NovelToon NovelToon
Warisan Dewa: Misteri Benua Tianyun

Warisan Dewa: Misteri Benua Tianyun

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Epik Petualangan
Popularitas:14.6k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Setelah menaklukkan Turnamen Alam Dewa dan mencapai ranah Ascendant, Zhao Xuan dan raksasa perunggu Long Chen kembali ke Benua Fana Tianyun tempat di mana legenda mereka berdua dimulai. Tujuan utama mereka adalah Lautan Kematian, sebuah wilayah terlarang yang menyimpan artefak legendaris.

Namun, turunnya Kunci Asal telah mengubah keseimbangan Benua Tianyun. Energi kuno yang bocor dari Lautan Kematian memicu kebangkitan berbagai warisan rahasia di benua fana. Para jenius lokal tingkat puncak yang merasa diri mereka tak tertandingi mulai bermunculan. Di saat yang sama, pasukan elit dari "Tujuh Penghancur Surga" diam-diam telah menyusup dan memanipulasi sekte-sekte raksasa benua fana untuk menggali Lautan Kematian.

Bagi Zhao Xuan dan Long Chen, Benua Tianyun kini tak ubahnya seperti taman bermain yang terbuat dari kaca tipis. Mereka harus menekan kekuatan destruktif mereka agar tidak menghancurkan benua tersebut, sambil menghadapi arogansi para jenius fana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 19

Kemenangan di luar gerbang Ibu Kota Naga Hitam telah menyapu bersih ancaman Aliansi Pemusnah Iblis. Namun, gelombang kejut dari pertarungan antara para ahli Ascendant dan Soul Transformation tidak bisa sepenuhnya ditahan oleh formasi pertahanan.

Di luar batas pelindung sembilan naga, pemandangannya luar biasa tragis.

Ratusan desa dan kota yang mengelilingi ibu kota telah rata dengan tanah akibat sapuan pedang raksasa dan badai ketiadaan. Ladang-ladang gandum spiritual yang siap panen hangus menjadi abu. Saluran irigasi hancur, dan ribuan rumah penduduk fana runtuh menyisakan puing-puing.

Meskipun nyawa sebagian besar penduduk berhasil diselamatkan karena mereka dievakuasi ke pinggiran formasi sesaat sebelum pertempuran pecah, kini mereka menghadapi musuh yang tidak bisa ditebas dengan pedang: Kelaparan dan Hawa Dingin.

Suara tangisan anak-anak kelaparan dan rintihan para tetua yang kehilangan tempat bernaung menggema di kamp-kamp pengungsian darurat. Persediaan makanan ibu kota mulai menipis karena rute perdagangan hancur total.

Di dalam Istana Naga Hitam, kelima murid Asura tidak menutup mata terhadap penderitaan ini. Guru mereka telah menyerahkan kekaisaran ini kepada mereka; membiarkan rakyatnya mati kelaparan adalah sebuah aib yang tidak bisa dimaafkan.

Aula Utama Takhta Naga Hitam.

Kelima penguasa ranah Soul Transformation itu berdiri di depan Takhta Emas yang sengaja dibiarkan kosong menunggu sang pemilik sejati terbangun. Di bawah anak tangga takhta, puluhan Jenderal dan Panglima Pasukan Kekaisaran berdiri tegap dengan zirah lengkap.

Di belakang para perwira militer itu, berdiri puluhan Patriark dari keluarga bangsawan fana dan sekte-sekte dagang lokal. Wajah para bangsawan ini bergelimang keringat dingin, perut buncit mereka bergetar menahan tekanan aura dari lima dewa mematikan di depan mereka.

Mu Bai melangkah maju, membuka sebuah gulungan perkamen dengan bunyi kibasan yang tajam.

"Tiga puluh kota hancur. Delapan puluh ribu hektar lahan pertanian spiritual hangus," suara Mu Bai menggema datar, namun membawa bobot yang luar biasa berat. "Lebih dari tiga juta penduduk kekaisaran saat ini kehilangan tempat tinggal dan membutuhkan pasokan pangan secepatnya."

Mu Bai menutup perkamen itu, matanya yang tajam menyapu barisan para bangsawan.

"Kekaisaran telah mengeluarkan banyak sumber daya untuk mengaktifkan formasi pertahanan yang menyelamatkan nyawa kalian semua," lanjut Mu Bai. "Sekarang, saatnya kalian membalas budi. Atas nama Pangeran Zhao, aku memerintahkan seluruh keluarga bangsawan dan sekte dagang untuk membuka lumbung rahasia kalian. Serahkan delapan puluh persen dari simpanan pangan, obat-obatan, dan batu roh kalian untuk mendanai pemulihan rakyat fana."

