NovelToon NovelToon
Ladang Surgawi Sang Mantan Prajurit

Ladang Surgawi Sang Mantan Prajurit

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:18.3k
Nilai: 5
Nama Author: Sukma Firmansyah

Di tengah kemiskinan setelah menjual segalanya demi membantu ibu mendiang sahabatnya, takdir membawanya pada sebuah keajaiban.
Sebuah gulungan lukisan leluhur yang tak sengaja terkena tetesan darahnya membuka gerbang menuju dimensi lain—sebuah "Ruang Peta Spiritual".
Di sana, waktu berjalan sepuluh kali lebih cepat. Mata airnya mampu menyembuhkan penyakit mematikan, dan tanahnya dapat mengubah tanaman layu menjadi harta karun bernilai miliaran!
Dari seorang gelandangan di kawasan kumuh menjadi taipan pertanian yang disegani. Xia Ruofei memulai hidup barunya: menanam sayuran kualitas dewa, memulihkan tubuhnya, dan menghajar mereka yang berani meremehkannya.
Inilah kisah sang Raja Tentara yang beralih profesi menjadi Petani Legendaris!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sukma Firmansyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18: Serangan Jantung Akut

Keluarga Hu Zi tinggal di Kabupaten Changping, sebuah wilayah pinggiran Kota Tiga Gunung.

Setelah meninggalkan rumah, Xia Ruofei langsung menuju Stasiun Selatan. Bus dari Kota Tiga Gunung menuju Changping berangkat setiap setengah jam sekali. Xia Ruofei bergegas membeli tiket untuk jadwal keberangkatan terdekat di loket. Masih tersisa waktu sekitar 20 menit lagi.

Xia Ruofei meninggalkan loket tiket dan bersiap masuk ke dalam stasiun bus.

Pada saat itu, terjadi keributan di dekat pintu masuk. Xia Ruofei menoleh dan melihat seorang pria tua tergeletak di tanah di kejauhan. Tak lama kemudian, orang-orang mulai menunjuk-nunjuk ke arahnya. Beberapa orang bahkan mengeluarkan ponsel untuk memotret, tetapi tak satu pun yang maju untuk menolong.

Xia Ruofei bergegas mendekat.

Saat itu, kerumunan penonton sudah mengelilingi pria tua tersebut. Xia Ruofei memaksa menerobos masuk, membuat seseorang berteriak dengan nada kesal.

"Untuk apa kau memaksa masuk?"

Xia Ruofei tidak punya waktu untuk berdebat. Ia melihat seorang kakek berusia tujuh puluh atau delapan puluhan dengan rambut beruban terbaring kesakitan di tanah.

Ini pasti kondisi akut! Xia Ruofei tidak berpikir panjang dan segera maju untuk memeriksa keadaannya.

Saat itu, para penonton di sekitar mencoba mencegahnya.

"Hei! Jangan ke sana, Nak. Hati-hati, nanti kau malah diperas!"

"Benar! Orang tua ini kelihatannya sakit parah. Jangan cari masalah!"

"Jangan ke sana. Aku sudah menelepon 120 (nomor darurat)!"

Xia Ruofei tersenyum pahit dalam hati. Memang ada fenomena aneh di masyarakat saat ini, seperti insiden terkenal di Nanjing. Banyak kasus serupa yang membuat orang takut menyentuh orang tua yang jatuh, khawatir malah dituduh sebagai pelaku atau dimintai ganti rugi.

Namun, Xia Ruofei telah dididik di militer selama bertahun-tahun. Hatinya tidak tega melihat orang tua tergeletak tak berdaya tanpa melakukan apa pun. Nuramimya tidak mengizinkannya.

Tanpa ragu, ia melangkah maju dan berjongkok di depan kakek itu. Mata kakek itu terpejam rapat, wajahnya menyiratkan rasa sakit yang luar biasa. Wajahnya sangat pucat, dan bibirnya sudah mulai membiru.

Xia Ruofei dengan lembut menempelkan jari untuk memeriksa napas si kakek. Napasnya sudah sangat lemah, dan ia bisa merasakan dengan jelas bahwa kulit kakek itu dingin.

