NovelToon NovelToon
Mr. Profesor

Mr. Profesor

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Dosen / Cintapertama
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: Amabillis.13

​Bagi dunia, Taritzuya Hazal Paradise (Zoya/20) memiliki segalanya. Namun dibalik semua itu, jiwa Zoya mati rasa. Setiap pencapaian luar biasa yang ia raih demi senyuman sang ayah dan perhatian ibunya, justru menyisakan kehampaan yang mencekik. Ia tidak tahu tujuan hidupnya dan mengapa ia harus melakukannya? Dan berharap dari orang yang tidak menjadikan-nya prioritas.

Lalu ia berpikir ia harus punya mimpi, karena mimpi adalah arti manusia hidup di dunia ini.

Ketika mimpi terbesarnya untuk menjadi aktris terbaik ditentang keras, Zoya memilih satu-satunya jalan keluar: Melarikan diri, membuang nama besarnya, dan hidup sebagai gadis biasa.

​Di tengah pelariannya, takdir mempertemukannya dengan Arlodiat Sadjatmiko... seorang profesor muda jenius yang sedingin es. Zoya mengerahkan segala trik rayuan untuk mencairkan hati sang Profesor.

​Namun, ketika rayuannya mulai membuahkan cinta yang tulus, kenyataan menghantamnya tanpa ampun, kenyataan apa itu? Mari simak ceritanya 🫣

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amabillis.13, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 3

Zoya tercengang.

“Kenapa…?”

Necki meliriknya, ekspresinya jelas mengatakan bahwa Zoya pasti sudah lupa.

Melihat tatapan itu, Zoya mulai mengingat keras-keras dalam kepalanya. Lalu…

Oh.

Astaga, bagaimana bisa ia sampai lupa. Ia sedang berada di semester empat nya, jurusan MIPA di Universitas SS… salah satu universitas ternama di negaranya.

Seharusnya ia berada di kelas dosen perempuan Miss. Killer yang mengajar Matematika... Menggantikan Dosen sebelumnya yang cuti. Namun sejak awal, ia sudah berencana lebih fokus ke dunia syuting. Ketika dosen itu mengetahuinya, reaksinya sangat keras… terutama saat Zoya meminta izin absen jika ada jadwal syuting, dengan janji nilainya tidak akan turun.

Jawaban dosen itu masih terngiang jelas di kepalanya:

“Memangnya ini kampus milik nenekmu?”

Di kampus Zoya memang jarang masuk kelas. Meski begitu, dosen sebelumnya dan yang lain, tidak pernah mempermasalahkan itu. Karena nilainya selalu yang tertinggi.

Tapi dosen Miss. Killer itu… pengecualian.

Dan sekarang tiba-tiba kelasnya diganti?

Zoya menghela napas panjang, akhirnya menyerah.

“Baiklah… aku mengerti.”

Ia bersandar di kursi, lalu bergumam pelan, hampir seperti berharap:

“Semoga kali ini… dosennya orang yang tidak suka absen.”

Keesokan paginya, Zoya dibangunkan oleh asistennya untuk pergi kuliah.

Ia mengeluh dalam hati… ia sudah terbiasa tidur larut kemudian bangun sesuka hatinya, mengikuti ritme tubuhnya sendiri. Pagi seperti ini terasa asing… dan ia merasa tidak menyenangkan.

Dengan suasana hati yang sudah tidak bersemangat, Zoya semakin kehilangan minat.

Pagi itu di kelas ia hampir saja tidur sepanjang pelajaran. Hari ini ia memiliki tiga kelas, yang terakhir adalah kelas Profesor Arlo.

Jam dua siang, siapa yang ingin belajar Matematika di siang hari, ia menebak dosen ini pasti sangat sulit

Ditambah lagi...

Hari ini, ia harus masuk ke kelas baru… bersama mahasiswa yang sama sekali tidak ia kenal. Tidak ada wajah familiar ia merasa tidak nyaman.

Siang itu setelah dari kantin. Sudah waktunya kelas Profesor Arlo. Saat sampai di ruang kelas, Zoya hampir terkejut. Ruang berundak yang mampu menampung tiga ratus orang itu tampak penuh sesak.

Ia sempat berhenti sejenak, menatap papan tanda di depan ruangan, memastikan dirinya tidak salah tempat. Namun, seberapa kali pun ia melihatnya… ini memang ruang yang benar.

Baru kali ini ia melihat kelas sepadat ini.

Alisnya sedikit berkerut. Masih ada kursi kosong, tidak ya…?

Tanpa membuang waktu, ia pun berjalan lebih cepat.

Namun pemandangan di dalam membuatnya makin tak nyaman… kursi-kursi strategis di baris ketiga hingga kelima sudah penuh. Bahkan barisan belakang, tempat “aman” dari jangkauan pertanyaan dosen, juga sudah dipenuhi mahasiswa lain.

