NovelToon NovelToon
WARISAN GALAXY: Pangeran Bintang

WARISAN GALAXY: Pangeran Bintang

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Murid Genius / Identitas Tersembunyi / Kelahiran kembali menjadi kuat / Mengubah sejarah / Peradaban Antar Bintang
Popularitas:26.5k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

(NOVEL INI LANJUTAN DARI LEGENDA SEMESTA XUANLONG)

Tiga belas tahun telah berlalu sejak Dewa Bintang Tian Feng mendirikan Kekaisaran Langit, menciptakan era kedamaian di dua alam semesta. Namun, di Puncak Menara Bintang, Ye Xing, putra dari Ye Chen dan Long Yin, serta Cucu kesayangan Tian Feng merasa terpenjara dalam sangkar emas.
Terlahir dengan bakat yang menentang surga, Ye Xing tumbuh menjadi remaja jenius namun arogan yang belum pernah merasakan darah dan keputusasaan yang sesungguhnya.

Menyadari bahaya dari bakat yang tak ditempa, Tian Feng mengambil langkah drastis menyegel kultivasi Ye Xing hingga ke tingkat terendah (Qi Condensation) dan membuangnya ke Alam Bawah, ke sebuah sekte sekarat bernama Sekte Awan Rusak. Tanpa nama besar keluarga, tanpa pengawal bayangan, dan tanpa harta istana, Ye Xing harus bertahan hidup sebagai murid biasa bernama "Xing" yang diremehkan dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 18

Arena Utama Sekte Awan Rusak.

Matahari tepat di atas kepala. Ribuan murid memadati tribun batu yang mengelilingi panggung duel seluas 100 meter persegi. Setelah skandal Diaken Ma, antusiasme penonton justru meledak. Mereka ingin melihat "Kuda Hitam" Ye Xing dan pasukannya.

Tetua Han berdiri di podium kehormatan.

"Babak Utama dimulai! Sistem gugur. Menang atau kalah, hidup atau mati, semua tergantung takdir!"

"Pertandingan Pertama: Lin Xiao (Murid Luar) vs Zhang Lie (Murid Luar Senior)!"

Sorak sorai membahana. Tapi kebanyakan adalah ejekan.

"Hei, itu si budak yang mengekor Ye Xing!" "Zhang Lie adalah pengguna Tinju Api Peledak Tingkat 8. Budak Tingkat 4 itu akan jadi daging panggang!"

Lin Xiao berdiri di atas panggung dengan lutut gemetar. Di hadapannya, Zhang Lie, seorang pemuda kekar dengan sarung tangan besi merah menyala, sedang mematahkan buku-buku jarinya.

"Menyerahlah, Budak," ejek Zhang Lie. "Tanpa Ye Xing di sampingmu, kau cuma sampah."

Di pinggir arena, Ye Xing bersandar santai di pagar. Dia mengirim transmisi suara (teknik dasar) ke telinga Lin Xiao.

"Lin Xiao. Jangan menyerang. Ingat latihanmu. Kau adalah batu karang. Biarkan ombak menghantammu sampai buihnya habis."

Lin Xiao menarik napas panjang. Dia memasang kuda-kuda rendah, mengangkat perisai Kulit Ular-Babi di tangan kirinya, dan mengaktifkan teknik pertahanannya.

[Perisai Kura-kura Emas: Benteng Besi!]

Lapisan cahaya emas tipis menyelimuti tubuhnya.

"Mati!" Zhang Lie menerjang. Tinjunya dilapisi api yang meledak-ledak.

BOOM!

Hantaman keras terjadi. Penonton menahan napas, mengira perisai Lin Xiao akan hancur.

Asap menipis. Lin Xiao mundur dua langkah, kakinya membuat parit di lantai batu. Tapi perisainya utuh. Dan dia masih berdiri.

"Apa?!" Zhang Lie kaget. "Lagi!"

BOOM! BOOM! BOOM!

Zhang Lie melancarkan rentetan pukulan bertubi-tubi. Kiri, kanan, atas, bawah. Setiap pukulan menciptakan ledakan api kecil.

Lin Xiao merasa tulang lengannya seperti mau retak. Panas api membakar kulitnya. Tapi rasa sakit ini... tidak sebanding dengan Pil Tulang Besi buatan Ye Xing.

"Kurang keras!" teriak Lin Xiao tiba-tiba, matanya menyala nekat. "Kau sebut ini api? Sup buatan Bos Xing lebih panas dari ini!"

Provokasi itu membuat Zhang Lie kehilangan akal sehat. Dia menghabiskan seluruh sisa Qi-nya untuk satu serangan pamungkas.

[Tinju Meteor Api!]

Zhang Lie melompat, memukul dari atas.

Ye Xing tersenyum tipis. "Sekarang."

Saat Zhang Lie berada di udara dan tidak bisa mengubah arah, Lin Xiao memiringkan perisainya 45 derajat.

Tinju Zhang Lie menghantam perisai miring itu. Alih-alih menghancurkan, tenaganya tergelincir ke samping. Zhang Lie kehilangan keseimbangan dan jatuh tersungkur di depan kaki Lin Xiao.

