NovelToon NovelToon
Jodohku Suami Kakak Ku

Jodohku Suami Kakak Ku

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Ibu Pengganti / Dijodohkan Orang Tua / Cinta setelah menikah / Cinta Seiring Waktu / Naik ranjang/turun ranjang
Popularitas:445
Nilai: 5
Nama Author: Yora Yul Martika

Tangisan bayi merah itu membuat Kiara menyerah dan menerima keinginan kedua orang tuanya. Menikah dengan ayah kandung dari bayi merah yang baru saja di tinggal kan ibu nya. Kiara mengorbankan cinta dan masa depan nya bersama kekasih hati untuk hidup dengan Bryan dan bayi yang baru saja hadir. Bagaimana kah kisah mereka???? Akankah Kiara kembali lagi ke kekasih nya, atau malah menjalankan rumah tangga bersama Bryan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yora Yul Martika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 3

" ma , semua akan baik baik saja " ucap papa mengusap bahu wanita yang telah melahirkan aku dan mbak Kinan

" pah " kenapa mama malah menangis seperti itu " mama takut pah, mama takut dengan ucapan yang di lontarkan Kinan di dalam mobil tadi " kenapa mama malah melirik ke arah ku dan mas Bryan yang sedang mondar mandir di depan ruangan operasi dan pasti nya mas Bryan tidak mendengar kan apa yang di ucapkan mama

Apa yang di bicarakan mama dan papa , aku tidak ingin tahu yang ingin aku ketahui adalah keadaan mbak Kinan sekarang.

" Keluarga mbak Kinan “ panggil suster setelah pintu terbuka

" Iya bagaimana istri saya?" Mas Bryan dengan suara bergetar dan memiliki rasa kwatir di matanya

" Semuanya di persilakan masuk " Enggan menjawab pertanyaan mas Bryan , malah kami semua di suruh masuk

Saat memasuki ruangan dingin tersebut, aku bertambah kwatir dengan alat yang berbunyi bunyi di atas samping mbak Kinan. Kenapa Kakak ku memakai alat alat seperti itu? Bukan kah itu untuk mendeteksi organ vital seseorang apa kah Kakak ku ini begitu lemah nya sekarang? Dengan cepat aku menggeleng kan kepala

" Sayang " ucap mas Bryan dengan bunga di tangan. Dengan permintaan mas Bryan perawat memperbolehkan mas Bryan untuk membawa buket bunga tersebut ke ruangan yang dingin ini

Seperti biasa apa pun yang di rasakan oleh perempuan yang tengah berbaring lemah tersebut dia tetap akan menampilkan senyuman cantik dan indah di bibir nya.

" Mas , anak kita " ujar mbak Kinan lemah sambil melirik ke samping nya . Aku baru sadar ada bayi merah di sebelah kanan mbak Kinan. Keponakan ku yang cantik sama seperti mbak Kinan mereka sangat mirip.

" Cantik seperti kamu sayang" mas Bryan mencium kening mbak Kinan " terimakasih telah berjuang dan terimakasih telah memberikan mas seorang putri" sambung mas Bryan

" Mawar nya sangat cantik mas, aku selalu menyukai nya. Tapi untuk selanjutnya boleh kah aku meminta yang lain " ujar mbak Kinan, mbak kenapa bibir dah wajah mu pucat seperti itu, kenapa mbak sangat lemah

" Apa pun keinginan kamu sayang, semuanya akan mas Kabulkan" ucapan mas Bryan yang tidak pernah di ragu kan oleh mbak Kinan, begitu juga dengan aku beserta mama dan papa

" Untuk seterusnya aku mau mas membeli mawar merah bercampuran dengan bunga anyelir putih " ucap mbak Kinan di iringi dengan tawa ringan dalam senyuman. Tunggu kenapa bunga mawar merah dan anyelir putih, itu adalah dua bunga kesukaan ku dan aku akan bahagia jika Leo menggabungkan kedua bunga tersebut dalam satu buket

" Apa pun itu sayang, mas akan berikan. Tapi kenapa sekarang bunga kesukaan mu berubah hmm tapi tidak masalah yang penting kita selalu bersama" mas Bryan mengusap lembut kepala mbak Kinan

" Ki" tangan lemah tersebut mengulur ke arah ku

" Mbak" aku dengan cepat menyambut dan beralih di samping kiri mbak Kinan

" Mbak minta maaf mungkin untuk seterusnya kamu akan kewalahan dan kecapean untuk mengurus bayi mbak, apa kamu keberatan?" Kata demi kata yang keluar dari bibir mbak Kinan tapi kenapa ini , kenapa mbak Kinan malah menangis

