NovelToon NovelToon
Kontrak 10 Miliar Istri Rahasia Ceo

Kontrak 10 Miliar Istri Rahasia Ceo

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Nikahmuda / CEO / Teen School/College / Nikah Kontrak / Cintapertama
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: Mr. Awph

​"Aku membelimu seharga 10 miliar. Jadi, jangan harap bisa melarikan diri dariku, bahkan ke sekolah sekalipun."
​Gwen (18 tahun) hanyalah siswi SMA tingkat akhir yang bercita-cita kuliah seni. Namun, dunianya runtuh saat ayahnya kabur meninggalkan hutang judi sebesar 10 miliar kepada keluarga terkaya di kota itu.
​Xavier Aradhana (29 tahun), CEO dingin yang dijuluki 'Iblis Bertangan Dingin', memberikan penawaran gila: Hutang lunas, asalkan Gwen bersedia menjadi istri rahasianya.
​Bagi Xavier, Gwen hanyalah "alat" untuk memenuhi syarat warisan kakeknya. Namun bagi Gwen, ini adalah penjara berlapis emas. Ia harus menjalani kehidupan ganda: menjadi siswi lugu yang memakai seragam di pagi hari, dan menjadi istri dari pria paling berkuasa di malam hari.
​Sanggupkah Gwen menyembunyikan statusnya saat Xavier mulai menunjukkan obsesi yang tak masuk akal? Dan apa yang terjadi saat cinta mulai tumbuh di tengah kontrak yang dingin?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mr. Awph, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22: Tangisan di Balik Bantal Sutra

Tangisan di balik bantal sutra itu terdengar sangat menyayat hati di tengah keheningan kamar yang sangat luas dan sangat dingin. Gwenola membenamkan wajahnya sedalam mungkin, membiarkan kain mahal itu menyerap air mata yang terus mengalir deras membasahi pipinya yang kuyu. Telapak tangannya yang memerah akibat pukulan penggaris kayu tadi terasa berdenyut-denyut sangat perih seiring dengan detak jantungnya yang tidak beraturan.

Ia merasa dunianya benar-benar telah runtuh dan terjebak dalam labirin kegelapan yang tidak memiliki jalan keluar sama sekali. Setiap kemewahan yang ada di sekelilingnya kini nampak seperti duri yang siap menusuk kulitnya kapan saja ia mencoba untuk bergerak bebas. Rasa benci kepada Xavier tumbuh semakin subur di dalam relung hatinya, namun rasa takut yang lebih besar justru melumpuhkan seluruh keberaniannya untuk melawan.

"Kenapa kau harus muncul dan menghancurkan masa mudaku dengan cara yang sangat kejam seperti ini?" bisik Gwenola sambil terisak dengan suara yang sangat parau.

Tiba-tiba, suara ketukan pintu yang sangat pelan dan sangat hati-hati mengejutkan Gwenola hingga ia seketika berhenti bernapas selama beberapa detik. Ia segera menghapus air matanya menggunakan ujung selimut dan mencoba merapikan rambutnya yang berantakan karena rasa kalut yang luar biasa. Di balik pintu baja yang terkunci itu, terdengar suara seorang wanita tua yang merupakan kepala pelayan di kediaman mewah tersebut.

"Nona Gwenola, saya membawakan air hangat dan salep untuk mengobati luka di tangan Anda," ucap wanita tua itu dengan nada suara yang penuh dengan rasa iba.

Gwenola bangkit dari tempat tidur dengan langkah yang sangat lemas dan sangat berat seolah sedang menyeret beban ribuan ton emas. Saat pintu terbuka secara otomatis, ia melihat kepala pelayan tersebut berdiri dengan wajah yang nampak sangat sedih sekaligus sangat waspada. Wanita tua itu masuk dengan cepat dan segera menutup kembali pintu kamar agar tidak ada pengawal lain yang melihat percakapan rahasia mereka.

"Biarkan saya melihat tangan Anda, Nona, Tuan Xavier memang terkadang bisa menjadi sangat beringas jika sedang dikuasai oleh rasa cemburu," kata sang pelayan sambil memegang tangan Gwenola.

Gwenola hanya bisa terdiam saat cairan hangat menyentuh kulitnya yang terluka, memberikan rasa nyaman yang sangat kontras dengan perlakuan Xavier sebelumnya. Ia memperhatikan bagaimana wanita tua itu mengoleskan salep dengan gerakan yang sangat lembut dan sangat telaten seolah sedang merawat anaknya sendiri. Sedikit demi sedikit, rasa perih di tangan Gwenola mulai mereda, namun luka di dalam jiwanya tetap terasa sangat menganga dan sangat berdarah.