Mendengar angka 'delapan puluh persen', wajah para bangsawan itu seketika berubah menjadi hijau kepucatan. Itu sama saja dengan menguras habis kekayaan leluhur yang telah mereka timbun selama berabad-abad!

Ruangan itu hening sejenak, hingga akhirnya seorang bangsawan tua berjubah sutra emas Patriark dari Keluarga Wang yang menguasai perdagangan beras spiritual memberanikan diri melangkah maju. Ia membungkuk dalam-dalam, namun suaranya memancarkan ketidakpuasan yang jelas.

"T-Tuan Mu Bai..." Patriark Wang memulai dengan suara bergetar. "Kami sangat berterima kasih atas perlindungan Sekte Asura. T-Tapi... delapan puluh persen terlalu berat! Bisnis kami juga hancur di luar sana! Jika kami menyerahkan harta kami, keluarga kami akan jatuh miskin. Bukankah... bukankah para kultivator fana yang harusnya menanggung beban ini, bukan kami para pedagang?"

Beberapa bangsawan lain mulai berbisik setuju, mengangguk-angguk kecil, mengira bahwa hukum fana masih berlaku di hadapan kelima iblis ini.

Tie Ba mendengus kasar, urat di pelipisnya menonjol, bersiap melompat dan meremukkan kepala bangsawan buncit itu. Namun, sebelum Tie Ba bergerak, suhu di dalam aula anjlok hingga ke titik nol mutlak.

KRAAAK... KREEEEK...

Lantai pualam di bawah kaki Patriark Wang tiba-tiba membeku. Kristal es hitam merambat dengan kecepatan kilat, membekukan kedua kaki bangsawan tua itu hingga sebatas lutut!

"A-AARRGHHH! K-Kakiku!" jerit Patriark Wang histeris, jatuh terduduk sambil memegangi kakinya yang kini mati rasa dan membeku layaknya batu es.

Para bangsawan lain menjerit panik dan melompat mundur.

Dari atas tangga takhta, Xin'er melangkah turun. Jubah putihnya berkibar, matanya memancarkan badai salju yang tanpa ampun. Niat Membunuh tingkat Soul Transformation miliknya menekan dada setiap bangsawan di ruangan itu hingga mereka tidak bisa bernapas.

"Kau berani berdebat tentang keuntungan bisnis di saat tanah Pangeran tidak ada?" desis Xin'er, suaranya sedingin bilah pedang yang ditempa di es abadi.

Ia berhenti tepat di depan Patriark Wang yang menangis ketakutan.

"Tanah ini, udara ini, dan bahkan nyawa kotor yang kau gunakan untuk bernapas saat ini... semuanya adalah milik pangeran," ucap Xin'er dengan nada absolut. "Rakyat fana di luar sana adalah fondasi dari Kekaisaran Zhao. Jika mereka mati, tanah ini melemah. Kalian pikir kami sedang 'bernegosiasi' dengan kalian?"

Xin'er mengangkat tangannya, sebuah pedang es kecil melayang tepat di depan bola mata Patriark Wang.

"Buka lumbung kalian hari ini, atau aku akan membekukan seluruh garis keturunan Keluarga Wang hingga ke anjing peliharaan kalian, dan kami akan mengambil sendiri harta itu dari mayat kalian. Pilih."

Patriark Wang mengencingi celana sutranya. Ia bersujud hingga dahinya berdarah menghantam lantai es. "K-KAMI BUKA! KAMI AKAN MENYERAHKAN SEMUANYA! AMPUNI NYAWA KAMI, DEWI ES!"

Melihat pemandangan itu, seluruh bangsawan lain langsung menjatuhkan diri ke lantai, bersujud serempak dan berteriak bersedia menyerahkan seluruh harta mereka tanpa berani memprotes satu patah kata pun lagi. Mereka akhirnya sadar; di mata Sekte Asura, kekayaan fana mereka tidak lebih berharga dari debu.

Jian Yi, yang sedari tadi bersandar di pilar, mengangguk puas melihat cara Xin'er membereskan masalah. Ia melangkah maju menatap para Jenderal dan Panglima militer.

"Jenderal Tian! Panglima Lin!" panggil Jian Yi tegas.