" Tentu aku sangat senang membantu mbak untuk menjaga keponakan ku ini mbak. Tapi kalau nanti mbak udah kembali ke Jakarta tentu aku tidak bisa sering sering berkunjung karena aku tidak akan bisa meninggalkan papa mama " Jawab ku mengambang entah kemana, aku bingung suasana apa ini? Dan kenapa mama malah menangis di samping ku

" Kamu akan ikut ke jakarta bersama mas Bryan Ki " ucap mbak Kinan membuat mata ku membulat

" Kenapa...." Sebelum aku menyelesaikan omongan ku , mbak Kinan seperti sesak nafas berat dan kondisi nya semakin lemah

" Mbak ..."

" Sayang "

" Kinan " ujar mama papa dan mas Bryan berbarengan

" Aku akan memanggil dokter" namun tangan ku di tahan kuat

" Ti tidak ada waktu lagi ki"

" Ma pa aku minta maaf dan terimakasih telah menjadi kedua orang tua ku, Kinan bahagia menjadi anak papa mama" suara mbak Kinan lemah

" Papa mama tolong wujud kan keinginan Kinan , Kinan hanya percaya kepada Kiara " kenapa mama papa hanya menangis, ada apa ini . Sedangkan mas Bryan yang mengerti akan situasi ini dia hanya menggeleng kan kepala

" Sayang dari tadi kamu bicara ngelantur, seperti nya efek bius. Aku disini bersama mu kita akan selalu bersama" ujar mas Bryan menggenggam tangan mbak Kinan

" Mas terimakasih telah memilih aku sebagai istri dan menjadi kan aku seorang istri. Aku ikhlas ridho dan bahagia mas selama hidup bersama kamu beberapa tahun ini. Sekarang aku sudah tidak sanggup lagi , aku titip kan anak kita Alana ya mas , aku hanya percaya kepada Kiara Adik kandung ku sendiri sebagai pengganti aku mas , tolong Kabulkan keinginan ku " mbak Kinan tertatih-tatih untuk menyelesaikan bicaranya

" Tidak sayang, mas hanya ingin kamu tidak yang lain nya untuk menjadi ibu dari anak kita " roboh sudah pertahan mas Bryan yang sedari tadi ia bangun . Air mata lelaki tersebut runtuh seperti air mengalir

" Sudah tidak ada waktu lagi mas"

" Nak bertahan lah , mama papa menyayangi mu " mama mencium mbak Kinan dengan lembut

" Sudah tidak ada waktu lagi ma, maafkan kesalahan Kinan pah mah "

" Mbak Kinan aku mohon bertahan dan kuat lah " tangis ku pecah

" Ja jangan menangis Ki, Alana mbak titip Alana hanya kamu yang mbak percaya, berbahagia lah bersama mas Bryan " tiiiitttttttttttt alat yang ada di atas samping mbak Kinan itu berbunyi panjang.

***

Disinilah kami sekarang, onggokan tanah merah yang masih basah . Rasanya air mata ku tidak pernah habis menangisi kepergian mbak Kinan.

Papa yang selalu mencoba kuat demi bisa memberi kekuatan kepada mama yang drop dan jatuh pingsan sesekali menyeka air mata nya . Mas Bryan dengan mata yang memerah dengan tangan mengepal , entahlah sepertinya mas Bryan yang paling hancur atas kehilangan mbak Kinan.

Mas Bryan hanya banyak diam , dia ingin marah tapi tidak tahu kepada siapa ia meluapkan kemarahannya. Mas Bryan ingin memaki tetapi dia bingung siapa yang ingin ia maki, itulah yang aku lihat sekarang

" Bryan ikhlas kan Kinan nak" ujar Tante Astrid mama nya mas Bryan, mertua mbak Kinan

" Kita harus pulang, sebelum hujan " ujar perempuan paro baya tersebut

" Sebentar lagi mah, Bryan masih ingin disini " jawab dingin mas Bryan, beberapa jam yang lalu pria ini dengan sikap hangat dan humbel nya bisa menghibur semua orang tetapi lihat lah sekarang jangankan mendengar dia berbicara, melihat matanya saja sangat menakutkan

" Beri dia waktu mah, lebih baik kita menunggu di mobil" ujar lelaki paro baya  yang masih muda di bandingkan umur nya om Bram papah nya mas Bryan

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!