Bagaimana hidup Naura yang harus di jodoh kan dengan orang yang sudah mati. selang sehari saat dia meraya kan ulang tahun ke 18.
Naura Isabella adalah seorang murid di SMA Nusa bangsa dengan jalur prestasi.
Di pagi yang mendung itu. Orang tua Naura Tiba tiba menyuruh putri semata wayang mereka untuk tidak ke sekolah.
Dan membawa Naura ke rumah mewah.
Naura yang sudah berdandan cantik layak nya pengantin sangat lah heran. Dia melihat ke kanan dan ke kiri. Banyak orang menangis. Dia bingung kenapa dia malah di dandani seperti seorang pengantin.
Dengan di gandeng oleh kedua orang tua nya. Naura berusaha bersabar dan tidak banyak bertanya.
Orang tua nya menjelas kan jika dia harus ikut karnaval agar bisa mendapat kan uang untuk makan besok. Itu ucapan singkat ke dua orang tua Naura.
Naura tiba di sebuah altar dan sudah ada pendeta di sana. Naura melihat ke sekeliling dan mata Naura terpaku pada mayat pria yang seumuran dengannya dengan wajah yang sangat pucat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria callista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22.
"Sudah berapa kali bibi bilang Aron, cukup kamu menyakiti tuan muda. Dia sekarang sudah berubah menjadi monster yang menyeramkan," kata bibi Asih mengomel sembari mengobati luka yang ada di wajah tampan Aron.
Sekilas info, Aron adalah keponakan dari bibi Asih. Adik bibi Asih menikah dengan Kakak dari Stev ayah Aron. Maka nya bibi Asih menganggap Aron seperti anaknya sendiri.
"Iya bibi bawel," sahut Aron seperti biasa. Merayu, sangat mudah baginya untuk meluluhkan hati para wanita yang berada di dekatnya.
Aron adalah raja nya penakluk wanita. Dia seorang play boy kelas kakap yang dengan mudah nya merayu para perempuan untuk jatuh ke dalam pelukan nya.
Apalagi hanya untuk merayu bibi Yang selama ini merawat nya penuh kasih sayang. Sungguh hal termudah Bagi Aron. Apalagi Aron kecil sudah di tinggal mati oleh ibunya. Dan ayahnya yang menjadi gila karena kehilangan wanita yang paling dia cintai. Mau tak mau keluarga Liamlah yang merawat Aron sedari kecil.
Tapi melihat kehangatan keluarga Liam. Apalagi Liliana yang memang tidak begitu suka dengan Aron. Menjadikan Aron kecil menjadi iri dan juga dendam kepada Liam dan keluarganya. Tepatnya pada Liam seorang. Dia sangat lah iri melihat Liam yang selalu mendapat kan kasih sayang tulus dan juga perhatian dari ke dua orang tua nya.
Apalagi otak Liam yang sungguh lebih cerdas dari pada Aron. Tanpa sadar membuat Liliana selalu membanding kan antara putranya dengan Aron. Membuat kebencian seorang Aron semakin bertambah.
Dengan gemas bibi memukul pelan kepala Aron dengan pelan sembari terseyum senang. Dia selalu merasa senang jika Aron menggodanya. Jadi Liam dan Aron mempunyai watak yang ber beda. Jika Liam itu pemalu, cuek, dingin dan juga baik hati. Aron adalah kebalikan Liam.
"Bibi mohon pada mu Aron, jangan ganggu tuan muda Liam lagi. Dia bukan lah Liam yang lemah seperti dulu. Sekarang Liam sedang di segel dan di selimuti aura kegelapan," jelas bibi Asih dengan ekspansi wajah yang sulit untuk di jelaskan.
"Ya ya ya bik, kalau gitu Aron mau tidur dulu, besok kan harus berangkat ke sekolah. Ujian Bik ... Ujian ... Bibi Asih mendingan keluar dulu ya ... Bye!" Aron sembari tersenyum jahil dan mendorong lembut tubuh bibi agar keluar dari kamarnya. Tak lupa Aron menutup pintu kamar dan menguncinya.
Aron memegang dadanya yang bergemuruh, bahkan ia terlihat menghembuskan nafasnya itu berkali kali.
Karena sebenarnya dari tadi Aron sangatlah gelisah. Kala teringat akan tubuh sexy Naura membuat burung nya menjadi berdiri.
