NovelToon NovelToon
Cinta Untuk CINDERELLA

Cinta Untuk CINDERELLA

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / CEO / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:91k
Nilai: 5
Nama Author: El Viena2106

Tak pernah mendapatkan cinta dari siapapun termasuk ibu kandungnya, Cinderella Anesya seorang gadis yang biasa di sapa Ella itu berharap ada setitik cinta dari tunangannya.

Sayangnya pria yang menjadi tunangannya itu tak pernah menganggapnya ada dan lebih cenderung pada adik tirinya yang selama ini selalu di sayang oleh keluarganya.

Merasa ketulusannya di khianati, Ella akhirnya menerima pinangan pria yang selama ini diam-diam mencintainya..

Akankah hidupnya berubah setelah bersama pria itu? Atau justru sebaliknya??
•••••
"Berjanjilah untuk selalu mencintaiku.." Cinderella Anesya

"Aku akan selalu mencintaimu, Baik sekarang, Nanti dan selamanya.." Davin Anggara Sanjaya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon El Viena2106, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Fakta Pahit Lentera

"Pria yang bernama Hendra ini tidak bisa menjadi wali putrinya.. Karena saat Ibu dari gadis ini hamil dengan pria ini, Ibu dari gadis ini masih sah menjadi istri saya!!

BRAAAK!

Hendra menggebrak meja kecil di hadapan penghulu itu membuat sang empu sedikit kaget. Ayah dari Lentera itu berdiri menantang Amran yang tak takut sama sekali.

"Jaga ya, Bicaramu!" Ucap Hendra dengan gigi yang mengetat. Amran hanya tersenyum dengan mengangkat bahunya.

Para tamu yang masih hadir disana semua kembali berbisik. Entah benar atau tidak yang jelas ucapan Amran membuat Hendra marah dan Dewi tegang.

"Kenapa marah? Kau merasa?" Tanya Amran, Hendra tak menjawab namun pria itu menahan emosi.

"Kalau dulu Bu Dewi pas hamil Lentera masih istri orang berarti Hendra pebinor dong?

"Dih, Udah anak di luar nikah hasil ngerampas pula.."

"Gitu yang di salahin Ella lagi.. Dasar gak waras.." Ella menoleh ke arah ibu-ibu yang saling mengghibah itu. Davin tersenyum, Pria itu belum berkata apapun. Untuk urusan ini, Dia minggir dulu dan tak mau ikut campur.

Davin meraih pinggang Ella agar wanita itu semakin menempel padanya.

Tak lama seorang ustad datang dan duduk ikut bergabung disana. Seperti yang di katakan Pak penghulu tadi, Dia tidak bisa mengakad Araka dan Lentera karena nama keduanya belum tercantum, Selain itu juga bukan tugasnya.

"Ada apa ini? Kenapa sepertinya tegang sekali.." Tanya pak ustad itu. Pria yang sebagian rambutnya memutih itu memang baru sampai dan tentu saja tidak tahu apa-apa.

"Maaf, Pak ustad duduk dulu. Sepertinya ini masih ada kendala Pak" Kata pak penghulu kepada pak ustad.

"Pak, Bisa anda ulangi ucapan anda yang tadi?.." Pak penghulu meminta Amran untuk kembali menjelaskan secara detail tentang apa yang sempat Amran katakan sebelum ini. Dia adalah seorang penghulu, Menikah kan dua orang insan harus tahu tentang latar belakangnya. Karena semua ini menyangkut masalah ibadah seumur hidup.

Maka dari itu dia harus tahu latar belakang kedua orang tua dua insan ini sebelum di akad. Apakah bin/binti ayahnya atau justru bin/binti ibunya alias memakai wali nikah.

Hendra melihat ke arah Pak penghulu...

"Pak, Tolong jangan dengarkan dia.. Dia hanya asal bicara. Lebih baik ayo segera di mulai akadnya.." Hendra memotong ucapan Amran. Jangan sampai Amran mengatakan semuanya hingga membuat orang semakin tahu tentang Lentera kalau dia bukan anak dari hasil sah. Mau di letakkan dimana mukanya..

