NovelToon NovelToon
Balas Dendam Pengantin Pengganti

Balas Dendam Pengantin Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Cerai / Penyesalan Suami / Putri asli/palsu / Balas dendam pengganti / Chicklit
Popularitas:52.9k
Nilai: 5
Nama Author: Aisyah Alfatih

“Aku hanya pengganti, bukan?” Suara Yura bergetar, namun matanya tak lagi memohon.
Arga Lingga Pradipta tak menjawab. Sejak awal, pernikahan itu memang tak pernah tentang cinta. Yura hanyalah bayangan dari wanita lain, dinikahi karena wajah, dipertahankan karena kesepakatan.

Empat tahun hidup sebagai istri tanpa nama, satu malam hampir mengakhiri segalanya. Saat kontrak pernikahan tinggal menghitung bulan dan wanita yang dicintai Arga kembali, Yura memilih berhenti terluka.

“Aku tak butuh cintamu,” katanya pelan.
“Aku hanya ingin kau menyesal.”

Saat tunangan asli kembali dan kontrak tinggal hitungan bulan, Yura bukan lagi istri yang patuh. Diam-diam, ia bangkit sebagai musuh paling berbahaya bagi keluarga Pradipta.

Bagaimana kisahnya? Yuk, simak di sini!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

Di dalam mobil, suasana hening hanya diisi dengung mesin dan cahaya lampu jalan yang berkelebat di kaca.

Belum sampai lima menit mobil melaju, Yura tiba-tiba menutup mulutnya.

“Berhenti—” suaranya parau.

Sky refleks membanting setir ke sisi jalan dan membuka pintu. Belum sempat ia sepenuhnya turun, Yura sudah muntah hebat, tubuhnya gemetar, napasnya terputus-putus. Sky menahan rambut Yura dengan satu tangan, tangan lain menepuk punggungnya pelan.

“Tenang … keluarkan saja,” ucap Sky rendah, suaranya lembut namun tegas.

Yura terisak, muntahnya berhenti perlahan. Tubuhnya melemas, hampir jatuh jika Sky tidak segera menopangnya. Ia menyodorkan air mineral, membantu Yura berkumur.

Setelah itu, Yura bersandar di jok. Matanya setengah terpejam, pipinya memerah, napasnya masih tak beraturan.

“Tuan Arga itu…” gumamnya tiba-tiba, suaranya pecah.

“Brengsek…”

Sky menoleh sekilas, tapi tetap fokus menyetir.

“Aku belum cukup kuat,” lanjut Yura, kata-katanya mulai tidak beraturan. “Belum … tapi nanti. Kalau kontrak itu selesai … aku bakal balas semuanya. Aku janji…”

Nada suaranya bukan sekadar mabuk. Ada luka yang menahun, kemarahan yang dipendam terlalu lama.

Sky menggenggam setir lebih kuat.

“Yura,” katanya pelan, “kamu tidak selemah yang mereka kira.”

Yura terkekeh kecil, tawa mabuk yang getir. Kepalanya miring, matanya menatap Sky tanpa fokus.

“Kamu tahu nggak…” katanya lirih, lalu mendekat sedikit.

“Kamu tampan.”

Sky terdiam.

“Dan kamu baik,” lanjut Yura, tersenyum samar. “Berbeda.”

Sebelum Sky sempat bereaksi, Yura tiba-tiba condong ke arahnya, gerakan spontan, tak terkontrol dan mencium pipi Sky dengan cepat. Detik itu juga Sky menginjak rem sedikit lebih keras.

Yura sudah kembali bersandar, seolah tidak sadar apa yang baru saja ia lakukan. Bibirnya masih tersenyum kecil, matanya terpejam, napasnya mulai melambat.

Sky mengusap pipinya sendiri tanpa sadar, lalu menghela napas panjang.

“Yura…” gumamnya lirih.

“Kamu cantik.”

Mobil kembali melaju menembus malam, membawa Yura menjauh dari kekacauan dan semakin dekat pada titik di mana hidupnya tak akan sama lagi.