Infark miokard akut! (Serangan jantung akut).

Istilah itu langsung muncul di benak Xia Ruofei. Ia pernah menerima pelatihan pertolongan pertama di tentara. Meski bukan dokter profesional, ia bisa membuat penilaian kasar.

Insting pertamanya adalah segera memeriksa saku kakek itu. Biasanya, pasien dengan masalah jantung akan membawa obat seperti nitrogliserin, tetapi Xia Ruofei tidak menemukannya.

Xia Ruofei berpikir mungkin kakek ini tidak memiliki riwayat penyakit jantung sebelumnya. Ini mungkin serangan yang benar-benar mendadak, jadi wajar jika beliau tidak membawa obat jantung.

Tanpa menoleh, ia berteriak, "Bisakah seseorang tolong panggilkan 120?"

"Anak muda, sudah ada yang menelepon 120. Cepat bangun! Jangan sampai kau terlibat masalah yang tak bisa kau selesaikan!" seseorang mengingatkannya.

Mendengar ambulans sudah dipanggil, Xia Ruofei mengabaikan peringatan orang itu. Ia langsung mengubah posisi kakek tersebut menjadi telentang. Ia mengangkat sedikit kaki kakek itu dan mengganjalnya dengan tas militer miliknya.

Kemudian, ia buru-buru memeriksa denyut nadi kakek itu, yang ternyata juga sangat lemah.

Kondisi kakek itu semakin memburuk. Xia Ruofei tahu jika dibiarkan beberapa menit lagi, kakek itu akan meninggal sebelum ambulans tiba. Ia mulai merasa cemas.

Tiba-tiba, tatapan Xia Ruofei jatuh pada tas militer di bawah kaki kakek itu.

Ia segera menyambar tasnya dan mengeluarkan sebotol jus anggur. Kemudian, ia membuka paksa mulut kakek itu dan menuangkan jus tersebut ke dalamnya.

Setelah menyimpan kembali botol ramuan itu, Xia Ruofei dengan gugup mengamati kondisi si kakek. Meskipun sudah terbukti kelopak bunga itu efektif melawan penyakit ALS-nya, cairan ini hanyalah larutan yang sudah diencerkan. Terlebih lagi, Xia Ruofei tidak yakin apakah ramuan ini bisa efektif mengatasi serangan jantung yang begitu parah.

Untungnya, larutan kelopak bunga itu tidak mengecewakan Xia Ruofei.

Tak lama setelah meminumnya, napas kakek itu mulai stabil dan kuat, warna kulitnya pun perlahan kembali normal.

Melihat ini, Xia Ruofei menghela napas lega.

Para penonton juga bisa melihat bahwa setelah Xia Ruofei meminumkan cairan yang tidak diketahui isinya, kondisi kakek itu membaik dengan cepat. Mereka hanya bisa berdecak kagum.

Kakek itu belum sadar, jadi Xia Ruofei tidak berani pergi. Ia berjongkok di sampingnya sambil terus memantau kondisinya.

Sekitar lima menit kemudian, napas kakek itu sudah sepenuhnya stabil dan wajahnya kembali normal.

Awalnya ia sedikit mengernyit, lalu perlahan membuka matanya.

"Dia sadar, dia sadar!"

"Anak muda itu hebat sekali!"

"Ya! Kupikir kakek itu tadi sudah hampir lewat!"

Para penonton mulai kasak-kusuk.

"Apa... apa yang terjadi padaku?" tanya kakek itu dengan lemah.

Xia Ruofei berkata, "Kek, Anda tadi pingsan. Mungkin serangan jantung akut. Bagaimana perasaan Anda sekarang?"

"Dadaku masih agak sesak... tapi sudah lebih baik..." jawab kakek itu.

Xia Ruofei mengangguk. "Syukurlah! Tetap berbaring dan jangan banyak bergerak. Seseorang sudah memanggil 120. Ambulans akan segera tiba. Kakek harus ke rumah sakit untuk pemeriksaan menyeluruh dan perawatan!"

