NovelToon NovelToon
Zaman Para Dewa

Zaman Para Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Action / Dan budidaya abadi / Fantasi / Budidaya dan Peningkatan / Mengubah Takdir
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: B.O.B

Yang Chen berjalan di jalan yang penuh dengan bahaya dan lautan darah. meski jalan yang ia lalui penuh dengan bahaya yang bisa sewaktu-waktu merenggut nyawanya namun ia tetap teguh menghadapinya. hal ini dilakukan untuk menjadi kuat demi melindungi apa yang berharga baginya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon B.O.B, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 8. dua orang misterius

Melihat Yang Chen yang jatuh ke dalam tebing membuat pria dari pemimpin kelompok itu, ingin segera melihat ke dalam tebing tapi ia dihentikan oleh kawanan kera berbulu merah yang telah mengepung kelompoknya.

Hal itu membuat ia harus berurusan terlebih dahulu dengan para kera berbulu merah.

Kawanan kera berbulu merah rata-rata hanya ditahap spirit tingkat 7 sampai 9 sehingga kelompok mereka yang semuanya telah berada di tahap mistik tidak kesulitan menghadapinya.

Namun mata pemimpin kelompok segera teralihkan dengan kedatangan kera yang bertubuh lebih kekar dan besar dengan aura yang luar biasa menyelimutinya.

" Tidak salah lagi, ia pasti pemimpin dari kera berbulu merah." Gumam pria itu.

Pemimpin kelompok segera mengeluarkan pedangnya sambil memasang wajah serius.

" Sialan! Ini akan sedikit memakan waktu." Merasakan kalau pemimpin dari kera di tahap mistik tingkat 1 membuatnya tidak bisa memandang enteng.

Walaupun ia memiliki kekuatan keunggulan satu tingkat dari pemimpin kera berbulu merah tapi fisiknya yang tangguh membuatnya bisa mengimbangi atau bahkan mengalahkan orang yang kultivasinya lebih tinggi satu tingkat darinya.

Akhirnya ia dan pemimpin kera saling bertarung dengan sangat hebat. Seluruh tempat disekitarnya menjadi berantakan akibat energi roh mereka yang meluap-luap.

Setelah beberapa lama keduanya bertarung, akhirnya sebuah sosok jatuh ketanah dengan luka diperutnya yang menganga dengan darah yang mulai keluar dengan deras.

Sosok itu tidak lain adalah pemimpin kera berbulu merah.

Terlihat sesosok pria yang berdiri tidak jauh disana dengan nafasnya yang naik turun.

" Kakak Xi Kun, apakah kamu baik-baik saja." Ucap seseorang pemuda di belakangnya.

" Aku baik-baik saja." Ucap Xi Kun sambil berusaha menstabilkan nafasnya.

Pakaiannya terlihat robek di beberapa bagian dan beberapa luka kecil dan lebam merah di tubuhnya. Wajahnya tampak lusuh, dari sini bisa terlihat kalau ia dibuat sangat kesulitan untuk mengalahkan pemimpin kera berbulu merah.

Xi Kun melihat ke sekitar, dimana ada banyak tubuh dari kawanan kera berbulu merah yang telah mati.

" Kami telah membunuh ratusan kera berbulu merah tapi ada beberapa yang berhasil melarikan diri." Ucap pria disebelahnya.

" Lalu bagaimana dengan yang lain, apakah ada yang mati dari kelompok kita?" Tanya Xi Kun.

" Tidak ada korban, hanya beberapa orang mengalami luka kecil saja." Jawabnya.

" Bagus, ayo kita harus mengecek keadaan bocah itu." Memikirkan bocah yang telah membuat mereka terjebak dengan kawanan kera berbulu merah membuat Xi Kun kesal.

Mereka kemudian datang ke tempat dimana Yang Chen jatuh.

Disana terdapat sebuah tebing yang dalam, mereka mengintip ke dalam tebing untuk memperkirakan seberapa dalam tebing itu.

