NovelToon NovelToon
Dikhianati Suami Dicintai Pangeran Dubai

Dikhianati Suami Dicintai Pangeran Dubai

Status: tamat
Genre:Janda / Selingkuh / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Crazy Rich/Konglomerat / Miliarder Timur Tengah / CEO / Tamat
Popularitas:813.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Rere ernie

Alena Prameswari percaya bahwa cinta bisa mengubah segalanya.

Tapi setelah tiga tahun menikah dengan Arga Mahendra, ia sadar bahwa kesetiaan tak akan berarti bila hanya satu pihak yang berjuang.

Saat pengkhianatan terbongkar, Alena memilih pergi. Ia menerima proyek desain di Dubai... tempat baru, awal baru.

Tanpa disangka pertemuan profesional dengan seorang pangeran muda, Fadil Al-Rashid, membuka lembaran hidup yang tak pernah ia bayangkan.

Fadil bukan hanya pria miliarder yang memujanya dengan segala kemewahan,
tetapi juga sosok yang menghargai luka-luka kecil yang dulu diabaikan.

Namun cinta baru tak selalu mudah.
Ada jarak budaya, gengsi, dan masa lalu yang belum benar-benar selesai. Tapi kali ini, Alena tak lari. Ia berdiri untuk dirinya sendiri... dan untuk cinta yang lebih sehat.

Akankah akhirnya Alena bisa bahagia?

Kisah ini adalah journey untuk wanita yang tersakiti...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter — 3.

Hari itu matahari menyelinap lembut dari sela tirai, menandai pagi yang tampak biasa.

Namun bagi Alena, tidak ada pagi yang benar-benar biasa lagi sejak rumahnya dipenuhi keheningan yang semakin pekat.

Ia menyiapkan sarapan seperti rutinitas, roti panggang, telur setengah matang, dan kopi hitam tanpa gula kesukaan Arga.

Tapi bukan rasa asin atau manis yang memenuhi mulutnya, melainkan getir yang tak berwujud.

“Mas... kamu nggak lupa rapat jam sepuluh, kan?”

Alena mencoba berbicara sambil menuang kopi.

Arga yang tengah mengetik sesuatu di ponselnya hanya bergumam, “Iya. Tenang aja, aku tahu.”

Alena mengangguk, tapi matanya tertuju pada ponsel suaminya. Cahaya layar menampilkan nama yang membuat jantungnya bergetar pelan.

Nadine HR – Project Ares.

Ia tak pernah dengar nama itu sebelumnya, tapi entah kenapa setiap kali ponsel Arga bergetar, nama itu selalu muncul.

Dan setiap kali pula Arga buru-buru menunduk, menulis balasan singkat sambil tersenyum samar... senyum yang sudah lama hilang untuk Alena.

“Teman kantor?” tanya Alena pelan, mencoba menjaga nada suaranya tetap datar.

Arga menatap sekilas, seolah heran kenapa Alena bertanya.

“Iya, bawahan baru. Masih adaptasi, banyak tanya ini-itu.”

“Oh.”

Hanya itu yang keluar dari bibir Alena.

Ia ingin percaya, tapi ada sesuatu di cara Arga menjawab. Terlalu cepat, terlalu siap.

Dan perempuan, tanpa diberi tahu sekalipun tahu kapan hatinya sedang dipermainkan.

Siang hari, Alena mencoba mengalihkan pikiran dengan bekerja. Namun, pikirannya berkelana ke arah yang tak ia kehendaki.

“Kenapa aku jadi kayak gini, sih?” gumamnya sambil menatap layar yang sudah buram oleh air mata yang tak jadi jatuh.

Ia menegakkan tubuh, menghela napas panjang lalu mencoba fokus kembali.

Namun bahkan di sela-sela kerja, bayangan Nadine terus menari di pikirannya. Perempuan yang entah seperti apa, tapi terasa begitu nyata di antara jarak dirinya dan Arga.

Sore itu, ia membuka media sosial perusahaan tempat Arga bekerja.

Dan benar... di antara foto kegiatan tim, ada seorang perempuan berambut hitam panjang, mengenakan blazer abu dan tersenyum profesional.

Nadine.

Bukan hanya cantik, tapi juga memiliki tatapan tajam dan percaya diri. Jenis wanita yang mampu membuat ruangan berhenti bernafas hanya dengan kehadirannya.

Alena menatap layar agak lama, sebelum akhirnya menutup laptop dengan pelan.

Ia bukan iri, bukan takut. Namun lebih ke rasa sadar, bahwa ia kini kalah di tempat yang tak bisa dilihat orang lain... perhatian suaminya.

Malam menjelang.

Arga pulang dengan langkah cepat, jasnya wangi parfum yang asing. Bukan aroma yang biasa ia pakai.

Alena tahu, karena selama tiga tahun ia yang selalu memilihkan parfum untuk suaminya. Aroma citrus lembut yang sederhana, bukan wangi bunga putih yang kini tercium.

“Kamu habis lembur?” tanya Alena, mencoba terdengar biasa saja.

“Hmm, iya. Banyak laporan yang harus direvisi.”

Arga menaruh tasnya di sofa, melepas dasi lalu mengambil air minum.

“Lembur sama siapa?”

Pertanyaan itu keluar begitu saja, tanpa sempat disaring.

Arga berhenti sejenak, menatapnya. “Ya sama tim lah, kenapa?”

“Enggak, cuma nanya.”

Alena tersenyum kecil, berusaha menutup celah antara canggung dan curiga.