"Pak penghulu.. Dulu, Ketika Dewi ini hamil anak hendra.. Dewi ini masih berstatus sah menjadi istri saya Pak. Tanpa di jelaskan lebih detail, Bapak dan Pak ustad pasti paham dsn sudah bisa menyimpulkan bukan.." Seorang ustad disana diam menatap dua pengantin itu.

Dewi mendekat, Dia tidak boleh diam saja. Apalagi melihat raut wajah Bina calon besannya yang langsung berubah detik itu juga.

"Kalau Lentera hadir sebelum Hendra dan Dewi menikah itu artinya dia anak haram dong..." Batin Bina. Respeknya terhadap Lentera berkurang begitu saja setelah mendengar semuanya.

"Maaf Pak Ustad.. Tapi sepertinya ada kesalahpahaman disini.. Lentera itu hadir setelah saya dan suami saya menikah.. " Ucap Dewi, Di hadapan banyak orang seperti ini mana mungkin dia mau mengaku yang sesungguhnya. Dewi malu, Dan tidak tega melihat raut wajah Lentera yang menahan malu itu sejak tadi.

"Jangan menyembunyikan fakta Dewi.." Ucap Amran. "Lebih baik kau mengaku saja saat ini.. Karena percuma meski suamimu menjadi wali nikahnya putrimu. Pernikahan putrimu dan pria ini tetap tidak akan sah di mata agama dan selamanya mereka akan tetap berzina.. " Ucapan Amran di iyakan oleh pak penghulu dan Pak ustad serta para tamu yang mengerti akan hukum tersebut.

"Iya benar.. Anak yang hadir di luar nikah nasabnya bukan sama ayahnya tapi sama ibunya..

"Lagian jujur aja kenapa sih.. Emang mau anaknya berzina selamanya..

"Ya gapapa bu.. Kalau kata ceramah para ustad Zina itu bisa turun temurun loh hihihi

"Gak nyangka ya,? Anak yang di sayang ternyata anak haram...

Bisik-bisik mulai kembali terdengar. Lentera menahan gemuruh di dadanya. Kedua tangannya terkepal. Wajahnya merah padam menahan semuanya. Dia malu, Di hadapan orang banyak dia aibnya di ulti.

Di sebelahnya Araka terlihat terkejut. Niat hati untuk menikahi Lentera seolah hilang. Niatnya yang menggebu-gebu itu sudah tidak ada lagi.

Sementara Nenek Cahya, Dia tersenyum penuh kemenangan. Lihat lah wanita yang cucunya puji-puji itu, Dia tak lebih dari dari seorang wanita yang lahir dari wanita mura-han. Dari wanita yang selingkuh dengan pria lain saat masih sah menjadi istri orang.

"Kak Ella.." Itu suara Davina. Ibu dua anak itu mendekati Ella lalu menatap sinis Lentera. Wajahnya yang judes itu tak bisa di perbaiki sekarang..

"Kakak Ella lihat? Kakak bernasabkan ayahnya saja dia sudah kalah.. Gitu kok sok jadi wanita paling sempurna.." Seperti biasa, Bukan Davina namanya kalau bukan menjadi kompor.

Mata Lentera memerah, Gadis itu menahan tangis. Dia malu, Dia tidak punya muka. Sikap kepercayaan dirinya tadi itu langsung surut. Kedua tangannya semakin terkepal hingga buku-bukunya memutih.

"Jadi benar kalau Lentera itu anak haram? Kalau begini ceritanya, Batalkan saja pernikahan ini!!" Teriak Bina dengan lantang. Yang benar saja dia punya menantu anak haram, Cih tidak sudi..

"Saya tidak sudi kalau Araka menikah dengan wanita yang bahkan nasabnya saja bukan pada ayahnya.." Lentera bangkit, Dia berdiri.

"Tante gak bisa gitu dong! Aku dan Kak Araka itu saling cinta.." Lentera menggelengkan kepalanya, Dia tidak mau pernikahannya dengan Araka batal. Dia sudah mencintai Araka sudah sejak lama, Mana mungkin dia mau kalau pernikahan ini di batalkan. Kalau pernikahan ini batal, Semua usahanya merebut pria itu dari kakaknya seolah tak ada gunanya.

