Ketika aku membuka mata, aku tiba di tempat yang tidak ku kenal.
Cukup yakin, ini novel yang pernah aku baca.
[Freedom The Continent]
[Freedom The Continent] adalah novel yang berpusat pada petualangan beberapa karakter dalam perjalanan mereka membebaskan benua dari kegelapan.
Ada dua tokoh sentral dalam cerita ini. Seorang mage wanita yang diangkut dari dunia lain dan seorang pendekar pedang yang terlahir kembali.
Tapi cukup, abaikan tentang mereka.
Karena aku tidak datang ke dunia ini menjadi salah satu dari mereka!
Aku menjadi bagian dari novel itu sebagai seorang penjahat kejam, mantan tunangan pangeran yang telah diasingkan!
Bahkan namaku hanya muncul beberapa baris dalam paragraf novel itu.
Tipikal Novel abad pertengahan, dimana gadis biasa menjadi saint, dinikahkan dengan pangeran dan mantan tunangan sang pangeran—seorang putri Duke yang menjadi penjahat untuk mendorong perkembangan cinta mereka.
Dan aku, adalah penjahat itu.
"... sial, ini mengerikan."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DancingCorn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 18 - Dungeon : Labirin (2)
Clae menurunkan kepalanya.
Baibai merasakan tatapan panas di punggungnya. Namun dia mengabaikannya dengan melihat tulisan yang tiba-tiba muncul.
Clae menghela nafas lalu melihat ke atas.
[Peraturannya sangat mudah. Tetap bertahan hidup]
‘Persetan!!'
Clae menggertakkan giginya.
'Bullshit! Bukankah ini sama seperti sebelumnya.'
Wajah Clae menjadi gelap. Dia merasa seluruh badannya kembali sakit.
'Ini lebih seperti tempat penyiksaan daripada tempat bermain!'
Clae benar-benar tidak ingin masuk ke tempat itu. Tapi...
Jika dia tidak melakukan apapun, bagaimana caranya keluar.
Mati kelaparan atau mati saat menjelajah.
Sebuah keputusan melintas di mata Clae.
Jika pada akhirnya kematian yang menanti. Kenapa dia ragu-ragu.
Clae melangkah menuruni tangga.
"Meow??"
Baibai melihat Clae dengan heran. Namun Clae mengabaikannya.
Begitu kaki Clae meninggalkan tangga, sebuah pesan baru muncul di atas labirin.
[🥳Selamat Datang 🎉]
[Setelah sekian lama, seorang penantang telah muncul ⸜( ˃ ᵕ ˂ )⸝♡]
[Penantang, monster HANYA aktif di malam hari, jadi jangan khawatir ( ◜‿◝ )]
[Berhasil melewati permainan lebih cepat dari waktu yang ditentukan akan mendapat hadiah ミ●﹏☉ミ]
[Apa yang perlu kamu lakukan? Tentu saja menemukan jalan keluar ᕙ( ͡◉ ͜ ʖ ͡◉)ᕗ]
[Waktu mu 48 jam (⇀‸↼) Terhitung mulai setelah melangkah ke dalam Labirin]
[Semangat, kamu pasti bisa ლ(◕ω◕ლ)]
“…”
“… Meow”
Saat itu, Clae dan Baibai memiliki satu pikiran yang sama.
‘Semangat pamanmu!!’
"Apa kamu juga yang membuat tulisan itu."
"Tidak, meow. Aku bersumpah atas bulu leherku yang indah."
Clae menyipitkan mata. Dia melihat Baibai dengan tajam.
"Aku sungguh tidak akan membuat tulisan memalukan itu, meow!"
Clae kemudian mengalihkan pandangan dari Baibai. Meski tidak percaya sepenuhnya, dia sedikit yakin kucing arogan ini tidak akan membuat hal-hal lucu.
Lalu Clae mendengar bisikan kucing itu.
"Aku tidak bisa mengendalikan lantai 10 ke bawah, meow."
Clae memejamkan mata sejenak.
Suara Baibai terdengar putus asa. Dia menarik nafas pelan.
