NovelToon NovelToon
THE BLOGGER STORY

THE BLOGGER STORY

Status: sedang berlangsung
Genre:TimeTravel / Fantasi Timur / Wanita perkasa / Konflik etika / Fantasi Wanita / Transmigrasi
Popularitas:15.4k
Nilai: 5
Nama Author: Delia Ata

JANGAN LUPA UNTUK SELALU MEMBERIKAN DUKUNGANNYA YA...!!!

Lin Yao seorang blogger makanan didunia modern Time Travel kenegeri kuno, menjadi seorang wanita muda miskin.

Berawal hanya dengan sebuah sendok, ia menghasilkan uang sepenuhnya melalui Hobby & kecerdasannya dalam makanan.

Lin Yao memanfaatkan keterampilan memasaknya untuk bisa bertahan bertahan hidup didunia yang baru ia pijaki.

Bukan cuma untuk dirinya seorang, tapi juga bagi keluarganya.



Bagaimana kah kisah perjalan Lin Yao diDunia kuno...?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delia Ata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20

Saat fajar menyingsing, banyak orang yang bangun pagi sudah sibuk dipelabuhan, para pedagang telah mendirikan kios mereka.

Ketiga saudara Lin tiba didermaga pagi-pagi sekali hari ini.

Namun sebelum mereka sampai ditempat biasa mendirikan lapak, ketiga saudara melihat bibi Lie berdebat dengan seorang pria paruh baya.

"Apa yang kau rencanakan..? pancake buatan keluarga Lin laris manis, jadi kau datang dan mengambil tempat ini, menjual pancake yang sama." bibi Lie dengan tangan dipinggang, menunjuk hidung pria paruh baya itu. Wajahnya memerah karena marah.

Namun pria paruh baya itu acuh tak acuh dan malah mencemooh.

"Dermaga ini bukan milikmu. Aturan mana yang melarangku mendirikan kios disini..? siapa cepat dia dapat. Lagi pula aku bisa membuat pancake yang sama, itu keahlianku. Hak apa yang kau miliki untuk ikut campur..?"

Wang Tua yang berjualan bakpao didekatnya ikut memberi reaksi "Sun Dafu, kau ini sungguh sangat tamak sekali. Keluargamu sudah mempunyai tempat bagus didepan pelabuhan kan..? kau hanya sedang mencoba merebut tempat ketiga saudara Lin itu karena dagangannya laku keras. Perilaku macam apa itu..?"

Mendengar ini, Sun Dafu melotot bengis "Wang Tua, berhenti ikut campur. Dimana aku berjualan adalah urusanku. Tidak ada hubungannya denganmu. Apakah kau bersekongkol dengan keluarga Lin, mencoba mengusirku..?"

Wang Tua sangat marah, janggutnya berdiri tegak dengan mata mendelik sempurna.

"Bagaimana kau bisa begitu tidak masuk akal..? keluargamu sudah punya tempat bagus didepan dermaga, kenapa kau mengambil tempat kami dibelakang..? kau berbisnis didepan dan belakang, kau tak pernah puas. Semua orang disini selalu mengikuti aturan dan kau coba-coba untuk melanggarnya, siapa yang bisa berbisnis dengan tenang sekarang..?"

Tepat ketika Lin Yao meletakkan barang-barangnya, Bibi Lie meraih tangannya. "Lihat oleh kalian ketiga saudara ini. Yang satu lemah, yang bungsu amat kurus. Sun Dafu, berani-beraninya kau menindas mereka seperti ini..?"

"Apa hubungannya denganku..? terlambat ya terlambat..!" Sun Dafu sama sekali tak perduli kata-kata Bibi Lie.

Lin Yao dengan lembut menepuk punggung tangan Bibi Lie untuk menenangkan emosi wanita itu yang gelisah khawatir.

"Bibi, jangan marah-marah. Itu bisa melukai dirimu sendiri."

Lin Yao berbalik, memasang wajah dramatis "Kakak Sun, meskipun dermaga ini bukan milik pribadi, semua orang selalu diam-diam setuju untuk berbagi kios dan saling membantu mencari nafkah. Kami memang terlambat hari ini, karena hanya kami bertiga yang tersisa dirumah, tanpa ada orang tua atau saudara lain yang membantu. Kami harus melakukan semuanya sendiri, itulah sebabnya kami terlambat."

Sambil berbicara Lin Yao bahkan berpura-pura menyeka sudut matanya "Hari ini, tempat ini untuk Kakak Sun."

Para pedagang disekitarnya yang menyaksikan keributan itu juga berbisik-bisik diantara mereka sendiri.

"Sun Dafu itu sungguh tidak tahu diri. Keluarga Lin telah menjalani kehidupan yang begitu sulit, tega sekali dia menindasnya."

"Tepat sekal, dia mengambil tempat mereka dan bertindak begitu sok benar."

Sun Dafu tampak sedikit malu, tetapi tetap keras kepala menolak untuk pergi. "Kau cukup pintar untuk tahu tempatmu."

Bibi Lie dengan cepat menarik Lin Yao ke samping. "nona Lin, pria ini sengaja mencoba mencuri bisnismu. Mengapa kau menyerah..?"

"Bibi, meski pun tindakan Sun Dafu sangat tercela, itu tidak sepenuhnya salah. Didermaga ini siapa cepat dia dapat. Aku hanya pindah kesamping. Dalam bisnis makanan, rasa adalah hal yang terpenting. Bisnisku akan berlanjut seperti biasa," sahut Lin Yao.

Wang Shan mendengarkan dengan saksama, mengangguk berulang kali.