Hanya baris pertama yang masih kosong.

Dengan sedikit enggan, Zoya tidak punya pilihan selain duduk di sana… tepat di bawah jangkauan pandangan Profesor Arlo.

Posisi yang terkenal paling berbahaya.

Baru saja ia duduk, bisik-bisik para mahasiswi di sekitarnya mulai terdengar. Zoya tidak berniat menguping… tapi suaranya terlalu jelas untuk diabaikan.

Dari potongan percakapan yang ia dengar, ia mulai menyimpulkan sesuatu.

Profesor Arlo ini... seorang pria lajang yang terkenal kaku dan tidak ramah. Ia juga seorang jenius, ber-IQ tinggi namun ber-EQ rendah.

Meski begitu, tidak ada yang bisa menyangkal bahwa wajahnya sangat tampan. Nilai tambahnya lagi, ia merupakan peneliti yang berasal dari institut riset nasional... Banyak gadis menyukainya dengan berkedok bertanya, namun profesor Arlo malah menceramahi gadis itu sampai menangis... Bla...bla...

Benarkah?

Tak heran kelas ini penuh. Bahkan mahasiswa dari jurusan lain pun sengaja datang hanya untuk melihatnya... Padahal ini sudah siang loh.

Zoya melirik sekilas ke sekeliling. Ada beberapa wajah yang akrab, namun lebih banyak yang asing baginya.

Saat ia asik menunduk, merapikan buku di atas meja, Zoya baru menyadari sesuatu… ruangan itu mendadak sunyi.

Ia pun mendongak.

Tatapannya langsung tertuju ke podium… dan seketika ia tertegun.

Jadi rumor itu benar.

Profesor ini… terlalu tampan untuk sekadar disebut dosen. Fitur wajahnya tajam dan proporsional, dengan garis rahang tegas yang memberi kesan dingin sekaligus berwibawa. Rambut hitam pekatnya ditata dalam gaya ¹Classy Korean Leaf Cut, bervolume, sedikit berantakan.

¹Classy Korean Leaf Cut adalah model potongan rambut pria modern yang dirancang untuk memberikan kesan elegan, dewasa, sekaligus natural. Gaya rambut ini dinamakan "Leaf Cut" karena siluet poni bagian depan dan sampingnya dipotong serta ditata sedemikian rupa hingga meliuk lembut menyerupai bentuk helai daun.

Sepasang mata coklat gelapnya menatap dengan tenang, tetapi menyimpan intensitas yang membuat siapa pun enggan menatap terlalu lama.

Kemeja putih bersih yang ia kenakan dikancing rapi hingga pergelangan tangan. Bahkan kancing paling atas di dekat lehernya pun terpasang sempurna... terlalu rapi, nyaris kaku. Selain lekuk samar jakunnya yang bergerak saat menelan, tak ada sedikit pun kulit yang terekspos.

Bagian luar ia mengenakan rompi hitam dengan kancing ganda membungkus tubuhnya dengan presisi, mempertegas garis bahu dan pinggangnya. Celana bahan hitam formal jatuh lurus, menonjolkan kakinya yang jenjang dan proporsional.

Semuanya tampak sempurna.

Namun, saat diperhatikan lebih dekat, pesona itu mulai terasa begitu pantang untuk didekati. Ekspresi wajahnya dingin, dengan tatapan tajam yang tenang namun menusuk… seolah mampu membedah siapa pun hanya dengan satu lirikan.

Berada di bawah pandangannya memberi kesan… Seperti berdiri sendirian di tengah hamparan es dan salju… sunyi, dingin membeku.

Zoya sudah terlalu sering melihat pria tampan di industri hiburan… dari yang rapi sempurna sampai yang sengaja terlihat liar. Wajah-wajah seperti itu seharusnya sudah kebal baginya.

Namun pria ini… berbeda.

Saat pandangannya jatuh pada Profesor Arlo, ada sesuatu yang terasa ganjil di hatinya. Wajah tampannya bukan sekadar enak dipandang… ada kesan menggoda yang aneh, nyaris seperti tantangan diam-diam untuknya.

Seolah-olah pria itu berkata, coba saja dekati aku kalau bisa.

Sulit dijelaskan… Wajahnya itu seperti memiliki dua sisi yang bertolak belakang… tajam dan berbahaya, namun di saat yang sama… tenang dan terkendali.

Muncul dorongan tak masuk akal dalam diri Zoya… keinginan untuk merusaknya. Untuk melihat… apakah di balik lapisan itu, apakah ia sedingin yang ia tunjukkan.

Zoya menghela nafas pelan…

Sial..

