NovelToon NovelToon
Dibuat Mandul Oleh Suami Pengkhianat, Aku Pun Bangkit Membalas

Dibuat Mandul Oleh Suami Pengkhianat, Aku Pun Bangkit Membalas

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Penyesalan Keluarga
Popularitas:271k
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

BERTAHUN-TAHUN DIANGGAP MANDUL, TERNYATA ITU ADALAH JEBAKAN SUAMI DAN ORANG KETIGA. SETELAH MENGETAHUI KEBENARANNYA, AKU PUN MULAI MEMBALAS DENDAM!

Demi menikahi Lavanya, Aditya tega memberikan obat anti-ovulasi kepada Kemuning, agar tidak pernah bisa punya anak. Aditya juga memanipulasi hasil tes kesuburan Kemuning.

Namun, takdir berkata lain ketika kecelakaan menimpa Kemuning. Dari hasil pemeriksaan diketahui kalau ada zat berbahaya di dalam rahimnya.

Dengan bantuan Arkatama, Kemuning menyusun pembalasan kepada Aditya dan Lavanya. Membuat mereka merasakan pembalasan yang tak disangka-sangka.

Niat ingin menguasai harta milik Kemuning, yang Aditya dapatkan malah gigit jari.

Akankah rahim Kemuning bisa subur kembali?

Novel ini misi dari editor, jika ada kesamaan dengan author lain, berarti kita sedang sama-sama mengerjakan tugas misi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

Bab 18

Arkatama berdiri dengan tenang. Jasnya rapi, tatapannya fokus. Ia melangkah sedikit ke depan, lalu membuka berkas yang sudah disiapkannya.

“Yang Mulia,” suara Arkatama tenang namun tegas, “kami mengajukan bukti perselingkuhan tergugat berupa foto, video, dan rekaman percakapan.”

Di layar berukuran besar, video pun diputar. Semua orang yang ada di dalam ruangan itu, bisa melihat dengan jelas bagaimana Aditya duduk memangku Lavanya sambil tertawa, berciuman, dan berpelukan mesra. Seakan dunia milik mereka berdua.

Suara riuh langsung terdengar dari bangku hadirin sidang. Sementara Aditya menunduk dengan merah padam.

“Ya, ampun. Mereka sampai berbuat seperti itu,” bisik seseorang.

“Itu terang-terangan banget.”

Lalu, gambar beralih adegan saat Aditya dan Bu Ratih yang merencanakan pengalihan nama atas aset milik Kemuning. Gambar terakhir, pertemuan keluarga Aditya dan Lavanya yang membicarakan tentang pernikahan keduanya dan perceraian Aditya dengan Kemuning. Semua rencana busuk mereka begitu jelas.

“Itu fitnah!” pekik Bu Ratih marah.

Wajah keluarga Aditya dan keluarga Lavanya menegang. Karena mereka selalu membela diri dan mengatakan difitnah oleh Kemuning.

“Selain itu,” lanjut Arkatama, “kami juga mengajukan bukti pemalsuan laporan medis serta pemberian obat anti-ovulasi kepada klien kami tanpa sepengetahuannya.”

“Apa maksudnya itu?” bisik seorang wanita yang merupakan tetangga Lavanya kepada Bu RT.

“Artinya Bu Kemuning diberi obat agar tidak bisa hamil,” balas Bu RT.

“Apa?! Pantas saja Bu Kemuning tidak hamil-hamil, meski sudah menikah selama lima tahun.”

“Kejam sekali mereka.”

Orang-orang di ruang sidang mulai berbisik-bisik. Mereka mengumpat dan menghujat Aditya, lalu merasa simpati serta kasihan kepada Kemuning.

Kemuning menunduk. Tangannya sedikit bergetar, tetapi ia tetap diam. Di sudut hatinya ada perasaan sedih dan hancur. Dia merasa sudah tidak bisa menjadi seorang wanita yang sesungguhnya.