Mobil Sky akhirnya berhenti di depan sebuah hotel bintang lima yang sunyi, lampu-lampu lobi menyala temaram menembus kaca depan. Sky mematikan mesin, menoleh ke arah Yura yang tertidur gelisah di kursi penumpang. Alis wanita itu berkerut, bibirnya bergumam pelan, sesekali tubuhnya bergetar seolah mimpi buruk masih mengejarnya.

Sky menghela napas panjang.

“Kalau aku membawamu pulang…” gumamnya lirih, “Arga bisa saja menyakitimu.”

Keputusan itu bulat. Malam ini, Yura tidak boleh berada dalam jangkauan Arga. Sky mengambil ponselnya. Jarinya bergerak cepat, wajahnya dingin namun waspada.

[Yura sudah aman. Dia di rumah sakit, masih mabuk berat. Aku yang urus, jangan cari dia malam ini.] pesan itu Sky kirim untuk Arga.

Sky tahu itu bohong. Tapi kebohongan yang perlu. Beberapa detik kemudian, ia membuka kontak lain.

[Yura ada bersamaku malam ini. Jangan biarkan Tuan Arga bertindak gegabah. Awasi dia.]

Tak lama, tanda pesan terbaca muncul. Sky menaruh ponselnya kembali ke saku jas, lalu membuka pintu mobil dan turun. Udara malam menyergap dingin, tapi pikirannya jauh lebih dingin.

Ia membuka pintu penumpang, melepas jasnya, lalu menyelimutkan jas itu ke tubuh Yura sebelum menggendongnya dengan hati-hati. Yura meringkuk refleks, wajahnya menempel di dada Sky, jemarinya mencengkeram kemeja Sky tanpa sadar.

“Tenang…” bisik Sky pelan. “Aku di sini.”

Langkah Sky mantap memasuki lobi hotel. Resepsionis hanya melirik sekilas, pria rapi dengan aura berkuasa, wanita dalam pelukannya jelas tak baik-baik saja. Tanpa banyak tanya, kunci kamar diberikan.

Di dalam kamar hotel, Sky membaringkan Yura perlahan di atas ranjang. Ia melepas sepatu Yura, menyesuaikan bantal, lalu mengambil air dan handuk basah. Saat Sky hendak beranjak, Yura tiba-tiba meraih pergelangan tangannya.

“Jangan … tinggalin aku…” gumamnya, hampir tak terdengar.

Sky terdiam, dadanya terasa sesak.

“Aku tidak pergi,” jawabnya tegas namun lembut. “Aku cuma di sini.”

Yura kembali terlelap, genggamannya melemah. Sky duduk di kursi di samping ranjang, menatap wajah Yura lama.

'Malam ini, Arga tidak akan menyentuhmu. Dan mulai malam ini juga … aku tidak akan membiarkanmu sendirian lagi.'

Karena terlalu mabuk, Yura kehilangan kendali atas tubuhnya sendiri. Ia turun dari ranjang dengan langkah oleng, lalu mendekati Sky yang duduk di sofa. Tanpa sadar, Yura duduk tepat di pangkuan pria itu, jemarinya menyentuh wajah Sky perlahan, seolah sedang menghafal tiap garisnya.

“Tuan Sky tampan,” gumamnya lirih. “Apa Anda sudah punya pacar?”

Sky tersenyum pelan, menahan napas. “Tidak,” jawabnya singkat. “Aku tidak berniat punya kekasih. Perempuan itu … ribet.”

Yura tertawa sinis. “Aku tidak ribet,” katanya, suaranya lembut namun mengandung luka. “Aku mudah diatur … tapi aku benci pria yang mengaturku.”

Tatapan Sky mengeras sejenak, lalu melembut kembali.

“Tuan Sky,” lanjut Yura, wajahnya semakin dekat, “Anda sangat tampan. Biarkan aku menciummu.”

