Yang Chen berjalan di jalan yang penuh dengan bahaya dan lautan darah. meski jalan yang ia lalui penuh dengan bahaya yang bisa sewaktu-waktu merenggut nyawanya namun ia tetap teguh menghadapinya. hal ini dilakukan untuk menjadi kuat demi melindungi apa yang berharga baginya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon B.O.B, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 13. kembali ke akademi
Setelah beberapa lama, akhirnya Yang Chen sampai kembali ke akademi pedang terbang.
Ia langsung bergegas ke tempat rumahnya dan segera beristirahat.
Yang Chen berbaring sambil menghela nafas panjang. Sambil memikirkan hal yang ia alami selama beberapa hari belakangan.
Dari mulai pertarungan sengitnya melawan Guo Feng dimana ia harus membunuhnya, ia dikejar oleh orang-orang dari akademi gagak langit sampai ia hampir saja terbunuh, sampai pertemuannya dengan kakek Wu dan Ye Ting Yun yang menolongnya.
Itu adalah pertama kalinya Yang Chen membunuh seseorang sehingga ia sedikit syok, namun ia tetap harus menahannya karena ia tahu di masa depan ia tetap harus membunuh demi bertahan hidup di dunia ini.
Karena itu adalah cara kerja dunia ini, dimana yang kuat merampas milik orang lemah dan yang lemah hanya bisa menangis merelakan apa yang telah direbut darinya.
Tentu Yang Chen tidak ingin menjadi orang lemah lagi demi melindungi apa yang berharga baginya.
Sebab itu ia harus tetap kuat dan tegar demi mencapai apa yang ia inginkan.
Dia juga hampir saja mati ketika di kejar oleh orang-orang dari akademi gagak langit setelah ia membunuh Guo Feng.
Dalam pelarian ia terluka sangat berat dan tidak punya kekuatan untuk melawan karena kultivasi mereka yang jauh lebih kuat darinya.
Hal ini membuat ia berusaha keras melarikan diri sampai ia harus melompat dari ketinggian dan jatuh ke dalam sungai.
Untungnya ada kakek Wu dan Ye Ting Yun yang menolongnya dan merawat lukanya. Dengan begitu ia berhasil selamat dari kematian.
Semua itu hanya terjadi dalam beberapa hari saja sehingga ia terasa lelah baik secara fisik maupun mental.
Setelah memikirkan semua itu, akhirnya ia menarik nafas lega karena berhasil bertahan hidup dari kematian yang hampir saja di alaminya.
Sambil menarik nafas lega, ia kemudian menutup matanya untuk tidur. Berharap dengan tidur bisa memulihkan fisik dan juga mentalnya.
Setelah seharian tertidur, ia kemudian terbangunkan oleh keributan yang terjadi diluar.
Ia kemudian keluar dan melihat banyak murid yang berlari menuju ke alun-alun akademi.
Yang Chen kemudian pergi juga kesana karena penasaran keributan apa itu.
Semakin Yang Chen mendekat semakin terasa aura roh yang bertabrakan. " Kurasa ada yang sedang bertarung disana " ucap Yang Chen.
Merasakan itu, membuat Yang Chen mempercepatnya langkahnya.
Setibanya disana ia dibuat terkejut, karena disana ada orang yang sedang bertarung melawan murid dari akademi pedang terbang, dan itu tidak lain adalah Xi Kun orang yang mengejarnya dan hampir saja terbunuh olehnya.
" Kenapa ia ada disini? Apakah mereka datang untuk menangkap ku?" Ucap Yang Chen dalam hatinya
Terlihat wajah Yang Chen mulai panik, jika memang ia telah ketahuan maka nyawanya dalam bahaya.
Bukan hanya Xi Kun tapi ada juga seorang pria paruh baya dengan aura yang sangat besar memperhatikanmu pertaruhan Xi Kun.
Dan juga ada puluhan orang yang memiliki kultivasi yang sangat tinggi di tingkat bumi. Dan beberapa anak yang terlihat masih muda dan memiliki aura yang luar biasa, Yang Chen merasa kalau mereka berada di tahap mistik awal.
" Semua kultivator kuat dari akademi gagak langit aku rasa mereka semua ada disini." Ucap Yang Chen dalam hatinya.
Kedatangan asing yang begitu kuat membuat para ahli dari akademi pedang terbang juga berdatangan dan tampak waspada pada orang-orang disana.
Berdasarkan diskusi para murid, kedatangan para ahli dari akademi gagak langit bersama pemimpin akademi untuk mencari orang yang telah membunuh anaknya Guo Feng.
