NovelToon NovelToon
Milik Sang Mafia Seutuhnya

Milik Sang Mafia Seutuhnya

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Action / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: riri-can

Akibat tuntutan menikah dari kedua orangtuanya, Yorinka memilih jalan pintas dengan cara menghabiskan malam panas dengan seorang pria misterius.

Yorinka berpikir dengan dirinya hamil, maka kedua orangtuanya tidak akan menyinggung soal pernikahan lagi. Tetapi yang ada Yorinka malah di usir karena hamil tanpa adanya seorang kekasih atau calon suami, pada akhirnya Yorinka memilih untuk hidup berdua dengan bayi yang dikandungnya.

Tetapi pria yang menghabiskan malam panas dengannya tiba-tiba datang ke apartemennya dan menuduhnya telah membawa milik pria itu, lebih parah lagi pria itu adalah seorang Mafia dari klan Cyrillus.

Cyrillus, adalah salah satu klan mafia terbesar saat ini dan tentunya semua tunduk padanya, apa jadinya Yorinka mengandung dari anak dari seorang mafia kejam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri-can, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bangkit Perlahan

Waktu terus berjalan membelah keheningan di dalam mansion klan Cyrillus. Di saat Zeus sedang disibukkan oleh peluncuran produk senjata baru dan negosiasi ekspansi wilayah bersama klan Dom di luar kota, di dalam kamar utama yang megah, sebuah perubahan perlahan mulai terjadi.

​Yorinka, yang sebelumnya menghabiskan waktu berhari-hari seperti mayat hidup, akhirnya mulai membuka matanya. Setelah melewati masa-masa kelam yang dipenuhi air mata dan keputusasaan, sisi hangat dalam dirinya perlahan mencoba mencari celah untuk bangkit.

Mentalnya memang belum pulih sepenuhnya, namun ia menyadari satu hal yaitu, meratapi nasib tidak akan pernah mengubah kenyataan.

​Saat menatap pantulan dirinya di cermin besar kamar mandi, Yorinka melihat tubuhnya yang kurus namun perutnya yang kian membesar. Ucapan kejam Zeus malam itu mendadak terngiang kembali di kepalanya.

​"Kau yang memilih untuk masuk ke dalam duniaku malam itu di bar, dan di dunia ini, tidak ada jalan keluar"

​Yorinka menghela napas panjang, mengusap air mata yang sempat menggenang di pelupuk matanya.

Sifat cengengnya masih ada, namun kini bercampur dengan penerimaan yang realistis.

"Bajingan itu ada benarnya" guman Yorinka dengan gaya bahasa santainya yang mulai kembali

Dialah yang malam itu dengan frontal mendekati pria asing di bar demi memenuhi tuntutan orang tuanya.

Dia yang masuk sendiri ke dalam sarang serigala. Maka, menerima konsekuensi dari kebodohannya sendiri adalah satu-satunya jalan untuk bertahan hidup.

​Pagi itu, pintu kamar ganda terbuka dengan suara ketukan yang ragu-ragu. Shela melangkah masuk sambil membawa nampan berisi bubur ayam hangat, buah-buahan, dan beberapa butir obat vitamin kehamilan. Shela sudah bersiap dengan wajah muram, mengira akan mendapati pemandangan lelah nyonya-nya seperti biasa.

​Namun, begitu Shela mendekati ranjang, ia tertegun setengah mati.

Yorinka sudah duduk bersandar pada kepala ranjang, menyisir rambutnya sendiri yang biasanya dibiarkan berantakan.

​"Pagi, Shela" sapa Yorinka

Suaranya masih agak parau, namun ada nada ceria yang dipaksakan di dalamnya.

​"N-nyonya?" Shela mengerjapkan matanya hampir tidak percaya dengan pendengarannya sendiri

"Pagi, nyonya Yorinka. Ini... saya membawakan sarapan..." gugup Shela

​Yorinka mencoba tersenyum. Meskipun dengan susah payah dan bibirnya terasa kaku karena sudah lama tidak digerakkan untuk tersenyum, ia tetap mencobanya.

