NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Sang Ratu,Dari Buruk Rupa Menjadi Penguasa

Reinkarnasi Sang Ratu,Dari Buruk Rupa Menjadi Penguasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Reinkarnasi / Time Travel
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Fitrika Shanty

​Di kehidupan sebelumnya, Li Hua adalah wanita yang dihina, dikucilkan, dan dianggap "buruk rupa" oleh dunia. Ia mati dalam kesunyian tanpa pernah merasakan cinta. Namun, takdir berkata lain. Ia terbangun di tubuh seorang Ratu agung yang terkenal kejam namun memiliki kecantikan luar biasa, mengenakan jubah merah darah yang melambangkan kekuasaan mutlak.
​Kini, dengan jiwa wanita yang pernah merasakan pahitnya dunia, ia harus menavigasi intrik istana yang mematikan. Ia bukan lagi wanita lemah yang bisa diinjak. Di balik kecantikan barunya, tersimpan kecerdasan dan tekad baja untuk membalas mereka yang pernah merendahkannya. Apakah merah jubahnya akan menjadi lambang kemuliaan, ataukah lambang pertumpahan darah di istana?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitrika Shanty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Percikan Api di Pelabuhan Emas

​Suasana di kamar bayi itu membeku. Li Hua berdiri kokoh di depan ranjang anak-anaknya, aura matanya yang semula tenang kini memancarkan kilatan peringatan yang membuat Putri Aruna melangkah mundur satu tindak.

​"Kau pikir ancamanmu akan mempan?" desis Aruna, mencoba menutupi kegugupannya. "Armada di pelabuhan itu hanya menunggu isyarat dariku. Jika fajar tiba dan aku tidak membawa kabar baik, mereka akan mengubah pelabuhanmu menjadi lautan api."

​"Maka biarlah mereka mencoba," jawab Li Hua dingin. "Kau lupa bahwa aku tahu setiap jengkal pelabuhan itu sejak aku masih merangkak untuk mencari sisa makanan. Kau membawa kapal besar ke perairan yang penuh dengan jebakan karang tersembunyi."

​Tanpa menunggu balasan Aruna, Li Hua memanggil pengawal bayangan. "Bawa Putri Aruna ke paviliun tamu. Jangan biarkan dia keluar tanpa seizinku atau Kaisar. Dan amankan semua botol minyak yang dia bawa."

​Strategi Malam Buta

Permaisuri ​Li Hua segera menemui kaisar Tian Long di ruang kerja pribadinya. Kaisar sedang menatap peta maritim dengan kening berkerut.

​"Dia berbohong tentang ayahnya, Tian Long," ujar Li Hua cepat. "Aruna adalah seorang pelarian, bukan utusan resmi yang sah. Dia membunuh Raja Solis untuk merebut takhta, namun kudetanya gagal di menit terakhir. Dia datang ke sini untuk menipumu agar pasukan Li berperang melawan rakyatnya sendiri demi kepentingannya."

Kaisar ​Tian Long mengepalkan tinju ke meja kayu jati itu. "Aku sudah curiga. Surat aliansi yang dia bawa memiliki segel yang sedikit miring—tanda bahwa itu dicuri secara terburu-buru. Tapi Li Hua, armada di pelabuhan itu nyata. Ada dua belas kapal perang Solis dengan meriam pemecah benteng."

​"Aku punya rencana," Li Hua mendekat, jarinya menunjuk ke arah teluk sempit di dekat dermaga utara. "Mereka sombong. Mereka mengira kita takut karena kecanggihan teknologi mereka. Kita akan memancing mereka masuk lebih dalam saat air surut."

​Konfrontasi di Fajar Hari

​Saat matahari mulai mengintip dari ufuk timur, Putri Aruna dibawa ke dermaga utama atas perintah Kaisar. Ia mengira Tian Long telah menyerah dan akan mengumumkan pernikahan mereka di depan armadanya.

​"Kau membuat keputusan yang bijak, Tian Long," ucap Aruna dengan senyum kemenangan saat melihat kapal-kapalnya mulai bergerak mendekat.

​Namun, senyumnya memudar saat ia melihat Li Hua berdiri di samping kaisar Tian Long, mengenakan baju zirah ringan dengan busur panah perak di punggungnya. Tidak ada tanda-tanda upacara pernikahan.

​"Aruna!" suara Tian Long menggelegar melalui corong suara tembaga. "Aku telah mengirim merpati pos ke Kerajaan Solis semalam melalui jalur rahasia. Pamanmu, sang Wali Raja, telah membalasnya. Kau adalah buronan atas kasus pembunuhan raja!"

