NovelToon NovelToon
Sumpah Di Bawah Bayangan Kaisar

Sumpah Di Bawah Bayangan Kaisar

Status: sedang berlangsung
Genre:Spiritual / Dijodohkan Orang Tua / Matabatin / Reinkarnasi / Nikah Kontrak / Mengubah Takdir
Popularitas:229
Nilai: 5
Nama Author: Laila ANT

Tabib Wi Lu mendapati dirinya dituduh meracuni Kaisar dan dipaksa menikahi Putri Yu Ming, pewaris tahta yang penuh dendam. Dengan reputasi tercoreng dan pengawasan ketat, Wei Lu harus melawan intrik licik Pangeran De, paman Kaisar, yang sebenarnya merencanakan kudeta dengan memanipulasi ilmu farmasi. Saat Yu Ming menjadikannya musuh, Wei Lu diam-diam menggunakan kejeniusan medisnya untuk membongkar konspirasi Pangeran De, menyelamatkan Kekaisaran dari wabah buatan, dan akhirnya mengungkap kebenaran di balik kematian Kaisar. Perjalanan ini memaksa Yu Ming menghadapi prasangkanya dan secara bertahap belajar mempercayai Wei Lu , mengubah pernikahan politik mereka menjadi pernikahan sejati yang di dasari cinta, kejujuran, dan penyembuhan bagi seluruh kerajaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Laila ANT, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

48 Jam

Wei Lu punya waktu kurang dari dua hari untuk mencegah Tabib Jian merilis laporan yang akan mengubahnya dari Perdana Menteri yang dicurigai menjadi pembunuh yang terbukti bersalah di mata seluruh kerajaan.

Wei Lu mengepalkan gulungan itu, merasakan kertasnya menusuk telapak tangannya. Ia harus segera bergerak, tetapi juru tulis di sebelah masih mencatat. Bagaimana ia bisa menghubungi Lin San, sekarang setelah pengawasan Yu Ming begitu ketat?

Ia harus menemukan cara untuk menyelinap keluar, atau setidaknya mengirim pesan yang jauh lebih rumit daripada kode di arsip.

Ia menatap tumpukan arsip yang telah ia selesaikan. Ia telah memenangkan waktu politik, tetapi kehilangan waktu kritis dalam penyelidikan.

Wei Lu menyadari sesuatu. Jika Pangeran De mengirimkan diagram palsu ke luar, itu berarti Pangeran De ingin mempublikasikan hasilnya. Pangeran De sedang menyiapkan serangan besar-besaran.

Wei Lu harus menghentikan Tabib Jian, atau setidaknya memastikan Yu Ming tidak mempercayai laporan itu.

Ia tidak bisa lari. Ia tidak bisa mengirim kurir. Ia tidak bisa berbicara.

Wei Lu bangkit dari kursinya, berjalan ke jendela, dan melihat bayangan dingin malam itu. Ia harus memikirkan strategi yang mustahil, strategi yang hanya bisa ia lakukan di bawah pengawasan total ini.

Ia kembali ke mejanya, mengambil kuas dan tinta, dan alih-alih menyelesaikan audit, ia mulai menulis sebuah surat yang ditujukan kepada Yu Ming, sebuah surat yang sangat formal, membahas rincian audit yang sudah selesai. Namun, di bawah kata-kata formal itu, ia mulai merencanakan sesuatu yang jauh lebih berbahaya.

Ia harus melibatkan Yu Ming dalam hal ini. Yu Ming harus tahu bahwa Pangeran De sedang mencoba melegalkan kebohongannya.

Wei Lu menulis dengan cepat, merasakan adrenalinnya berpacu. Ia harus menyerahkan surat ini secara pribadi kepada Yu Ming, dan di dalam surat itu, ia akan menyembunyikan instruksi pertamanya untuk kemitraan rahasia mereka.

Ia menulis kalimat penutup formal audit:

"Semua tanda tangan yang tercantum telah diverifikasi, kecuali satu yang masih memerlukan analisis ahli."

Di balik kata-kata itu, ia menyembunyikan kode baru, referensi tentang "angin di langit dan racun di bumi."

Tepat saat ia hendak menyegel surat itu, ia mendengar suara langkah kaki di lorong. Kali ini, itu bukan Yu Ming, tetapi suara pelayan yang bertugas membawa dokumen ke ruang arsip.

Wei Lu menyembunyikan surat itu di bawah tumpukan arsip. Ia tidak bisa membiarkan pelayan itu mengambil surat itu. Ia harus menyerahkannya kepada Yu Ming secara pribadi.

Pintu terbuka. Pelayan itu membungkuk.

"Yang Mulia Perdana Menteri, saya datang untuk mengambil arsip yang telah selesai."

Wei Lu mengangguk, menunjuk ke tumpukan.

"Ya, ambillah. Tapi tinggalkan tumpukan ini," katanya, menunjuk ke tumpukan yang di bawahnya terdapat surat untuk Yu Ming.

"Mengapa, Yang Mulia?" tanya pelayan itu, bingung.

"Tumpukan itu," jawab Wei Lu, suaranya dingin dan tegas.

"Akan saya serahkan langsung kepada Ratu. Ini adalah laporan yang terlalu sensitif untuk diurus oleh pelayan."

Pelayan itu mengangguk, mengambil tumpukan yang lain dan meninggalkan ruangan.

