NovelToon NovelToon
Clara Ingin Bercerai Dari Suaminya

Clara Ingin Bercerai Dari Suaminya

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Mafia / Romansa Fantasi
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Saskiah Khairani

Setelah menikah selama tujuh tahun, Edward tetap saja begitu dingin, Clara hanya bisa menghadapinya dengan tersenyum. Semua karena dia sangat mencintainya. Dia juga percaya suatu hari nanti, dia bisa melelehkan es di dalam hatinya. Akan tetapi pada akhirnya Edward malah jatuh cinta pada pandangan pertama terhadap cewek lain. Clara tetap bersikeras menjaga rumah tangganya. Hingga di hari ulang tahunnya, putrinya yang baru saja pulang dari luar negeri, dibawa oleh Edward untuk menemani cewek itu, meninggalkannya sendirian di rumah kosong. Dia akhirnya putus asa. Melihat putri yang dibesarkannya sendiri akan menjadi anak dari cewek lain, Clara tidak merasa sedih lagi. Dia menyiapkan surat cerai, menyerahkan hak asuh anaknya, dan pergi dengan gagah, tidak pernah menanyakan kabar Edward dan anaknya lagi, hanya menunggu proses perceraian selesai. Dia menyerah atas rumah tangganya, kembal

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Saskiah Khairani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

Suasana hati Elsa mendadak membaik saat teringat balap mobil malam nanti.

Bagaimana tidak, dia akhirnya bisa melihat Tante Vanessa memakai racing suit.

Selesai memakai seragam, Elsa mengambil ponselnya.

Namun, hanya dalam waktu sepersekian detik, dia mendadak mengerutkan keningnya.

Vanessa masih belum membalas pesannya.

Biasanya, pesan yang dia kirim selalu dibalas Vanessa dengan cepat.

Tapi hari ini, dia bahkan sudah selesai mandi dan mengganti pakaian, Vanessa tetap tak kunjung membalasnya.

Apa mungkin Vanessa marah?

Begitu memikirkannya, dia buru-buru mengirim pesan pada Vanessa.

[Tante Vanessa kenapa? Marah ya?]

[Tante, Tante juga tahu aku sebenarnya nggak suka diantar mama ke sekolah. Aku lebih suka Tante yang mengantar. Tante Vanessa jangan marah dong.]

Selang beberapa saat, tetap tak ada balasan dari Vanessa.

Di sisi lain, selesai mengemasi barang, Clara menghampiri Elsa di kamarnya. "Elsa? Sudah selesai belum? Sudah waktunya turun buat sarapan," panggil Clara.

Elsa yang belum menerima balasan dari Vanessa tentu merasa cemas. Begitu mendengar suara Clara memanggilnya turun, dia semakin kesal. "Iya. Mama. Bisa nggak sih Mama jangan ngomel-ngomel? Berisik tahu nggak!" bentak Elsa sembari mengambil tas sekolah lalu turun ke bawah.

Clara hanya terdiam dan mengikuti putrinya tanpa berkata apa-apa.

Papi dia inenyadari bahwa pakaian Elsa tampak asing.

Gaya berbusana Elsa sebelumnya selalu disiapkan oleh Clara. Tentunya, apa yang Clara siapkan sudah melalui proses persetujuan dan kesukaan Elsa.

Namun, sejak tinggal bersama Edward di Latvin, gaya dan selera berbusana Elsa telah berubah.

Dengar-dengar, itu karena Elsa belajar panjat tebing dan skateboard dari Vanessa.

Kabarnya, Vanessa bukan hanya berprestasi dalam bidang akademik, tapi juga memiliki beragam hobi. Dia seorang wanita yang memesona dan menawan. Dia mahir dalam bermain skateboard, panjat tebing, paralayang dan masih banyak yang lainnya.

Tidak heran Elsa sangat

mengaguminya dan membuat standar dirinya pun berubah.

Clara sedih melihat kedekatan Elsa dan Vanessa. Namun, apa daya, semua itu adalah pilihan putrinya, dia tak pernah melarangnya.

Bahkan dua tahun belakangan ini, semua baju yang dibeli sudah sesuai dengan selera baru putrinya.

Tapi Elsa tetap sama sekali tidak pernah menyentuh baju yang Clara belikan untuknya. Jangankan memakainya, meliriknya saja malas.

Dia hanya mau memakai baju yang Dia hanya mau memakai baju yang Vanessa pilih untuknya.

Saat melihat baju yang dikenakan Elsa, Clara langsung bisa menebak apa yang sedang terjadi.

Namun, dia tidak menanyakannya dan berpura-pura tidak menyadari.

Dia hanya menatap ke bawah menyusuri tangga.

Mereka berdua pun turun dan tak melihat Maya dan lainnya di sana. Besar kemungkinan mereka semua masih nyenyak dalam tidurnya.

Yah, meski sudah lanjut usia, nenek masih terbiasa bangun pagi.

"Loh, Clara dan Elsa kenapa sudah bangun pagi-pagi gini?" ucap nenek sedikit heran.

"Pagi, Nek!" sapa Clara.

Elsa sedang dalam suasana hati yang seperti biasa.

Raut wajah nenek berubah suram.

Agaknya, dia tahu apa yang terjadi.

Hanya saja, ada anak kecil di sana.

Nenek tidak ingin mengkritik Edward di depan Elsa. Nenek pun memilih untuk diam.

Tak lama kemudian, mereka selesai upan, Saat hendak berangkat, Elsa sadar ada barang yang tertinggal di kamarnya. Dia pun segera ke atas.

Clara duduk terdiam di sofa menunggunya.

Pada saat ini, sebuah pesan masuk ke layar ponsel Elsa.

