari hantu air itu pasti kekuatan rambut yang begitu panjang dan juga hitam sehingga banyak manusia yang terjerat dengan rambut tersebut.
Crasssssh.
"Loh suara seperti terpotong, tapi kok tidak terpotong!" sesaat Purnama kaget juga.
"Hahaaaaa tidak semudah itu kau memotong rambut ku!" ejek hantu air.
"Seperti rapunzel saja ya kau." Purnama masih memperhatikan rambut dari hantu air itu.
"Biar aku coba!" teriak Arya yang sudah menjadi siluman ular juga dan menyabet dengan pedang es.
Wuuusssssh.
Crasssssh.
Kraaaaaak.
"Hah!" Arya tersentak tidak percaya ketika dia menyadari bahwa pedang es itu patah menjadi dua bagian.
"Kurang ajar, tampak nya rambut itu menjadi kekuatan besar bagi hantu Air ini." Purnama membatin kesal.
"Dasar pangeran tidak berguna, sebaik nya kau susul saja istri mu itu!" bentak hantu air sangat kesal dan sambil menghina.
Arya masih tidak percaya bahwa pedang es yang dia buat dengan kekuatan es itu justru hancur berantakan karena tidak sanggup memotong rambut hantu air, bila pedang dia saja sampai tidak sanggup memotong maka sudah pasti rambut dari hantu air itu memiliki kekuatan yang sangat besar.
Buaaaaaak.
"Aaaagk!" Arya terhentak karena rambut dari hantu air dan menghantam air berulang kali.
Byuuuur.
Byuuuuur.
"Bajingan!" Purnama tidak terima dan dia langsung menyerang ke arah hantu air itu.
"Kau marah karena adik mu kalah? ayo tolong dia bila kau memang mampu!" ejek hantu air.
Wuuussssh.
Purnama hanya berubah menjadi bayangan saja dan dia langsung menyerang ke arah hantu air itu, pedang hijau berkelebat ke sana kemari karena Purnama memang ingin langsung membantai hantu air itu agar dia tidak lagi membuat masalah di desa ini dan area yang sedang di siksa di dalam air tentu saja harus segera di selamatkan juga.
...****************...
"Di mana dia? sudah sejauh ini aku mencari tapi dia sama sekali tidak menunjukkan bayangan." Andini terus saja bergerak di dalam air.
"Itu seperti sebuah rumah, apa lebih baik aku segera ke sana saja." Andini melihat akar yang di susun selayaknya rumah di dalam air.
Berpikir bahwa mungkin saja Pak Roni telah di sembunyikan di dalam rumah akar itu maka Andini tanpa pikir panjang langsung mendekati rumah tersebut, sebab Dia juga mengira hantu air ada di dalam sana dan dia sudah bersiap untuk menyerang bila kemungkinan hantu air itu keluar untuk membuat masalah dengan dirinya saat ini.
"Sepi sekali, apa tidak mau menyewa orgen gitu ya biar rame." gumam Andini sambil menelisik kedalam.
"Is ternyata berpetualang sendiri tidak enak, tapi member lain tidak ada yang punya kekuatan air." keluh Andini kesal sendiri.
Ploook.
"Ih!" Andini berteriak karena kaki Dia malah menginjak sebuah lendir yang ada di depan pintu rumah akar.
Lendir berwarna kuning kemerahan dan dia tidak bersatu dengan air sehingga Andini menatap kesana kemari dengan benar dan ternyata dugaan dia memang mengarah bahwa rumah akar ini tidak di dalam air, bingung juga untuk menjelaskan bagaimana Karena dia ada di dalam sungai namun tidak bercampur dengan air sungai.
"Sialan, ternyata dia bisa menyusun rumah sebagus ini." gumam Andini memperhatikan dengan seksama.
"Bersih juga rumah dia, apa punya sapu dia sehingga rumah sampai bersih seperti ini?" gumam Andini sendirian.
Sreeeeet.
"Eits tidak kena!" Andini segera meloncat karena barusan hampir saja terkena jerat rambut berwarna hitam.
"Oh ternyata dia sengaja memasang ranjau bila ada yang memasuki rumah akar ini." Andini mengangguk paham.
Entah memang sengaja memasang jerat untuk Andini atau memang karena jerat itu sudah lama ada di sini sehingga siapa saja yang memasuki rumah akar pasti akan terkena jerat tersebut, tapi yang jelas Andini sudah berhasil menghindari sehingga jerat itu hanya menghantam udara kosong saja.
Selamat siang besti, jangan lupa like dan komen nya ya.
semoga Andini ga sampe ketahuan🙁