Wei Lu kini memegang surat itu. Ia harus pergi ke hadapan Ratu, segera. Ia harus menghadapi kebencian Yu Ming sekali lagi, untuk memberitahunya tentang Tabib Jian dan 48 jam yang mereka miliki.

Wei Lu berdiri, mengambil jubahnya, dan mengencangkan ikat pinggangnya. Ia memasukkan pesan rahasia Lin San ke dalam lipatan jubahnya, bukti bahwa ia masih bekerja di bawah meja.

Ia berjalan ke pintu, lalu berhenti. Ia melihat juru tulis di kantor sebelah yang masih bekerja.

Wei Lu mengambil sebatang lilin, menyalakannya, dan berjalan ke ruangan juru tulis.

"Anda telah bekerja keras," kata Wei Lu kepada juru tulis itu, nadanya yang tenang membuat juru tulis itu tegang.

"Terima kasih, Yang Mulia," jawab juru tulis itu, matanya penuh kecurigaan.

"Saya akan pergi ke Ratu sekarang untuk menyerahkan laporan akhir. Saya tidak akan lama," kata Wei Lu.

"Tapi saya ingin Anda membuat salinan rinci dari catatan Anda hari ini. Saya ingin memastikan akurasi total."

Wei Lu meletakkan lilin itu terlalu dekat dengan tumpukan arsip di meja juru tulis, lalu ia berbalik dan pergi.

Juru tulis itu memandang lilin yang nyalanya terlalu besar itu. Ia harus memindahkannya.

Saat Wei Lu mencapai lorong, ia mendengar suara juru tulis itu bergerak dengan panik. Tujuannya tercapai: juru tulis itu akan sibuk menyalin arsip, bukan mengawasinya.

Wei Lu bergerak cepat di lorong yang gelap, menuju kediaman Yu Ming. Ia harus menyampaikan pesan ini.

Ketika ia tiba di luar kediaman Yu Ming, ia melihat penjaga Ratu berdiri di sana.

"Saya punya laporan mendesak dari audit untuk Ratu," kata Wei Lu, menyerahkan surat yang telah ia segel.

Penjaga itu mengambil surat itu dan menghilang ke dalam. Setelah beberapa menit yang terasa seperti jam, penjaga itu kembali.

"Ratu memanggil Anda, Yang Mulia Perdana Menteri. Dia menunggu di ruang kerjanya."

Wei Lu masuk.

Yu Ming duduk di meja kerjanya, suratnya tergeletak di depannya, belum dibuka. Wajahnya masih keras, memancarkan kedinginan dari konfrontasi terakhir mereka.

"Apa yang begitu penting sehingga Anda harus mengganggu saya lagi, Wei Lu?" tuntut Yu Ming.

"Ratu, buka surat itu," perintah Wei Lu, mengabaikan formalitas.

Yu Ming mengerutkan kening, tetapi karena nada suara Wei Lu yang mendesak, ia mengambil pisau kertas dan merobek segelnya. Ia mulai membaca kata-kata formal tentang audit.

Tiba-tiba, mata Yu Ming melebar saat ia mencapai kalimat tersembunyi Wei Lu. Ia menatap Wei Lu, mencoba membaca maksud di matanya.

"Apa maksud dari 'angin di langit dan racun di bumi,' Wei Lu?" bisik Yu Ming, nada suaranya kini mengandung campuran kemarahan dan kebingungan.

"Apakah ini semacam ancaman—"

"Itu adalah kode," potong Wei Lu.

Ia melangkah maju, tangannya mencengkeram lipatan jubahnya, tempat pesan Lin San disembunyikan.

"Pangeran De tidak hanya bermain dengan arsip lagi, Ratu. Dia akan—"

Wei Lu berhenti. Ia mendengar suara langkah kaki dari lorong. Langkah kaki yang cepat dan tergesa-gesa.

Pintu ruang kerja Yu Ming didorong terbuka dengan keras. Pangeran De berdiri di ambang pintu, tampak pucat dan marah. Di belakangnya, berdiri Tuan Bao.

"Ratu Yang Mulia! Saya baru saja mendengar laporan yang mengganggu!" seru Pangeran De, matanya tertuju pada Wei Lu.

"Perdana Menteri Wei Lu harus segera didakwa! Kami baru saja menemukan bukti yang tak terbantahkan! Tabib Jian telah mengonfirmasi bahwa diagram dosis ramuan Kaisar adalah bukti pembunuhan!"

Pangeran De melangkah maju, wajahnya penuh kemenangan.

"Kami memiliki laporan resmi sekarang, Ratu. Wei Lu adalah pembunuh yang terbukti secara legal. Dan saya sudah menyegel semua dokumennya untuk—"

Wei Lu merasakan getaran dingin menjalar di punggungnya. Pangeran De tidak hanya menunggu 48 jam. Dia telah bergerak lebih cepat. Tabib Jian sudah merilis laporan.

Wei Lu berdiri kaku, menyadari bahwa ia telah kalah dalam perlombaan waktu yang paling krusial. Yu Ming menatapnya, matanya dipenuhi kejutan, pengkhianatan, dan kebencian yang baru. Surat Wei Lu tergeletak terbuka di mejanya, dan Pangeran De sekarang memiliki bukti yang sah untuk menghancurkan Wei Lu.

"Wei Lu," bisik Yu Ming, suaranya penuh bahaya. Ia menatap Wei Lu, lalu ke Pangeran De, lalu kembali ke surat rahasia di mejanya.

"Apa yang Anda sembunyikan sekarang—"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!