Lin Xiao tidak membuang kesempatan. Dia mengangkat perisainya tinggi-tinggi dan menghantamkannya ke kepala Zhang Lie.

TAK!

Zhang Lie pingsan seketika.

Hening.

"Pemenang... Lin Xiao!"

Tribun meledak dalam kegemparan. Seorang Tingkat 4 mengalahkan Tingkat 8 hanya dengan bertahan?

Lin Xiao mengangkat tangannya, menangis haru. Dia bukan sampah lagi.

Namun, kegembiraan itu tidak bertahan lama.

"Pertandingan Kelima: Fang Que (Murid Inti) vs Li Kuang (Murid Luar Peringkat 2)!"

Suasana mendadak dingin. Fang Que melayang turun ke arena dengan kipas lipatnya. Wajahnya pucat, bibirnya merah darah.

Li Kuang, lawannya, adalah pemuda tangguh pengguna pedang besar. Dia tahu Fang Que berbahaya, jadi dia langsung menyerang dengan kekuatan penuh di detik pertama.

"Mati kau, Banci Bedak!"

Li Kuang menebas. Pedangnya dialiri Qi tajam.

Fang Que tidak menghindar. Dia hanya mengulurkan tangan kirinya yang pucat.

TAP.

Fang Que menangkap bilah pedang tajam itu dengan tangan kosong. Tidak ada darah. Kulitnya sekeras berlian.

"Kasar sekali," desis Fang Que. "Darahmu terlalu panas. Biar kudinginkan."

Jari-jari Fang Que mencengkeram pedang itu, lalu merambat memegang pergelangan tangan Li Kuang.

Tiba-tiba, Li Kuang menjerit horor.

"AAAAHH! Qi-ku! Apa yang kau lakukan?!"

Penonton melihat pemandangan mengerikan. Tubuh kekar Li Kuang mulai menyusut. Otot-ototnya layu. Kulitnya mengering. Arus energi merah terlihat tersedot keluar dari pori-porinya, mengalir masuk ke tangan Fang Que.

Dalam lima detik, Li Kuang jatuh berlutut, tampak seperti orang tua berumur 80 tahun yang kurus kering. Dia masih hidup, tapi fondasi kultivasinya hancur total. Dicuri.

Fang Que melepaskan tangannya, lalu menjilat bibirnya seolah baru saja minum anggur lezat. Wajahnya menjadi lebih segar, aura Qi Condensation Puncak-nya semakin padat, hampir menembus Foundation Establishment.

"Lemah," gumam Fang Que. "Berikutnya."

Tribun sunyi senyap. Ketakutan merayapi tulang punggung semua orang. Itu bukan teknik sekte ortodoks. Itu teknik iblis!

Di pinggir arena, tangan Ye Xing meremas pagar batu hingga hancur menjadi debu.

Di saku dadanya, Kristal Void bergetar panas, bereaksi terhadap aura Fang Que.

"Itu bukan teknik hisap darah biasa," batin Ye Xing, Mata Bintang-nya melihat aura hitam pekat di sekitar dantian Fang Que. "Itu Seni Pemakan Kehampaan. Dia menjadikan tubuhnya wadah untuk energi Void."

Ye Xing menatap Fang Que. Fang Que menatap balik, tersenyum provokatif sambil menggerakkan mulutnya tanpa suara:

Kau giliran makan malamku berikutnya.

"Lin Xiao," kata Ye Xing tanpa menoleh.

"Y-ya, Bos? I-itu tadi mengerikan..."

"Jika kau bertemu dia di undian... langsung menyerah. Jangan naik panggung."

"Kenapa?"

"Karena dia bukan manusia lagi," mata Ye Xing berkilat tajam. "Dia hama yang harus kubersihkan sendiri."

Pertandingan hari itu berakhir dengan dua rasa yang kontras: Harapan dari kemenangan Lin Xiao, dan Teror dari kekejaman Fang Que.

Dan di kejauhan, awan hitam mulai berkumpul di atas Sekte Awan Rusak. Sesuatu yang besar akan datang.

1
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Yup yup yup
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Yeaaah 🌟🐉
Nanik S
Mantap Ooool
Nanik S
Cuuuuuuus
Nanik S
Lin xiao.... cepat keluar
Nanik S
Ye Xing... otaknya hanya harta... padahal mau perang 😍😍😍
Nanik S
Lanjutkan Tor 👍👍👍
Nanik S
Lanjut
Nanik S
Ye Xing... bicara bisnis... kejam sekali... ngeri amat 🤣🤣🤣
Nanik S
Mantap Tor 💪💪💪
Nanik S
Dua Preman siap beraksi.. 👍👍👍
MyOne
Ⓜ️🔜🆙🔜Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🆗🆗🆗Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🙎‍♂️🙎‍♂️🙎‍♂️Ⓜ️
Mamat Stone
😈🔥🐲🔥😈
Mamat Stone
💨⚡💨⚡💨
Mamat Stone
/Smirk//Smirk//Smirk/
Mamat Stone
/Joyful//Joyful//Joyful/
MyOne
Ⓜ️😡😡😡Ⓜ️
Nanik S
Keren beneran keren aksi sepasang Preman 🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!