Sepertinya kali ini dirinya benar-benar dalam masalah.

Karena untuk pertama kalinya setelah sekian lama… dia tertarik pada seorang pria! Tipe yang bisa membuatnya… kehilangan kendali dan ingin menggodanya.

Jadi benar juga, ya… cinta pada pandangan pertama itu memang ada.

Dan tentu saja, semuanya dimulai dari visual.

Profesor Arlo mulai mengajar. Suaranya rendah dan berat, dengan sedikit serak yang samar… seolah lelah karena terlalu lama tenggelam dalam penelitian.

Namun justru itu yang membuat suaranya terdengar semakin dalam dan memikat.

Setiap kata yang diucapkan terasa jelas dan terukur, membuat orang tanpa sadar ingin terus memperhatikannya… bukan hanya karena materi yang disampaikan, tapi juga karena cara dia membawakannya.

Penjelasannya mengalir dengan runtut… dimulai dari konsep yang sederhana, lalu perlahan naik ke bagian yang lebih kompleks. Namun cara penyampaiannya membuat semuanya terasa mudah diikuti. Selama pemahaman dasar mahasiswa memadai, sebagian besar tidak mengalami kesulitan dalam menangkap penjelasan.

Ditambah lagi dengan pesona pribadinya yang tidak biasa, membuat orang tanpa sadar betah memperhatikan.

Zoya sendiri tak menyadari sejak kapan fokusnya berubah.

Yang awalnya hanya berniat mendengarkan seperlunya, perlahan berubah menjadi perhatian penuh.

Ia bahkan tidak lagi sekadar mencatat… lebih seperti tenggelam dalam cara pria itu berbicara, dalam ritme penjelasannya yang tenang namun tegas.

Dan ketika ia akhirnya kembali sadar, beberapa jam telah berlalu begitu saja.

Ketika semua orang masih sibuk menyimak pelajaran dan tanpa sadar mengagumi Arlo, Zoya justru tampak tenggelam dalam bukunya sendiri. Tangannya bergerak menulis, seolah ia benar-benar fokus pada catatannya.

Namun jika diperhatikan lebih saksama, sesekali matanya melirik ke arah podium.

Hanya sekejap.

Lalu ia buru-buru menunduk lagi, seolah tidak terjadi apa-apa.

Di balik helaian rambutnya, pipinya yang putih dan lembut tampak samar memerah… tidak ada orang yang menyadarinya.

Lalu muncul satu pertanyaan : Sebenarnya… apa yang sedang ia tulis?

1
Filan
Thor, kayaknya ga bisa terus disembunyikan ala-ala sinetron. Udah jelas terlalu ganjil hubungan mereka bertiga kalau nggak ketahuan juga.
Filan
aduh orangnya denger tuh 😆
Filan
itu terlalu aneh... /Sweat/
Filan
kalau Zoya kan maklum lagi menghindari dukungan keluarga. Kalau Arlo... nama dosen biasanya lengkap. Zoya jelas akan langsung tahu kalau dia tunangannya melalui namanya.
Filan
kok Arlo ga pakai nama keluarganya sendiri
Filan
jarang dilihat seksama ya
fhallenopsis amabilis
plesetan dari Zuya
Filan
aduh arlo sangat awam ya kalau masalah hubungan
Filan
apa ini namanya? zoya dari mana?
Filan
mau apa lagi dia.
Filan
orang introvert terlalu banyak mikir
Filan
the power of background
Filan
kenapa dipanggil tuan muda saksomo, panjang bener. Jaidan aja kenapa?
fhallenopsis amabilis: Thankyou udah ingetin 👍🥰
total 2 replies
Filan
tidak terlalu menonjol bagaimana?
Rahil Ziazun: Tidak sengaja liat comment orang cause gabutt. author ini lelet kali Lo updatenya 😭 terpaksa aku bolak-balik bab, sedieww. Dan dulu aku juga mikir kyk KK nya, tapi bab selanjutnya jaiden tidak terlalu menonjol kan diri, cuma 1x dia muncul di kelas, abis itu sembunyi.. ga tau deh bab selanjutnya
total 4 replies
Filan
oke para gadis, saatnya tergila-gila /Determined/
Filan
rektor kayak penjilat.
Filan
Itu mahasiswa ditinggal prof...
Filan
dia punya adik yang mau dijodohkan sama Arlo?
Filan: kirain 🤣
total 2 replies
Filan
perhatian khusus kayak apa? justru gara-gara si Jaiden ini, Alro jadi takut mendekati Zoya
fhallenopsis amabilis: iya benar 🤭
total 1 replies
Filan
Dia kan canggung karena udah terikat pertunangan. coba kasih tahu kalau mereka tunangan. makin kloplah mereka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!