NovelToon NovelToon
MENJADI ISTRI KEDUA TUAN ROLAND

MENJADI ISTRI KEDUA TUAN ROLAND

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Kembar / Poligami / One Night Stand / Hamil di luar nikah / Cintapertama / Nikah Kontrak
Popularitas:584
Nilai: 5
Nama Author: Sekarwangi91

karena sakit hati akan perselingkuhan sahabat dan kekasihnya, membuat gadis cantik blesteran inggris Prancis LARASATI AYUNDA. nekat mendatangi club malam untuk menenangkan pikiran dan segala problem yang tengah dialami, hingga tanpa disadari olehnya bahaya tengah mengintai dirinya.
dengan tiba-tiba segerombolan pria berpakaian serba hitam, menyeret-nyeret tubuhnya lalu dibawa ke suatu tempat yang asing, sampai ketika! sesuatu yang sangat berharga direnggut paksa oleh seseorang tanpa identitas.
setelah melewati malam panjang bersama orang asing, hingga menumbuhkan kehidupan baru yang bersemayam dalam rahimnya. apa yang akan terjadi selanjutnya dengan kehidupan LARASATI??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sekarwangi91, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20.

"siapa namamu?"tanya kakek Biyan dengan suaranya yang tegas seraya menatap intens pada Laras.

Seketika Laras pun sedikit terjengkit kaget ketika mendengar suara berat nan tegas dari laki-laki sepuh dihadapannya. Yang menanyakan tentang namanya,

Lantas dengan pelan pelan Laras mengangkat wajahnya dan langsung bersibobok dengan iris hitam pekat milik sang tuan besar, dan berkata."Larasati Ayunda tuan,"kata Laras sopan seraya tersenyum tipis.

Deg

( Manis, senyumnya begitu manis. Wajahnya begitu teduh tanpa meninggalkan kecantikan dan keanggunannya, walau semua yang melekat dalam tubuhnya sederhana.) Bathin Roni memuji kecantikan wanita didepannya.

( Sederhana tetapi cantik.) Bathin Romi seraya menatap dalam pada iris biru laut yang meneduhkan.

"Berapa usia mu?"kembali kakek biyantara bertanya dengan tegas.

"Insyaallah bulan depan menginjak delapan belas tahun."jawab Laras lugas.

"Berati saat ini kau masih mengenyam pendidikan tingkat SMA,"ujarnya memastikan.

"Iya tuan,"jawab Laras dengan halus seraya menundukkan kepalanya tanda hormat.

"Jadi semua kue kue itu kamu yang membuatnya?

"Iya tuan,"

"Dimana orangtua kau?

Deg

Seketika Laras pun menarik nafas dalam-dalam dan membuangnya perlahan-lahan seraya memejamkan matanya dan mengangkat wajahnya lalu berucap"s s saya tidak tahu tuan.!"akunya dengan geleng-geleng kepala seraya terlukis kesedihan dalam wajahnya.

HHHH..

Kakek Biyan pun hanya menarik nafas panjang seraya menatap dalam pada gadis didepannya. Kenapa wajahnya mirip dengan kembaran Rania?

Sedangkan sedari tadi wanita paruh baya yang tengah duduk berdampingan bersama sang suami. Tak melepaskan sedikit pun pandangan matanya dari Laras. Kenapa wajahnya sedikit mirip dengan mas bima! Dan bola matanya pun begitu kentara dengan mas bima, dan semakin aku memandangnya, kenapa aku melihat versi masa muda ku dalam wajah tersebut. Siapa gadis ini?

"Kau boleh pergi!"perintah tegas kakek biyan pada Laras.

"Baik tuan, permisi selamat malam."jawab Laras seraya berpamitan pada keluarga ANDERSON.

Dan mereka pun membalasnya dengan mangguk mangguk meski Laras tak melihatnya.

Setelah kepergian Laras..

"Kenapa garis wajahnya seperti kamu Riana?"kata Rania sang kakak kembar.

"Tapi ada sedikit juga wajahnya bima, terutama kedua matanya,"tambah Robert Anderson.

"Aku juga tidak tahu Mbak.!"jawabnya cuek, namun tatapan matanya tak bisa berkhianat. Sebab dalam tatapan tersebut mengandung kesedihan yang mendalam.

"Apa jangan-jangan!

"Tidak nenek! Bukankah kalian melihatnya sendiri bagaimana bayiku meregang nyawa ketika aku melahirkannya.

Jika gadis tadi adalah putriku, lantas siapa bayi yang kalian kubur kala itu?" Potong Riana cepat seraya menyangkal praduga mereka.

"Tapi saat kami melihat wajahnya, saat itu juga kami mengira jika dia adalah putri mu."balas sang Kembaran yakin.

"Tidak! Gadis itu bukan putriku! Putriku sudah mati. Kalian sendiri yang menguburnya tanpa kehadiran ku."jawabnya dengan kedua matanya yang berkaca-kaca.

"Susah payah aku mendapatkannya, hingga beberapa tahun pun aku selalu menantikan kehadirannya dalam perutku. Dan setelah yang aku impikan menjadi kenyataan. Namun Tuhan berkehendak lain. Putriku hanya numpang hidup dalam rahimku selama sembilan bulan, setelah dia lahir kedunia kemudian pergi begitu saja tanpa melihat wajah ibu yang selalu menanti kehadirannya hiks hiks hiks.."katanya dengan tersedu-sedu seraya menyandarkan kepalanya pada bahu sang suami.