"Bagus sekali..! panekuk dan jeroan babi rebus nona Lin benar-benar lezat. Bahkan jika kau pindah lokasi, semua orang tetap akan menghargai keahlianmu."

Lin Yao tersenyum. "Terima kasih kakek, karena sudah membela kami hari ini."

Wang Tua menjual bakpao dan roti di sisi lain dermaga. Mereka biasanya tidak banyak bicara, tetapi kemarin Yao membiarkannya mencicipi jeroan babi. Ia tidak menyangka orang itu akan membela mereka hari ini.

Ketiga saudara Lin memindahkan barang dagangan kelokasi baru.

Meskipun lokasi ini agak lebih terpencil, tempat itu memiliki lebih banyak ruang. Mereka bekerja cepat dan segera menata ulang kios.

Lin Yao menempatkan panekuk ditempat yang terlihat menonjol. Didalam panci besar disebelahnya, jeroan babi rebus diletakkan.

Untuk teh perilla dalam tabung bambu tersusun rapi dimeja lain. Begitu penutup teko dibuka, aromanya yang menyegarkan tercium diudara.

Lin Shun bertugas menyalakan api, tak lama kemudian wajan untuk panekuk menjadi panas.

Lin Yao dengan terampil mengambil sesendok adonan dan meratakannya di atas wajan.

Adonan dengan cepat mengeras saat bersentuhan dengan permukaan wajan.

Begitu aromanya tercium, seorang pelanggan tetap datang.

"Nona, mengapa kalian pindah tempat berdagang..?" tanya seorang tukang perahu yang sering mengunjungi lapaknya.

Lin Yao tersenyum, menjawab sambil tetap menggoreng pancake "kami datang agak terlambat, lokasi yang kemarin sudah ditempati orang lain."

Pelanggan itu cuma bisa manggut-manggut saja.

"Tuan, apa yang ingin kau makan..? Hari ini kami juga membawa minuman perilla. Ini sangat menyegarkan dan cocok untuk cuaca panas yang terik ini." tanya ramah Shun.

"Panekuk telur bawang, dan dua porsi jeroan babi rebus," jawabnya tukang perahu.

Pelanggan itu merotasi jejeran tabung bambu "apa itu minuman perilla?"

Lin Yao meratakan adonan diwajan dengan gerakan yang luwes.

"Minuman ini sejenis teh, ada dua pilihan rasa. Ada teh perilla hawthorn dan teh perilla krisan. Selain rasanya yang manis dan menyegarkan, minuman ini dapat membantu meredakan dan mengobati panas dalam tubuh."

Tukang perahu itu langsung tertarik.

"Kedengarannya enak. Berapa harganya..?"

"Jika tuan menggunakan kedalam tabung bambu kami, harganya dua wen per cangkir. Tapi tuan bisa membawanya ikut serta. Kalau tuan membawa kantung air sendiri, harganya satu koin per cangkir," jawab Lin Shun.

"Satu koin per cangkir..? itu bukan harga yang murah," kata tukang perahu ragu-ragu.

"Tuan, minuman ini aku olah dengan menggunakan bahan-bahan segar yang dipetik dari gunung. Aku juga menambahkan gula yang tuan tahu sendiri harganya sangat mahal." jelas Lin Yao.

Gula memang memilik harga bak emas permata dizaman ini.

Setelah mendengar ada gula, tukang perahu itu tidak lagi merasa ragu.

"Baiklah, berikan secangkir teh perilla krisan. Aku membawa kantung air sendiri."

Pelanggan itu melepaskan wadah minumnya yang tampak sudah usang termakan usia dari pinggangnya, lalu menyerahkan pada Lin Shun.

1
Zabarra
yo bisa yo tiga saudars 👏👏👏
Enah Siti
sama beladri biar tbah seru gtu 💪💪💪💪💪🙏🙏🙏🙏🙏thor
Murni Dewita
double up thor
Murni Dewita
seharusnya tiga saudara memiliki ilmu bela diri
Murni Dewita
ko lin yao tidak memiliki ruang dimesi thor
Ari Peny
ayo2 lagi thor🤣🤣🤣
Zabarra
hadir thor 😍
Zabarra
karyamu yang gandre kuno gin bagus thor, bahanya rapi, dialognya cocok. keren 👏👏
Markuyappang
AYO PERJUANGKAN RESEP RESEP ITUU. KITA BERANTAS TIKUS LINTAH ITU GAKNADA KAPOK KAPOKNYA ISHHH KESEL BANGETT.
Sabrina
laris mansi tanjung kimpul 🤣🤣🤣
Sabrina
semangat untuk kalian 👏👏👏
Sabrina
selalu hadir untukmu thor, semangat 👐
Sabrina
Selalu keren, suka sama tata bahas dan dialog rapi, cocok sama tema cerita. Alurmya juga enggak ngebosenin..semangat thor 😍
Datu Zahra
Keren thor, tatanan bahasanya rapi, berkembang dan dialognya sangat pas demgan cerita. Karyamu emang top 👍
Datu Zahra
cakep 👏👏👏
Datu Zahra
thor, novelmu makin berkembang. bahasa kata²nya sangat cocok sama cerita. keren 🫰
Lala Kusumah
semangat Yao'er 👍👍👍💪💪💪
Murni Dewita
lanjut
Datu Zahra
punya niat jahat nih pasti Sun Dafu 😡
Markuyappang
siapa lagi itu yg bakalan ganggu jualan tiga saudara itu haishhhhhh kalo sampe bibi or paman or kakeknya awas aja. kalo ada yg mau nyuri resep yakinlah kau pasti gagallll.
semangat trs updatenyaaa 💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!