Arakan pun hanya terdiam. Dia seakan masih bingung dengan semua ini. Bisa jadi pria itu masih syok..

Hendra sang ayah pun tidak bisa menerima. Dia menatap tajam Amran yang menurutnya dalang dari kekacauan ini.

"Kau! Kau adalah dalang dari kekacauan ini Amran!!.." Tunjuk Hendra pada Amran. Dewi pun juga ikut menunjuk Amran. Ini adalah hari sakral putrinya namun semua hancur karena ulah mantan suaminya itu.

"Kau! Kau itu adalah pria brengsek! Bertahun-tahun kau menghilang tanpa kabar dan tanpa mengingat Ella, Datang-datang membuat rusuh..

Amran maju satu langkah, Tatapan matanya tak kalah tajam dari dua orang pengkhianat itu..

"Aku memang menghilang bertahun-tahun Dewi.. Aku memang tidak ingat pada putriku. Tapi aku punya alasan, Aku mengalami kecelakaan membuat diriku lumpuh dan gegar otak. Aku lupa pada putriku Cinderella, Namun aku tidak lupa. Istriku memenuhi kewajiban ku dengan setiap bulan masih memberikan uang nafkah untuk Ella.. Tanyakan saja pada suami tercinta mu itu, Dia kemanakan uang yang aku kirimkan selama ini.." Dewi langsung menatap Hendra, Pria itu gelagapan.

"Mas?

"Aku.. Aku.. Dia bohong dia..

"Kau yang berbohong Hendra! Aku punya bukti.. Bukti pengiriman uang pada putriku selama dua puluh tahun ini. Tapi kau justru mengatakan kalau aku tidak pernah menafkahi putriku.. Kau kemanakan uang itu hah!!" Bentak Amran penuh emosi. Maureen mengusap lengan pria itu agar tenang.

Hendra gugup, Tubuhnya kaku. Dewi mendekati Hendra..

"Mas.. Apa benar yang di bilang Amran, Kalau selama ini..

"Jangan percaya Dewi.. Dia ini bohong, Dia..

Brukk!.

"LENTERA!!!

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Pernikahan yang di gadang-gadang akan sukses dan lancar itu hancur seketika. Terlebih saat ini Lentera harus di bawa ke rumah sakit karena gadis itu tiba-tiba saja jatuh pingsan.

Entah hanya pura-pura atau pingsan sungguhan, Yang jelas Dewi dan Hendra jelas panik. Semua keluarga Araka berada di rumah sakit termasuk Ella dan Davin.

Ella sebenarnya tidak mau ikut ke rumah sakit ini namun Ella masih menghargai Mamanya. Untuk itu Ella mengajak Davin untuk menyusul.

Davina yang punya sifat kepo pun juga ikut. Dia jadi penasaran saja sakit apa si Lentera itu kok bisa tiba-tiba pingsan begitu.

"Ini semua gara-gara kamu.. Kamu yang buat Lentera menjadi seperti ini! Apalagi ayah kamu itu.. " Selalu saja Hendra menyalahkan Ella. Ella hanya diam, Di salahkan seperti itu bukankah sudah biasa. Hendra menunjuk Ella dengan jari telunjuknya..

"Kau! Kau itu Aaaaarrrggg!!

Davin langsung menggenggam jari telunjuk Hendra lalu memutarnya dengan seluruh tenaga pria itu.

"Aaaaarrrrggghh! Lepas.. Sakit! Aaaaarrrrggghh!!" Hendra berteriak merasakan jarinya yang terasa hendak patah.

"Dengar, Tidak peduli siapa kau!. Tapi yang jelas aku paling benci dengan orang yang menunjuk-nunjuk begitu. Akupun juga bisa menunjuk!!" Davin menunjuk Hendra tepat di depan mata pria paruh baya itu.

Sejak awal Davin memang tidak suka dengan Hendra, Apalagi setelah tahu kalau pria itu selalu menyakiti Ella.

"Lepas.. " Dewi mendorong Davin agar menjauh dari suaminya.

"Kau kasar sekali? Dia ini ayah mertuamu.." Ucap Dewi membela Hendra. Davin tersenyum sinis..

"Mama mertua.. Dia bukan ayah Ella. Ayah mertua saya hanya Papa Amran saja...