"Sini, taruh aja di meja. Aku lapar banget hari ini. Bau buburnya enak, bi Maria yang bikin ya?" tanya Yorinka semangat

​Mendengar penuturan santai Yorinka, mata Shela langsung berkaca-kaca karena haru.

"Iya, nyonya! Bi Maria  sengaja bangun lebih subuh untuk memastikan kaldunya sempurna. Anda... Anda mau makan?" tanya Shela sopan

​"Mau, dong. Masa anak di dalem perut ini dikasih makan angin terus" gurau Yorinka pelan sambil mengelus perut buncitnya

​Sejak hari itu, proses pemulihan mandiri ala Yorinka dimulai. Dia mulai mau berbicara dengan para pelayan yang mengantarkan makanan, menanyakan kabar mereka, atau sekadar mengomentari rasa masakan dengan gaya blak-blakan nya yang seperti dulu. Meski kini jauh lebih lembut dan terkendali. Yorinka juga dengan patuh meminum seluruh obat vitamin dan susu yang diwajibkan oleh dokter klan demi kesehatan bayinya.

​Para pelayan di mansion merespons perubahan ini dengan kebahagiaan yang luar biasa. Mereka merawat Yorinka dengan tingkat proteksi dan kasih sayang yang tulus, merasa lega melihat cahaya kehidupan perlahan kembali ke wajah nyonya mereka yang sempat redup.

​Meskipun demikian, pemulihan mental tidak pernah berjalan semulus itu. Di balik topeng senyuman hangat dan pembawaan ceria yang sedang ia bangun kembali, di dalam lubuk hati terdalam Yorinka, rasa takut yang luar biasa terhadap Zeus masih tertanam kuat seperti akar pohon yang beracun.

​Sifat penakutnya pasca-trauma terpicu dengan sangat mudah. Jangankan melihat sosoknya, sekadar mendengar nama "Tuan Zeus" diucapkan oleh para pengawal di luar kamar saja sudah cukup untuk membuat jantung Yorinka berdegup kencang, keringat dingin bercucuran, dan tubuhnya gemetar hebat.

Kejadian malam itu telah menorehkan fobia tersendiri di otaknya. Bagi Yorinka, Zeus adalah entitas dominan yang sanggup menghancurkannya kapan saja tanpa belas kasihan.

​Beruntung bagi Yorinka, sudah lebih dari satu bulan berlalu sejak malam mengerikan itu, dan Zeus belum pernah sekalipun menginjakkan kaki kembali ke kamar utama.

​Melalui informasi santai yang ia korek dari Shela, Yorinka tahu bahwa Zeus sedang berada di markas utama klan sekutu bersama Dom untuk mengawasi distribusi senjata baru skala internasional. Absennya sang suami menjadi berkah tersendiri bagi Yorinka. Dia cukup menikmati waktunya yang tenang di dalam kamar terisolasi tersebut. Tanpa kehadiran aura mengintimidasi Zeus, Yorinka bisa bernapas dengan lega.

​Aktivitas favorit Yorinka sekarang adalah mengobrol dengan bayi di dalam kandungannya yang kini sering memberikan tendangan-tendangan kecil.

​"Hei, Gendut" bisik Yorinka lembut sambil mengusap perutnya

Yorinka duduk di dekat jendela yang gordennya kini sudah dibuka sedikit atas permintaannya.

"Hari ini Mama makan buah apelnya habis dua, lho. Kamu di dalem sehat-sehat, ya? Maafin Mama kemarin-kemarin sempat nangis terus. Mulai sekarang, kita harus kuat. Nggak apa-apa kita dikurung di kamar mewah ini, yang penting kita berdua selamat dari bapakmu yang mukanya kayak papan gilasan itu" ucapnya pelan

​Bayi di dalam perutnya memberikan respons berupa gerakan lembut, seolah memahami perkataan ibunya, membuat air mata haru menetes di pipi Yorinka. Kali ini, itu bukan air mata keputusasaan, melainkan air mata perjuangan seorang ibu.