​Wajah Aruna memucat pasi. "Tidak mungkin... jaraknya terlalu jauh untuk merpati!"

​"Kau meremehkan kecepatan burung-burung dari Pegunungan Giok," sela Li Hua.

​Melihat kedoknya terbongkar, Aruna berteriak ke arah kapalnya, "SERANG! BAKAR KOTA INI!"

​Perangkap Lautan Api

​Kapal-kapal Solis mulai melepaskan tembakan meriam pertama. Namun, alih-alih mengenai dermaga, peluru meriam itu hanya menghantam air. Ternyata, Li Hua telah memerintahkan para nelayan untuk memindahkan tanda batas kedalaman laut di malam hari.

​Kapal-kapal besar itu kini terjebak di area dangkal. Saat air laut mulai surut dengan cepat, kapal-kapal perang Solis miring dan tidak bisa bergerak.

​"Sekarang!" perintah permaisuri Li Hua.

​Ratusan perahu kecil nelayan muncul dari balik karang, membawa gentong-gentong minyak dan obor. Ini adalah taktik gerilya yang dipelajari Li Hua dari pengalamannya hidup di jalanan—memanfaatkan apa yang dianggap remeh oleh kaum bangsawan.

​"Itu hanya perahu nelayan!" Aruna berteriak panik.

​"Perahu nelayan yang membawa api bagi kesombonganmu," jawab Li Hua.

​Li Hua mengambil busur panahnya, membidik sebuah tong minyak yang sengaja diapungkan di dekat kapal induk Aruna. Anak panahnya melesat, terbakar oleh api yang ia nyalakan sendiri.

​BOOM!

​Ledakan besar mengguncang pelabuhan. Api menjalar dengan cepat, melahap kapal-kapal yang terjebak. Para pelaut Solis yang tidak tahu apa-apa tentang kejahatan Aruna segera menyerah dan mencoba menyelamatkan diri.

​Akhir Sang Putri Emas

​Putri Aruna jatuh bersimpuh di dermaga. Rencananya hancur, armadanya lumpuh, dan martabatnya habis. Ia menatap Li Hua dengan kebencian sekaligus kekaguman yang tersembunyi.

​"Bagaimana mungkin... seorang wanita dari selokan bisa mengalahkan putri dari kerajaan matahari?" bisiknya tak percaya.

​Li Hua mendekati Aruna, ia tidak menghunus pedang, melainkan hanya menatap mata wanita itu. "Karena aku tahu rasanya tidak punya apa-apa, Aruna. Itu membuatku menghargai setiap nyawa yang kau anggap sebagai pion dalam permainanmu. Kau hanya mencintai takhta, tapi aku mencintai tanah yang aku injak."

Kaisar ​Tian Long memerintahkan pengawal untuk membawa Aruna ke kapal penjemput dari pihak Paman Aruna yang telah tiba untuk membawanya pulang guna diadili.

​Malam Kemenangan

​Setelah pelabuhan dibersihkan, Tian Long dan Li Hua kembali ke istana. Di sana, Pangeran Tian Shu dan Putri Li Mei tertidur lelap, tidak sadar bahwa ibu mereka baru saja memenangkan perang besar lainnya.

​Tian Long memegang tangan Li Hua yang sedikit menghitam karena jelaga api. "Kau menyelamatkan kita lagi, Li Hua. Tapi aku takut... semakin besar kerajaan kita, semakin banyak orang seperti Aruna yang akan datang."

​Li Hua menyandarkan kepalanya di bahu kaisar Tian Long. "Biarkan mereka datang. Selama kita tidak melupakan siapa kita sebenarnya, takhta ini tidak akan pernah bisa digoyahkan."

​Namun, di dalam kotak perhiasan yang ditinggalkan Aruna di paviliun tamu, sebuah cermin kecil yang berbeda dari milik Li Hua mulai bersinar merah. Sebuah suara bisikan terdengar dari dalamnya: "Pengkhianatan baru saja dimulai dari dalam darahmu sendiri..."

1
EF Shahna
kaya nya bakal seru cerita selanjutnya
Dedeh Dian
Hem sangat sangat bagus sekali ceritanya... apalagi bagi AQ yg cepat tersentuh... makasih author
Rika Ashanty: sama-sama ka🙏👍terus jadi pembaca setia ya,maksih🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!