NovelToon NovelToon
Ketika Dukun Bertindak

Ketika Dukun Bertindak

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Pernikahan Kilat
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Gledekzz

🍂🍂🍂🍂🍂

Napas gadis itu hangat menyentuh lehernya. Bulu mata Yura tampak basah, alisnya berkerut seolah tengah menahan sesuatu bahkan dalam keadaan tidak sadar.

"Tolong…" suara Yura terdengar lirih, matanya tetap terpejam. "Siapa pun… tolong aku…"

Langkah Alexa terhenti.

"Aku sudah membuat masalah besar… aku malu… seharusnya aku tidak melakukan itu…" gumam Yura terputus-putus. "Sampai Pak Bos mengira dia menyukaiku… padahal itu akibat ajimat… aku salah meletakkannya."

Tubuh Alexa menegang.

🍃🍃🍃🍃🍃

Next.... 👉

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gledekzz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Belenggu dan rahasia

...🍂🍂🍂🍂🍂🍂...

Perkataan Rani terus terngiang di benak Rendra dan perlahan berubah menjadi belenggu yang menyesakkan.

Sejak awal, Rendra tidak pernah berniat menjadikan Rani sebagai bumerang dalam hidupnya. Terlebih lagi, percakapan mereka sebelumnya sudah menyentuh kata ancaman, bahkan menyeret Rose.

Hal itu membuat pikirannya dipenuhi kecurigaan yang semakin sulit ditepis.

Tanpa disadari, arah pikirannya mengerucut pada satu kesimpulan yang menurutnya paling masuk akal yaitu Yura.

Rendra mengepalkan rahangnya. Ia meyakini tidak mungkin Rani menaruh kebencian sedalam itu pada Rose tanpa adanya pengaruh dari pihak lain.

Dan satu-satunya orang yang terlintas di kepalanya adalah Yura. Ia merasa yakin bahwa gadis itu pasti telah menghasut Rani, sengaja memutarbalikkan keadaan.

Penyesalan pun menyusup perlahan.

Selama ini, ia menganggap Yura sebagai adiknya sendiri. Ia melindungi, memaklumi, bahkan menutup mata terhadap sikap kekanak-kanakan yang kerap Yura tunjukkan. Kini, semua itu terasa seperti kesalahan besar.

Dengan napas yang sedikit berat, Rendra meraih ponselnya. Ia membuka kontak bertulis My Love Rose dan segera menekan tombol panggil.

Ia membutuhkan suara wanita itu, sekadar untuk menenangkan hatinya. Di saat yang sama, ia berharap bisa mendapatkan kabar tentang Yura.

Ia harus melindungi Rose.

Terlebih lagi, Rose tengah mengandung anak mereka. Meski belum menikah karena Rose masih bersikeras menunggu kepulangan Yura, Rendra tidak bisa membiarkan apa pun membahayakan wanita yang ia cintai itu.

Di sisi lain, Rose sedang duduk di pinggir jalan, menunduk sambil mengutak-atik ponselnya. Wajahnya tampak pucat dengan sorot mata yang dipenuhi kecemasan.

Tangannya sesekali terangkat ke mulut, menggigit kuku jarinya. Kebiasaan lama yang selalu muncul setiap kali ia dilanda gelisah, tanpa seorang pun mengetahui.

Nomor Yura masih tidak aktif.

Panggilan demi panggilan tak pernah tersambung. Pesan-pesan yang ia kirim pun tak kunjung mendapat balasan.

"Kau di mana, Yur?" gumamnya lirih. "Bukankah kau selalu ada saat aku membutuhkanmu?"

Ia terhenyak ketika layar ponselnya menyala, menampilkan nama My Love. Lengkungan tipis terbit di sudut bibirnya, meski kekhawatiran di dadanya belum juga mereda. Ia segera mengangkat panggilan itu.

"Halo, Kak," sapanya pelan.

"Kau di mana sekarang?" tanya Rendra tanpa basa-basi. "Apa Yura menghubungimu?"

Rose terdiam sejenak. Ada sesuatu yang mengganjal di hatinya. Ia berpikir, mungkin sampai kapan pun Rendra akan selalu memikirkan Yura, sebagaimana dirinya.

Jika suatu hari mereka benar-benar bersama, Yura akan tetap menjadi sosok adik yang dimanja, dicintai, dan selalu diutamakan. Sebuah kebahagiaan yang terasa utuh. Namun juga menyakitkan.