​Sementara itu, di sebuah ruang pertemuan formal di lantai teratas hotel bintang lima yang menjadi markas taktis klan sekutu, Zeus  sedang menatap layar monitor yang menampilkan grafik penjualan dan rute pengiriman senjata barunya. Di sampingnya, Josh berdiri dengan sikap takzim yang mutlak, memegang dokumen laporan akhir.

​"Seluruh pengiriman ke wilayah utara telah berhasil dieksekusi tanpa kendala, tuan Zeus. Klan-klan kecil di sana telah tunduk pada regulasi harga yang kita tetapkan" lapor Josh dengan nada penuh semangat

​Zeus hanya mengangguk dingin. Ekspresi wajahnya datar, arogan, dan kejam seperti biasanya. Pemblokiran fungsi emosional yang ia lakukan satu bulan lalu tampaknya berhasil dengan sempurna.

Di bawah kendali dominannya, klan Cyrillus mengalami ekspansi kekuasaan yang luar biasa pesat dalam waktu singkat.

​Dom, yang sedang menuangkan wiski ke dalam gelas kristal di sofa seberang, menatap sahabatnya itu dengan senyum licik yang khas.

"Kerja sama yang luar biasa, Zeus. Tanpa aliansi pernikahan konyol dengan klan Leona pun, senjata baru kita sudah cukup untuk membuat klan musuh berlutut gemetar. Keputusanmu menarik diri dari mereka memang sangat tepat" ucapnya bangga

​"Saya tidak pernah membutuhkan aliansi yang mengancam stabilitas internal saya, Dom," jawab Zeus formal dan kaku

​"Tentu saja" timpal Dom sambil meneguk wiski nya matanya berkilat kejam

"Satu-satunya hal yang kau butuhkan saat ini adalah memastikan penerus klanmu lahir. Omong-omong, bagaimana kabar 'inkubator' di mansionmu? Apakah dia sudah berhenti merepotkan?" tanya Dom santai

​Mendengar pertanyaan Dom, gerakan tangan Zeus yang hendak mengambil cerutu sempat terhenti selama satu detik. Sebuah jeda kecil yang hampir tidak terlihat, namun berhasil ditangkap oleh Josh yang berdiri di sampingnya.

​Selama satu bulan ini, Zeus memang menerapkan kebijakan tidak peduli. Ia melarang Josh memberikan laporan harian tentang Yorinka kecuali jika menyangkut keselamatan janinnya. Namun, di saat Dom menyinggung hal itu, ada sebuah rasa penasaran yang mendalam yang mendadak menyeruak di dada Zeus, merusak tembok ketidakpedulian yang sudah ia bangun dengan susah payah.

​Setelah Dom pamit meninggalkan ruangan bersama para pengawalnya untuk mengurus urusan lain, menyisakan keheningan di dalam ruangan kerja mewah tersebut. Zeus memutar kursinya, menatap ke luar jendela kaca besar yang menampilkan lampu-lampu kota.

​"Josh" panggil Zeus

Suaranya terdengar rendah dan berwibawa.

​"Iya, tuan Zeus," sahut Josh

Josh langsung melangkah maju dan menundukkan kepalanya dalam-dalam, siap menerima perintah.

​Zeus terdiam sejenak, mengembuskan asap cerutunya ke udara sebelum mengajukan pertanyaan yang sudah sebulan ini ia tahan.

"Bagaimana kondisi Yorinka di mansion?" tanyanya pelan

​Josh mengatur napasnya agar tetap terdengar tenang sebelum menjawab dengan penuh kepatuhan.

"Melaporkan, tuan. Berdasarkan laporan mingguan dari Shela dan dokter klan... kondisi nyonya Yorinka mengalami perkembangan yang sangat signifikan. Nyonya sudah mulai mau makan dengan teratur, mengonsumsi seluruh vitamin, dan sudah mulai berbicara serta tersenyum kembali dengan para pelayan" lapor Josh

​Mendengar kata "tersenyum", tangan Zeus yang memegang cerutu perlahan mengendur. Ada kilat emosi yang rumit di dalam mata elangnya. Sifat dominan dan arogannya merasa puas karena tawanannya telah tunduk dan menerima hukuman, namun di sisi lain, ada rasa kepuasan aneh yang menenangkan jiwanya yang kelam saat mengetahui wanita itu tidak lagi menjadi mayat hidup.

