NovelToon NovelToon
Yun Ma Yang Menolak Takdir Novel

Yun Ma Yang Menolak Takdir Novel

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Identitas Tersembunyi / Kelahiran kembali menjadi kuat / Bepergian untuk menjadi kaya / Mengubah Takdir
Popularitas:10.7k
Nilai: 5
Nama Author: inda

Yun Ma, seorang gadis modern yang sedang menikmati cuti dari pekerjaannya yang melelahkan, tak pernah menyangka kematiannya di dasar sebuah sumur tua justru membawanya ke dunia lain. Saat membuka mata, ia terbangun sebagai Yun Mailan, putri sah Menteri Pendidikan Kekaisaran tokoh utama wanita dalam sebuah novel tragis yang pernah ia baca dan benci.

Dalam cerita asli, Yun Mailan dibenci ayahnya, dimanfaatkan kakaknya, dikhianati tunangannya, difitnah tanpa pembelaan, lalu mati sendirian dalam kehinaan. Mengetahui seluruh alur nasib tersebut, Yun Ma menolak menerima takdir.

Pada malam kebangkitannya, ia melarikan diri dari kediaman keluarga Yun dan membakar masa lalu yang penuh kepalsuan. Bersama pelayan setia bernama Ayin, Yun Mailan memulai hidup baru dari nol.

Berbekal pengetahuan masa depan, tekad kuat untuk bertahan hidup, dan sebuah liontin peninggalan ibunya yang menyimpan kekuatan tersembunyi, Yun Mailan bersumpah untuk bangkit. Suatu hari, ia akan kembali bukan sebagai korban

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon inda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3

Api masih menjilat langit malam ketika Yun Ma atau kini menjadi Yun Mailan melangkah menjauh dari kediaman Menteri Yun.

Langkahnya ringan, terlalu ringan untuk seseorang yang baru saja bangun dari koma dan kabur dari rumah bangsawan sambil membakar masa lalunya sendiri.

Angin malam menerpa wajahnya, membawa aroma asap dan kayu terbakar. Di kejauhan, teriakan panik mulai terdengar. Suara lonceng darurat dipukul bertalu-talu, para pelayan berlarian seperti semut kehilangan sarang.

Semua orang di kediaman Mentri Yun berlarian mencari air, Sedangkan Mentri Yun dan putranya yang melihat kebakaran dari kediaman milik Yun ma terdiam kaku, putri angkat Yun Hi justru tersenyum bahagia melihat kebakaran itu karena ia mengira Yun Mailan sudah mati

Namun semua itu terasa jauh bahkan Yun Ma tidak menoleh ke belakang sedikit pun tidak.

“Rasanya… lega,” gumam Yun Ma pelan, tangan menggenggam liontin giok di balik pakaian.

Liontin peninggalan ibu Yun Mailan terasa hangat tidak, panas menempel di dadanya. Ia mengerutkan kening, tapi mengabaikannya untuk sementara. Ada hal yang jauh lebih penting yaitu kabur, hidup dan tidak mati konyol seperti di novel.

Ayin berjalan di belakangnya sambil menenteng buntalan besar. Wajah pelayan setia itu pucat, namun sorot matanya menyala oleh tekad yang sama, “Nona… kita benar-benar… kabur,” ucap Ayin lirih, seolah takut dunia mendengarnya.

Yun Ma terkekeh pendek. “Iya. Kalau tidak kabur, aku yang dikubur hidup-hidup oleh orang orang munafik itu.”

Ayin terdiam, ia sudah lama hidup di kediaman Yun, terlalu lama melihat bagaimana Yun Mailan diperlakukan seperti bayangan yang tidak pantas bernapas. “Ke mana kita akan pergi, nona?” tanya Ayin ragu.

Yun Ma menghela napas, menatap jalan tanah di depan mereka yang remang diterangi bulan.

“Pertanyaan bagus,” katanya santai. “Dan jawabannya… aku juga belum tahu kita akan kemana.”

Ayin hampir tersandung dengan jawaban sang nona “…Eh? Nona jika begitu kenapa kita kabur?”

“Dari pada kira mati konyol disana lebih baik kabur duluan, tapi tenang,” lanjut Yun Ma sambil melirik Ayin. “Aku bukan tipe tokoh utama bodoh yang kabur tanpa rencana. Kita akan cari tempat aman dulu. Kota kecil. Jauh dari ibu kota. Jauh dari keluarga Yun. Jauh dari pria-pria menjijikkan dalam novel itu.”

Ia berhenti sejenak dan tersenyum tipis, “Dan jauh dari kematian tragis.”

"Memangnya siapa yang mau bunuh kita nona" tanya Ayin

"Tentu saja Yun Hi, wanita manja" jawab Yun Ma

------

Tiga hari kemudian Yun Ma dan Ayin akhir tiba di kota Qinghe. Sebuah kota kecil di perbatasan selatan Kekaisaran Wen. Tidak terlalu makmur, tidak terlalu miskin. Kota yang cukup ramai untuk menghilang, namun cukup sunyi untuk memulai hidup baru.

Yun Ma duduk di atas bangku kayu di sudut penginapan murah, menyesap teh hangat sambil mengamati keramaian pasar dari balik jendela.“Akhirnya… tempat yang normal,” gumamnya.

Tidak ada istana, tidak ada keluarga munafik, tidak ada putri angkat licik yang menangis sambil menusuk dari belakang. Sedangkan di sini hanya ada pedagang sayur, anak-anak berlarian, dan aroma bakpao panas dan itu sangat sempurna.

Ayin meletakkan buntalan besar di lantai dengan napas terengah. “Nona… kita berhasil.”

