"JANGAN GERAK!"
"Siapa!?"
"SHH!! Diam atau kita mati konyol!"
Pertemuan tidak sengaja Noah Christian dengan Billie Ashton di saat hidup kedua nya berada di ujung tanduk ternyata membuat Noah penasaran dan mencari identitas gadis yang membekap mulut nya di malam gelap itu.
Wajah nya tidak begitu terlihat, hanya suara parau dan tangan gemetar serta bau wangi yang membuat Noah tidak bisa melupakan nya. Dia terus mencari, keberadaan gadis yang sembrono dan misterius itu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratna Jumillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPS. 19. Makan malam.
Malam harinya, sekitar jam 7 malam. Billie mendengar pintu apartemen nya di ketuk, dia bingung tapi tetap mengintip dari lubang pengintip dan ternyata Noah sedang berdiri di sana. Billie pun membuka pintu nya.
"Noah.." Gumam Billie.
"Hey, kamu udah makan?" Tanya Noah, Billie tertegun karena dia sebenar nya belum lama bangun tidur, laos pun masih pakai kaos yang siang tadi.
"Belum." Sahut Billie, Noah tersenyum lalu menarik tangan Billie masuk kedalam unit nya.
"Eh, mau ngapain?" Tanya Billie, dia nyaris menyerang Noah karena Noah tiba - tiba menyeret nya masuk ke dalam apartemen nya.
"Kamu masih waspada, ya? Maaf - maaf.. aku cuma mau ajak kamu makan bareng." Ucap Noah, Billie terkejut.
"Makan bareng?" Tanya Billie, Noah mengangguk dan menggiring Billie duduk di du meja makan.
Noah berjalan ke arah pintu, dan seperti siang tadi dia membuka pintu apartemen nya agar Billie tidak takut atau siaga.
"Aku masak agak banyak, kamu kan bilang masakanku enak." Ucap Noah, Billie sampai tidak bisa berkata - kata.
"Bu- bukan, Noah kamu nggak harus beneran masak buat aku, astaga." Ucap Billie merasa tidak enak.
"Jadi kamu tolak? Padahal aku udah masak.." Ucap Noah, wajah nya sedih.
"Hehe, ya nggak juga. Karena kamu udah masak, aku makan." Ucap Billie dan senyum Noah kembali terbit.
"Nah, yuk makan." Noah langsung membantu Billie, dia mendekatkan semua makanan ke sisi Billie.
Billie heran karena semua makanan yang tersaji di sana adalah makanan yang dia suka, seperti udang asam manis, cah baby buncis, dan tofu. Itu adalah makanan yang tidak akan bisa Billie tolak.
'Bentar, ini bukan jadi makanan terakhir sebelum gue mati, kan? Kok rasanya gue merinding.' Batin Billie.
"Makan." Ucap Noah, Billie masih terdiam.
Noah melihat Billie yang tampak ragu, akhir nya Noah mengambil makanan itu lebih dulu dan memakan nya. Tiap menu dia ambil untuk membuktikan pada Billie bahwa tidak ada racun atau apapun di dalam makanan itu.
Melihat Noah memakan makanan itu dengan lahap sambil tersenyum, Billie pun kemudian menyendok makanan nya dan dia makan. Dan lagi - lagi, Billie terkesima dengan rasanya.. rasanya sama dengan makanan restoran yang biasa dia makan.
"Kamu masak ini semua?" Tanya Billie, Noah mengangguk.
"Hm, enak?" Tanya Noah, Billie mengangguk sambil tersenyum.
"Makan yang banyak, biar cepet sehat." Ucap Noah sambil tersenyum terus menatap Billie.
Noah tidak bisa menyembunyikan senyum nya lagi karena Billie lahap memakan masakan nya. Dan ya.. tidak ada yang namanya kebetulan di dunia ini. Noah menyelidiki Billie, dia mencari tahu apa yang Billie suka. Identitas Billie memang tidak bisa di cari sembarangan tapi Noah bisa.. dia memiliki banyak akses.
Noah yang pada dasar nya pandai memasak menunjukan keahlian nya, membuat makanan kesukaan Billie.
'Pelan - pelan, kamu akan terbiasa denganku.. Billie.' Batin Noah.
'Aku akan buat kamu mau mengandalkanku jadikan aku senjatamu yang paling tajam untuk merobek keluarga Varlian.' Batin Noah lagi.
Saat Noah menyelidiki Billie, tentu dia akhir nya bertemu juga dengan latar belakang Billie, siapa Billie sebenar nya. Noah tau bahwa Billie adalah putri Bilson Varlian dari istri pertama nya yang sudah meninggal, dalam artian Billie saat ini bekerja di rumah ayah nya sendiri yang tidak tahu bahwa Billie masih hidup.
Saat Noah mengetahui apa saja yang Billie alami dan lewati untuk menjadi dirinya yang sekarang, Noah sedih.. Terlalu banyak luka, terlalu banyak darah, terlalu banyak hal yang menurut nya sangat tidak masuk akal untuk di alami seorang gadis sampai bisa berdiri dengan kaki nya sendiri.
"Mm, siang tadi waktu kamu pergi.. Ada orang masuk ke apartemenmu, kamu kenal dia?" Tanya Noah.
"Oh, itu pasti orang nya pak Zico. Setiap seminggu dua kali dia akan datang bersih - bersih, entah apa yang di bersihkan.. Toh aku bisa bebersih sendiri." Jawab Billie sambil mengunyah.
