NovelToon NovelToon
Sumpah Di Bawah Bayangan Kaisar

Sumpah Di Bawah Bayangan Kaisar

Status: sedang berlangsung
Genre:Spiritual / Dijodohkan Orang Tua / Matabatin / Reinkarnasi / Nikah Kontrak / Mengubah Takdir
Popularitas:229
Nilai: 5
Nama Author: Laila ANT

Tabib Wi Lu mendapati dirinya dituduh meracuni Kaisar dan dipaksa menikahi Putri Yu Ming, pewaris tahta yang penuh dendam. Dengan reputasi tercoreng dan pengawasan ketat, Wei Lu harus melawan intrik licik Pangeran De, paman Kaisar, yang sebenarnya merencanakan kudeta dengan memanipulasi ilmu farmasi. Saat Yu Ming menjadikannya musuh, Wei Lu diam-diam menggunakan kejeniusan medisnya untuk membongkar konspirasi Pangeran De, menyelamatkan Kekaisaran dari wabah buatan, dan akhirnya mengungkap kebenaran di balik kematian Kaisar. Perjalanan ini memaksa Yu Ming menghadapi prasangkanya dan secara bertahap belajar mempercayai Wei Lu , mengubah pernikahan politik mereka menjadi pernikahan sejati yang di dasari cinta, kejujuran, dan penyembuhan bagi seluruh kerajaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Laila ANT, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Makanan Musuh

...bahwa saya akan meracuni Anda?” tantang Yu Ming, suaranya kini rendah, menuntut kejujuran yang tak terbantahkan.

“Jawab saya. Apakah Anda berpikir saya, Ratu Anda, akan menggunakan makanan untuk membunuh Anda, di istana yang seharusnya saya lindungi?”

Wei Lu menatap piring sup jamur yang dingin itu. Di bawah cahaya lilin yang redup, hidangan itu tampak tidak berbahaya, tetapi bagi Wei Lu, itu adalah simbol dari dilema yang tak terucapkan.

Ia duduk di kursi yang ditarik pelayan untuknya, menjaga postur tubuhnya tetap tegak meskipun ia baru saja melalui penyiksaan audit selama lima hari berturut-turut.

“Ratu,” jawab Wei Lu, nadanya tenang, tetapi tidak ada kehangatan sama sekali.

“Saya tidak pernah mengatakan bahwa Anda akan meracuni saya.”

Yu Ming mendengus.

“Tapi Anda bertindak seperti itu. Empat hari lalu, saya mengirimkan hidangan ini ke kantor Anda, saya bahkan meminta Kasim Feng untuk memastikan suhunya pas. Saya tahu Anda tidak makan dengan baik. Tapi Anda membiarkannya dingin, tidak tersentuh. Hanya ada satu kesimpulan: Anda takut menerima apa pun yang berasal dari tangan saya.”

Yu Ming melangkah mendekati meja, matanya yang marah kini memancarkan sedikit rasa sakit yang terselubung. Itu adalah rasa sakit yang datang dari penolakan, bukan dari kekuasaan.

“Tolong, jangan gunakan logika politik di sini, Wei Lu. Ini masalah pribadi. Apakah Anda percaya saya mampu melakukan kejahatan keji seperti itu?”

Wei Lu mencondongkan tubuhnya ke depan sedikit, tidak terintimidasi oleh emosi yang tiba-tiba tumpah itu.

“Ratu, mari kita bicara sebagai Perdana Menteri dan Ratu. Bukan sebagai suami dan istri yang tidak pernah ada. Kita berdua tahu siapa yang saat ini menguasai rantai pasokan dan keamanan makanan di istana ini, bukan? Pangeran De.”

Yu Ming menggeleng.

“Pangeran De adalah paman saya. Dia tidak akan pernah—”

“Pangeran De adalah orang yang menanam bukti pembunuhan di kantor saya,” potong Wei Lu, suaranya menajam sedikit.