"Kamu..

Ceklek..

Pintu ruangan terbuka. Seorang wanita dengan jas putihnya keluar dari ruangan dimana Lentera berada. Dia adalah dokter yang menangani Lentera barusan.

Dewi dan Hendra mendekat dan langsung bertanya tentang kondisi Lentera..

"Dok? Bagaimana kondisi putri saya? Dia sakit apa?

"Iya dok.. Putri saya sakit apa?

Dokter itu menghela nafas panjang seraya tersenyum tipis.

"Kondisi pasien baik-baik saja.. Dan Alhamdulillah pasien tidak sakit.. Namun ada kabar baik.." Jelas dokter..

"Ka.. kabar baik dok?

"Benar.. Pasien yang bernama Lentera di nyatakan hamil....

Deg!

TBC

1
Ummi Sulastri Berliana Tobing
ah.. lentera g sadar2 jg dari kesalahan ny
Risma Hye Chan
smgat up nya smga up yang bnyak🤭
Risma Hye Chan
sudah aku vote yaa kak
Mama Bila😘❤️: Makasih kk🍁🥰
total 1 replies
Ri_♡
Lentera.....lentera kena karmakan lu,mkanya nggk usah nuduh2 Ella murahan kalau kenyataannya lu yg murahan😂😂😂😂syukurin😂😂😆😆😆
Sumar Sutinah
kamu lentera, kmu yg salah dih nyalahin Ella dasar gebleg, otaknya dah miring
Lusi Hariyani
lentera itu sdh gila org situ yg slh mlh nyalahin orglain bnr2 stres....nenek2 jg emak2 jd ya gitu klo ngomel sepanjang rel kereta api
Dila Dilabeladila
bagussssssss👍👍👍👍👍
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
memang nenek Cahya betul koq 😁😁😁
Evi alvian
Yach aku gak jadi ngomel..nenek Cahya udah terwakilkan🤭😁
Les Tary
mana keangkuhanmu Bina🤣🤣🤣
Teh Euis Tea
rasain kalian abis di maki2 sm nrnek cahya, hajar aj nek sekaluan tuh sm si bina yg benci bgt sm ella
Dew666
🍎🍭
Masha 235
hallo.....Bu Dewi!!!lupa,amnesiakh?!atau kurang ngaca....kalo malu ank kesayangan hamil diluar nikah....ap kbrmu yg dulu....selingkuh,&hamil ank selingkuhan ...
Putrii Marfuah
udah Salah kenapa gak sadar diri malah nyalahin orang lain. introspeksilah
Masha 235
bner yg dibilang nnk Cahya,lntera nama cantik,kelakuannya kebalik(kebalikn nmanya)😄😄
sri susanti
rasain kamu lentera,, puas rasa hatiku
Nayi Siti
good nenek,
Ariany Sudjana
ini lagi lentera, kamu yang jadi pelacur murahan, kamu yang hamil, ga tahu siapa lakinya, tapi kamu salahkan Ella. hey kamu masih waras? semua itu kesalahan kamu, jangan semua ditimpakan ke Ella, kan kamu yang jadi pelacur 🤭🤭 beda dengan Ella, Ella bisa menjaga martabatnya, dan punya suami juga konglomerat. sudah kamu masuk RSJ saja, biar otak kamu kembali normal
Masha 235: kn dia sama kyak araka KK,otak udang,kotornya ada dikepla,😄😄
total 1 replies
Nice1808
biasa nenek2 klo ngomel kyk kereta api🤣semua isi perut kluar semua tp bener yg di bilang nek cahya, nikahi tuh lentera yg di blg araka cinta ma tera, jaga ank yg ada di kandungan tera🤣🤣mana nmungkin berani kluarlah dr KK dan hak waris nek cahya
Ariany Sudjana
Dewi Dewi, makan tuh cinta, kamu membela Hendra sampai segitunya, dan kamu percaya semua perkataannya, kalau Amran ga pernah kirim uang, ternyata uang yang dikirim banyak, dan ga pernah sampai ke Ella, malah dipakai buat si jalang itu foya-foya
Masha 235: krna dah disumpelin kata manis&rayuanya Hendra kk,jadi taik rasa coklat....
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!