Sebelum Sky sempat menahan, bibir Yura sudah mengecup bibirnya sekilas dan ringan, mabuk, tanpa arah. Sky terkejut, tubuhnya menegang, namun tangannya tidak membalas. Ia justru menahan bahu Yura agar jarak tercipta kembali.

“Yura,” ucapnya rendah namun tegas, “aku bukan tipe pria yang mengambil kesempatan dalam kesempitan. Berhenti sekarang … atau kau akan menyesal.”

“Tidak,” Yura menggeleng, senyum kecil terbit di bibirnya. “Aku tidak akan berhenti.”

Tangannya melingkar di leher Sky, membuat jarak mereka kembali menyempit. Terlalu dekat. Napas mereka saling bercampur. Mata Sky menatap Yura lebih lama dari yang seharusnya, bukan karena nafsu, melainkan karena ia melihat sesuatu yang rapuh, terluka, dan terlalu lama dipaksa kuat.

"Yura ... berhenti," kata Sky lagi memegang tangan Yura yang sibuk menyentuh tubuh Sky saat dalam keadaan mabuk.

1
Asyatun 1
lanjut
merry
cept tes hans,, klo cocok depak putri palsu itu umuknn siapa adikmu mky putri Arga gk brni ngusik yura lgg,, untuk Arga mngkin bulan nyesel tau yura ank konglomerat bangsawan dan org yg dh Nolongin dia 😄😄😄 putri gk bs berkutik klo seluruh ngeri tau yura adalh adik mu hans
Gadis misterius
Pertama yg harus disingkirkan dan ditengalamkan putri hans arga urusan blekangan krn putri membully yura dr zaman dia sekolah
Hanifah 76
apa kabar ka baru up lagi?sehat selalu
Arieee
semoga test dna positif Yura si putri yang hilang🤧🤧🤧🤧
Allea
semoga yura ga cepat2 memaafkan si hans
ken darsihk
Nggak sabar menunggu tnggl 10 , dan hasil tes DNA Yura & keluarga Wijaya
iqha_24
semoga positif, Yura Adik Hans
Eva Karmita
bukan kebahagiaan yang akan kamu dapatkan Arga tapi sebuah kehancuran, kebenaran yang sesungguhnya 🔥💪🥰
Oma Gavin
seharusnya kalau test DNA ini bener putri wajib didepak dari keluarga wijaya secara dia anak panti songong banget ngga cocok jadi keluarga wijaya
Naufal hanifah
ceritanya bagus
Aidil Kenzie Zie
peringatan untuk menjauhi Hans paling yang dimaksud Sky
merry
klo niat baik gpp klo niat buruk siap de demo ibu ibu kmu sky😄😄😄
Aisyah Alfatih: belum bisa double ini 😁 padahal pengen tak double terus biar tamat ... mungkin besok ya ...
total 1 replies
Ma Em
Alhamdulillah akhirnya Yura bebas dari jerat Arga , semoga Yura selalu bahagia setelah lepas dari Arga pasti Arga akan menyesal karena sdh menyia nyiakan Yura .
Eva Karmita
lanjut... pengen tau bagaimana Arga Tampa Yura disisinya, apa hidupnya akan bahagia atau sebaliknya jungkir balik ngk karuan .
Yulia Dhanty
menarik
ken darsihk
Setelah ini Arga akan menyesal parah , setelah dia tau siapa yng menolong dia sebenar nya
Dan setelah ini lo juga akan tau Arga siapa Shasmita 😂😂😂
Hanifah 76
bagus ceritanya ka semangat
Gadis misterius
Yura akan menghindari sky krn yura tau adeknya arga ada rasa ke sky...jngn kuatir ksu sky yura tdak akan menggangu hubungan hans dan adekmu yura itu anti laki2 sebelum blas dendamnya terblaskan
Sunaryati
Dengan membuang Yura berarti kau menyia- nyiakan perempuan yang pernah berjasa padamu, apalgi 4,5 tahun kau siksa fisik dan mentalnya dengan menyandra, setelah kau tahu, tapi keadaan kamu telah hancur. Kau tidak mendapatkan Yura atau tunangan kamu.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!