Ia tidak tahu siapa itu, tapi ia mengirim Xi Kun untuk mencari orang itu di akademi pedang terbang.
Tersangka utama dari kematian Guo Feng adalah salah satu murid akademi pedang terbang sehingga ia datang mencari kesini.
Sejak dulu akademi pedang terbang dan akademi gagak langit memiliki hubungan yang buruk, sehingga tidak jarang murid dari kedua akademi bertarung.
Hal inilah yang membuat ia curiga kalau pelakunya adalah salah satu murid dari akademi pedang terbang.
Xi Kun sempat melihat perawakannya sehingga ia pasti bisa mengidentifikasi pelakunya.
Tapi tentu pemimpin akademi pedang terbang tidak mengijinkan hal itu sehingga terjadi perseteruan diantara kedua pemimpin akademi.
Tapi akhirnya pemimpin akademi gagak langit memerintahkan Xi Kun untuk menantang semua murid dari akademi pedang terbang.
" Kalau begitu aku harus bersembunyi dari Xi Kun karena hanya dia yang tahu penampilanku." Ucap Yang Chen.
Xi Kun sangat kuat, ia berada di tahap mistik tingkat satu dan lawannya di level yang sama tapi Xi Kun berhasil mengalahkan dua dari dua orang yang telah dikirim melawannya.
Dan sekarang adalah lawan ketiga Xi Kun tapi Xi Kun terlihat masih mendominasi dan akhirnya ia mengalahkannya lawannya.
Dengan begitu ia telah menang tiga kali berturut-turut.
Melihat kekalahan murid dari akademi pedang terbang membuat semua orang dari akademi pedang terbang berekspresi buruk sedangkan orang-orang dari akademi gagak langit terlihat senang dengan kemewahan Xi Kun.
" Jian Hao, seperti kebanyakan muridmu adalah orang yang tidak berguna." Ucap pemimpin akademi gagak langit sambil tertawa kecil.
" Kamu masih terlalu dini untuk senang Guo Qiang." Ucap pemimpin akademi pedang terbang.
" Ketiga murid kamu sudah kalah tapi kamu masih bisa berkata seperti itu, entah kamu percaya diri atau kamu hanya menggertak. Jika kamu membiarkan Xi Kun mencari pelaku yang membunuh anakku maka kami akan segera pergi." Ucap Guo Qiang sambil tersenyum kecil.
Mendengar ejekan Guo Qiang, Jian Hao tetap tenang dan memberi instruksi ringan pada seorang gadis diantara kerumunan para murid akademi pedang terbang.
Seorang gadis terlihat berusia 15 tahun mulai keluar dari kerumunan dan menuju ke Xi Kun.
Gadis itu terlihat cantik dan anggun dengan pakaian yang dibalut dengan warna putih dan biru namun yang membuat Xi Kun jadi waspada adalah aura yang dikelola oleh gadis itu tidak kalah dari miliknya.
" Jian Mei, aku tidak menyangka kalau kamu yang akan datang." Ucap Xi Kun.
Jian Mei tidak menanggapi Xi Kun dan mulai mengeluarkan pedangan.
Begitu pedangnya keluar, seketika aura disana menjadi lebih dingin dari sebelumnya.
Hal ini membuat orang-orang dari akademi gagak langit mengerutkan keningnya termaksud pemimpin akademi gagak langit Guo Qiang yang melihat dari jauh.
" Sepertinya kamu sudah kehabisan murid lain sampai mengirim putrimu sendiri." Ucap Guo Qiang sambil menatap Jian Hao.
Jian Hao tidak menjawab ia hanya tersenyum kecil.
Aura dingin yang dikeluarkan oleh Jian Mei membuat Xi Kun menjadi lebih waspada. " Sepertinya kamu telah berhasil menerobos ke tahap mistik tingkat satu, mencapai tahap mistik tingkat satu di usia semuda ini sungguh luar biasa, tapi sepertinya kamu baru saja menerobos sehingga kamu belum sepenuhnya mengkonsolidasikan kultivasimu. Berbeda dengan aku yang telah lama berada di tahap mistik tingkat satu. Jadi walaupun kita sama ditahap mistik tingkat satu tapi aku masih lebih unggul." Ucap Xi Kun.
" Kalau begitu kita lihat saja, apakah itu akan benar seperti yang kamu harapkan atau tidak." Balas Jian Mei dengan wajah dingin.
Benahi dulu susunan kata dalam kalimat dan penggunaan kata. Pakailah bahasa Indonesia jangan pakai bahasa Inggris. Semoga karya novel ini meraih kesuksesan. Amiin 🤲