“Dan yang terakhir, Yang Mulia,” suara Arkatama semakin tajam, “terdapat bukti penggelapan dana dari rekening bersama dan modal usaha yang merupakan milik klien kami.”

“Selain selingkuh, Pak Aditya juga korupsi,” celetuk salah seorang yang duduk paling depan.

“Pantas saja Pak Aditya suka memberi banyak uang dan barang ke Lavanya, rupanya itu uang hasil mencuri.”

“Astaga ... kasihan sekali Bu Kemuning. Diselingkuhi, eh, harta kekayaannya pun dicuri.”

Sebulan kemudian keputusan pengadilan pun tiba. Kemuning merasa tenang, tidak tegang seperti persidangan sebelumnya.

Berbanding terbalik dengan Aditya dan Bu Ratih. Keduanya terlihat tegang dengan ekspresi dingin. Setiap tatapan mereka bertemu dengan Kemuning akan segera menoleh ke arah lain.

Warga yang datang pun semakin banyak. Karena setelah sidang pertama, permasalah Aditya dan Kemuning semakin ramai dibicarakan. Sekarang mereka penasaran dengan keputusan hakim.

Hakim memperhatikan keadaan ruang sidang dengan serius, banyak orang sedang berbisik-bisik. Beberapa saat kemudian, palu diketuk. Seketika suasana di ruang sidang menjadi hening.

“Setelah mempertimbangkan seluruh bukti yang diajukan,” ucap hakim tegas, “pengadilan memutuskan bahwa tergugat terbukti melakukan pelanggaran berat dalam rumah tangga.”

Aditya menegang. Wajahnya pucat, sekujur tubuhnya berkeringat. Seakan nyawanya sedang ditarik oleh malaikat pencabut nyawa.

“Dengan ini, pengadilan mengabulkan gugatan cerai dari penggugat.”

Suara hakim terdengar jelas, tegas, dan tidak bisa ditarik kembali.

Para tetangga yang mendengar keputusan itu ikut bahagia. Mereka bertepuk tangan dengan kompak, sampai hakim meminta mereka untuk diam.

Kemuning memejamkan mata sesaat. “Akhirnya semua selesai sudah,” batin Kemuning, lega.

“Selain itu,” lanjut hakim, “hak atas sebagian besar harta bersama diberikan kepada penggugat, mengingat kontribusi dan bukti kepemilikan yang sah.”

Mulut Aditya menganga lebar, tetapi tidak mengeluarkan suara. Kepala mendadak sakit, tubuhnya lemas, dan dadanya merasa sesak. Semua yang ia rencanakan runtuh dalam satu keputusan.

“Sidang selesai!” ucap hakim. Palu diketuk sebagai tanda semuanya berakhir.

“Selamat Kemuning!” teriak salah seorang tetangganya.

“Akhirnya keadilan berpihak kepada yang terzalimi,” gumam Pak RT senang dan yang lainnya pun setuju.

Kemuning membuka mata perlahan. Ia tidak tersenyum dan tidak juga menangis. Dia merasa beban berat di dadanya akhirnya terangkat. 

“Terima kasih, Mas Arka. Ini seperti apa yang aku harapkan,” ucap Kemuning pada pengacaranya.

“Karena Mbak Kemuning, pantas mendapatkannya. Itu semua adalah hakmu, Mbak.”

Kemuning berdiri diikuti Arkatama. Lalu, mereka melangkah keluar dari ruang sidang. Tidak ada lagi air mata yang jatuh. Hatinya seperti sudah melewati batas rasa sakit.

Sementara Aditya masih duduk lemas dalam pelukan Bu Ratih yang meraung dalam tangisannya. Keduanya kecewa karena tidak mendapatkan harta gono-gini. Padahal sebelumnya mereka sempat membayangkan akan mendapat setengah harta milik Kemuning.

“Untuk merayakan keberhasilan hari ini, aku traktir kamu makan makanan enak!” ucap Arkatama tersenyum lebar.

Kemuning terdiam sejenak. Dia mencoba mencerna ucapan Arkatama, barusan.