Tapi saat Arga berbalik menuju kamar, ia memperhatikan sesuatu di jas suaminya. Ada sehelai rambut panjang, hitam legam, melengkung indah di bahu kain.

Dan Alena tak punya rambut sepanjang itu.

Ia terdiam cukup lama, sebelum akhirnya menarik napas dalam-dalam.

Ia mengambil jas itu perlahan, menggantungnya di rak lalu menatapnya lama-lama.

“Sehelai rambut pun bisa jadi bukti kecil dari kejujuran yang besar,” gumamnya pelan.

Beberapa hari berlalu, dan rasa curiga yang dulu samar kini menjadi bayangan yang selalu menemaninya.

Setiap kali ponsel Arga bergetar, setiap kali ia tersenyum kecil tanpa alasan, Alena tahu ada seseorang di balik layar yang membuat suaminya berubah.

Namun ia tak ingin menuduh.

Ia masih ingin percaya, bahwa mungkin semuanya hanya salah paham.

Sampai suatu sore saat ia hendak mencuci pakaian kerja Arga, ia menemukan sesuatu di saku jas. Sebuah nota restoran hotel bintang lima, atas nama “Nadine HR – Reservasi untuk dua orang”.

Alena terdiam lama di tepi tempat tidur, tangannya gemetar memegang kertas kecil itu.

Tanggal yang tertera persis dua malam lalu, malam ketika Arga bilang ia rapat lembur dengan tim.

Hatinya menjerit, tapi wajahnya tetap datar.

Ia tidak ingin menangis, ia sudah terlalu sering diam.

Kini... diamnya bukan karena tak berani, melainkan karena sedang belajar menerima kenyataan pahit tanpa harus berteriak.

Malam itu saat Arga tertidur, Alena memandang wajah suaminya.

Ada garis lelah, tapi juga ketenangan palsu di sana.

Dan di antara napas teratur pria itu, Alena berjanji dalam hati.

'Mas, jika memang cintamu sudah berpindah arah... aku tidak akan memaksakan diri menjadi rumah bagi hati yang ingin pergi.'

Keesokan harinya Alena berdiri di depan cermin, ia menatap pantulan dirinya.

Perempuan itu terlihat tenang, tapi matanya bercerita banyak.

Ia tidak akan bertanya lagi, tidak akan menuntut, tidak akan menangis di depan siapa pun.

Ia hanya ingin menemukan kembali dirinya. Dia yang pernah berani, yang dulu penuh mimpi sebelum pernikahan ini mematikan jiwanya perlahan.

“Kalau cinta itu perjuangan, kenapa aku harus berjuang sendirian?” ucapnya pada bayangan di cermin.

Dan saat itu juga, untuk pertama kalinya setelah sekian lama, Alena memutuskan untuk mulai menyimpan luka di tempat yang tak bisa dijangkau siapa pun.

Ia akan tetap tersenyum, tetap lembut... tapi tidak lagi buta.

Karena kadang, cinta paling kuat bukan yang memaksa tetap bersama, melainkan yang berani pergi sebelum kehilangan seluruh diri sendiri.

1
ᴢʜɪᴢɴ ᴍᴏʏᴀ
lah Nadine sia2 kamu ternyata Arga tetep pengen ngejar mantan nya , sakne men dirimu
ᴢʜɪᴢɴ ᴍᴏʏᴀ
lagian mau apalagi sih Arga bukannya dulu kamu aman2 aja Alena ada ga kamu anggap juga , sekarang nyari2
ᴢʜɪᴢɴ ᴍᴏʏᴀ
wah kehidupan baru Alena bisa membuat dia merasakan nikmatnya kehidupan enggak kayak pas sama arga
ᴢʜɪᴢɴ ᴍᴏʏᴀ
nah bagus Alena jangan mau tersiksa apalagi berjuang sendiri ga enak, kalo dia cuek balas cuek kalo ga kuat tinggalkan
ᴢʜɪᴢɴ ᴍᴏʏᴀ
hmm mungkin bener Arga ada yang lain ya kali tiap hari capek Mulu kerjanya
ᴢʜɪᴢɴ ᴍᴏʏᴀ
baru mampir diawal huh harus banyak tahan nafas baca ini , ayo Alena selidiki suamimu jangan² ada yang lain diluar
Sartikasari
mudahan Alena teguh pada pendiriannya
Sartikasari
jngn pernah menyerah elena
Sartikasari
bener elena mending pergi
Sartikasari
ada apa ya si mas arganya
Muhammad Arifin
Alena pakai jilbab Ndak?JD bingung
Rere 🧩🌠: nggak, kayak cuma pakai selendang gitu ngikut gaya di Dubai Kak. Kurleb kyk di visual nya ya 🤗
total 1 replies
Chercher
diposisi yg sama bersama 3anak 💪
Rere 🧩🌠: Hugh🤗♥️
total 1 replies
guntur 1609
jangan bilang tu shanum
guntur 1609
jangan bilang nanti abaknya Fadil jadian sm aisyah
guntur 1609
🤣🤣🤭🤭 mamanya Zaid dapat saingan baru yg sifatnya sm sprti Naura waktu muda
guntur 1609
ohh malik rupanya seorang interpol
guntur 1609
🤣🤣🤣🤣🤭🤭🤭kena kau khalid.. singamu sdh datang
guntur 1609
bagus tuh. kalau ngomong ketusbja sm si begok Arga. enak x dia. sdh terasa kehilangan baru otaknya sadar
guntur 1609
kode tu🤣🤣🤣🤭🤭🤭
guntur 1609
gak perlu dasar kau 🐒
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!