NovelToon NovelToon
Bukan Salah Orang Ketiga

Bukan Salah Orang Ketiga

Status: sedang berlangsung
Genre:Tukar Pasangan / Poligami / Cerai / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Model / Berbaikan
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: Rani

Bukan salah Mika hadir dalam rumah tangga Naya sebagai orang ketiga. Karena hadirnya juga atas permintaan Naya yang tidak ingin punya anak gara-gara obsesinya sebagai model. Mika melawan hati dengan rela menerima tawaran Naya juga punya alasan. Sang mama yang sedang sakit keras menghrauskan dirinya untuk mendapatkan uang dalam jumlah besar dalam waktu singkat. Sedangkan Naya sendiri, karena rasa bersalah pada suaminya, dia rela mencarikan istri untuk si suami.

Bukan salah orang ketiga. Ini murni kisah untuk Mika, Naya, dan Paris. Tidak sedikitpun aku terlintas di hati untuk membela orang ketiga. Harap memakluminya. Ini hanya karya, aku hanya berusaha menciptakan sebuah karya dengan judul yang berbeda untuk kalian nikmati. Mohon pengertiannya. Selamat membaca. Temukan suasana yang berbeda di sini. Dan, ambil pelajarannya dari kisah mereka. Bisakah cinta segitiga berjalan dengan bahagia? Atau malah sebaliknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab*25

"Iya, mbak. Semuanya baik-baik saja. Semuanya telah selesai, mbak."

"Baguslah kalau begitu. Sekarang, kamu di mana?"

"Saya ... di rumah, mbak."

"Lalu, Mika?"

"Mika ... pulang bersama pak Paris, Mbak."

Naya terdiam. Ada perasaan tidak nyaman langsung muncul. Namun, dia berusaha sekuat tenaga untuk mengabaikan perasaan tersebut.

"Oh, jadi Mika, pulangnya dengan Paris?"

"Iy-- iya."

Jujur, Sinta juga merasa tidak nyaman untuk bicara. Karena bagaimanapun, sesama wanita tentu akan saling memahami perasaan satu sama lain. Apalagi untuk Sinta yang sudah kenal Naya cukup lama.

"M-- mbak Na-- "

"Ya sudah, Sin." Naya memotong dengan cepat. "Jika mereka sudah mulai dekat, itu adalah awal yang sangat bagus," ucapnya pura-pura bahagia.

Lalu, dengan alasan sibuk, Naya langsung memutuskan sambungan panggilannya dengan Sinta. Tentu saja karena dia tidak lagi ingin melanjutkan pembicaraan tentang Mika dan Paris yang sangat jelas telah membuat hatinya merasa tidak nyaman.

*

"Ada apa dengan kamu, Naya? Kenapa kamu merasa terluka? Padahal, pernikahan ini kamu yang inginkan?"Naya bicara pada bayangannya yang ada di dalam cermin.

Dia menyadari perasaan tidak nyaman yang sedang menyusup ke dalam hatinya. Setelah panggilan dengan Sinta berakhir, Naya terus menatap wajahnya di depan cermin.

"Aku yang inginkan pernikahan ini. Tapi mengapa aku juga merasa keberatan? Sungguh, aku terkadang bingung dengan hatiku sendiri."

Lincah tangan Naya mengetik pesan singkat untuk dia kirimkan pada Paris. Namun, pesan itu pada akhirnya dia hapus kembali. Terlalu berat untuk Naya buat mengirimkan pesan tersebut. Karena dirinya tidak ingin menganggu waktu Paris sekarang.

"Tuhan .... Hatiku, kenapa tidak bisa aku tenangkan? Tolong, aku tidak ingin seperti ini."

....

Setelah makan siang, Mika dan Paris pergi meninggalkan rumah mungil yang Paris hadiahkan untuk Mika. Karena Mika belum siap untuk tinggal di rumah itu, maka Paris pun tidak akan memaksa. Beberapa alasan yang Mika ucapkan bisa Paris terima dengan tenang.

Keduanya berpisah di depan gang menuju kontrakan Mika. Ya. Mika tinggal di sebuah kontrakan yang cukup sederhana. Disinilah gadis itu tinggal selama bertahun-tahun.

"Mika."

"Mama."

Mama Mika menyambut kepulangan anaknya dengan wajah bahagia. Kemarin, sang mama pulang ke rumah. Walaupun sudah diizinkan pulang, tapi istirahat tetap harus diperhatikan. Karena mama Mika saat ini masih dalam tahap pemulihan.

"Mama kok malah nyambut aku sih? Mama 'kan harus banyak istirahat. Lupa apa yang dokter katakan? Mama jangan terlalu banyak gerak."

"Mama bosan, Mika. Mama capek duduk, apalagi baring. Badan mama terasa tidak nyaman. Mama sudah cukup lama berbaring 'kan yah. Jadinya, mama bosan deh, Mika."

Mika langsung membawa sang mama untuk duduk. "Aduh, mama. Kondisi tubuh mama belum pulih. Jadi, harus nurut apa yang dokter katakan. Tar, setelah tubuh ini pulih, mama bisa gerak sesuka mama."

Sang mama tersenyum. "Mika memang anak mama."

"Oh iya, Mik. Ada yang mau mama tanyakan sama kamu. Ini soal ... biaya operasi mama. Dari mana Mika dapat uang sebanyak itu, Nak? Mika gak ngelakuin hal yang gak mama inginkan, bukan?"