Xia Ruofei sengaja hanya meminumkan dua atau tiga teguk larutan kelopak bunga yang sudah diencerkan. Ia melakukan ini untuk mencegah kakek itu pulih terlalu cepat atau bahkan langsung bisa melompat-lompat saking ampuhnya efek obat tersebut. Hal itu pasti akan sangat mengejutkan dan mencurigakan.

Ternyata keputusannya untuk berhati-hati sudah tepat. Ia berhasil menyelamatkan nyawa kakek itu tanpa membongkar rahasianya.

Xia Ruofei berdiri dan berkata, "Kek, karena Anda sudah tidak apa-apa, saya harus mengejar bus, jadi saya pamit dulu. Anda harus ke rumah sakit untuk periksa nanti! Oh ya, sebaiknya segera hubungi anak-anak Anda."

Setelah itu, Xia Ruofei bersiap kembali ke stasiun.

Tiba-tiba, kakek itu memeluk kaki Xia Ruofei.

Kerumunan penonton langsung heboh.

"Lihat! Dia mau memeras anak itu..."

"Sudah kubilang jangan ke sana tadi!"

"Anak itu masih terlalu muda dan polos..."

Xia Ruofei agak terkejut. Mungkinkah ia benar-benar bertemu orang yang mau memerasnya? Kakek tua ini tidak terlihat seperti orang jahat!

Kakek itu sepertinya mendengar pembicaraan orang-orang di sekitarnya. Ia buru-buru melepaskan pegangannya dan berkata, "Anak muda, jangan... jangan salah paham... Aku tidak bermaksud memerasmu... Aku tahu kau baru saja menyelamatkan nyawaku. Aku hanya ingin kau meninggalkan nomor kontakmu supaya aku bisa berterima kasih nanti!"

Xia Ruofei menjadi rileks dan tersenyum. "Kek, tidak perlu berterima kasih. Saya hanya menolong sesama. Syukurlah Kakek sudah baik-baik saja. Saya benar-benar akan ketinggalan bus. Selamat tinggal!"

"Anak muda, kalau begitu... terimalah kartu namaku ini. Kau harus menghubungiku nanti!" Kakek itu bersusah payah mengeluarkan kartu nama dari sakunya dan menyerahkannya kepada Xia Ruofei dengan tangan gemetar.

Xia Ruofei berpikir sejenak, lalu tersenyum dan mengangguk. Ia mengambil kartu nama itu dan memasukkannya ke saku. Kemudian ia berpamitan pada kakek itu dan segera meninggalkan lokasi, berjalan menuju ruang tunggu Stasiun Selatan.

Saat memasuki stasiun, ia mendengar suara sirene ambulans yang meraung dari kejauhan di belakangnya.

Xia Ruofei tahu ambulans sudah tiba. Ia pun merasa lega sepenuhnya.

Tak lama kemudian, waktu keberangkatan bus pun tiba. Xia Ruofei tidak menunggu lama sebelum naik ke bus menuju Kabupaten Changping.

1
Andira Rahmawati
keren abissss👍👍👍👍
Andira Rahmawati
cerita keren..lanjut thor💪💪
Jujun Adnin
lagi
Luthfi Afifzaidan
lg
Luthfi Afifzaidan
lanjutkan
Kang Comen
ok
Jujun Adnin
lanjut
Samadi Kelana
Mantap
Dasef Saputra
Cukup Bagus
Luthfi Afifzaidan
lg
Dasef Saputra
Maaf Thor klau bisa alur ceritanya jangan di bikin monoton,biar yg membaca tidak merasa bosan🙏
Pecinta Gratisan
lagi thor updatenya💞
Pecinta Gratisan
mantap💞 jiwa
JJ opa
alur cerita yang membuat pembaca makin penasaran,👍👍lanjut thor saya pribadi menanti kelanjutan episode🙏🙏
Sukma Firmansyah: hahahaha
sama,ini juga novel yang saya rekomendasikan
tapi aneh pembaca sepi
total 1 replies
Chi Fuyu
up
Sukma Firmansyah: gasssssss
total 1 replies
azizan zizan
alur yang terlalu membosankan pantas lah tidak ramai yang membaca...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!