NovelToon NovelToon
Menikah Karena Fitnah

Menikah Karena Fitnah

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: NisfiDA

Zafira adalah perempuan sederhana yang hidup tenang—sampai satu malam mengubah segalanya. Ia dituduh mengandung anak Atharv, pewaris keluarga terpandang.

Bukti palsu, kesaksian yang direkayasa, dan tekanan keluarga membuat kebenaran terkubur.

Demi menjaga nama baik keluarga, pernikahan diputuskan sepihak.

Atharv menikahi Zahira bukan sebagai istri, melainkan hukuman.

Tidak ada resepsi hangat, tidak ada malam pertama—hanya dingin, jarak, dan luka yang terus bertambah.

Setiap hari Zahira hidup sebagai istri yang tak diinginkan.

Setiap malam Atharv tidur dengan amarah dan keyakinan bahwa ia dikhianati.

Namun perlahan, Atharv melihat hal-hal yang tidak seharusnya ada pada perempuan licik:
Ketulusan yang tak dibuat-buat

Air mata yang disembunyikan.

Kesabaran yang tak wajar.

Kebenaran akhirnya mulai retak.

Dan orang yang sebenarnya bersalah masih bersembunyi di balik fitnah itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NisfiDA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gugup

Beberapa hari setelah keputusan Nyonya Maharani, suasana di Mansion Utama terasa berbeda. Zafira berjalan perlahan di koridor luas mansion, tangannya sesekali menyentuh pegangan meja, mencoba menenangkan diri.

Jantungnya berdebar kencang, dan setiap langkah terasa berat karena campuran gugup, cemas, dan rasa penasaran.

Atharv berdiri di sampingnya, mencoba terlihat tenang, tapi matanya sesekali menatap Zafira dengan sorot yang sulit ditebak.

“Tenang saja, Zafira,” ucapnya rendah, suaranya menenangkan tapi tetap penuh kewaspadaan. “Kita hanya tinggal di sini beberapa hari. Tidak ada yang terburu-buru.”

Zafira menarik napas panjang, menunduk sejenak.

“Aku takut, Arthav. Takut kalau aku melakukan kesalahan, takut kalau semuanya terasa canggung, atau bahkan takut kalau hatiku terlalu berharap.”

Atharv tersenyum tipis, menepuk bahu Zafira lembut.

“Aku juga gugup, Zafira. Tapi kita akan melakukannya bersama. Tidak ada yang perlu kau takutkan, selama kita saling jujur.”

Zafira menatap matanya, dada terasa berdebar lebih cepat. “Aku berharap, aku bisa merasa nyaman. Tapi rasanya sulit setelah semua yang terjadi.”

Atharv mengangguk perlahan, menatap sekeliling mansion yang luas dan sunyi.

“Aku tahu, semua ini baru permulaan. Tapi aku ingin kau percaya sedikit demi sedikit. Kita tidak harus terburu-buru. Cukup langkah-langkah kecil.”

Zafira menunduk lagi, menggigit bibirnya, mencoba menenangkan diri.

“Langkah kecil ya. Aku bisa mencoba.”

Atharv tersenyum tipis, sorot matanya lembut tapi tegas.

“Bagus, perlahan-lahan, Zafira. Aku akan menemanimu. Kita mulai dari hal-hal kecil, dan kau akan melihat bahwa aku benar-benar berbeda dari yang kau pikirkan sebelumnya.”

Zafira menghela napas panjang, rasa gugupnya masih terasa, tapi sedikit keberanian mulai muncul.

Meski hatinya masih rapuh, kali ini ada Atharv di sisinya—suami yang mulai berusaha mendekati dengan tulus, bukan karena paksaan atau fitnah.

Suasana mansion yang sebelumnya menegangkan kini terasa sedikit hangat, walau tetap ada rasa canggung.

Tapi bagi Zafira, itu adalah awal dari sesuatu yang baru: awal dari rasa percaya dan keberanian untuk mulai menerima.

Beberapa jam kemudian, Zafira duduk di ruang tamu Mansion Utama, tangannya meremas kain gaun yang ia kenakan, matanya menatap lantai dengan gugup.

Atharv duduk di seberangnya, jarak mereka hanya beberapa langkah, tapi bagi Zafira rasanya seperti jurang yang memisahkan.

“Zafira” suara Atharv terdengar lembut, tapi tegas. “Kau tidak perlu takut. Aku hanya ingin memulai sedikit demi sedikit.”

Zafira menatapnya sebentar, lalu menunduk.

“Sedikit demi sedikit ya. Tapi aku tidak ingin aku tidak ingin kecewa lagi, Arthav.”

Atharv tersenyum tipis, sorot matanya lembut tapi penuh tekad.

“Aku tahu. Itu sebabnya aku akan sabar. Tidak ada yang dipaksakan. Kita mulai dari hal-hal kecil percakapan, duduk bersama, makan bersama hal sederhana yang biasanya pasangan lakukan.”

Zafira mengangguk pelan, napasnya masih tersengal.

“Baik aku bisa mencoba. Tapi jangan buatku berharap terlalu cepat, ya?”

Atharv mengangguk, kemudian berdiri dan berjalan mendekat.

“Tidak akan. Hanya langkah-langkah kecil. Jika kau merasa nyaman, kita lanjutkan. Jika tidak kita berhenti dan mencoba lagi nanti.”

Zafira menelan ludah, jantungnya berdebar lebih kencang saat Atharv duduk di sampingnya, jaraknya kini lebih dekat. Ia menunduk, tangan mereka hampir bersentuhan.

“Mulai dari sini, aku ingin kau tahu,” ucap Atharv pelan, “bahwa aku benar-benar ingin mendekatimu bukan karena paksaan, tapi karena aku ingin kita bisa saling percaya.”