Tebing itu sedalam tiga ratus meter dengan di dasarnya terdapat sebuah sungai yang sangat panjang. Bahkan sepanjang mata memandang mereka tidak bisa melihat ujung dari sungai itu.

" Instruktur Xi Kun, aku rasa bocah itu masih hidup. Walaupun tebing ini sangat dalam tapi dibawahnya ada sungai sehingga kemungkinan ia masih hidup." Ungkap pria di belakang Xi Kun.

Terlihat Xi Kun juga memiliki firasat yang sama, sehingga ia segera berkata, " kalian berlima akan mencari bocah itu, hidup atau mati.

Kalian harus menemukannya jika tidak menemukannya maka kita semua akan mendapatkan hukuman yang berat." Ucap Xi Kun dengan wajah serius.

Dengan kematian Guo Feng akan membuat para tetua dan pemimpin akademi gagak langit sangat marah. Sehingga mereka harus menemukan pelakunya untuk menangkan kemarahan mereka, jika tidak mereka bisa menjadi sasaran kemarahan para tetua akademi gagak langit.

" Bocah itu mengalami luka parah sehingga ia tidak akan bisa berjalan jauh, telusuri sungai ini, ia pasti masih di sekitaran sungai." Ucap kembali Xi Kun.

" Baik!!" Segera lima orang langsung menjawab serentak dan mereka langsung segera menuruni sungai itu.

Sedangkan Xi Kun dan beberapa bawahannya berbalik untuk mengambil jasad Guo Feng untuk dibawa ke akademi gagak langit.

Disisi lain ada sesosok tubuh yang sedang terbaring lemas di tepi sungai dengan dipenuhi luka ditubuhnya.

Sosok itu tidak lain adalah Yang Chen yang ternyata masih hidup.

Tubuhnya terasa sangat sakit dan sangat lemah sehingga ia tidak bisa bergerak dan hanya terbaring di pinggir sungai saja.

Tapi tidak berselang lama ada dua sosok yang sedang datang kearahnya.

Yang Chen tidak bisa melihat dengan jelas karena dan hanya bisa melihat secara samar-samar saja.

Walaupun samar, tapi ia melihat ada dua sosok yang sedang berdiri di hadapannya.

Akibat kelelahan dan luka yang begitu parah akhirnya Yang Chen kehilangan kesadaran.

Waktu perlahan berlalu, dan akhirnya Yang Chen mulai tersadarkan diri.

Saat ia membuka matanya, ia melihat kalau ia sedang terbaring di dalam ranjang kecil di sebuah ruangan sederhana yang asing baginya.

Ia merasa lukanya telah diobati oleh seseorang dan tubuhnya masih diperban di berbagai bagian tubuhnya.

" Sepertinya aku berhasil selamat." Ucap Yang Chen dalam hatinya.

Yang Chen mencoba untuk bangun dari tempat tidurnya tapi ia terhenti akibat rasa sakit yang masih terasa di lukanya. Akhirnya ia kembali untuk berbaring di tempat tidurnya.

Ia kemudian mencoba melirik ke sekitar ruangan disana.

" Melihat keadaanku, sepertinya ada yang telah menolongku. Aku harus berterimakasih atas pertolongan orang itu." Yang Chen sangat bersyukur karena ada yang menolongnya saat itu. Jika tidak, maka sulit bagi Yang Chen untuk tetap bertahan hidup.

Tidak lama kemudian ada seseorang yang membuka pintu disana, terlihat ada seorang gadis yang terlihat seusianya.

Ia memiliki paras yang imut ditambah dengan rambutnya yang berwarna perak membuat ia terlihat mempesona untuk gadis seusianya.

Gadis itu berpakaian dengan sederhana namun tetap terlihat sangat indah dilihatnya. Tapi yang membuat Yang Chen sangat syok adalah tingkat kultivasi gadis itu yang telah berada di tahap mistik tingkat 6.

Gadis itu terlihat sekitar 12 atau 13 tahun tapi kultivasinya sangat tinggi, bahkan kultivasinya lebih tinggi dari murid inti di akademi pedang terbang, yang ia dengar hanya di tahap mistik tingkat 4.