"Sudahlah sayang tidak usah bersedih. Mungkin gadis itu hanya sekedar mirip tapi tidak ada darah kita yang mengalir dalam tubuhnya."ujar sang suami menenangkan sang istri seraya membelai lembut rambutnya.

"Kasihan Tante Riana! Sepertinya aku harus mencari tau tentang bayi yang dikubur oleh keluarga ku! Apakah benar dia anak dari Tante Riana? Atau ada seseorang yang tengah bermain main dengan keluarga ku) Bathin Roni menduga-duga.

Bruk.

"Awww.." Laras meringis sakit ketika tubuhnya menabrak seseorang didepannya.

"Gunakan mata mu saat berjalan jangan menundukkan kepalamu seperti orang BODOH!!"omel suara tegas nan datar tepat dihadapan Laras.

Deg.

( S s suara itu? m m mengapa tak asing dalam pendengaran ku!

Seperti pernah mendengarnya, tapi dimana?) Bathin Laras bertanya-tanya.

"MINGGIR! SINGKIRKAN TUBUH MU! KAU MENGHALANGI JALAN SAYA!"geram Roland datar.

"B b baik tuan, m m maafkan saya."kata Laras dengan kepala tertunduk seraya menggesernya tubuhnya guna memberi ruang untuk orang dihadapannya.

"Ckck.. bodoh!"Umpat Roland berbisik dan melangkah kedalam mansion tanpa menanggapi permintaan maaf dari Laras.

"Ya ampun galak sekali. Hanya mendengar suara saja sampai membuat bulu kuduk ku berdiri. Uhh takut!"gumamnya seorang diri.

Dan Gegas Laras kembali melanjutkan langkah kakinya untuk menuju kebelakang guna melanjutkan pekerjaan yang tadi sempat dia tinggal lantaran disuruh menghadap pada sang tuan besar.

"Laras.."panggil ibu Laila.

"Bu,"jawabnya seraya mendekat pada sang ibu panti.

"Kamu tadi ngapain aja didalam mansion? Apakah tuan besar Biyantara menanyakan sesuatu terhadap kamu."katanya ingin tahu.

Kemudian Laras pun menceritakan segalanya pada sang ibu tanpa ada yang ditutup-tutupi.

"Oh syukurlah, yaudah Ayuk lanjutkan pekerjaan kita setelah itu lekas pulang. Untuk pembayarannya kata nyonya Maya akan dikirim via transfer atau diantar oleh orang kepercayaan tuan besar biyantara langsung ke panti asuhan."terang sang ibu memberi tahu.

"Yasudah Ayuk Bu, aku juga ingin cepat cepat pulang. Enggak betah berlama-lama disini dalam lingkungan orang-orang seperti mereka."balas Laras setuju.

Lalu mereka pun kembali melanjutkan membuat kue-kue tersebut untuk dibagikan di berbagai yayasan dalam naungan Anderson group. Tadi kata sang kepala pelayan memberi tahu jika sebagian kue akan dibagikan pada karyawan yang bekerja di perusahaan utama KING ANDERSON GROUP juga cabang perusahaan Anderson yang tersebar luas di ibukota. Dan untuk cabang yang berada di luar kota atau luar provinsi akan diberikan bonus berupa uang.

∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆

DUA BULAN KEMUDIAN..

Huek huek huek..

Laras yang tengah tertidur nyenyak tiba-tiba perutnya begitu merasakan enek dan mual, seperti berada di wahana rollercoaster berputar-putar kencang hingga lambung nya pun ikut berputar putar didalam yang mengakibatkan rasa mual itu begitu kuat dalam tubuhnya.

Perlahan-lahan iris biru laut dengan pandangan teduh pun membuka kelopak matanya guna mengetahui jam berapa sekarang? Dia hanya takut jika akan terlambat datang ke sekolah.

"Hah!! Itu sungguhan? Apa jam nya yang rusak?"katanya terheran-heran.

"Jam tiga pagi lewat sepuluh menit! Susananya masih gelap diluar rumah. Kok tumben aku jam segini sudah bangun. Biasanya paling cepat itu ya jam lima subuh."katanya seorang diri.

"Uhh.. kepalaku pusing sekali! Emm,, bau apa ini? Kenapa begitu enek. Ada apa dengan Indra penciuman ku? Kenapa begitu sensitif."ujar Laras seorang diri dengan kebingungan.

Tiba-tiba..

Laras Dengan cepat beranjak dari tempat tidurnya untuk keluar dari kamar dan menuju ke kamar mandi guna mengeluarkan sesuatu yang terasa begitu mual dalam perutnya.

Huek huek huek...

"Laras kamu kenapa?

Huek huek huek..

BRUK.

"LARAS!!

°°°°°°°°°°°°

Maaf ya kalau ceritanya ngebosenin.

Mungkin hanya segitu kemampuan saya dalam menulis.

Tapi saya tetap bersyukur kok, itu suatu nikmat yang luar biasa bisa merubah khayalan menjadi sebuah maha karya.

Terimakasih jangan lupa like dan coment nya😊 love you all 😍😍😘😘☺️

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!