NovelToon NovelToon
Buku Harian Sang Antagonis

Buku Harian Sang Antagonis

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:629
Nilai: 5
Nama Author: Wirabumi

Jaka Utama adalah seorang "Antagonis" profesional. Tugasnya sederhana: menjadi tunangan jahat yang menyebalkan, dipermalukan oleh sang pahlawan, lalu mati secara tragis agar cerita berakhir bahagia. Namun, di reinkarnasinya yang ke-99, sebuah kesalahan fatal terjadi. Kalimat puitis yang ia ucapkan saat sekarat justru membuat sang Heroine (pahlawan wanita) jatuh hati padanya, membantai sang jagoan utama, dan merusak seluruh alur dunia!
​Kini, Jaka terbangun kembali di Joglo miliknya untuk kesempatan ke-100—kesempatan terakhirnya. Kali ini, ia dibekali sebuah sistem baru: Buku Harian Ajaib. Cukup dengan menuliskan keluh kesah dan rencana jahatnya setiap hari, ia akan mendapatkan kekuatan luar biasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wirabumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11

Mendengar ajakan masuk, Langgeng Sakti mendongakkan matanya.

Di depannya berdiri sebuah bangunan kuno mirip menara kayu, setinggi tujuh lantai, jauh lebih menjulang daripada bangunan di sekitarnya. Pada papan nama kayu di atas pintu masuk, terukir tiga kata besar yang terbuat dari jalinan tulang putih siluman yang tidak diketahui jenisnya.

Gedung Kelam.

"Masuklah sendiri, aku pergi dulu," ketus Ratna Menur, lalu berbalik badan.

"Menur, kamu tidak menemaniku masuk? Kamu mau ke mana?" panggil Langgeng Sakti.

Sejak pertama kali bertemu Ratna Menur di lereng gunung, Langgeng sudah jatuh cinta pada pandangan pertama. Entah itu suara, senyuman, atau sifat Ratna yang halus namun keras kepala dan terkadang polos, Langgeng sangat memujanya. Hanya saja dia tidak tahu cara mengungkapkan perasaan, jadi dia memilih untuk sering muncul di momen-momen penting dalam hidup Ratna.

"Masuk saja sendiri, aku mau cari sarapan," sahut Ratna santai sambil berjalan pergi tanpa menoleh.

Sarapan?

Melihat punggung Ratna yang menjauh, Langgeng mengangkat alisnya, tidak percaya. Mereka baru saja makan pagi bersama sebelum datang ke sini. Jelas sekali Ratna sedang berbohong.

"Tidak masalah. Mengejar cinta memang harus sabar," gumam Langgeng dengan senyum percaya diri yang nakal. Hal itu membuat beberapa gadis yang lewat meliriknya malu-malu.

Langgeng melirik gadis-gadis biasa itu dan menggelengkan kepalanya. "Dibandingkan Menur, mereka terlalu biasa. Wanita pendamping Langgeng Sakti setidaknya harus secantik Menur."

Setelah merasa cukup keren, dia berbalik dengan gaya pendekar gagah dan melangkah masuk ke dalam Gedung Kelam.

Ratna Menur berputar-putar di jalanan kota selama beberapa saat sebelum akhirnya tiba di depan sebuah rumah hiburan ternama.

Griya Seruling.

Di depan pintu masuk dan balkon lantai satu, terlihat wanita-wanita cantik mengenakan kebaya sutra mewah yang sedikit terbuka. Mereka melambaikan selendang dan menyapa pria-pria yang lewat dengan bisikan manja.

"Kemarilah, Mas..."

Ratna Menur bergidik jijik melihat pemandangan itu.

Si Jaka ini, katanya cuma cinta mati padaku, tapi pagi-pagi begini malah datang ke tempat begini.

Mendengarkan musik dan mencari pencerahan? Apa yang bisa kamu cari di rumah bordil? Iuh, dasar tidak tahu malu!

Sambil menggerutu pelan, Ratna menyelinap masuk, berniat mencari tahu keberadaan Jaka pada pengelola tempat itu.

"Lho, Neng Ratna? Kenapa Neng ada di sini?"

Seorang muncikari tua yang bermata tajam segera menyapa. Dengan gerakan yang dibuat-buat, dia berjalan melenggak-lenggok sambil mengipasi dirinya sendiri. Aroma parfum melati yang sangat menyengat langsung menusuk hidung.

Ratna Menur hampir memuntahkan sarapannya karena tersedak aroma itu. Dia menahan mual, menarik muncikari itu ke sudut gelap, menutupi wajahnya dengan tangan, dan berbisik pelan.

"Aku mau tanya, di kamar mana Jaka Utama berada?"

"Siapa?"

Muncikari itu mengira dia salah dengar. Kipas di tangannya hampir jatuh. Ratna merendahkan suaranya lagi, "Gusti Jaka, pemimpin Padepokan Tanpa Beban."

"Gusti Jaka? Beliau sama sekali belum pernah datang ke Griya Seruling."

Si muncikari tua menutupi mulut dengan kipas, matanya melotot tidak percaya.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa meskipun Gusti Jaka itu sombong dan tidak berguna, dia adalah pria yang sangat setia dan hanya mencintai Ratna Menur seorang diri. Jadi, tidak mungkin dia pergi ke tempat seperti ini. Apalagi baru tadi malam mereka berdua bikin heboh soal putus tunangan.