"A-aku sedang duduk di pinggir jalan," jawabnya akhirnya. "Aku mencoba mencari Yura. Siapa tahu aku bisa menemukannya. Tapi sampai sekarang belum ada kabar apa pun." suaranya melemah. "Apa mungkin dia sangat marah padaku?"

Rendra menghela napas dengan kesal. Nada suaranya mengeras. "Kau terlalu baik padanya. Sebaiknya kau pulang saja. Untuk apa mengambil cuti hanya demi memikirkan orang yang tidak bisa bersikap dewasa?"

Rose mengernyit. Ia tidak menyukai arah pembicaraan itu. "Kakak seharusnya tidak meneleponku jika hanya untuk merusak persahabatan kami."

Tanpa menunggu jawaban, Rose langsung memutuskan panggilan tersebut. Dadanya naik turun, menahan perasaan kesal yang tiba-tiba menyeruak.

Di sisi lain, Rendra menatap layar ponselnya yang telah gelap. Ia menghembuskan napas pelan, lalu menyandarkan kepalanya ke sandaran kursi.

"Kau selalu memikirkannya," gumamnya dalam hati. "Terlalu baik untuk seseorang yang bahkan tidak pernah benar-benar menyukaimu."

Rasa kesalnya terhadap Yura semakin menebal. Dalam benaknya, tekad perlahan terbentuk. Ia harus menemukan cara untuk menjauhkan Yura dari Rose sebelum wanita yang ia cintai itu, dan anak yang sedang Rose kandung, berada dalam bahaya.

......................

Langkah kaki Yura terasa ringan dan sedikit berayun ketika ia keluar dari ruang perawatan. Tubuh yang sebelumnya terasa sengsara kini justru diliputi kenyamanan yang berlebihan.

Rasa perih, lelah, dan kesal seolah terbayar lunas. Dalam hati, ia terpaksa mengakui satu hal sakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian memang nyata adanya.

Rambutnya terurai rapi dengan gelombang lembut hingga punggung. Di bagian atas, kepang kecil dibentuk menyerupai bando sederhana yang memberi sentuhan manis pada penampilannya.

Wajahnya tampak jauh lebih segar dan cantik dari sebelumnya, kulitnya bersih, ekspresinya cerah. Kepercayaan diri Yura pun naik drastis. Ada dorongan kuat dalam dirinya untuk menyombongkan diri di hadapan Alexa, membuktikan bahwa ia sebenarnya sangat cantik.

Gaun dress berwarna pink lembut membalut tubuhnya dengan jatuh anggun. Kainnya bergerak ringan setiap kali Yura melangkah. Sesekali, kain itu berayun mengikuti gerak tubuhnya yang anggun.

Setibanya di ruang tunggu, Yura berhenti tepat di hadapan Alexa.

Alexa yang tengah menunduk membaca majalah terdiam. Ia merasakan kehadiran seseorang di depannya.

Perlahan, kepalanya terangkat. Pandangannya bergerak dari bawah ke atas, dimulai dari sepatu tanpa hak berwarna krem lembut yang dikenakan Yura, lalu menyusuri betis hingga kulit kakinya yang tampak putih dan mulus.

Ketika pandangannya naik lebih jauh, alisnya justru sedikit berkerut. "Tolong kipasnya dimatikan saja," ucap Alexa datar kepada pegawai wanita di samping Yura yang sejak tadi memegang kipas angin.

Pegawai itu segera menuruti perintah tersebut.

Begitu kipas berhenti, Yura sontak mengembuskan napas kuat dari mulutnya untuk menyingkirkan helaian rambut yang menutupi hidungnya. Wajahnya sedikit berkerut, jelas tidak nyaman.

"Lebih baik kita langsung berangkat," ujar Alexa singkat. Ia berdiri begitu saja, lalu melirik Yura sekilas, menangkap kesan bahwa gadis itu tampak sedikit kerepotan dengan rambutnya sendiri.

Yura membenarkan rambutnya dengan gerakan cepat. Di dalam hati, umpatan kembali berderet rapi.

Ia sempat membayangkan Alexa akan terdiam lebih lama, terpesona seperti adegan-adegan klise di film. Namun kenyataannya, pria itu sama sekali tidak menunjukkan reaksi istimewa.

Yura mendengus pelan. Rasa kesalnya kembali naik, bercampur kecewa yang enggan ia akui. Dalam diam, ia menegakkan dagunya, bersiap mengikuti langkah Alexa.

