NovelToon NovelToon
Pernikahan Kedua Di Negeri Ginseng

Pernikahan Kedua Di Negeri Ginseng

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Penyesalan Suami
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Eka Magisna

Tidak ada yang salah, termasuk bertemu dan menikah dengan pria itu, pria asal Busan-Korea, yang hidupnya terlalu pas-pasan. Pernah mendapatkan cinta yang penuh dari pria itu sebelum akhirnya memudar lalu kandas.
Gagal di pernikahan pertama, Anjani kembali menjalani pernikahan kedua, dengan seorang pengacara kontroversial di negeri yang sama. Bukan hanya harta dan kedudukan tinggi yang menaunginya, Anjani berharap, ada kekuatan cinta menghampar 'tak terbatas untuknya, menggantikan yang lebur di kegagalan lalu, dia tidak ingin kandas kedua kali.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eka Magisna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Singa di Persidangan

Ryu Jeong ada di Pulau Jeju, sudah dari empat hari yang lalu.

Bukan untuk berlibur memburu makanan laut atau pemandangan indah di sana, melainkan ada persidangan yang sedang dia tangani.

Saat ini berada di sebuah villa minimalis yang disediakan secara khusus oleh klien-nya, berdua dengan Raon, tenggelam dalam situasi hening.

"Haaa, kenapa kasusnya rumit sekali?" Kesah itu terdengar berat, dari tampangnya, Jeong sedang mengutuk keadaan yang sebenarnya tidak ada yang begitu kacau.

Sofa empuk yang dijadikan tubuhnya bersandar dengan kepala tersangga mendongak ke langit-langit, tetap tidak membuat nyaman.

"Dia baru saja mengeluh," cicit hati Raon, sedikit merasa aneh. Berserak dokumen di atas meja sedang menyibukannya. Dalam kesibukan itu, berulang dia melirik sang boss yang berada tepat di hadapannya tersekat meja kaca tanpa vas bunga, rasanya ingin meneriaki.

Bukan tak paham perangai atasannya, bahkan dia lebih paham dari siapa pun, tapi sepanjang sejarah mengekor sebagai asisten pribadi, ini kali pertama Raon mendapati Ryu Jeong seperti kehilangan diri.

“Dia seperti bukan dirinya, dirinya si pengacara sinting yang selalu penuh obsesi dalam setiap kasus yang ditangani. Kenapa?" Raon bertanya-tanya dalam hati, namun detik selanjutnya malah menjawab sendiri, “Ya, apalagi? Pasti karena wanita tiga paruh waktu itu!"

Sudah segila apa seorang Ryu Jeong oleh Anjaniーjanda yang bahkan tak pandai merias diri, selalu lusuh dengan pakaian yang jarang berganti-ganti?

“Wajahnya memang cantik," Raon mengakui, “Tapi dia tetap hanya wanita biasa yang untuk level seorang Ryu Muda ... rasanya terlalu aneh. Masih banyak wanita Seoul yang cantik dan menggairahkan, bisa-bisanya dia tergila-gila pada wanita yang berpenampilan seperti bibi?”

Sampai menggeleng karena tak habis pikir.

Jeong membuka mata lalu melirik asisten pribadinya itu, tanpa bergerak dari posisi. “Jika kau bertanya apa yang terjadi padaku, seharusnya kau sudah bisa menebak apa alasannya.”

“Ya?" Raon melengak.

“Jangan mengeles! Yang ada di otakmu tidak salah adanya. Aku seperti ini memang karena Anjani. Bukan hanya kehilangan fokus, tapi juga merasa gila." Lalu mendesah kasar. “Aku tidak puas hanya dengan membaca pesannya yang tidak pernah lebih dari tiga kata saja. Raon ... aku merasa benar-benar seperti budak!”

 “Baru sadar,” cibir Raon dalam hatinya, kembali hanya sedikit perubahan kecil di sudut bibir, selebihnya tidak mengatakan apa-apa, melanjutkan pengamatan berkas. Bicara pada budak cinta, dia tidak bisa memberikan pengimbangan berupa kata, entah merasa Jeong lebih pandai, atau dirinya yang tidak ada pengalaman banyak mengenai itu.

Jeong mendelik lalu kembali ke posisi tadi. Sudah diabaikan Anjani, sekarang Raon sok tidak peduli.

"Kenapa Anda tidak mencoba melakukan panggilan video?"

Saran Raon ditanggapi Jeong dengan dengusan, "Dia tidak pernah melakukan itu, tidak ada alasan, begitu katanya."

Raon hanya manggut sekali dan tipis saja, tapi dalam hati tetap mencibir, 'memang wanita aneh'.

Jeong, puas di posisi yang tidak membuatnya merasa baik, dia bangkit menegakkan badan, kemudian meraih sehelai dokumen di atas meja.

