NovelToon NovelToon
The Punchline

The Punchline

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Cintapertama
Popularitas:9.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ra H Fadillah

​"Sepuluh tahun lalu, Victor menyebut cinta Achell sebagai 'lelucon'. Sekarang, Achell kembali untuk memastikan Victor merasakan betapa pahitnya akhir dari lelucon itu. Sebuah kisah tentang penyesalan yang terlambat, cinta yang mati rasa, dan harga mahal dari sebuah keangkuhan."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ra H Fadillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

​Bab 20: Darah di Atas Aspal London

Suasana restoran mewah itu mendadak sunyi senyap setelah dentingan pena yang hancur berkeping-keping di lantai. Achell tidak menunggu pembelaan lebih lanjut dari Jake, tidak pula menunggu permintaan maaf dari Victor yang membeku. Rasa malu yang begitu hebat, rasa terhina yang membakar dada, dan rasa sakit karena cintanya diinjak-injak membuatnya kehilangan akal sehat.

​Achell berlari. Ia mengabaikan panggilan Jake yang menggema di dalam restoran. Ia mengabaikan tatapan mata para tamu elit yang mengikutinya. Ia hanya ingin pergi sejauh mungkin dari pria yang baru saja membunuh jiwanya tepat di hari ulang tahun pria itu sendiri.

​"Achell! Gabriella, berhenti!" teriak Jake sambil berusaha mengejar.

​Achell keluar dari gedung The Shard dengan isak tangis yang menyesakkan dada. Penglihatannya kabur oleh air mata. Dinginnya malam London menusuk kulitnya yang hanya terbalut gaun tipis, namun itu tidak sebanding dengan dinginnya hati Victor. Ia berlari menyeberang jalanan sibuk di pusat kota tanpa memperhatikan lampu lalu lintas.

​"ACHELL, AWAS!" Suara Jake menggelegar dari kejauhan.

​Di saat yang sama, sebuah mobil sedan hitam melaju kencang dari sisi kanan. Pengemudinya terlambat menginjak rem. Suara decitan ban yang beradu dengan aspal membelah malam, diikuti dengan suara benturan logam dan tubuh yang sangat keras.

​Bruk!

​Tubuh mungil Achell terlempar ke udara, meluncur beberapa meter sebelum akhirnya menghantam aspal dengan posisi yang mengerikan. Gaun biru pucatnya dalam sekejap ternoda oleh cairan merah pekat yang mengalir dari kepalanya. Sepatu hak tingginya terlepas, tergeletak jauh di tengah jalan.

​"TIDAK! GABRIELLA!" Jake menjerit, suaranya pecah oleh ketakutan yang luar biasa. Ia berlari secepat kilat dan langsung berlutut di samping tubuh keponakannya yang sudah tidak bergerak. "Achell... sayang, bangun! Buka matamu! Uncle Jake di sini!"

​Victor, yang baru saja sampai di trotoar setelah tersentak dari kekakuannya, mendadak berhenti bernapas. Seluruh dunianya seakan runtuh dalam satu detik. Ia melihat Achell—gadis yang tadi pagi masih tersenyum padanya, gadis yang ia tuduh dengan keji—kini tergeletak bersimbah darah di bawah lampu jalan yang temaram.

​Victor melangkah maju dengan kaki yang terasa seperti lumpuh. "Achell..." bisiknya dengan suara yang hilang.

​Jake mendongak, matanya yang biasa tenang kini penuh dengan kilatan kebencian dan air mata. "Jangan mendekat, Victor!" bentak Jake dengan suara yang bergetar hebat. "Jangan berani-berani kau menyentuhnya dengan tangan kotor yang baru saja menghancurkan hidupnya!"

​Victor terpaku. Ia melihat darah Achell yang mulai membasahi aspal, warna merah yang sama dengan warna pita yang tadi melingkari hadiahnya. Ia melihat luka-luka lecet di kulit putih Achell yang biasanya ia jaga dengan fasilitas terbaik.