Sementara itu, di luar butik, tepat di seberang jalan, Rose berjalan kaki perlahan sambil menenteng tasnya.

Pandangannya bergerak waspada ke segala arah, seolah mencari sesuatu yang sangat ia kenal. Sesekali ia menunduk, menatap layar ponselnya.

Tanpa Yura ketahui, Rose telah memasang pelacak lokasi pada ponsel sahabatnya itu. Ia melakukannya diam-diam, didorong oleh kecemasan yang sejak tadi menggerogoti pikirannya.

Rose tahu, ponsel Yura sempat aktif beberapa waktu lalu sebelum kembali tidak dapat dihubungi.

Fakta itu membuatnya yakin bahwa Yura berada tidak jauh dari tempatnya berdiri sekarang.

Langkah Rose terhenti.

Matanya menangkap sosok seorang gadis di seberang jalan yang tampak sangat berbeda hari ini.

Penampilannya jauh lebih rapi, anggun, dan mencolok. Jantung Rose berdetak lebih cepat ketika ia menyadari bahwa gadis itu adalah Yura.

Namun bukan hanya itu yang membuat napasnya tercekat.

Di hadapan Yura, berdiri seorang pria bertubuh tinggi dengan paras yang tampak begitu menonjol.

Pria itu membuka pintu bagian belakang sebuah mobil mewah berwarna hitam pekat, gesturnya tenang dan berwibawa, seolah sudah terbiasa dengan segala kemewahan.

Rose menyaksikan dengan jelas saat Yura sempat menoleh sekilas ke arah pria itu, sebelum akhirnya masuk ke dalam mobil tersebut.

Beberapa detik kemudian, pria itu ikut masuk. Pintu mobil tertutup, dan kendaraan itu pun melaju perlahan meninggalkan area butik.

Rose berdiri terpaku.

Tatapannya beralih ke bangunan butik megah di hadapannya, kaca-kacanya berkilau di bawah cahaya siang. Kedua tangannya mengepal erat, jemarinya menekan kuat pegangan tas.

"Kau tidak pernah menceritakan pria itu, Yur," ucapnya dalam hati, suaranya terasa dingin namun terkontrol. "Seharusnya tidak ada rahasia di antara kita."

Lengkungan tipis perlahan terbentuk di sudut bibirnya.

"Bukankah aku bisa memberikan kak Rendra kepadamu jika kau mau berbagi pria itu denganku?" lanjutnya dalam batin, dengan nada pikiran yang terdengar nyaris lembut.

"Kita bisa hidup bahagia bersama, tanpa perselisihan. Kau sendiri yang selama ini selalu memberikan apa pun yang aku inginkan, tanpa pernah menolak sedikit pun."

Tatapan Rose mengeras, tetapi senyumnya justru semakin jelas.

"Kau tahu kita tidak bisa terpisahkan."

Ia menarik napas pelan, matanya kembali menatap arah mobil yang telah menghilang dari pandangan.

"Aku telah menemukan jalan kebahagiaan kita yang sesungguhnya, Yur."