Zafira menatap tangannya sendiri yang hampir tersentuh Atharv, dadanya sesak campur gugup dan harap.

“A-aku akan mencoba,” bisiknya, suara pelan tapi mantap.

Atharv tersenyum tipis, perlahan menggenggam tangan Zafira. Sentuhan itu ringan, sederhana, tapi bagi Zafira terasa seperti gelombang hangat yang menenangkan hatinya.

Mereka duduk bersama dalam keheningan yang nyaman, langkah pertama menuju kedekatan perlahan tercipta.

Gugup masih ada, tapi untuk pertama kalinya, Zafira merasa ada sedikit keberanian untuk percaya dan menerima bahwa pernikahan ini mungkin bisa menjadi sesuatu yang lebih dari sekadar fitnah dan paksaan.

**

Malam itu, Mansion Utama terasa sunyi dan hangat dengan cahaya lampu temaram yang memantul di dinding. Zafira duduk di ujung ranjang, tangannya meremas selimut, jantungnya berdebar kencang, campuran antara gugup, takut, dan rasa penasaran.

Setelah berbulan-bulan pernikahan yang penuh tekanan dan fitnah, malam ini adalah pertama kalinya mereka tidur bersama.

Atharv berdiri di dekat pintu, menatap Zafira dengan mata serius tapi lembut.

“Zafira, bolehkah aku mendekat? Bolehkah aku menyentuhmu?” tanyanya pelan, suaranya rendah namun terdengar hangat.

Zafira menunduk, pipinya memerah, napasnya bergetar.

“A-Aku, aku gugup, Arthav. Semua ini terasa aneh setelah sekian lama,” bisiknya, suaranya pelan tapi jelas terdengar kegugupan.

Atharv melangkah perlahan, duduk di sisi ranjang, jaraknya hanya beberapa sentimeter.

“Aku mengerti. Aku tidak akan memaksamu. Malam ini hanya tentang kita tentang mencoba perlahan, bukan terburu-buru.”

Zafira menelan ludah, tangan mereka hampir bersentuhan tapi belum.

“Aku takut Arthav, takut salah langkah atau semuanya menjadi canggung.”

Atharv menatapnya lama, lalu menggenggam tangannya lembut.

“Tidak ada yang salah. Aku hanya ingin kau merasa aman. Aku tulus, Zafira. Kita mulai dari sentuhan ringan perlahan, sesuai waktumu.”

Zafira menarik napas panjang, menutup mata sejenak.

“Baik, aku akan mencoba. Tapi jangan terburu-buru.”

Atharv tersenyum tipis, sorot matanya lembut.

“Tidak akan. Malam ini adalah tentang kita. Aku menunggumu, dan kita lakukan perlahan.”

Zafira menatapnya, gugup tapi sedikit lega, lalu menggenggam tangan Atharv.

Perlahan, ia menempelkan wajahnya ke dada Atharv, merasakan hangat dan rasa aman yang belum pernah ia rasakan.

Gugup masih ada, tapi malam ini menjadi langkah pertama mereka membangun kepercayaan, perlahan tapi pasti.

1
Yuningsih Nining
sudah waktunya untuk ngebangun kepercayaan di antara kalian, saling mengukuhkan utk tumbangin niat si raisa dgn fitnah² atau pun trik²lain di otak kotor nya
Ariany Sudjana
saya pikir update baru, ternyata cerita kemarin di ulang lagi hari ini
Ndaa: maaf, terdouble kayaknya. soalnya sedikit gangguan tadi.
total 1 replies
Ariany Sudjana
jadi fitnah Raisa sudah dipatahkan dengan hasil pemeriksaan dokter, saatnya kalian berdua membuka hati, jangan ada celah orang ketiga masuk dalam kehidupan rumah tangga kalian
Ariany Sudjana
sudahlah zafira, tinggalkan saja laki-laki seperti atharv, kok lebih percaya sama si ratu racun Raisa. masih banyak laki-laki di luar sana yang lebih bisa menghargai perasaan istrinya dan pasti lebih bertanggung jawab
Ariany Sudjana
bagus zafira, kamu harus tegas, jangan biarkan ular berbisa seperti Raisa, menghancurkan rumah tangga kamu dan atharv
Ariany Sudjana
bagus zafira kamu harus tegas, jangan biarkan perempuan murahan seperti Raisa itu menindas kamu dan atharv kalau kamu mau berpikir, selidiki dulu kebenarannya, jangan termakan omongan Raisa yang beracun itu. atau jangan-jangan Raisa itu mencintai atharv? cuma karena atharv sudah menikah dengan zafira, jadi segala cara dia lakukan untuk menghancurkan zafira
Ariany Sudjana
muak dengan ular berbisa Raisa ini
muna aprilia
lanjut
Ariany Sudjana
ga suka sama atharv,. laki-laki kok lemah dan gampang dipengaruhi sama si ratu ular Raisa
Arw
ceritanya bagus kak...d tunggu Up-nya...seru..ga sabar nunggu Up
sunshine wings
Apalah makna sebuah ikatan tanpa hubungan.. Seperti orang asing.. Tapi ya sudahlaa..
sunshine wings
Tapi kamu tidak menyayangi Zafira apalagi mencintainya Arthav.. 🤷🏻‍♀️🤷🏻‍♀️🤷🏻‍♀️🤷🏻‍♀️🤷🏻‍♀️
sunshine wings
🥹🥹🥹🥹🥹
sunshine wings
Alamak! 🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
sunshine wings
Ikhlaskan aja sayang maka hidupmu akan diserikan dengan bunga² cinta disinari dengan warna² pelangi yg sangat terang.. ❤️❤️❤️❤️❤️
Heny
Up
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!