"Tapi kamu pernah bertemu secara langsung sama dia?" Tanya Noah, Billie menggeleng.
"Enggak, selalu saat aku nggak ada. Kalo tadi aku di rumah mungkin aku ketemu, kenapa?? Ada yang aneh sama dia?" Tanya Billie.
"Dia seorang laki - laki." Ucap Noah, Billie mengangguk.
"Aku tau." Noah mengepalkan tangan nya.
"Kamu tau, tapi kamu nggak protes ke atasanmu?" Tanya Noah.
"Ngapain?" Tanya Billie dengan wajah polos nya, Noah yang sepertinya cemburu itu sampai menggigit bibir nya hingga berdarah untuk melampiaskan kekesalan nya.
"Eh, kamu makan sampe kegigit, bibirmu berdarah.'' Ucap BIllie, dia mengambilkan tisu dan memberikan pada Noah.
"Nggak apa - apa, luka kecil." Ucap Noah sambil tersenyum, sambil mengusap darah di bibir nya.
Tapi kemudian Noah teringat siapa Billie, dia bukan gadis biasa.. kalau sampai ada hal yang terjadi sudah pasti Billie bisa menanganinya. Tapi membayangkan kalau suatu hari nanti Billie secara tidak sengaja berada di rumah dan pria itu datang bersih - bersih.. Noah sangat kesal.
Tiba - tiba hp Billie bergetar, hp yang dia pakai untuk bekerja, itu adalah panggilan dari Zico, Noah melihat itu.. BIllie juga melihat dengan tatapan kebingungan mengapa Zico menelepon nya, padahal dia sedang libur.
"Ngapain dia nelpon?" Gumam Billie dengan wajah bingung tapi masih bisa di dengar Noah.
"Halo." Billie mengangkat panggilan itu.
"Billie, saya sedang naik ke atas.." Ucap Zico, Billie terkejut.
"HAH!! Ngapain bapak kesini?" Tanya Billie kaget sampai berdiri, Noah juga ikut heran.
"Apa - apaan responmu, berani bentak saya lagi." Ucap Zico. Billie memberi kode pada Noah bahwa dirinya harus pulang.
Billie bahkan berlari dengan panik sampai satu sandal nya terlepas dan balik lagi, Noah terkekeh melihat tingkah Billie yang menggemaskan saat sedang panik.
"Bu- bukan, saya mana berani bentak bapak lagi." Ucap Billie, dia melambaikan tangan pada Noah dan Noah mengangguk, Billie lalu masuk kedalam apartemen nya sendiri.
Dan tak lama terdengar tanda pintu lift terbuka, dan Ya.. itu adalah Zico yang datang dengan dua orang pengawal. Noah juga berjalan ke arah pintu dan menutup pintu apartemen nya. Saat sebelum pintu itu tertutup, tatapan Noah dan Zico bertemu. Tapi Zico tidak mempedulikan nya karena mengira Noah hanya penghuni apartemen itu juga.
Zico mengetuk pintu dan Billie membuka nya, Zico masuk tapi dua pengawal itu berjaga di depan pintu. Noah mengepalkan tangan nya melihat Zico masuk kedalam sana meski apartemen itu memang milik Zico. Sementara Billie dan Zico yang berada di dalam saat mereka sedang duduk di sofa, Billie juga duduk dengan serius karena mengira ada kasus dadakan yang terjadi sampai Zico datang ke apartemen nya.
"Bagaimana kondisimu?" Tanya Zico, dia menyilangkan kaki nya lalu menyalakan rokok nya.
"Baik, besok saya masuk kerja pak." Ucap Billie.
"Kamu nggak mau libur?" Tanya Zico, Billie menggeleng.
"Saya baik - baik saja, luka ini cuma luka kecil." Ucap Billie, dia tidak mau membuang waktu karena dia hanya ingin cepat mencapai tujuan nya.
'Sialan.. ni orang bikin perut gue enek aja.' Batin Billie, dia tidak suka bau asap rokok. Zico malah duduk di sana memenuhi apartemen itu dengan asap rokok nya.
"Coba saya lihat lukamu." Ucap Zico, Billie mengernyitkan kening nya.
Billie pun menyingsing lengan kaos nya dan bisa terlihat lengan Billie yang di perban, Zico menatap perban itu yang terdapat banyak darah.
"Ambil kotak obat, saya bantu ganti perban." Ucap Zico.
"Terima kasih pak, nggak perlu. Saya bisa ganti sendiri, ini nggak sulit kok." Ucap BIllie, dia menutup kembali lengan nya.
"Kamu keras kepala sekali. Ya sudah, kalo kamu mau balik kerja besok nggak apa - apa. Tapi awas kalo luka itu menghambat kinerjamu." Ucap Zico, Billie hanya tersenyum.
Zico lalu bangun dari duduk nya, dia mematikan rokok nya lalu pergi dari sana tanpa sepatah kata apapun lagi. Tapi sebelum pergi, satu pengawal masuk kedalam dan meninggalkan kantong kertas berisi makanan. Billie pun sangat tidak mengerti jalan pikiran Zico, dia datang cuma mau numpang merokok dan antar makanan saja. padahal Billie pikir Zico datang karena ada masalah yang membutuhkan nya.
"Muka dia selalu serius banget gitu, kupikir ada masalah apa.." Gumam Billie.
...BERSAMBUNG!...