Itupun usia mereka sudah 16 atau 17 tahun tapi mereka kalah dari gadis kecil dihadapannya.

Hal ini membuat ia kagum dan tidak bisa berkata-kata.

Melihat Yang Chen yang telah sadarkan diri, gadis itu terkejut sesaat sebelum akhirnya ia berteriak kebelakang, " kakek ia akhirnya sadarkan diri."

" Benarkah, ayo kita lihat dia." Suara serak juga terdengar di balik pintu itu.

Akhirnya seorang kakek tua juga muncul di balik pintu itu, rambut kakek itu telah berubah warna sebagian menjadi putih dan keriput yang terlihat jelas diwajahnya.

Ia berjalan menggunakan satu tongkat kayu sederhana dan ia juga berpakaian dengan sederhana.

Namun sorot matanya sangat tajam dan aura yang ia keluarkan terasa misterius. Ditambah ia tidak bisa merasakan kultivasi dari kakek itu membuat kesan misterius melekat padanya.

Melihat gadis yang memiliki kultivasi yang kuat dan kakek tua bersamanya yang misterius membuat Yang Chen berpikir kalau mereka bukan orang sembarangan.

" Akhirnya kamu sadar juga." Ucap kekek itu sambil berjalan kesamping tempat tidurnya dan diikuti oleh gadis berambut perak.

" Terimakasih telah menolongku tuan." Ucap Yang Chen.

" Hehe, kamu cukup sopan nak." Balas kakek tua itu sambil tersenyum kecil.

" Melihat kondisimu yang sampai terluka parah seperti ini, sepertinya kamu sedang berhadapan dengan seseorang yang sangat kuat." Ucap kembali kakek itu.

Yang Chen tidak menjawab tapi ia hanya bisa tersenyum kecil.

" Lalu kalian siapa kek?" Tanya Yang Chen yang penasaran dengan latar belakang mereka berdua.

" Hehe kamu hanya kultivator biasa yang sedang berpetualang saja." Jawabannya dengan santai.

" Kamu bisa memanggilku kakek Wu dan gadis kecil ini adalah cucuku Ye Ting yun." Ucap kembali kakek itu.

Yang Chen kemudian mengalihkan pandangannya pada gadis yang bernama Ye Ting yun karena ia merasakan tatapan gadis itu yang terus melihatnya dari atas sampai kebawah seperti penasaran akan sesuatu hal padanya.

" Aku Yang Chen dari akademi pedang terbang." Jawab Yang Chen sambil tidak menghiraukan pandangan aneh gadis itu.

" Oh jadi namamu Yang Chen, salam kenal." Ucap kakek itu sambil tersenyum ramah.

Tapi kemudian tiba-tiba suaranya terasa berbeda dan terasa mengintimidasi, " Yang Chen, apakah aku boleh tahu tentang mata surgawi milikmu?"

" Mata surgawi?" Ucap Yang Chen dengan wajah bingung.

1
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Lanjut Up Thor
Nanik S
Lanjutkan Tor
Nanik S
Hadir
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Saran Thor..
Benahi dulu susunan kata dalam kalimat dan penggunaan kata. Pakailah bahasa Indonesia jangan pakai bahasa Inggris. Semoga karya novel ini meraih kesuksesan. Amiin 🤲
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
biasa disebut Energi Spiritual, kalau itu pakai tekanan Jiwa mungkin disebut Energi Roh.
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
secara itu apa maksudnya 🤔 secara diganti dengan kata 👉 karena
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Secara 🤔 Mungkin maksudnya: Selama ini Yang Chen hanya bisa mendapatkan batu roh dengan berburu binatang iblis, itupun tidak mudah untuk mendapatkannya.
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Saran Thor.. Kok ada sekolah dijaman para dewa? mungkin kalau akademi masih nggak janggal. Tetap semangat Thor 💪💪
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Awal cerita sudah bagus 👍
angin kelana
awalan yg lumayan menarik.lanjutkan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!