​"Apakah dia... menanyakan tentang saya?" tanya Zeus lagi

Nadanya terdengar formal namun Josh dapat merasakan ada sedikit nada antisipasi di dalamnya. ​Josh menunduk lebih dalam, merasa tidak enak untuk menyampaikan fakta yang sebenarnya, namun ketundukannya pada kebenaran membuatnya harus berbicara jujur.

"Maaf, tuan Zeus. Menurut laporan Shela... Nyonya Yorinka tidak pernah menanyakan tentang Anda. Sebaliknya... Nyonya tampak menunjukkan gejala ketakutan dan kepanikan yang ekstrem setiap kali para pelayan tidak sengaja menyebut nama Anda di dekatnya. Nyonya tampaknya sengaja menghindari segala hal yang berkaitan dengan anda" lapor Josh

​Jawaban Josh membuat atmosfer di dalam ruangan itu mendadak turun drastis menjadi sedingin es. Rahang Zeus kembali mengatup rapat, dan matanya menggelap penuh kilat kekejaman yang tertahan. Jiwa Zeus terusik saat menyadari bahwa meskipun ia berhasil menjinakkan fisik Yorinka, ia telah menanamkan rasa takut yang teramat sangat yang membuat wanita itu memilih untuk menghapusnya dari pikirannya.

​"Begitu ya" desis Zeus pendek sambil mematikan cerutunya di asbak dengan tekanan yang kuat hingga hancur

"Siapkan mobil dan seluruh pengawal, Josh. Kita kembali ke mansion malam ini juga" ucapnya

​"Baik, tuan Zeus. Perintah dilaksanakan" jawab Josh tegas

Josh segera membungkuk hormat lalu mundur ke belakang untuk mengoordinasikan pengawalan kepulangan sang bos mafia.

​Zeus berdiri, mengancingkan jas hitamnya dengan gerakan yang kaku dan dominan. Pengasingan sebulan ini sudah lebih dari cukup. Fokusnya pada peluncuran senjata telah selesai, dan kini saatnya bagi Zeus untuk kembali menegakkan dominasi mutlaknya di dalam mansionnya sendiri. Perjalanan dan dinamika rumit di antara keduanya masih sangat panjang, dan Zeus akan memastikan bahwa ke mana pun Yorinka mencoba melangkah, bayang-bayang Cyrillus akan selalu menguncinya tanpa celah.

🔪🔪🔪

Semoga kalian suka ya, jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian ya.

1
Jessica Xie
adoh mak
mommy yorinka jangan2 nanti ada kejutan anak yang dilahirkan kembar sepasang nih
daddy zeus siap2 jadi daddy yg bucin sama anak ceweknya
It's me Ri🥕: Wow... Bisa jadi, ditunggu kelanjutannya yaa🤭
total 1 replies
223
suka
Jessica Xie
Tolong thu istrinya disembuhkan dari masa traumanya biar ngak terus kepikiran ucapan si tunangan palsunya mas Zeus
Jessica Xie
jujur sama yorinka baru ada gunanya
gak perlu jujur sama yang lain
menguras waktumu az Zeus
Jessica Xie
si Dom ini suruh Zeus jangan bersikap lembut malah dia yang bersikap lembut ke Yorinka🙄
Jessica Xie
si Dom keqnya menyamar jadi sekutu ngak sih
padahal sebanarnya dia lah musuh yang sebenarnya
Jessica Xie
yang kubaca koq nampaknya si Dom keq manipulatif banget sih
Potatoes 🥔
Licik banget mas mafia 🤣 ada2 aja 🤣
Potatoes 🥔
Takut diculik sama kamu Domi🤭
Potatoes 🥔
Kejam banget hukumannya
Sumawita
yorinka di lawan👍👍👍
Sumawita
suka bangett dengan peran wanita nya
Sumawita: pasti suka kak
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!