Kemandirian Nayanika Gentari Addhitama mulai terkikis karena seorang lelaki yang 10 tahun lebih tua darinya, Erza Naradipta. Pesona lelaki yang dipanggil paman itu tak terbantahkan. Demi sebuah benih suka yang tumbuh menjadi cinta membuat Nika rela menjadi sosok lain, manja dan centil hanya untuk memikat lelaki yang bertugas menjaganya selama kuliah di luar negeri.
Akankah cinta Nayanika terbalaskan? Ataukah Erza hanya menganggapnya sebagai keponakan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fieThaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
20. Semakin Dekat
Hubungan Ezra dan Nika semakin hari semakin dekat. Sudah tak ada jarak di antara mereka. Bahkan, Ezra cukup memanjakan Nika. Apa yang Nika minta akan selalu diusahakan.
Ketika Ezra tengah bekerja pun, gadis itu akan menjadi pengganggu yang tak pernah lelaki itu usir. Tak ada kerisihan yang Ezra rasakan. Malah terlihat nyaman.
Pelan-pelan trik itu yang sedang Nika jalankan. Membuat manekin hidup yang bebawa kulkas menjadi manusia normal saja sudah keajaiban yang luar biasa. Merubah wajah kaku yang sekarang berubah santai pun menjadi pencapain yang tak bisa diucapkan dengan kata.
Enam bulan sudah Nika berada di Beijing. Dan sudah tiga bulan hubungannya dengan Ezra semakin dekat. Bahkan akhir pekan ini dua anak manusia itu tengah berada di sebuah pusat perbelanjaan. Di mana Nika tengah mencari buku ditemani pengawal tampan.
"Ini yang lebih lengkap." Ezra memilihkan buku untuk Nika belajar.
Setelah Nika cek ternyata benar. Lelaki yang sudah tak pernah disebut manekin hidup memang sangat bisa diandalkan.
"Butuh apa lagi?"
"Kayaknya cukup."
Nika tersenyum ketika melihat Ezra membayar barang yang dia beli. Setiap kali bersama sang pengawal, sang gadis tak pernah mengeluarkan uang satu peser pun. Semuanya dibayar olen Ezra.
"Ge, pinjam ponsel." Tangan Nika sudah menengadah, tapi Ezra malah memasukkan benda pipih itu ke saku.
"Tidak ada ganti-ganti." Jelas dan tak terbantahkan.
"Gege--"
Lelaki itu malah meninggalkan Nika sambil membawa barang yang Nika beli. Sedangkan gadis cantik itu sudah merengut kesal.
Note : Gege (dalam bahasa Mandarin) artinya kakak atau Abang
Kesalnya Nika menguar ketika es krim vanilla sudah Ezra berikan. Rengutan berubah menjadi senyuman. Inilah yang Nika suka dari sosok Ezra Naradipta. Tak banyak berkata, tapi banyak sekali tindakan nyata.
Mereka sudah berada di sebuah restoran steak. Selama tiga bulan dekat dengan Ezra, lelaki itu selalu memperlakukannya dengan sangat baik. Bahkan, segi makanan pun sangat diperhatikan.
Sambil menunggu makanan yang dipesan datang, Nika membalas pesan dari keluarganya. Senyum pun terukir indah ketika grup keluarga the golden lion Family begitu ramai.
"Kenapa?"
"Papi dan Mami udah gak sabar mau ke sini."
Rona bahagia gadis di depannya sangat kentara. Senyum kecil ikut terangkat di bibir Ezra. Dan usapan di rambut membuat tubuh Nika menegang dengan atensi yang teralihkan. Mereka pun sudah saling pandang. Namun, semuanya harus sudah diakhiri karena waiters sudah datang membawa makanan pesanan mereka.
"Kali ini Nika yang bayar," ucap sang gadis sebelum memotong daging Wagyu A5 yang akan dimakan.
"Jangan macam-macam!" sahut Ezra dengan tatapan membunuh. Nika pun mengerucutkan bibirnya.
"Gege, Nika kan yang ngajak Gege. Jadi, Nika yang harusnya traktir Gege. Nika beneran ada duit kok." Mencoba merayu.
"Saya juga enggak miskin," balasnya tanpa mempan dirayu.
Pada umumnya perempuan itu akan bahagia jika dibayari oleh lelaki. Beda halnya dengan Nika yang merasa tak enak. Padahal, lelaki yang tengah bersamanya adalah direktur utama perusahaan cukup ternama. Saldo rekeningnya pun pasti sangat gendut.
"Dipta!!"
Suara yang sangat amat Ezra kenali membuat kunyahannya terhenti. Hanya satu orang yang memanggilnya dengan nama belakang. Seorang wanita cantik berlari ke arahnya dan tanpa ragu memeluk tubuh lelaki yang kembali berubah menjadi manekin. Dan itu tak luput dari pandangan Nayanika.
"Mama, Papa sudah merestui kita."
Duar!!
Dada Nika seketika sesak mendengarnya. Seperti dihantam bebatuan besar.
"Benar, Dipta." Bukan hanya wanita itu yang ada, dua orang yang sudah tak muda pun mulai menghampiri. Terlihat mereka adalah orang baik dan bukan dari kalangan biasa.
"Kami tidak akan pernah memisahkan kalian lagi." Sang wanita paruh baya berkata dengan sangat lembut.
"Segeralah menikah!"
Deg!!
...**** BERSAMBUNG ****...
Bisa kan setelah baca komen sebentar? sepi banget ya Allah ...
wes angel klo udh dalam pengawasan elang kaga bakal bisa nemuin dah ntar si paman🤭
dan .... kira-kira Nika pergi ke mana ya .
lanjut terus kak semangat moga sehat slalu 😍😍😍
lanjut terus kak semangat moga sehat slalu 😍😍😍