"Aku akan selesaikan kasusnya dalam 2x24 jam, lalu kembali cepat ke Seoul!"

Raon yang belum menemukan apa pun dari pengamatannya melengak, cukup terkejut. "Tapi, Bosー"

"Tapimu hanya akan membuang waktu!" sambar Jeong seraya bangkit berdiri. "Jika kasus ini berhasil kututup lusa, maka kau kuizinkan tinggal dua hari untuk berlibur di sini seorang diri, atau hubungi teman wanitamu."

“Oh ... my ... Lord! Dasar bedebah gila!"

Setidaknya hati tidak melarang untuk mengutuk. ーKim Raon.

*

*

Di belahan kota Seoul, Anjani sedang berjalan menyusur aspal menuju halte bus yang akan mendorongnya pulang selepas dari toserba.

Saat dia berhenti untuk membalas pesan Jeong yang isinya hanya 'selamat malam', seseorang tiba-tiba muncul seperti hantu, berdiri tepat di hadapannya.

Mata miliknya yang bening bulat, tergerak melebar.

"Bagaimana kabarmu?"

Pertanyaan itu terdengar asing padahal suaranya begitu familiar. Anjani yang langsung bisa menguasai diri, mendengus seraya membuang wajah. "Aku baik," jawabnya setengah hati.

Ahn Woojun nampak terkejut, seumur mengenal bahkan selama hidup bersama, baru kali ini dia mendengar dan melihat Anjani mendengus dengan ekspresi seperti itu, biasanya dia manis, diam dan sangat penurut. Tentu saja itu mode baru dalam diri mantan istrinya yang introvert itu.

Namun anehnya, Woojun malah tersenyum. "Kau jadi sangat menarik setelah kita bercerai seperti ini."

"Jika tidak ada yang ingin kau katakan, aku akan pergi." Tanpa menunggu balasan kalimat, Anjani langsung mengambil langkah seribu.

"Tunggu, Anjani!" Woojun mencegah.

Hanya menghentikan langkah, tidak berbalik. "Aku ingin cepat pulang dan merebah, jadi tolong ... katakan lebih cepat!"

Woojun terentak, tapi sudah terlanjur sampai ke sini, sedikit ragu dia mengatakan, "Bisakah ... kita makan bersama malam ini?"

Anjani mendelik. "Tidak!" tolaknya tanpa berpikir. "Aku pergi."

“A-Anjaniー” Tangan Woojun mengambang di udara, sulit mencegah lagi. “Waah, ternyata ujian yang kuhadirkan membuatmu sedikit lebih kuat dan berani.”

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

"Keberatan!" Ryu Jeong memotong saat jaksa penuntut umum membeberkan asumsinya.

Semua diam, bahkan pihak pengacara lawan sampai menelan ludah, menoleh ke arahnya dengan tatapan cemas.

Hakim menerima keberatan itu, lalu mempersilakan Jeong dengan pembelaannya.

“Terima kasih, Yang Mulia," ucapnya pada hakim ketua, lalu berdiri.

Aura persidangan menjadi sangat kelam, terlebih senyum Jeong yang seperti kutukan itu menyebar dengan tatapannya ke semua arah.

 "Anda mengatakan bagaimana caranya menyiksa sementara tubuh korban baik-baik saja?"

Jaksa penuntut akan bicara tapi dengan cepat Jeong memotong lagi, "Lalu bagaimana dengan pengasuhan paksa padahal anak itu tidak ingin diasuh oleh tersangka? Termasuk hal sejenis .... memakai gaun malam yang tipis padahal dia tidak ingin mengenakannya, atau dicekok alkohol setelah itu diraba-raba?”

Terdakwa yang merupakan seorang lelaki paruh baya menelan ludah mendengar itu. Dia ingin menampik, tapi tatapan kecil Jeong yang menusuknya membuat sesak dan sulit untuk sekedar menyuarakan satu suku kata saja.

Di kursi agungnya, hakim mengamati dan mendengarkan dengan seksama.

"Anda pernah dengar kata 'terpaksa menerima dari pada mati sia-sia?' ... Itu yang dilakukan Yoo-hwa! Menahan diri, mengiyakan padahal dia ingin menolak, lalu terpaksa menjadi budak. Itu ... penyiksaan verbal yang cukup kejam, Tuan Jaksa!"

Jaksa bernama Seo Kyeong itu tertelan debatnya sendiri, diam bungkam tanpa sanggup memikirkan balasan selanjutnya, tidak ada stok di atas berkas yang bisa dipertaruhkan. Akan tetapi, “Kau bisa tunjukkan buktinya?"

Ketegangan berangsur pekat, terutama saat Jeong tersenyum seperti ituーpenuh siratan.

“Tentu saja! Aku tidak pernah lupa untuk menggali, sampai kedalaman yang paling sulit.”

