NovelToon NovelToon
Takdir Cinta Dua Dunia : Baby Alexie

Takdir Cinta Dua Dunia : Baby Alexie

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Yatim Piatu / Romansa Fantasi / Ibu Pengganti / Mafia / Reinkarnasi / Fantasi Wanita
Popularitas:6.5k
Nilai: 5
Nama Author: riniasyifa

Malam itu, di balik rimbun ilalang takdir seorang gadis muda yang baru saja lulus sekolah menengah atas itu berubah selamanya. Seorang wanita sekarat menitipkan seorang bayi padanya, membawanya ke dalam pusaran dunia yang penuh bahaya.

Di sisi lain, Arkana Xavier Dimitri, pewaris dingin keluarga mafia, kembali ke Indonesia untuk membalas dendam atas kematian Kakaknya dan mencari sang keponakan yang hilang saat tragedi penyerangan itu.

Dan kedua orang tua Alexei yang di nyatakan sudah tiada dalam serangan brutal itu, ternyata reinkarnasi ke dalam tubuh kucing.

Dua dunia bertabrakan, mengungkap rahasia kelam yang mengancam nyawa Baby Alexei

Bisakah Cintya dan Arkana bersatu untuk melindungi Alexei, ataukah takdir akan memisahkan mereka selamanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riniasyifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

Mentari pagi menghangatkan kulit, menerangi taman bermain yang ramai dengan tawa anak-anak dan celoteh riang para ibu-ibu. Cintya tersenyum, menikmati suasana damai ini. Sudah lama rasanya ia tidak bisa bersantai seperti ini. Al, yang kini sudah semakin besar dan aktif, bahkan sudah bisa berjalan, sedang asyik bermain di atas karpet piknik berwarna-warni. Tangannya meraih-raih mainan gantung berbentuk hewan-hewan lucu, mulutnya tak berhenti mengoceh mengeluarkan suara-suara khas bayi yang menggemaskan.

Pus, dengan setia berbaring di samping Al, mengawasi gerak-gerik si kecil dengan mata hijaunya yang waspada. Sesekali, ia menjilat wajah Al dengan lembut, membuat Al terkekeh geli. Cintya merasa tenang dengan kehadiran Pus. Ia merasa Pus adalah penjaga yang handal bagi Al dan juga dirinya.

Cintya mengamati sekeliling taman, menikmati pemandangan yang menenangkan. Anak-anak berlarian dengan riang, para ibu-ibu bercengkerama sambil mengawasi buah hati mereka, dan pasangan muda menikmati waktu berdua di bawah pohon rindang. Semua tampak bahagia dan damai.

Namun, tiba-tiba, Cintya merasakan sesuatu yang aneh. Ia merasa seperti ada yang mengawasinya. Ia menoleh ke sana kemari, mencari sumber perasaan itu.

Matanya tertuju pada seorang pria yang berdiri di dekat pintu masuk taman. Pria itu mengenakan jaket hitam dan topi, menyembunyikan sebagian wajahnya. Ia tampak mencurigakan, berdiri mematung sambil mengamati sekeliling taman. Tatapannya terasa dingin dan menusuk.

Cintya menelan ludah, merasakan jantungnya berdegup lebih cepat. Ia tidak tahu mengapa, tapi ia merasa pria itu sedang mengawasinya dan Al. Ia merasa pria itu sedang mengincar dirinya dan baby Alexie.

Ia teringat pada pesan dari Anastasya, pada orang-orang yang mengejar Al. Ia tidak ingin mengambil risiko. Ia harus melindungi Al.

Dengan cepat, Cintya meraih tubuh Al yang sedang asik bermain di atas karpet bersama Pus.

"Maaf ya, Al. Kita harus pergi sekarang," bisik Cintya, mencium kening Al lembut.

Ia membereskan karpet piknik dan mainan Al dengan tergesa-gesa, lalu berjalan cepat menuju pintu keluar taman. Pus mengeong bingung, lalu mengikuti Cintya dengan setia matanya menatap tajam ke setiap sudut taman mencoba mencari bahaya yang sedang mengintai.

Cintya terus menoleh ke belakang, memastikan pria mencurigakan itu tidak mengejarnya. Ia merasa lega saat tidak melihat pria itu lagi.

Namun, ia masih merasa waspada. Ia tidak ingin langsung kembali ke kontrakannya. Ia tak ingin membuat May ikut dalam masalah ini. Dan ia berpikir akan pergi kemana saja untuk mengalihkan para penjahat itu.