“Dia adalah orang yang baru saja Anda izinkan mengambil alih seluruh gudang bahan baku obat, yang berarti dia mengendalikan apa yang masuk dan keluar dari dapur. Dan yang paling penting, dia adalah orang yang memiliki pengetahuan farmasi yang cukup canggih untuk membuat racun yang tidak terdeteksi oleh tabib istana mana pun, kecuali mungkin saya sendiri.”

Wei Lu menunjuk ke piring sup itu.

“Pangeran De tidak perlu meracuni Anda untuk menyerang saya. Dia hanya perlu meracuni saya. Dan hidangan yang Anda siapkan, yang disajikan di bawah pengawasan logistik yang mudah disusupi, adalah target sempurna.”

Yu Ming tertegun sejenak. Skenario itu, meskipun paranoid, terasa sangat dingin dan logis. Pangeran De akan menggunakan Wei Lu untuk menghancurkan Ratu.

“Jadi, Anda menganggap diri Anda terlalu penting untuk mati?” tuntut Yu Ming, nada suaranya kini kembali dingin, menutupi rasa terkejutnya.

“Anda pikir Anda adalah satu-satunya benteng yang melindungi takhta, sehingga Anda harus hidup dengan ketakutan yang konyol ini?”

Wei Lu menghela napas.

“Saya tidak peduli dengan ego saya, Ratu. Tapi saya tahu bahwa jika saya mati malam ini, Pangeran De akan menyalahkan Anda. Dia akan menggunakan surat nikah kita untuk menuduh Anda sebagai otak pembunuhan berantai. Dia akan mengambil takhta. Itu adalah satu-satunya alasan mengapa saya masih makan makanan yang saya siapkan sendiri, Ratu. Saya tidak bisa memercayai lingkungan istana ini. Tidak ada makanan, tidak ada minuman, dan—sampai saat ini—tidak ada Ratu yang saya percayai, karena setiap elemen bisa menjadi perpanjangan tangan Pangeran De.”

Wei Lu baru saja menelanjangi dirinya sendiri secara brutal. Dia tidak hanya mengatakan bahwa dia tidak memercayainya, dia mengatakan bahwa dia adalah ancaman tidak langsung bagi keselamatannya dan stabilitas takhta.

Wajah Yu Ming memerah karena marah, tetapi juga karena tersinggung. Ini bukan hanya tentang ketakutan akan racun, ini tentang keangkuhan Wei Lu.

“Anda sungguh menjijikkan, Wei Lu,” bisik Yu Ming.

“Anda melihat setiap tindakan kebaikan sebagai perangkap. Anda melihat setiap orang sebagai boneka yang dikendalikan oleh Pangeran De. Anda adalah orang yang sangat paranoid, sehingga Anda pantas mendapatkan nasib yang Anda yakini akan menimpa Anda.”

Ia berjalan menuju jendela, memunggungi Wei Lu.

"Ambil makananmu sendiri, minum air yang kau saring sendiri. Saya tidak peduli. Tapi jangan berani-berani Anda menggunakan Pangeran De sebagai alasan untuk menganggap saya adalah pembunuh Ayah saya."

“Saya tidak pernah mengatakan Anda pembunuh Ayah Anda,” kata Wei Lu dengan cepat.

“Saya mengatakan Anda dimanipulasi oleh orang yang membunuhnya.”

Yu Ming berbalik, tatapannya membeku.

"Pergi. Saya memanggil Anda bukan untuk mendengar kuliah tentang paranoia Anda, tetapi untuk memastikan apakah tuduhan saya benar. Ya, benar. Anda takut pada saya. Dan itu adalah aib bagi Anda dan bagi pernikahan ini."

Wei Lu bangkit, membungkuk formal.

"Saya akan kembali ke kantor saya, Ratu. Audit yang Anda minta sudah 90% selesai. Saya tidak akan membiarkan Pangeran De menang hanya karena saya gagal memenuhi permintaan Ratu."

Yu Ming tidak menjawab.

Wei Lu, setelah beberapa detik yang terasa abadi, berbalik dan berjalan menuju pintu. Ia meninggalkan Ratu di ruang makan pribadinya, dikelilingi oleh piring sup yang dingin, simbol dari kebencian dan kesalahpahaman yang kini semakin dalam di antara mereka.

