NovelToon NovelToon
Sangkar Emas Mafia Lumpuh Arogan

Sangkar Emas Mafia Lumpuh Arogan

Status: sedang berlangsung
Genre:Poligami / CEO / Dijodohkan Orang Tua / Mafia
Popularitas:8.8k
Nilai: 5
Nama Author: ingflora

Setelah patah hati dimanfaatkan teman sendiri, Alana Aisyah Kartika dikejutkan dengan tawaran yang datang dari presdir tempatnya bekerja, Hawari. Pria itu menawari Lana menikah dengan anak satu-satunya, Alfian Abdul Razman yang lumpuh akibat kecelakaan. Masalahnya, Fian yang tampan itu sudah menikah dengan Lynda La Lune yang lebih memilih sibuk berkarier sebagai model internasional ketimbang mengurus suaminya.

Hawari menawari Lana nikah kontrak selama 1 tahun dengan imbalan uang 1 milyar agar bisa mengurus Fian. Fian awalnya menolak, tapi ketika mengetahui istrinya selingkuh, pria itu menjadikan Lana sebagai alat balas dendam. Lana pun terpaksa menikah karena selain takut kehilangan pekerjaan, adiknya butuh biaya untuk kuliah.

Namun, kenyataan lain datang menghadang. Fian ternyata bukan anak kandung Hawari melainkan anak seorang mafia Itali yang menghilang sejak bayi.

Mampukah Lana bertahan dengan pria galak, angkuh, dan selalu otoriter ini? Lalu, bagaimana nasib mereka ketika kelu

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ingflora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17. Yang Sebenarnya

27 tahun lalu di sebuah hotel di Itali. Hawari muda membawa istrinya masuk ke hotel setelah membayar taksi. Mereka baru saja pulang dari jalan-jalan sebentar di luar melihat indahnya kota Itali. Pria itu memandang istrinya Sarah yang masih tampak berduka karena kehilangan bayi mereka karena sakit. Untung saja Sarah muda mau diajak jalan-jalan keluar negeri bersamanya.

Di pintu masuk, Hawari merapikan jaket istrinya. Udara di luar mulai dingin karena sudah masuk musim gugur. "Apa kamu kedinginan, Sarah?"

"Tidak, Mas." Wajah ayu wanita cinta pertamanya itu berusaha tersenyum walau sendu masih menggelayuti wajah. "Kita ke kamar saja ya."

"Ya, sudah."

Saat masuk ke dalam lift, sebelum pintu tertutup, seorang wanita menyerobot masuk.

"Owh, Mam ...." Hawari hampir menahan napas karena wanita itu hampir terjepit.

Tubuh wanita itu sedikit gemuk dengan kacamata hitam dan topi yang menutupi raut wajahnya. Terdengar suara bayi merengek. Ternyata wanita itu menyembunyikan bayi di dalam jaketnya!

Hawari terkejut tapi tak ingin ikut campur. Ia menekan nomor lantai kamarnya pada tombol di dinding tapi wanita itu diam saja. Ia pikir wanita itu pasti punya kamar di lantai yang sama dengan mereka.

Ia melirik istrinya yang tengah memperhatikan bayi itu. Pasti Sarah sangat sedih karena setiap habis melihat bayi orang lain, Sarah akan diam-diam menangis. Karena itu, Hawari memeluk bahu istrinya. Apakah salah membawa Sarah jalan-jalan karena setiap saat ada saja yang membawa bayi, mereka temui di jalan.

Hawari menepuk-nepuk bahu Sarah berusaha menenangkan istrinya. Wanita itu mendongak menatap wajah suaminya. Kedua bola matanya mulai berkaca-kaca.

"Sebentar lagi kita sampai."

Sarah mengangguk pelan.

Saat sampai di lantai yang dituju, mereka turun. Wanita itu berjalan di belakang Sarah dan Hawari. Ketika Hawari membuka pintu kamarnya, wanita itu mendekat.

"Permisi ...." Wanita itu berbisik dalam bahasa Inggris.

Hawari dan Sarah terkejut.

Wanita itu melihat kiri kanan, seperti sedang takut ketahuan. "Apakah kalian bisa berbahasa Inggris? Bisakah kalian menolongku?"

"Apa?" Hawari yang bisa berbicara bahasa Inggris terkejut dan melihat sekeliling. "Orang ini sedang terlibat apa?" Namun, wanita ini tengah minta tolong padanya. Melihat bayi yang tersembunyi dalam jaket, Hawari bertekad menolongnya. "Ayo, masuk."

Di sofa, wanita itu membuat pengakuan. Ia membuka kacamata dan topinya agar Hawari tahu, dengan siapa ia bicara. "Aku minta tolong untuk menjaga anakku. Tolong. Aku tidak punya orang untuk tempat meminta." Wanita itu menyerahkan bayi itu pada Hawari, tapi Hawari tak segera merespon.