Clae telah melihat labirin dari atas. Dia telah menandai beberapa tempat di sana. Senyum tipis terbentuk di wajahnya.
"Mau itu labirin, ini hanyalah dungeon."
'Mudah saja.'
"Meow?"
Clae selalu melakukan sesuatu yang dia yakini. Dia tidak akan ragu. Dia tau dia akan menang.
[Permainan dimulai setelah penantang masuk]
[Selamat bersenang-senang]
Clae mengabaikan tulisan di atas. Dengan Baibai di pelukannya, dia melewati salah satu gerbang labirin.
Tapi... suara dengan nada tinggi dan centil yang tiba-tiba terdengar setelah dia masuk.
[Hmm, tamu, maafkan kami (╯︵╰;) karena tidak ada waktu di tempat ini, peraturan monster hanya aktif pada malam hari DIHAPUSKAN]
Kaki Clae membeku tiba-tiba.
[Sebagai gantinya, mereka akan muncul di bayang-bayang bahkan jika itu adalah pagi. Aku tau kamu pasti bisa melakukannya, para tamu, semangat~~~ ლ(◕ω◕ლ)]
'aku ingin membuang bom atom ke tempat ini!'
Bagaimana dungeon bisa begitu seenaknya!
Baibai melompat keluar dari pelukan Clae saat mendengar kata-kata itu.
Clae tidak mengambil langkah. Kepalanya menengadah, membacanya pengumuman lagi sebelum memastikan keaslian kata-kata itu.
Clae dan Baibai memiliki pemikiran yang sama.
"WHAT THE F*CK!!"
Clae berbalik. Dia melihat pintu masuk ditutup membran tipis. Dia mencoba melewatinya, tapi tertahan. Dia tidak bisa keluar.
"Ini penghalang, meow. Sangat kuat!! Aku tidak bisa menghancurkannya, meow."
Baibai menambahkan kabar buruk.
Clae mundur satu langkah. Dia tidak bisa keluar. Labirin tidak memberinya pilihan kembali. Clae melihat kucing didekatnya. Pikirannya bergerak dengan cepat.
Kkiikkk kkiikk
Clae melihat 2 goblin hijau dengan pemukul kayu di tangan mereka mendekat.
‘Sialan, sialan, sialan!'
Racunnya sudah habis karena dunia buatan sebelumnya. Para monster akan keluar sewaktu-waktu. Lari tidak akan menyelesaikan masalah.
Clae menutup mata. Dia mengingat seluruh labirin dalam kepalanya.
Saat matanya terbuka, dia melihat kucing di tanah.
Clae mengingat satu hal. Kucing ini memiliki sihir yang cukup kuat.
"Hei, kucing."
"Baibai, meow."
Clae mengangkat satu alisnya. Kucing itu, Baibai, sedikit arogan. Tapi bukan saatnya bermain-main.
"Terserah, mari bekerja sama."
"Hm?"
"Lindungi aku, sihirmu bisa dipakai, kan?"
"Meow!!"
Aura hitam perlahan keluar dari tubuh Baibai. "Bisa, meow!"
"Kita akan keluar, atau pergi ke lantai berikutnya. Aku mengingat denah labirin ini. Selama dinding labirin tidak berubah, kita akan sampai dalam.… 7 jam."
"Meow, jadikan 3 jam."
Baibai mengelilingi dirinya dan Clae dengan angin. Sebelum mereka pergi, Baibai mengurus goblin di jalan mereka.
Dia melambaikan cakarnya. Angin padat dan tajam keluar, langsung membelah goblin menjadi dua.
"Wow."
Baibai tersenyum mendengar desahan kagum Clae. Karena itu, alih-alih melewatinya, dia menghabisi beberapa monster lemah lain di jalan mereka.
Clae yang melihatnya sesekali akan mengatakan perasaan kagum dan takjubnya. Clae tidak bisa menahan pikirannya saat tersenyum kagum.
‘Wahh, kucing ini sangat murahan.’
Clae hanya menunjukkan ke kanan dan kiri saat Baibai menggunakan sihir angin sebagai alat transportasi.
"Hei, berhenti."