​"Jake, aku... aku harus membawanya ke rumah sakit," ucap Victor, suaranya gemetar, sangat jauh dari citra pria berkuasa yang biasanya ia tunjukkan.

​"Kau?" Jake tertawa pahit di tengah isak tangisnya. "Kau adalah alasan dia berlari ke jalan ini! Kau adalah sanksi baginya, Victor! Selama sepuluh tahun dia memujamu, dan kau membalasnya dengan darah ini!"

​Jake segera meraih ponselnya, memanggil ambulans dengan tangan gemetar. Ia membungkus tubuh Achell yang mendingin dengan mantel cokelatnya, mengabaikan Victor yang berdiri seperti patung di belakangnya.

​Victor menatap tangannya sendiri. Ia menyadari sebuah kenyataan yang mengerikan: dia tidak bisa menyalahkan siapa pun. Dia tidak bisa menyalahkan pengemudi mobil yang menabraknya, karena Achell-lah yang berlari tanpa arah. Dan Achell berlari karena dia.

​Gengsinya yang setinggi langit baru saja menabrak kenyataan yang paling pahit. Di atas aspal dingin London, di hari kelahirannya, Victor justru menyaksikan "kematian" dari satu-satunya orang yang mencintainya tanpa syarat.

​"Achell... maafkan aku," bisik Victor dalam keheningan yang mematikan, namun kata-kata itu terbang tertiup angin, tak sampai pada telinga gadis yang kini sedang berjuang antara hidup dan mati.

1
shabiru Al
akhirnya ngaku juga achell cinta sama victor
shabiru Al
sama sama keras kepala angkuh dan berego tinggi,,, kapan bisa bersama keburu victornya makin tua 🤭
shabiru Al
eleehhh sanksi saja terus,, dan akan berubah sesuai keadaan.. klo begini kapan selesainya....
shabiru Al
siapa marco,, kenapa begitu detail tahu kisah victor dan achell ?
panjul man09
/Cry//Cry//Cry//Cry/
Hanja
🤍🫶🏻
panjul man09
author memang 👍 diawal ,pemeran victor kami benci, tapi saat ini victor bisa menarik simpatik dan dukungan untuk mendapatkan achell 😄
christian Defit Karamoy
mantap thor👍
panjul man09
sosok victor yg dulu dan yg sekarang sangat kontras
panjul man09
untuk bisa sepenuhnya lepas dari victor ,achell harus menikah dgn orang lain .
panjul man09
untuk laki2 usia 32 bukan tua tapi matang , kenapa di cerita ini victor selalu disebut tua.
Anny
jgn kau hukum Victor begitu keras Gabriel aku merasa kau terlalu kejam dan tidak punya hati untuk seukuran perempuan yg pernah mencintai dan memujanya dahulu
Anny
Menurut aku yaa disini tg paling tersiksa adalah Victor karena kesalahan dia yg tidak terlalu berat dimasa lalu harus menerima hukuman yg berkali kali lipat GK adil bgt bagi dia
panjul man09
di awal cerita disebut usia victor 25 dan memasukkan achel ke asrama selama 3 tahun ,saat achel lulus usia victor 28 ditambah achel kuliah 4 tahun berarti usia victor sudah 32 tahun ,iya kan thor ???
panjul man09
sangat puitis dan/Cry//Cry//Cry//Cry/
panjul man09
alur ceritanya sangat menarik ,terlihat sangat berbeda dari novel2 yg lain , sangat menyentuh hati , ada pelajaran yg bisa diambil , tata bahasanya sangat bagus ,saat membaca novel ini seolah olah kita menonton film barat romance di layar tv .
panjul man09
hanyut terbawa cerita ....lanjut
panjul man09
semoga achell mau membuka hatinya
shabiru Al
semangat up nya ya thor,, ntar senin ta kasih vote.. besok ta kasih bunga sampe abis tuh poin 😄🤭
panjul man09
jangan pernah mengingatnya lagi achell !!!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!