Belum pernah datang?

Alis Ratna Menur sedikit mengendur. Entah mengapa, ada rasa lega yang aneh di hatinya saat tahu Jaka tidak pernah main perempuan. Ratna buru-buru membuang pikiran itu.

Pada saat itu, seorang pria muncul dari arah belakang muncikari tua dengan nada bicara yang sangat santai.

"Hehe, kenapa malah sembunyi di sudut sini, Mbak Ayu? Cepat carikan seorang wanita muda yang terampil buat saya... ya, kamu tahu sendiri lah, gadis yang punya banyak 'keahlian'."

Hmm?

Suara yang akrab ini... kenapa mirip sekali dengan suara Jaka Utama?

Ratna Menur mengintip melalui celah jarinya. Dia melihat seorang pemuda di depannya yang tampak seperti anak bangsawan, tapi wajahnya bukan wajah Jaka.

Pria itu jelas memperhatikan Ratna juga. Meskipun wajah Ratna tertutup tangan, bentuk tubuhnya yang anggun dalam balutan kebaya hijau zamrud itu tetap terlihat jelas. Apalagi lekukan tubuhnya saat tangannya terangkat ke wajah sangatlah menonjol.

Wah, mantap juga ini! batin si pria.

Pria itu tak lain adalah Jaka Utama yang sudah menyamar. Dia tidak menyangka akan menemukan kecantikan luar biasa di Griya Seruling. Tubuh wanita ini hampir setara dengan Ratna Menur. Jika dia tidak tahu kalau Ratna seharusnya ada di Gedung Kelam, dia pasti mengira wanita ini adalah dia.

"Aduh Tuan Muda, kebetulan sekali ada gadis-gadis berbakat di sini," sambut si muncikari tua dengan senyum profesional. Dia langsung memegangi lengan Jaka dan mulai berpromosi.

"Gadis-gadis di Griya Seruling semuanya istimewa. Terutama 'Empat Kembang Emas' kami.

Si Kembang Melati ahli dalam 'Tarian Delapan Awan'.

Si Kembang Mawar ahli dalam 'Pijatan Dua Kelinci'.

Si Kembang Kenanga punya 'Suara Merdu yang Bergetar'.

Si Kembang Sedap Malam ahli dalam 'Tiupan Seruling Surgawi'.

Tuan Muda mau pilih yang mana?"

"Tidak usah mereka, aku mau yang itu saja," Jaka tersenyum sambil menunjuk ke arah Ratna Menur. Dengan bentuk tubuh sesempurna itu, wajahnya tidak mungkin jelek, pikir Jaka. Toh, kalau sudah di bawah selimut, semuanya terasa indah.

"Hah? Dia? Waduh, tidak bisa, Tuan... tidak bisa..."

Tangan muncikari tua itu gemetar. Kipasnya benar-benar jatuh kali ini. Gila saja! Masa putri Bupati disuruh melayani pelanggan? Bisa habis nyawaku!

"Kenapa tidak bisa?" tanya Jaka bingung.

"Karena... karena dia bukan anak sini. Dia cuma... cuma lagi nawarin asuransi ternak dan perlindungan siluman," jawab muncikari itu asal, sambil melirik Ratna yang diam saja.

"Begitu ya, sayang sekali. Maaf ya, Mbak," ujar Jaka kepada Ratna dengan nada kecewa.

"Tuan Muda, mari saya antar ke lantai atas saja..." Muncikari tua itu buru-buru menarik Jaka menjauh sebelum Jaka mengatakan sesuatu yang bisa memancing amarah putri Bupati.

Ratna Menur benar-benar naik pitam. Dia barusan disangka pelacur! Ini semua gara-gara si Jaka! Dia menghentakkan kakinya dengan kesal. Karena tempat itu makin ramai dan dia takut disangka pelacur lagi, Ratna menutupi wajahnya dan lari keluar, berniat menunggu di luar saja.

Di dalam kamar nomor delapan di lantai atas.

Muncikari itu mengedipkan mata pada Jaka. "Mohon tunggu sebentar ya, Gusti Tuan Muda. Empat Kembang Emas baru saja bangun dan sedang mandi. Sebentar lagi mereka siap melayani :)"

Setelah itu, dia keluar sambil menggoyangkan pinggulnya.

"Masih harus menunggu lagi?"

Jaka sedikit bosan. Dia berbaring di tempat tidur besar yang empuk sambil menatap langit-langit kamar yang penuh hiasan kain merah.

"Yah, daripada membuang waktu tanpa melakukan apa-apa, lebih baik aku tulis buku harian saja. Siapa tahu dapat hadiah bagus lagi."

Dia pun duduk tegak dan memanggil buku harian gaibnya. Mulai menulis asal-asalan.

1
_Khayy☕
Semangat thor bagus banget nih novel🤣🤭🤭😍😍
_Khayy☕
Katanya dua,banyak bener tambahannya 🤣
_Khayy☕
Wkwkw Belajar Fiqih nih🤣
_Khayy☕
Semangat min🤭 gacor nih Novel
_Khayy☕
Juozz😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!