“Mas yang mentraktir? Bukannya yang seharusnya mentraktir itu ... aku?!" Kemuning menunjuk dirinya sendiri.

Arkatama mengajak Kemuning makan di sebuah restoran makanan khas nusantara. Menu yang disediakan di sana tiap harinya berbeda-beda. Namun, tetap memiliki rasa yang begitu enak.

“Setelah ini, apa yang akan Mbak Kemuning lakukan?” tanya Arkatama penasaran. Pria itu menatapnya dengan intens.

“Hmmm, mengurus peternakan dan meningkatkan penjualan ayam potong,” jawab Kemuning dengan nada riang.

“Lalu, untuk tempat tinggal?” tanya Arkatama lagi.

Senyum Kemuning perlahan menghilang. Sempat ada keinginan untuk mencari rumah tinggal. Namun, saat ini dia sudah punya rencana untuk mengembangkan peternakannya.

“Jika Mbak Kemuning mencari tempat tinggal yang nyaman dan aman, aku punya rekomendasi,” lanjut sang pengacara.

***

Cooming soon ...!

1
Sri Supriatin
Bravo Kemuning 👍👍👍
Sri Supriatin
Barang busuk biar disembunyiin pasti ketahuan... g kebayang sakitnya kemuning/Scowl//Scowl/
Sri Supriatin
Gemes banget punya laki ky gitu
Sri Supriatin
Habis bc Muara Hati Azalea aq mampir nich thor salam sehat... 👍👍🙏🙏
Retno Harningsih
up
Kar Genjreng
orang niat baik akan di tujukan jalan benar tetapi niat jahat akan di tunjukan jalan terjal Bahkan tidak baik baik saja ,,
Kar Genjreng
nikmat mana lagi yang kau dustakan Adi dan Bu ratih makanya ucapan adalah doa dan mulutmu adalah harimaumu,,,, sekarang merasakan di tolak sana sini di jualan oleh orang yang menjadi penjilat ketika Lo sukses semua nempel seperti cicak begitu Lo terpuruk semua ngabur enak kan,,,menjadi penghianat terhadap wanita yang sudah menolong kalian,,,
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
jangan sampai si Tamara menggoda Arka..
Nancy Nurwezia
makin penasaran, apa yang sedang diobrolkan oleh mereka berdua..
Aidil Kenzie Zie
apa si Mantan ingin balikan ya jadi harus buat drama seperti kisah Kemuning
Aidil Kenzie Zie
Arka nanti jujur y sama Kemuning kalo kliennya si Mantan 🤭🤭
Sun Rise
ok
Ma Em
Alhamdulillah Thor semoga apa yg diharapkan akan tercapai dan jadi juara , wah sdh mau habis ceritanya padahal seru Thor senang banget pada rumah tangga Kemuning dgn Arkatama yg selalu bahagia apalagi setelah lahir Ziya , semoga Tamara tdk jadi duri di pernikahan Arkatama dgn Kemuning .🤲🤲🤲🤲🤲
🌸 Sunshine 🌸: Aamiin 🤲
total 1 replies
Ita rahmawati
tamarakah yg manggil 🤦
Fa Yun
semangat thor 🙏
ken darsihk
Apa yng sedang mereka bicara kan ds rencana kan Tamara Raisa
ken darsihk
Duhhh apa ini awal kehancuran nya Arkatama ke 2 x nya
ken darsihk
Laluuu , ingat Arkatama kamu sudah punya Ziya dan Kemuning
Dwi Setyaningrum
amin semoga karya ini dpt juara thor..semangat berkarya terus ya..💪
🌸 Sunshine 🌸: 🤲🤲🤲🤲🤲
total 1 replies
Mundri Astuti
Raisa juga bukannya pengacaranya si Tamara dulu waktu kamu cerai arka, ni romannya ada yg janggal، knapa ga pakai Raisa lagi coba si Tamara, mending kamu ga terima arka, soalnya gampang kasihan walau dah pernah tersakiti olehnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!