Ia melihat sebuah mobil terparkir di dekat pintu keluar taman. Tanpa berpikir panjang, Cintya berlari menuju mobil itu, ia membuka pintu mobil yang kebetulan tak terkunci dan masuk ke dalamnya. Dengan nafas tersengal-sengal tatapannya tetap waspada. Baby Al tersenyum geli melihat wajah panik Bundanya,. Tangannya bergerak lincah menarik-narik masker yang di pakai Cintya.

"Al kita lagi syuting film ektion nih! Bukan komedi, jadi serius dikit ya!" cetus Cintya menangkap tangan kecil Al.

"Cepat jalan, Pak!" perintah Cintya panik pada pria yang duduk di kursi kemudi.

Pria yang terkejut dengan aksi Cintya, hanya mengerutkan keningnya bingung dari kaca spon tanpa menoleh, ia tak menunjukkan reaksi apa pun. Ekspresinya terlihat datar di balik topi yang hampir menutupi sebagian wajahnya.

"Pak, cepat jalan! Nanti saya tambah gopek deh! Saya lagi dikejar penjahat, Pak!" ulang Cintya panik, sambil melihat ke arah belakang. Ia melihat dua pria berlari menuju mobil itu.

Pria itu yang hendak protes mengurungkan niatnya saat melirik dari spion. Benar saja dua pria berlari ke arah mobilnya. Pria-pria itu tampak garang dan berwajah sanger dan mencurigakan.

Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, pria itu menyalakan mesin mobil dan melajukannya

dengan cepat.

Ya dia bukanlah sopir taksi online yang Cintya pikir. Dia Arkana, yang baru saja memarkirkan mobilnya di depan taman.

Arkana terus mengemudi hingga saat merasa aman, ia baru menghentikan mobilnya di depan sebuah cafe. Suasana di dalam mobil terasa tegang dan canggung. Pus, yang sedari tadi gelisah, melompat ke arah Arkana dan menatapnya tajam dengan mata hijaunya yang berkilat, seolah ingin mengatakan sesuatu. Namun yang Arkana dengar hanya suara geongan khas kucing biasanya.

Di kursi samping Arkana ternyata ada kucing lain yang punya warna seputih salju dan sedikit lebih kecil dari badan Pus, namun bedanya di kucing itu kucing betina yang sedang tertidur nyenyak.

Pus yang sebenarnya adalah Alexander mulai frustasi bagaimana cara mengatakan yang sebenarnya pada sang adik, sampai matanya menatap si kucing imut yang ada di kursi sebelah Arkana dengan mata berkaca-kaca.

Anastasya yang sebelumnya tertidur akhirnya membuka matanya, ia terkejut matanya membulat sempurna menatap pus yang kini berada di pangkuan Arkana. Keduanya saling tatap, seolah ada percakapan tanpa kata yang terjadi di antara mereka.

Cintya, yang hendak keluar mobil, terkejut melihat tingkah Pus dan ternyata juga ada kucing betina di dalam mobil yang sama. Ia mengerutkan kening, bingung dengan apa yang sedang terjadi. Namun, rasa penasarannya tidak bisa mengalahkan rasa paniknya.

"Buset dah Pus! Malah tatapan! Jangan-jangan ... ini mantan kamu ya pus? Cie-cie ... Pus ketemu mantan, nih! Jadi selama ini kamu diem-diem bae, karena belum bisa move on ya? celoteh Cintya absurd, mencoba mencairkan suasana tegang di dalam mobil. Ia menatap Pus dan kucing betina itu dengan tatapan menggoda.

Sampai akhirnya, Arkana dan kedua kucing itu menatap Cintya secara bersamaan. Arkana menatap Cintya dengan tatapan intens dan menyelidik, sementara Pus dan kucing betina itu menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan.

Anastasya yang terjebak di tubuh kucing betina melompat ke pangkuan Arkana, dan dengan cepat pus melompat ke kursi lain.

Anastasya mengeong penuh maksud, Arkana yang tahu jika Anastasya ingin mengatakan sesuatu langsung mengeluarkan tapnya dan mengulurkan kehadapan si kucing.

Dengan lincah Anastasya mengetik, Arkana dengan serius menatap layar tap, tak sabar ingin tahu apa yang ingin Anastasya ingin sampaikan.

"Ar! Cegah gadis ini turun, dia gadis yang kita cari dan putraku kini ada bersamanya. Jangan biarkan mereka dalam bahaya lagi!" tulis Anastasya

Arkana langsung menoleh kebelakang bertepatan dengan masker Cintya yang terbuka akibat ulah Al yang terus menariknya. Keduanya saling pandang, mata mereka bertemu dalam keheningan yang penuh arti. Ada rasa terkejut, rasa penasaran, dan rasa tertarik yang bercampur aduk dalam tatapan mereka.