"Apakah dia selalu memperlakukan semua orang seperti ini, atau hanya aku saja yang menjadi sasarannya?" tanya Gwenola dengan pandangan yang kosong dan sangat hampa.

Kepala pelayan itu menghela napas panjang lalu menatap mata Gwenola dengan tatapan yang mengandung banyak sekali rahasia masa lalu yang sangat kelam. Ia menceritakan bahwa Xavier adalah pria yang tumbuh dalam lingkungan yang sangat keras dan penuh dengan pengkhianatan dari orang-orang terdekatnya sendiri. Hal itulah yang membuat pimpinan perusahaan tersebut tumbuh menjadi sosok yang sangat haus akan kendali dan tidak pernah bisa mempercayai siapa pun secara penuh.

"Dia tidak tahu cara menunjukkan rasa peduli selain dengan cara mengikat dan mengurung apa yang ia sayangi," bisik wanita tua itu dengan suara yang sangat rendah.

Gwenola tertegun mendengar kata sayang yang diucapkan oleh pelayan tersebut karena baginya perlakuan Xavier sama sekali tidak mencerminkan kasih sayang. Baginya, Xavier hanyalah seorang penguasa yang sedang menjaga aset berharga miliknya agar tidak dicuri oleh pria lain seperti Adrian. Ia kembali teringat akan ancaman Xavier terhadap teman sekolahnya dan rasa cemas itu seketika kembali menghantam dadanya dengan sangat keras.

"Jika dia memang peduli, dia tidak akan mengancam akan menghancurkan hidup orang-orang yang berniat baik kepadaku," sahut Gwenola dengan nada yang penuh dengan kepahitan.

Setelah pelayan tersebut pergi, Gwenola kembali terduduk di tepi tempat tidur sambil menatap kalung berlian yang masih melingkar di lehernya. Ia merasa benda mewah itu bukan lagi sebuah perhiasan, melainkan sebuah borgol tak kasat mata yang terus mengingatkannya pada kontrak berdarah tersebut. Keheningan malam kembali menyelimuti ruangan, namun kali ini Gwenola tidak lagi menangis melainkan mulai menyusun sebuah rencana di dalam pikirannya.

Ia harus mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi pada ayahnya dan mengapa Xavier sangat terobsesi untuk melindunginya dengan cara yang sangat ekstrem. Gwenola berjalan menuju jendela besar yang menghadap ke arah taman belakang, di mana sisa-sisa pertempuran sore tadi masih nampak sangat nyata. Lampu sorot dari para pengawal pribadi terus menyapu area tersebut, menunjukkan betapa ketatnya penjagaan di kediaman mewah yang sangat megah ini.

"Aku tidak boleh terus menjadi gadis lemah yang hanya bisa menangis di balik bantal sutra ini setiap malam," tekad Gwenola dalam hati sambil mengepalkan tangannya.

Tiba-tiba, ia melihat sosok Xavier sedang berdiri di tengah taman sendirian tanpa menggunakan jas mahalnya meskipun udara malam sangat dingin dan menusuk tulang. Pria itu nampak sedang memegang sebuah foto yang tadi ia temukan di dalam dokumen penyelidikan dengan ekspresi wajah yang sangat terpukul. Cahaya bulan menyinari wajah Xavier yang nampak sangat rapuh, sebuah pemandangan yang sangat langka dan belum pernah dilihat oleh Gwenola sebelumnya.

Gwenola merasa ada sebuah magnet yang menariknya untuk terus memperhatikan gerak-gerik sang pimpinan perusahaan tersebut dari balik kaca jendela yang tebal. Ia melihat Xavier tiba-tiba jatuh berlutut di atas rumput sambil menundukkan kepalanya sangat dalam seolah sedang memikul beban seluruh dunia. Di tengah kesunyian itu, Gwenola menyadari bahwa di balik sosok iblis yang sangat ia benci, tersimpan sisi lain yang sangat tidak terduga dan penuh luka.

Pria itu kemudian membakar foto tersebut menggunakan pemantik api perak hingga abunya terbang tertiup angin malam yang sangat kencang dan sangat liar. Xavier berdiri kembali dengan wajah yang sudah kembali mengeras seolah-olah sisi rapuhnya tadi hanya sebuah ilusi singkat yang tidak pernah terjadi. Ia menoleh ke arah jendela kamar Gwenola, membuat gadis itu segera bersembunyi di balik tirai tebal dengan jantung yang berdegup sangat kencang.

Sisi lain sang iblis kelembutan tak terduga.

 

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!