Deg. Jantung Mika tiba-tiba berdetak dua kali lebih cepat dari yang biasanya. Wajah manisnya pun langsung berubah. Wajah itu terlihat sedikit terkejut ketika pertanyaan sang mama menyentuh telinga Mika.

"Mama ... tidak perlu cemas. Mika dapat dari ... bantuan teman-teman, Ma. Mama pinjem dari teman-teman Mika. Dan, mama juga tahu, bukan? Selama ini, Mika kerja. Dan sekarang, Mika sudah kerja di kantor pusat. Otomatis, Mika punya gaji yang lebih besar. Jadi, mama tidak perlu memikirkan lagi soal uang operasi mama itu yah. Semuanya, Mika yang atur. Dan yang terpaling penting, Mika gak ngelakuin hal yang salah, Ma. Percaya Mika yah."

Panjang lebar Mika berucap, berusaha menjelaskan pada sang mama dengan sangat hati-hati. Mika tidak ingin mamanya curiga. Walau dia yakin, cepat atau lambat, dirinya akan ketahuan telah melakukan hal yang tidak mamanya inginkan. Tapi setidaknya, jika harus ketahuan, itu bukan sekarang. Karena sekarang, kondisi sang mama masih belum stabil.

'Maaf, Ma. Mika berbohong. Mika sudah ngelakuin hal yang tidak mama inginkan. Bahkan mungkin, hak yang mama sangat benci. Mika telah menjadi orang ketiga, Ma. Mika harap, mama bisa memaafkan Mika kelak jika mama tahu.' Mika berucap dalam hati dengan perasaan sedih.

Sungguh, ingin sekali Mika menangis. Namun, sekuat tenaga ia tahan. Sang mama adalah kerabat satu-satunya yang dia punya. Mana mungkin Mika rela membiarkan mamanya pergi meninggalkan dia.

"Mika memang anak kesayangan, Mama. Terima kasih banyak, Nak. Mika sudah berjuang dengan sangat keras untuk mama. Maafkan mama yang sudah membuat Mika menderita. Mama tidak bisa memberikan kebahagiaan untuk Mika, sayang."

"Mama ngomong apa sih? Mama gak salah, kenapa harus minta maaf. Mama juga gak perlu berterima kasih sama Mika, Ma. Karena apa yang Mika lakukan itu adalah bukti bakti Mika buat mama yang sudah melahirkan Mika ke dunia. Lalu, untuk kebahagiaan Mika, kebahagiaan mama adalah kebahagiaan Mika, Ma. Asalkan mama baik-baik saja, Mika bahagia."

"Jadi tolong, jangan tinggalkan Mika. Oke, Ma?" Mika berucap dengan wajah bahagia.

Sang mama pun tersenyum. "Tidak akan, sayang. Mama akan selalu ada di sisi Mika hingga takdir menentukan kepergian mama. Selagi mama hidup di dunia ini, mama gak akan tinggalkan Mika."

"Mama." Mika pun langsung menghambur ke dalam pelukan Mika.

Mereka berpelukan dengan erat. Beberapa saat berlalu, pelukan itu akhirnya merenggang, kemudian terlepas.

"Mm ... Mika, sebenarnya, mama ingin bilang tadi pada kamu, nak. Mama ingin memulihkan diri di kampung halaman mama. Mama ingin tinggal di sana sampai mama pulih."

Mika terdiam. Kampung halaman mamanya adalah desa yang indah. Sayangnya, mata pencarian di sana hanya sebagai petani. Di desa tentu saja tidak akan sama dengan di kota. Banyak hal yang sangat jauh berbeda. Ada kelebihan, dan tentu saja ada kekurangannya.

1
Ani Basiati
aku pernah baca deh thor alur cerita sama nm2 nya jg sama tp sdh lm.
Cindy
lanjut
Cindy
lanjut kak
Dew666
💎💎💎💎
Rani: makasih banyak yuhu.... 🫰
total 1 replies
Cindy
lanjut kak
Rani: Siap di laksanakan. yuhu....
total 1 replies
Dew666
🔮🔮🔮🔮
Rani: makasih banyak🥰🥰🥰🥰
total 1 replies
Cindy
lanjut
Rani: yuhu .... 🫰
total 1 replies
Cindy
lanjut kak
Rani: oke2👍🫰
total 1 replies
Dew666
💜💜💜
Rani: 🫰🫰🫰🫰🫰🫰🫰🫰
total 1 replies
Dew666
🍡🍡🍡🍡🍡
Rani: 🫰🫰🫰🫰🫰🫰🫰
total 2 replies
Cindy
lanjut kak
Rani: syiap👍🫰😍
total 1 replies
Dew666
💎💎💎💎💎
Rani: 🫰🫰🫰😍😍😍😍
total 1 replies
Soraya
lanjut thor
Rani: A syiap👍🤭
total 1 replies
Soraya
vote untuk mu thor
Rani: terimakasih banyak. 🫰🫰🫰 yuhu ....
total 1 replies
Cindy
lanjut
Rani: siap👍☺️🫰
total 1 replies
Cindy
lanjut kak
Rani: siap👍 dilaksanakan 🫰🤭
total 1 replies
Soraya
mampir thor
Rani: yuhu ... moga betah yah
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!