1
Eva Karmita
ya Tuhan Alexa mulutmu ngk ada romantis"nya selalu saja nyelekit bikin sakit hati.... hayoo tanggung jawab tu di Yura sampai berdarah mulai luka tak kasat mata sampai luka yg benar nyata 💔💔🥺😏
IG : Gledekzz97
Like dan komentarnya jangan lupa ya manteman. Soalnya saya butuh semangat🥰🙏
ari sachio
ASTOGE NAGEEEE....SARAP EMANG NI MAKLUK ATU.KELAINAN PARAHBEMANG.....tp seru juga nich klo rose berubh haluan mengejar alexsa d membuang rendra si b**** .
ak g sabar rose kebuka topengy d dipermalukan alexsa....dan....rendra ahhhh....mgkn akn lbh dr menyesal mgkn..
untung dr awal alexsa sdh pernah melihat rose dg rendra
Eva Karmita
dasar teman setan ngk punya otak kamu Rose 👊 ku tunggu penyesalan mu Rendra yg udah berpikir tentang Yura yg tidak"
Eva Karmita
kasih vote untuk Yura 🔥💪🥰
IG : Gledekzz97: Makasih, Mak🙏🥰
total 1 replies
Eva Karmita
astaga Yura tu babang Alexa merasa kan apa yg kamu umpat kan untuk nya 🤣🤣🤣🤣
IG : Gledekzz97: uummhh🤣
total 1 replies
Eva Karmita
bela terus Ren ibu dari calon anak" mu itu hingga suatu hari nanti kamu tau seperti apa sikap wanita yang kamu cintai itu keluar busuknya dan saat itu baru penyesalan mu sia" ...
ari sachio
ohhh ternyata rani dah tau klo rose asliny kek bunga bangkai....tp tenang aj...alexsa g sebodoh it di manipulasi oleh bunga bangkai berwujud mawar indah berseri sepanjah hari. y g thor....🤭
ari sachio: klo g tau y dikasih taulah thorrr 😁😁😁😁
total 2 replies
Eva Karmita
otww menuju halal ini 🥰😅
IG : Gledekzz97: Maaf mak, kehabisan🙏😁
total 3 replies
ari sachio
kannn....kannnn....benerrrr .....kannnn....yura kesamber doble gledeks beneran...othor sihhh....ayo yur....saber balik othory....pagi2 bangun tidur dikasih durian runtuh tp jatuhny ke kepala....peningy g ilang2 ke bauny y yur😅😅😅😅
ari sachio: 😅😅😅😅😅😅😅😅😅😅😅
total 2 replies
IG : Gledekzz97
bantu like² ya kakak-kakak, terimakasih🙏
ari sachio
sepertinya akan ada pernikahan alexsa d yura deket2 ini.kira2 yura gmn y klo bosy nekad😁😁😁
IG : Gledekzz97: 🤣🤣🤣ampun dah..
total 3 replies
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
IG : Gledekzz97: 💪💪 semangat
total 1 replies
Eva Karmita
luka tapi tak berdarah ....💔💔
tega ya kamu Rose kamu dukung kamu kasih support Yuna dgn ide" gilamu se-olah" kamu sahabat yg terbaik yg mendukung Yuna dan tidak tahunya kamu lah musuh dalam selimut merendahkan diri Yuna dgn macam" cara dgn kedok kasihan dan tidak tega 😤😏 Rose kamu tu manusia paling munafik untuk apa berbohong demi apa Rose kalau kamu sendiri sering main kuda"an dgn Rendra 🤮😩 kamu jahat orang seperti mu tidak pantas disebut sahabat di depan so mendukung tapi di belakang menusuk hati sampai ke tulang" kejam 👊🥺
ari sachio
astogò....astogooooooo....ternyatahhhhh....lbh dr sakit y thor....g kebayang aku punya temen macam rose....mending ak lgsng tutup buku kubakar bukuny lari ke kamar beresin barangku minggat deh....jauh2 dr org2 it beserta tempa it.antara malu,bersalah d benci krn dibohongi.ku yakin tuklo di dunia nyata sakity g bkl ilang2 .krn merasa terhina tmn sndiri malah dgn santaiy menjerumuskan yura tuk jd pecalakor( perebut calon laki org d it tmn sdri)d it lg tmny mpe udh hamil trs yuray g taukrn g diksh tau ?......g nyangka y yur...ad temen yg bgtu....sungguh TERLALU.langsung RESIGN aj km jd tmn mereka g ush minta paklaring ke mereka🤭🤭🤭
IG : Gledekzz97: cusss, angkut💃💃
total 1 replies
ari sachio
yura mending km dpt bos km yg g pya pasangn drpd ama asisteny .dia it dah pya pasangn (temen km sdri) .km akn lbh sakit hati lg krn merasa bersalah ma tmn km klo km terus perjuangin cintamu yg bertepuk seblh tgn itu.jelas2 laki2 yg km suka itu g ada rasa ama km yur
ari sachio
pada dasarny emang alexsa udah ada rasa ama km cm .mksdy rasa tertarik d penasaran krna sikap km yg menurut dia hya km yg sprti it pdnya.jd menurutku pelet it sih g mempan ama alexsa.cm y dia biasany pake bau2an yg mehong tiba2 dpt wangi2an orang mnengh kebawah yg emang biasanya hanya dipake org tertentu aj jd ...menurut dia mgkn wangiy unik d bikin tenang😁😁😁😁.jd klo nanti isi botol it habis mgkn dia akn tetap seperti itu sikapny pdmu cantik...
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
Eva Karmita
ceritanya bagus semangat otor 💪🥰
IG : Gledekzz97: makasih mak🙏🥰
total 1 replies
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
IG : Gledekzz97: Iya mak🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!