"Kubilang, Baibai, Meow. Panggil aku Baibai."
"Oh."
Meski Baibai bersikap kesal dan arogan. Dia masih berhenti seperti yang dikatakan Clae.
Clae melihat tempat ini saat dia sedang di atas. Ini salah satu tempat yang membuatnya penasaran. Ada banyak simbol disini. Selain itu, ada dua lubang di atasnya. Lubang itu mengingatkan Clae pada lubang kunci pada batu.
"I-ini..."
Clae tadinya tidak memperhatikan, tapi setelah dia mencoba melihat semua simbol. Dia ternyata tau apa yang tertulis di sana.
"Haaaa, sial."
Itu ditulis menggunakan sebuah aksara jawa. Aksara yang dia gunakan sebagai bahasa rahasia di kehidupannya dulu. Tulisan itu berarti.
[Tempat Aman]
[Lengkapi kunci untuk bisa membuka pintu masuk]
"Manusia, apa yang aneh, meow."
Clae juga melihat simbol mirip di pintu masuk. Tapi Clae terlalu cepat pergi sehingga dia belum sempat membacanya.
Selama ini, ada 3 tempat dengan tulisan aksara jawa yang dia lewati. Tapi, itu tidak berbentuk persegi panjang, seperti pintu di sini.
Juga, Clae tidak tau dimana atau apa kuncinya.
"Tidak ada. Kita teruskan saja."
"Manusia, kamu aneh, meow. Apa kamu mengerti yang ada disana."
"Sedikit."
"???"
Baibai kembali menilai Clae dari awal. Dia tidak tau ada seorang manusia yang bisa membaca bahasa kuno saat ini. Sementara Clae tidak tau apa yang dilakukan Baibai, dia mulai berpikir lagi.
“Mungkin…”
"Manusia, ada apa, meow."
"Ayo pergi."
Clae kembali melanjutkan perjalanan dengan sihir angin Baibai. Dia meminta Baibai melewati tempat yang aneh baginya. Semakin dia melihat semakin rumit pikirannya.
Akhirnya mereka sampai di pintu keluar. Pintu keluar ini tidak terlihat seperti pintu masuk awal. Pintu ini terbuat dari kayu yang tingginya seperti sebuah Villa.
Hati Clae bergetar, dia merasa ada kesalahan.
"Apa ini benar-benar pintu keluar."
"Tentu saja, meow. Kita melihatnya saat di atas. Boleh juga kau, manusia. Meow~~"
Baibai dengan senang hati mendorong pintu.
"Tidak, tunggu."
Terlambat
Pintu itu terbuka sepenuhnya. Itu bukanlah pintu keluar seperti yang dipikirkan Clae. Itu adalah ruangan yang besarnya seperti 25% dari labirin.
Ruangan gelap itu tiba-tiba menerima cahaya. Satu obor di atas pintu menyala. Seperti sebuah saklar. Obor lain dalam ruangan itu menyala bergiliran. Saat semua obor menyala. Clae bisa melihat apa yang ada di dalamnya.
'Ah! D-dia! Bagaimana, bagaimana dia ada disini.'
Tapi mata makhluk itu tertutup. Clae mundur perlahan. Dia merasa masih ada kesempatan untuk melarikan diri.
"MEOOWW!! Aku tidak bisa melawan itu. Meow! Tidak mungkin, tidak mungkin."
Tentu saja itu jika dia memiliki Tim yang baik.
Suara Baibai membangunkan makhluk didalam ruangan. Ketika monster itu merasakan mana dari Baibai, dia mulai terlihat marah.
RRROOOAAAARRR
Makhluk prasejarah yang memiliki tanduk, tonjolan tulang setinggi enam inci di atas matanya. Tingginya 5 meter dengan panjang 15 meter. Ada tangan kecil di depan tubuhnya.
Makhluk yang dikenal sangat agresif di bumi pada masa Cretaceous. Itu karena dia terlihat berkelahi dengan theropoda lain seperti Allosaurus, Baryonyx dan Tyrannosaurus.
Carnotaurus. Banteng pemakan daging.