Pandangan Arkana beralih ke Al yang tertawa lucu di pangkuan Cintya. Ia menatap wajah Al dengan seksama, merasakan jantungnya berdegup lebih cepat. Wajah Al sangat mirip dengan Alexander, kakaknya. Mata birunya yang jernih, senyumnya yang polos, semua mengingatkannya pada Alexander.

Arkana tahu, ini Alexei. Ini keponakannya yang selama ini ia cari.

"Alexie ...?" bisik Arkana lirih, seolah tidak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini.

Cintya terkejut mendengar nama yang diucapkan Arkana. Ia menatap Arkana dengan tatapan waspada. Siapa pria ini? Bagaimana ia tahu nama Al?

"Siapa kamu? Bagaimana kamu tahu nama Al?" tanya Cintya, dengan nada yang tegas dan waspada. Ia mendekap Al erat-erat, siap melindungi Al dari bahaya apa pun.

Pus mengeong keras, lalu melompat ke arah Cintya sambil mengeong lembut seolah ingin mengatakan bahwa semua akan baik-baik aja sekarang. Kucing betina itu juga ikut mendekat, seolah ingin ikut menjelaskan sama Cintya jika ia adalah ibunya Alexei.

Arkana yang paham akan apa yang dirasakan gadis di hadapannya, menatap Cintya dengan tatapan yang penuh makna. Ia tahu, gadis ini adalah orang yang selama ini ia cari. Gadis yang telah merawat dan melindungi keponakannya.

Anastasya menatap Arkana tajam, seolah meminta Arkana untuk segera menjelaskan.

"Saya Arkana Xavier Dimitri. Saya pamannya Al," jawab Arkana, dengan suara yang tenang dan yakin. Ia menatap Cintya dengan tatapan yang lembut, mencoba meyakinkannya bahwa ia tidak berniat jahat.

Cintya terdiam, mencoba mencerna informasi yang baru saja ia dapatkan. Arkana Xavier Dimitri ... nama itu terasa asing baginya tapi nama belakang pria itu familiar di ingatannya. Tapi ia merasakan aura kekuasaan dan kekuatan yang terpancar dari pria ini.

Ia menatap Al yang tertawa lucu, seolah ikut menyakinkan dirinya jika apa yang di katakan oleh Arkana kebenarannya.

Bersambung...

1
Marsya
lanjut kak, makin keren dan bikin penasaran, gak sabar deh apa yang akan terjadi selanjutnya. kalau bisa up Doble kak
Eridha Dewi
next thor
Ai Sri Kurniatu Kurnia
bagus thor
riniandara
Assalamualaikum semua! semoga semua dalam keadaan sehat ya. bagaimana menurut kalian karya ini. jangan lupa support dan tinggalkan jejak ya biar author semangat upnya terimakasih./Applaud//Kiss/
Marsya: lanjut kak seru banget aku suka/Heart//Heart//Heart//Heart/
total 2 replies
☘️💮Jasmine 🌸🍀
kgn baby al thor
riniandara: baby Al menyapa kak /Facepalm/
total 1 replies
Marsya
lanjut thor
Marsya
Ngeri juga ya
Marsya
siap-siap saja mendapatkan murkanya Arkan
Marsya
semangat Arkana, baby alexie aman sama bundanya
Marsya
makin seru Thor lanjut terus ya.
Miu Miu 🍄🐰
next thor
Marsya: lanjut thor
total 2 replies
Iqlima Al Jazira
🤩🤩
Eridha Dewi
next thor
riniandara: siap kakak/Good/
total 1 replies
Inah Ilham
baru juga keluar... dah main dor doran aja sih thor
Iqlima Al Jazira
next thor👍
ngga sabar nunggu paman & bunda sah.
kopi untuk mu
Marsya: lanjut Thor, semakin penasaran aja
total 2 replies
V3
Arkana bakal mengamuk nih , siap-siap ja dibantai sama Arkana 🤣🤣
V3
waalaikumsalam kak Rini 🤗
aku mencoba mampir di novel mu 🤗
di awal Bab ceritanya dh seru bgt ,, smg selanjutnya ceritanya bagus
V3: Ok kak Rini 🤗
total 2 replies
Iqlima Al Jazira
vote untuk mu👍
riniandara: terima kasih banyak kakak
total 1 replies
Iqlima Al Jazira
crazy up thor
Iqlima Al Jazira
next thor
riniandara: suap kk
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!