Yun Ma menoleh dan tersenyum kecil. “Kita berhasil.” Keduanya saling pandang, lalu tanpa aba-aba—tertawa kecil, tertawa karena lega, tertawa karena hidup.

Namun di balik tawa itu, Yun Ma tahu satu hal ini belum selesai, di novel Yun Mailan mati karena tidak punya kekuatan tapi kali ini, ia akan punya.

------

Malam nya Yun Ma tidak bisa tidur, bukan karena kasur keras atau suara tikus di atap tapi melainkan karena liontin giok itu rasa panas bahkan sangat panas.

“Ini bukan panas biasa,” gumam Yun Ma sambil bangkit duduk.

Liontin di lehernya memancarkan cahaya redup kebiruan. Detak jantungnya berangsur mengikuti denyut cahaya itu.

Duk… duk… duk…

“Apa ini mode DLC tersembunyi?” gumamnya refleks sembari duduk di ranjangnya

Tiba-tiba, "BRRRAAAAK!"

Rasa sakit menghantam kepalanya.

Yun Ma terjatuh dari ranjang, tubuhnya menggeliat. Ingatan asing membanjiri pikirannya bukan milik Yun Ma, bukan pula milik Yun Mailan.

Melainkan sesuatu yang… lebih tua, lebih dalam, lebih kuat.

—Darah keturunan terbuka.

—Warisan pengikat jiwa diaktifkan.

—Pewaris terverifikasi.

“HAH?!” Yun Ma menjerit.

Cahaya dari liontin menyelimuti tubuhnya. Ia merasakan sesuatu mengalir di dalam nadinya dingin namun menenangkan, seperti aliran air es yang membersihkan racun lama.

Rasa sakit perlahan mereda.Ketika cahaya menghilang, Yun Ma terduduk lemas, napas terengah “…Jangan bilang,” bisiknya pelan. “Aku dapet… cheat?”

Sebuah suara lembut, tua namun jernih, terdengar di dalam kepalanya.

—Pewaris QI yang sejati…

Yun Ma membeku, “…Oke. Halusinasi.”

—Tidak. Aku adalah sisa kesadaran dari Ibu Yun Mailan.

Mata Yun Ma membelalak.“…Ibu?”Air mata menggenang tanpa ia sadari.

—Maafkan aku. Aku meninggalkanmu terlalu cepat.

Suara itu penuh penyesalan.

—Kau mewarisi darah istimewa. Darah Pengikat Jiwa. Namun aku menyembunyikannya agar kau tidak diburu. Kini… kau telah membangunkannya sendiri.

Yun Ma menelan ludah.“Jadi… liontin ini…”

—Adalah wadah warisan. Dan kunci kekuatanmu.

Yun Ma terdiam lama, lalu tersenyum kecil.“…Dalam novel, Yun Mailan benar-benar sial.”

—Namun kau bukan Yun Mailan yang lama.

Senyumnya melebar.“Benar.”

—Jadi karena kau sudah mengaktifkan liontin itu maka kau juga sudah berhasil mengaktifkan ruang di mensi

"Ruang di? Ruang apa itu ?" Tanya Yun Ma bingung

—Kau akan tau nanti saat penjaga ruang dimensi menampakkan diri padamu saat dia mau dan menerima mu

"Baik ibu terima kasih" ujar Yun Ma

— Bailkla waktuku sudah habis, jaga dirimu Yun Ma bersiaplah dengan takdir besar mu yang akan kau dapatkan

--------

Pagi hari.

Yun Ma berdiri di depan cermin kecil di penginapan. Wajahnya pucat namun matanya bersinar berbeda tajam, hidup, dan penuh perhitungan.

Ia mengikat rambutnya dengan sederhana. “Mulai hari ini,” gumamnya. “Yun Mailan mati di kediaman Menteri Yun.”

Ia menatap pantulan dirinya sendiri.“Yang hidup… adalah aku. YUN MA ”

Ayin masuk dengan wajah ceria. “Nona! Saya sudah menjual beberapa perhiasan kecil. Kita cukup untuk hidup sederhana beberapa bulan.”

Yun Ma mengangguk puas. “Bagus.”

Ia berjalan mendekat, menepuk bahu Ayin dengan lembut.“Ayin… terima kasih sudah ikut aku.”

Ayin tersenyum tulus. “Ayin tidak pernah ragu, nona.”

Yun Ma menatap ke luar jendela Ke arah ibu kota yang jauh, “Tenang saja,” bisiknya dalam hati. “Aku tidak lari karena kalah.”

Tangannya mengepal.“Aku hanya mundur… untuk menyerang dengan lebih indah.”

Dan di kejauhan tak seorang pun tahu bahwa badai bernama Yun Mailan telah mulai bernafas.

Bersambung

1
Shai'er
💪💪💪💪💪💪💪
Shai'er
👍👍👍👍👍
Shai'er
🙄🙄🙄🙄🙄
Shai'er
💪💪💪💪💪
Cindy
lanjut kak
Shai'er
👍👍👍👍👍👍
Shai'er
😱😱😱😱
Shai'er
💪💪💪💪💪
Shai'er
🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️
Shai'er
🤧🤧🤧🤧🤧
sahabat pena
bener ternyata mantan ya? mantan yg menyesal dan mengejar masa depan
sahabat pena
siapa itu? apa mantan tunangan nya ya
Naviah
lanjut thor
Shai'er
puyeng 😵‍💫😵‍💫😵‍💫😵‍💫
Shai'er
lha...... kenapa baru sekarang lu ngomong tentang keadilan 😏😏😏
Shai'er
hayoo loh😏😏😏
Shai'er
Ayin💪💪💪
Cindy
lanjut kak
Naviah
ini perang narasi kah 🤔 dan siapa itu Dewan bayangan
Naviah
semangat Ayin bertahan lah🙌
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!