Keadaan gaduh. Tersangka menegang, beradu pandang lebar dengan pengacaranya.

Bukti berupa rekaman video yang sama sekali tidak pernah diduga baik oleh tersangka kasus, maupun korban yang saat ini menjadi klien Ryu Jeong.

 Di kursi penonton, Kim Raon tersenyum tipis namun bermakna penuh. Ada peran dirinya di balik bukti-bukti yang dihasilkan, meski dengan arahan sempurna Ryu Jeong, dia tetap punya nilai sendiri di cara kerjanya.

Sung Yoo-hwa, gadis 18 tahun, yatim piatuーpelapor dan korbanーklien Pengacara Ryu yang dibebaskan dari biaya karena kemiskinan, menangis terisak di pelukan sang bibi yang terus mendukung. Bukti itu ... dari mana pengacara itu mendapatkannya? Dia bahkan sudah mencari diska lepas rekaman ketololan terdakwa sampai ke tempat yang paling sulit dijangkau, tapi Ryu Jeong ....

TOK! TOK! TOK!

Tiga ketukan palu hakim ketua terdengar menggema di udara kelam setelah kajian ulang dan bukti dianggap valid.

Keputusan akhirnya adalah: Terdakwa diganjar hukuman 15 tahun penjara.

Telak.

Jaksa penuntut dan pengacara terdakwa, kacau dalam bungkam mereka. Ryu Jeong si gila itu, memang seekor singa.

Selepas itu ....

Setelah berpamitan pada klien-nya dan kasus resmi selesai, tanpa menunggu waktu, Jeong langsung melejitーpulang ke Seoul dengan jalur udara, paling cepat yang hanya menghabiskan waktu satu jam saja.

Kim Raon juga ikut bersama, dia menolak tawaran cuti dua hari dari Pengacara Bos, mengatakan tidak tahu akan melakukan apa jika sendiri, bekerja lebih menyenangkan dan penuh tantangan, apalagi saat menangani sang atasan yang sedang jadi kelakuannya.

Sekarang, menuju Anjani.ー

1
Batsa Pamungkas Surya
woojoon.. kau yg buat luka seolah olah kau yg jadi korban... hadeeech😄
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐: Hadeuh banget emang, Kak
total 1 replies
Batsa Pamungkas Surya
👍 mantap
Batsa Pamungkas Surya
lanjutkan⏩ laah🙏
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐: Siap, Kak.
makasih masi membaca. Up-nya agak slow. aku sedang menggarap satu buku pria--action--lagi. do'akan lancar ya.
total 1 replies
Machan
kesian amat ya. padahal banyak yg nganggur di pasar
Machan
aku lebih romantis dari mereka lho, nyonya ju. klo mo tau, sini mampir😜
༄ᴳᵃცʳ𝔦εᒪ࿐
sebut saja, Malaikat tanpa saraf 😝
༄ᴳᵃცʳ𝔦εᒪ࿐
Sepertinya kenalan lama 🤔
Batsa Pamungkas Surya
jangan tunggu lama lama
Batsa Pamungkas Surya
semngat up nya💪
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐: Hehe, insyaAllah, Kak.
total 1 replies
༄ᴳᵃცʳ𝔦εᒪ࿐
Hmmh... blekok 😌
༄ᴳᵃცʳ𝔦εᒪ࿐
Iklannya sekarang makin meresahkan, asal scroll bab berikutnya, pasti disambut dua iklan yang syulit diskip 🥴
༄ᴳᵃცʳ𝔦εᒪ࿐
Babu!
༄ᴳᵃცʳ𝔦εᒪ࿐
Bajjjjjiiiingaaaaaan....!!!
DZIIIING... 🤜🥴💨
༄ᴳᵃცʳ𝔦εᒪ࿐
Idungnya pesek gak, Pak? 😁
༄ᴳᵃცʳ𝔦εᒪ࿐: Hahaha 🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
༄ᴳᵃცʳ𝔦εᒪ࿐
Tipsnya buat Tuan Berkaki Panjang!
Selamat jingkat buat Author!
༄ᴳᵃცʳ𝔦εᒪ࿐: Jingke... jingke...
total 2 replies
Drezzlle
nah gitu pintar dikit 😒
Drezzlle
udah beban masih juga bisa ngasih janji palsu ke wanita lain😒
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐: Ketidakbergunaan rata2 jarang disadari sama pelakunya🤣
total 1 replies
Drezzlle
dan kau masih percaya mereka akan bercerai. bulol/Curse/
Batsa Pamungkas Surya
lanjutkan lah
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐: Siap.
Btw, terima kasih selalu hadir, Kakak😍
total 1 replies
Drezzlle
trik apa ini? apakah menyembunyikan bangkai lagi/Curse/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!