Seseorang mengiriminya sebuah pesan.

Notifikasi di layar ponsel pun terlihat jelas nama pengirim pesan, [Tante Vanessa Tersayang].

Elsa sedang dalam suasana hati yang buruk. Dia menyapa nenek dengan kesal.

"Pagi, Nenek Buyut," sapa Elsa sedikit kesal.

"Elsa kenapa? Marah? Memangnya ada apa?"

Elsa tak mengatakan sepatah kata pun.

Dia tak ingin berkata apa-apa.

"Nona Elsa pasti kesal karena dibangunin Bu Clara, ya?" celetuk pelayan sembari tersenyum teringat suara ketukan pintu yang keras di pintu kamar Elsa.

Nenek pun terkekeh saat

mendengarnya, lalu mengubah topik bertanya, "Mana Edward? Belum bangun?"

"Edward semalam ada urusan, jadi dia keluar," jawab Clara tampak tenang.

ponsel itu ke tempat semula.

Elsa mengambil ponselnya. Betapa senangnya dia saat melihat pesan balasan dari Vanessa. Isi pesan itu kurang lebih mengatakan Vanessa tidak marah padanya, hanya saja barusan dia belum terbangun.

Clara berjalan lebih dulu di depan. Saat melirik ke belakang, tentunya dia tahu kenapa putrinya merasa senang.

Elsa seolah tenggelam dalam kegembiraannya. Dia tidak menyadari Clara menoleh ke arahnya.

Setelah masuk ke dalam mobil, Elsa duduk di kursi penumpang dan mulai bertukar pesan dengan Vanessa.

Sesekali dia melirik ke arah ibunya, memastikan ibunya fokus menyetir tak memperhatikannya.

Elsa merasa lega saat tahu ibunya tengah konsentrasi mengemudikan.

Clara langsung terdiam.

Clara menghormati privasi putrinya meski usianya terbilang masih kecil.

Clara tidak pernah diam-diam melihat isi ponsel milik Elsa.

Namun kali ini berbeda. Saat melihat notifikasi pesan dari Vanessa, Clara langsung mengambil ponsel Elsa.

da akhirnya dia mengerti alasan kenapa Elsa pagi tadi marah-marah padanya.

Ciara membaca Riwayat obrolan mereka dengan cepat. Dia pun tahu kalau tiap pagi Elsa selalu mengirim Vanessa ucapan selamat pagi.

Mereka berdua selalu ngobrol tiap hari.

Ngobrol sangat lama.

Terdengar suara lift berbunyi, tanda Elsa sudah turun. Clara berpura-pura tak tahu apa-apa dan mengembalikan Itu artinya, Tante Vanessa bisa langsung menjemputnya di sekolah tanpa khawatir ketahuan ibunya. Hore!

Setibanya di sekolah, Clara membawa serta Elsa mengobrol sebentar dengan guru wali kelas. Setelah itu, barulah kemudian diantar ke ruang kelas Elsa.

Sesampainya di pintu kelas, terdengar suara imut gadis kecil memanggil Clara. "Kak Clara!" sapanya.

Clara tampak tertegun, terlihat sosok kecil nan lembut yang tiba-tiba berlari ke pelukannya.

Khawatir gadis kecil itu akan terjatuh, Clara pun langsung membungkuk dan memeluknya.

"Bella?" ucap Clara saat gadis kecil itu mendongakkan kepalanya ke atas menatapnya.

Gadis yang datang ke arahnya kebetulan adalah anak tetangga yang.

Namun, karena jarak sekolah yang terlalu jauh, Elsa dan Vanessa hanya mengobrol tak lebih dari setengah jam.

Suasana hati yang membaik, membuat Elsa bersedia berbicara dengan Clara.

"Ma, sore ada waktu nggak?" tanyanya.

"Kenapa?" tanya Clara tanpa menoleh ke belakang.

Elsa tidak mengatakannya dengan jelas. Dia hanya berkata dengan manja, "Jawab aja, Ma."

"Belakangan ini Mama sedikit sibuk, nggak ada waktu, kenapa?" jelas Clara.

Elsa lantas tertawa dengan gembira, lalu berkata, "Nggak, nggak apa-apa kok, Ma."

Jika ibunya sibuk, tentu tidak mungkin untuk menjemputnya sepulang sekolah.

Gadis yang datang ke arahnya kebetulan adalah anak tetangga yang diselamatkannya dari gigitan seekor anjing.

"Ya." Bella memiliki dua kuncir kuda yang lucu, membuatnya tampak sangat imut dan menggemaskan.

Gadis kecil itu juga memiliki senyum yang manis dan terlihat sangat sopan.

Tanpa sadar, Clara melembutkan suaranya, dan berkata dengan tersenyum, "Bella juga sekolah di sini?"

"Aaa!"

Belum juga menyelesaikan ucapannya, gadis kecil dalam pelukan Clara didorong Elsa dengan keras.

Clara buru-buru memeluk gadis kecil yang terjatuh ke lantai, lalu berkata, " Bella nggak apa-apa?"

Bella menggelengkan kepalanya sambil menahan tangis menatap Elsa.

Dia tidak mengerti kenapa Elsa mendorongnya, lalu berkata, "Kamu... Kenapa kamu dorong aku sih... "

Awalnya Elsa merasa biasa saja saat melihat gadis kecil itu memeluk Clara.

Mereka berdua tampak akrab satu sama laih. Namun, saat melihat Clara masih memeluk gadis kecil, raut wajah Elsa mulai terlihat tidak senang.

"Dasar lemah! Selain jelek, menjijikkan lagi!" hina Elsa saat melihat Bella yang hendak menangis setelah terjatuh.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!