Aron benar benar tidak menyangka seorang Dewi jutek di sekolahnya. Seorang yang terkenal selalu jomblo dan tidak mau pacaran. Bisa mempunyai tubuh sebagus itu. Aron kira tubuh Naura itu kurus rata. Ternyata waow p4yu dara dan juga b0 kong yang sangat menggoda.
Aron pun masuk kamar mandi. Tidak lupa menyetel video saat dia malakukan ena ena dengan Cherly. Tapi Aron malah merasa hambar dan tidak bergairah.
"Maaf Liam, gue pinjem tubuh istri elo dulu walau pun hanya dalam angan angan," gumam Aron di sertai dengan suara tawa kecil.
Setelah membayangkan tubuh sexy milik Naura, tak berselang lama Aron pun keluar.
Liam yang tidur pun seketika membuka ke dua bola matanya, kala mendengar gumaman sepupunya. walaupun dari jauh Liam bisa mendengar dengan jelas apa yang sepupu nya itu kata kan.
"Awas kau!" gumam Liam dengan gigi taring yang keluar, dan juga bola mata merah darahnya.
*****
***
Pagi pun mulai menunjuk kan sinar nya. Naura yang bangun di jam 5 pagi pun kaget. Melihat suami nya yang ntah sudah pergi kemana.
Naura berjalan malu malu, karena hanya memakai pakaian yang kurang bahan. Ia pun masuk ke dalam kamar mandi.
Naura melepas kan lingerie yang menempel di tubuh nya sembari bernyanyi lagu first Love Nika Costa
It's my first love
What I dreaming of
When I go to bed
When I lay my head upon my pillow
Don't know what to do
My first love
Thinks that I'm too young
He doesn't even know
Wish that I could show him what I'm feeling
Cause I'm feeling my first love
Tiba tiba nyanyian Naura terhenti.
"Akhhhhh," pekik Naura saat melihat Liam dengan ber telanjang dada dan handuk yang hanya di lilit kan di pinggul nya. Dengan wajah yang terlihat fresh juga tampan. Rambut basah menambah ketampanan Liam.
Naura tidak sadar kalau Liam dari tadi sudah berada di dalam kamar mandi.
Awal nya Liam merutuki kebodohannya. Tapi setelah berpikit sejenak itu bukan lah hal bodoh. Harus nya dia beruntung malah bisa melihat tubuh istri nya dalam ke adaan tanpa sehelai benang pun.
Tapi saat tubuh Naura benar benar sudah tanpa sehelai benang. Jantung Liam seakan mau copot.
Apalagi setelah Naura melepas kan lingerie dari tubuhnya, bahkan ia juga menguncir asal rambutnya. Memperlihatkan leher yang jenjang sembari bernyanyi riang.
Seakan menambah damage seorang Naura di mata Liam. Liam yang melihat Naura seperti itu tubuh nya hanya bisa mematung dan sangat sulit untuk di gerakkan.
Naura reflek menutup wajahnya. Karena malu dengan Liam.
Apalagi Naura merasa jika sekarang ini dirinya itu tidak sopan asal masuk ke dalam kamar mandi. Harusnya ia tadi mengetuk dan tanya dulu di dalam kamar mandi apakah ada orang tidak. Sungguh Naura merutuki kebodohannya.
"Su - suara kamu bagus Naura, nanti berangkat bareng ya .. aku tunggu ... jangan malu dengan ku. Aku kan suami kamu," ucap Liam dengan nada terbata bata sembari berlari kecil meninggal Naura yang mematung.
Naura mematung karena baru sadar kalau tubuh nya sekarang sudah tanpa sehelai benang pun.
Sekali lagi Naura hanya bisa merutuki kebodohan nya. Eh bukan sekali tapi berkali kali lagi. Apa lagi Naura mengecek sudah tidak ada handuk lagi di kamar mandi dan dia juga lupa belum membawa seragam sekolah nya ke dalam kamar mandi.
Naura memilih buru buru mengguyur tubuhnya yang sudah panas dingin. Karena menahan malu.
Sedangkan di depan kamar mandi. Seperti biasa Liam memegang dada nya. Dia malah terbayang bayang tubuh Naura yang tanpa sehelai benang pun.
Walaupun liam dan Naura sudah sah di agama dan juga negara. Negara sudah sah. Dengan power ke dua orang tua Liam.
Tapi Liam ingin melakukan ibadah suami istri, dengan istri nya itu karena cinta. Bukan karena nafsu semata apalagi karena keterpaksaan. Sungguh dia tidak mau memaksa orang yang dia cintai.