"Tolong cerita dulu, ada masalah apa?" Jujur, Hawari harus waspada, jangan sampai ia terlibat dengan jaringan penjualan anak-anak dan bayi. Ia sudah sering mendengar ini, karena itu ia waspada.

"Ini anakku, aku titip. Ada yang berusaha ingin membunnuhku, tapi aku tidak tahu siapa. Aku ingin anak-anakku selamat. Tolong. Ini hanya sementara. Aku sendiri akan bersembunyi tapi alangkah baiknya berpencar agar setidaknya salah satu dari kami selamat. Aku sudah minta tolong ayahku yang akan datang dari Amerika sedang suamiku sedang keluar kota, karena itu aku titipkan anakku ini padamu." Wanita yang ternyata cantik itu memohon.

Hawari bingung. Ia tidak bisa melibatkan keluarganya dalam bahaya, tapi ia juga tak bisa tinggal diam melihat wanita itu kesusahan.

"Kalau keadaan sudah aman, aku akan mengambil lagi anakku, tolong."

"Bagaimana kalau kamu tak kembali?"

"Bisakah kalian membesarkan anakku?"

Sarah yang sedari tadi melihat lidah bayi itu keluar, sudah merasa bayi itu kehausan. Mendengar cerita wanita itu, ia seketika iba pada sang wanita. "Bisakah Saya menyussuinya?"

"Eh, silakan."

Sarah mengambil bayi itu dari tangan sang wanita. Ia mencoba menyussui di depan keduanya. Ternyata bayi itu mau disussui Sarah. Sarah yang memang demam karena tak bisa menyussui, tersenyum lega. Wanita itu juga tersenyum walau dengan wajah sendu.

"Alessandro, bila kedua orang ini sanggup menyelamatkanmu, ibu rela, Nak. Ibu rela mati ditangan mereka." Wanita itu mengeluarkan sebuah kalung emas dengan bandul pendan dari jaketnya. Pendan itu dibuka dan terlihatlah foto dirinya. "Ini tanda pengenal bayi ini. Suatu saat bila ia ingin mencari ayahnya, suamiku pasti mengenali ini."

Hawari mengambil pendan itu. "Jadi, kamu takkan kembali?"

"Kalau aku tak kembali, tolong asuh anakku. Aku tak minta ia balas dendam, tapi kalau ia bisa melakukannya, aku pasti sangat bangga." Wanita itu tampak ingin menangis. Daddanya terasa sesak mengingat perpisahan yang sudah di depan mata dan mungkin nyawanya tak tertolong lagi. "Kalau aku tidak kembali dalam beberapa hari, tolong kembalilah ke negaramu menggunakan pesawat sewaan. Itu lebih aman."

Hawari merasa ada yang tak beres dengan kisah wanita itu tapi ia merasa harus menolong wanita malang ini. Setidaknya keturunannya. "Boleh aku tahu namamu?"

"Sophie. Sophie Arnold."

Keesokan harinya, wajah wanita itu menghiasi hampir semua surat kabar di Itali. Wanita itu terbunnuh dan jasadnya ditemukan di sungai dengan luka tembbak di kepala. Anaknya masih dalam pencarian padahal wanita itu adalah istri seorang mafia. Hari itu juga Hawari dan Sarah pulang ke Indonesia membawa bayi Sophie dengan pesawat sewaan.

***

"Jadi ... bagaimana?" Adrian datang dan langsung duduk di depan meja pria itu.

Seorang pria bertubuh kurus dengan rambut pirang sedikit gondrong, menatapnya. "Iya, kami menemukan seseorang yang pernah melihat nyonya memasuki sebuah hotel sehari sebelum ia ditemukan meninggal. Aku memeriksa catatan tamu-tamu hotel dan ternyata ada sepasang suami-istri yang pulang dengan membawa bayi. Padahal sebelumnya mereka datang tidak membawa bayi sama sekali. Pasangan ini kemudian pulang sehari setelah kematian nyonya tersebar di surat kabar. Besar kemungkinan, mereka membawa anak Anda, Tuan."

"Mmh ... darimana mereka berasal?"

"Indonesia, Tuan."

"Indonesia? Dan kamu mendapatkan alamatnya?"

"Segera, Tuan karena ternyata laki-laki itu adalah seorang pengusaha."

"Mmh, cepat saja! Aku sudah tak sabar bertemu dengan anakku." Adrian mulai tersenyum.

Dari ruang sebelah, Sophie mendengarkan percakapan mereka lewat stetoskop yang ditempel ke dinding. Ia terkejut mendengar nama Indonesia. "Indonesia? Apa di Jakarta? Aku tidak boleh melewatkan satu hal pun yang akan terjadi ke depannya, kalau tidak, kejadian waktu itu pasti terulang lagi. Kalau Alessandro dijemput, lebih baik aku menunggu di sini saja, memastikan dia Alessandro yang sesungguhnya, bukan hasil rekayasa Viviana."