Dua perwira militer tingkat Core Formation Puncak melangkah maju serentak dan berlutut dengan satu kaki, meninju dada kiri mereka dengan hormat mutlak. "Siap menerima perintah!"

Mu Bai melemparkan puluhan Cincin Spasial ke arah mereka. Cincin-cincin itu telah diisi dengan jutaan ton gandum spiritual, pil penyembuh luka, tenda-tenda pertahanan, dan pakaian hangat hasil sitaan dari para bangsawan.

"Bagi pasukan kalian menjadi sepuluh divisi," perintah Jian Yi. "Gunakan Kapal Terbang Kekaisaran. Terbang ke setiap titik pengungsian di empat penjuru mata angin. Bagikan makanan dan obat-obatan ini kepada setiap rakyat fana. Jika ada kultivator liar yang mencoba merampok bantuan ini..."

"Penggal kepala mereka dan gantung di haluan kapal!" Jue Ying menyambung dari dalam bayangan, memberikan titah eksekusinya.

"Dilaksanakan!" seru para Jenderal dengan suara menggelegar.

Mereka segera berbalik, membawa Cincin Spasial itu dan berlari keluar aula. Tidak lama kemudian, suara raungan formasi terdengar dari pelataran istana. Ratusan Kapal Terbang Kekaisaran lepas landas, membelah langit, membawa secercah harapan dan kehidupan bagi jutaan rakyat fana yang sedang meratap di bawah puing-puing.

Kekaisaran Zhao sedang menyembuhkan dirinya sendiri dengan tangan besi. Kelima Asura telah membuktikan bahwa mereka mampu mengelola takhta ini baik di saat perang maupun di saat damai.

Di tengah kesibukan itu, Mu Bai berjalan mendekati Xin'er yang masih berdiri dengan aura dinginnya.

"Sikapmu makin mirip dengan Guru, Xin'er," kekeh Mu Bai pelan. "Apakah merawat raksasa naga liar itu membuatmu semakin galak?"

Wajah Xin'er memerah sejenak, namun ia segera membuang muka. "Jangan bicara sembarangan. Raksasa bodoh itu sudah mematahkan dua ranjang giok karena mencoba berlatih pukulan dalam keadaan tulang rusuknya retak. Aku harus membekukan tubuhnya agar dia mau diam."

Jian Yi dan Tie Ba tertawa mendengarnya. Kehangatan persaudaraan kembali mengalir di antara mereka.

Namun, tawa mereka terhenti ketika Jue Ying tiba-tiba muncul di tengah mereka. Mata pembunuh bayangan itu membelalak lebar, memancarkan keterkejutan yang luar biasa.

"Saudara-saudaraku..." napas Jue Ying memburu. "Ruang bawah tanah... Segel es di ruangan Guru baru saja hancur. Fluktuasi Qi-nya...!"

1
Solihin Syamsuddin
Semoga lekas sembuh….
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣😍😍😍😍😄👍👍👍
Markinyo
kenapa tidak menguraa harta sekte & kerajaan yg telah menyerang? itu kn rampasan perang?
Ahmad Nasir
katanya dah jadi dewa... dikit-dikit kalah, dikit-dikit mau mati...🙄😏😏😏
saniscara patriawuha.
sikattttt....
saniscara patriawuha.
sikattttt.,
saniscara patriawuha.
serappppp sampeeee keringggg...
saniscara patriawuha.
sikatttty manggg guuuu,, tunjukann kejantananmuuu...
saniscara patriawuha.
sikattttt dannn serapppppppp....
saniscara patriawuha.
mangapppp manggg otorrrr,,, gasssss
eka suci
syafakillah Thor, semoga cepat sembuh 🤲🏻 biar bisa beraktifitas normal n crazy up lagi💪
eka suci
semakin naik ranah yg dibutuhkan pun semakin sulit tapi bukan berarti tidak bisa💪
saniscara patriawuha.
zrasssdsssss....
saniscara patriawuha.
gasssddd deuiiii...
saniscara patriawuha.
jarahhhh harta sektenya...
saniscara patriawuha.
hancurrrkannnn sudahhhhh
saniscara patriawuha.
istirahat dulu....
saniscara patriawuha.
gassddd pokokerr
Sang_Imajinasi
2 BAB UNTUK HARI INI YA PARA READER, KARENA AUTHOR DEMAM JADI TIDAK FOKUS UNTUK MEMBUAT LANJUTAN NYA. DOAKAN AUTHOR CEPAT SEMBUH SUPAYA BISA CRAZY UP 🤭
saniscara patriawuha.
gasssdd polllll...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!