***

Wei Lu kembali ke kantornya yang kini terasa dingin dan sunyi. Juru tulis Yu Ming di ruangan sebelah masih mencatat, pena mereka bergesekan seolah sedang menggaruk dinding sarafnya. Ia duduk kembali di mejanya, memegang kuas, mencoba melanjutkan sisa 10% audit yang harus diselesaikan.

Konfrontasi dengan Yu Ming telah menguras energinya. Ia tahu tindakannya menolak makanan itu tampak arogan dan paranoid, tetapi ia tidak bisa mengambil risiko sedikit pun. Kehidupan politiknya telah menjadi permainan catur di mana setiap potongan yang bergerak harus diasumsikan diracuni.

Ia mengambil dokumen terakhir dari tumpukan audit, yaitu daftar pengadaan bahan bakar untuk pemanas istana. Tanda tangan yang sah. Ia menandai dokumen itu sebagai selesai dan meletakkannya di atas tumpukan yang harus dikirim ke arsip.

Tiba-tiba, ia mendengar suara gesekan yang sangat pelan, bukan dari juru tulis Yu Ming, tetapi dari lantai di bawah mejanya.

Wei Lu membeku. Itu adalah kode rahasia yang ia atur dengan Lin San, tabib magang yang loyal: tiga gesekan pendek, satu panjang, menandakan pesan tersembunyi yang mendesak.

Ia tidak bisa membungkuk untuk memeriksa. Juru tulis di sebelah pasti akan mencatat gerakan sekecil apa pun.

Wei Lu, dengan gerakan yang disengaja dan lambat, menjatuhkan kuasnya. Kuas itu jatuh tepat di sudut mejanya, di mana ia bisa membungkuk untuk mengambilnya tanpa terlalu mencolok.

"Sial," gumam Wei Lu, cukup keras untuk didengar juru tulis di sebelah. Ia membungkuk, tangannya menyentuh lantai dingin.

Jari-jarinya meraba-raba di bawah meja, dan ia menemukan sebuah gulungan kertas kecil, jauh lebih kecil dari gulungan pesan yang ia gunakan untuk umpan. Gulungan itu diselipkan di bawah kaki meja, di tempat yang tidak akan pernah dilihat oleh ajudan Ritus atau juru tulis yang mengawasi.

Wei Lu mengambil gulungan itu dan menyembunyikannya di telapak tangannya saat ia bangkit, berpura-pura memeriksa kuasnya. Ia kembali duduk, tangannya di atas meja, di bawah bayangan tumpukan arsip.

Dengan hati-hati, ia membuka gulungan itu. Tinta tak terlihat yang ia gunakan untuk mengirim pesan rahasia tidak berguna di sini. Ini adalah tinta hitam pekat, tulisan tangan Lin San, gemetar karena tergesa-gesa.

Pesan itu sangat singkat, hanya tiga baris:

PM. Laporan baru. Tuan Bao, atas perintah De, menyerahkan salinan Diagram 300g—yang palsu—kepada Tabib Jian di luar ibukota.

Mereka meminta Analisis Ahli. Laporan akan keluar dalam 48 jam.

Ini bukan lagi arsip. Ini Legalisasi.

Napas Wei Lu tercekat. Pangeran De telah mengambil langkah yang paling ia takuti. Pangeran De tidak hanya menanam bukti palsu di istana, ia sekarang berusaha melegalkan fitnah itu di mata publik.

Diagram 300g bukti itu akan dianalisis oleh Tabib Jian,seorang ahli medis luar yang netral) dan Tabib Jian akan dipaksa untuk menyimpulkan bahwa diagram itu sah. Begitu laporan itu keluar, reputasi Wei Lu akan hancur total, dan Yu Ming tidak akan punya pilihan selain mendakwanya secara resmi.

Pangeran De bergerak cepat. Dia menggunakan waktu yang Wei Lu habiskan untuk menyelesaikan audit yang mustahil, untuk meresmikan fitnahnya.

48 jam.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!