***

Lana kembali dari kamar mandi sambil mengusap mulutnya. Wajahnya sedikit pucat.

Fian tampak khawatir. "Kamu tidak apa-apa?"

Lama menggeleng. "Aku hanya pagi-pagi aja, Mas, mualnya. Jadi gak bisa sarapan. Makan siang sama malam gak ada masalah." Ia duduk di sebelah sang suami.

"Tapi kamu harus periksa, Lana." Fian meraih tangan istrinya di atas meja. "Apa mau ku temani?"

Lana malah menarik tangannya. "Gak usah, Mas."

"Tapi kalau ada yang serius, gimana? Ini sudah beberapa hari, lho!"

"Ya sudah. Nanti aku periksa." Lana akhirnya mengalah.

"Iya, wajahmu sekarang sudah pucat, soalnya."

"Iya, Mas," jawab Lana lemah.

"Yakin bisa sendiri?" Fian masih memandangi wajah Lana yang tampak tak sehat.

"Mas, 'kan mau ke kantor ...."

"Ke kantor 'kan bisa ditunda dulu."

"Gak papa, Mas. Aku pastiin, nanti ke dokter."

Fian masih memandangi wajah istrinya. "Bener ya?"

"Bener, Mas."

"Ok."

Bersambung ....

1
Siti Zaid
Lynda ternyata sangat egois..semoga Fian segera menceraikan lynda dan hidup aman dgn Làna dan anak mereka...🤗
Siti Zaid
Author..lanjut semangat terus nulisnya..ceritanya makin lama makin seru nih👍👍👍
Baby_Miracles: makasih
total 1 replies
Rahma Inayah
kasian Linda skrg di kacangin oleh Fian dl saat Fian lumpuh km sibuk dgn dunia km sendri skrg km seolah olah merasa kesepian .knp GK ktman aja SM brondong km
Siti Zaid
Fian jgn jadi bodoh lagi mahu percaya saja pada lynda yg ternyata hanya berpura2..padahal perangai lynda sama mcm mak lampir🤭
Rahma Inayah
🤣Linda mau Berubah ber hijab mn mkn biasa pakai baju yg terbuka tiba2
mau pakai baju terruutp
Rahma Inayah
lnda semasa JD istri Fian ada kah km mengurus kebutuhan suami mu or nemani mkn GK kan yg ada km si bukd gh dr mu sendri dan dunia mu bahkan bersama selingkhmu
Siti Zaid
Lynda sedar diri dikit kamu..jgn harap Fian akan sama seperri dulu lg..bukan kamu satu2 nya wanita dalam hidup nya sekarang..ada Lana dan bayi yg bakal lahir...
erviana erastus
lana bego lu iya in aza trs pergi yg jauh yaela pergi pake acara utang uang Kantor ya ketauan dong ... siap2 fian tau kamu hamil 🤭🤣
Siti Zaid
Sudah saat nya Linda dibuang jauh2 dari Fian dan Lana...kalau boleh dibuang saja kelaut biar dimakan hiu..bisa2 nya suami terlantar kelumpuhan..linda malah kabur selingkuh😠
Rahma Inayah
pas.di bwknkerumh sakit kathauaj deh klu Lana hamil yg mn dgn Linda istri pertma blm hamil .pastinya Fian akan tmbh syg PD Lana
Rahma Inayah
pilin plan kamu Fian GK bisa peka dgn hati Lana .misi bals dendam mu gagal total hanya dgn rayuan maut Lindy yg maunya km di ajad beradu peluh sedang dia diluar sn SDH berbagi peluh dgn lelaki lain
Rarik Srihastuty
masih aja mau nidurin si Lynda yg bekas orang, plin plan sekali
Siti Zaid
Benci betul pada Fian..memang dasar lelaki tidak sedar dari..perempuan selingkuh yang dipilihnya..padahal perempuan itu sudah selingkuh dan tinggal dia saat dirinya tidak bisa berjalan😠...
Wiwi Sukaesih
Fian pling plan.baru tau kn gmn arasnayi dtnggalim.pemyesalan dtg terlalu Fian
Rahma Inayah
tokcer juga Fian SPT nya Lana hamil pasti Fian akan senang dan cnt nya PD Lana TDK lagi utk bals dendam tp cnt nya tulus
ros
ceritanya menarik 👍
erviana erastus
yes hamidun ... tp istri pertama nya apa kabar
Rarik Srihastuty
Kayaknya Fian dan Lana junior otw
Siti Zaid
Penasaran dengan kisah hidup Fian..
Rahma Inayah
mknkah Adrian tu ayah kandung Fian ..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!