NovelToon NovelToon
Petualangan Dua Bersaudara

Petualangan Dua Bersaudara

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Balas Dendam / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:258
Nilai: 5
Nama Author: LanLan.CNL

membalas dendam atas kematian keluarga dari seorang penghianat.

bercerita tentang Kenzie Laurent dan Reinzie Laurent yang telah menjadi yatim piatu, dua sosok saudara yang memiliki sifat yang berbanding terbalik Kenzie memiliki selera humor yang teramat konyol dan santai sedangkan Reinzie memiliki sifat normal dan sangat serius.

mereka berdua melakukan petualangan di dunia. Kaka beradik ini ingin membalas nyawa pada seorang penghianat yang telah membunuh orang tua mereka.

dan keduanya diseguhkan oleh petualangan yang mengubah takdir dari yang konyol menjadi sosok yang sangat di hargai serta di agungkan dan yang satunya akan menjadi seorang pendekar hebat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LanLan.CNL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 17

...17: RYUJIN...

...****************...

Kenzie berjalan santai mengekor di belakang langkah Master Helena dan ketiga muridnya menyusuri koridor panjang penginapan khusus calon murid baru. Atas arahan dari Helena, Kenzie akhirnya dipandu menuju ke sebuah kamar berfasilitas mewah yang terletak di area ujung koridor lantai dua.

Malam ini, Kenzie benar-benar mendapatkan perlakuan yang cukup istimewa. Hal itu tidak luput dari peran Rava dan Liera yang terus-menerus memuji efisiensi bertarung Kenzie di hadapan guru mereka sepanjang perjalanan pulang tadi. Alhasil, hati Helena sedikit melunak dan bersedia memberikan kesempatan penuh bagi Kenzie untuk membuktikan potensi aslinya pada ujian formal esok hari.

Sesampainya di depan deretan kamar elite, Master Helena dan Wulan Tsuyoki berpamitan lebih dulu untuk kembali ke area dalam kompleks utama Akademi Gunung Langit demi beristirahat. Begitu pula dengan Rava dan Liera. Sebelum beranjak pergi, kedua pendekar itu menyempatkan diri menepuk pundak Kenzie.

"Kenzie, beristirahatlah dengan cukup malam ini. Kamar ini adalah yang terbaik di sini. Jangan sampai besok saat namamu dipanggil ke atas panggung ujian, wajahmu malah terlihat lesu dan mengantuk," ucap Rava sembari tersenyum lebar.

"Benar, sampai jumpa besok pagi, Kenzie!" sahut Liera ikut melambaikan tangan sebelum mereka berdua berjalan menjauh mengikuti langkah anggun Wulan dan Helena.

Setelah koridor penginapan mulai sepi, Kenzie menghela napas panjang dan meregangkan kedua tangannya ke udara. "Haa... Akhirnya aku bisa beristirahat dengan tenang. Sambil tiduran, kurasa akan sangat nikmat jika aku melanjutkan makan sisa daging berlemak yang tadi sempat aku simpan di dalam cincin ruangku, hehehe." Kenzie bergumam penuh semangat sembari tertawa iseng sendirian.

Namun, tepat sebelum telapak tangannya mendarat di atas gagang pintu kayu kamarnya, Kenzie mendadak dikagetkan oleh sebuah sentuhan hangat yang tiba-tiba mendarat di pundak kirinya.

*Srett!*

Sontak saja Kenzie memalingkan wajahnya ke belakang dengan refleks kilat. Sepasang netra merahnya langsung menangkap sesosok wajah pria asing berambut acak-acakan yang sedang tersenyum super lebar, menampilkan deretan gigi putihnya dengan raut wajah yang dibuat-buat penuh harap dan terkesan genit.

"Ahh! Hantu! Hantu penunggu koridor!" Kenzie tersentak bukan main hingga tubuhnya melompat mundur satu langkah ke belakang demi menjaga jarak dari pria asing itu. "Ahhhh! Ada pria mesum di sini! Tolong! Ada predator malam!" teriak Kenzie dengan nada super lebay yang sengaja dikeraskan, langsung memancing sorot mata penuh selidik dari beberapa peserta lain yang mengintip dari balik celah pintu kamar mereka.

"Eh?! Mesum? Pria mesum? Di mana?! Di mana?!" teriak pria asing itu tak kalah heboh, bahkan ikut-ikutan meniru gaya panik Kenzie sembari celingukan ke kanan dan ke kiri dengan ekspresi berlebihan.

Setelah sadar bahwa yang diteriaki mesum adalah dirinya sendiri, pria itu langsung memasang wajah memohon. "Hentikan... tolong hentikan aktingmu itu, Kawan! Aku datang kepadamu dengan damai demi memohon agar kamu berbaik hati sudi berbagi kamar mewah ini denganku. Kuota kamar biasa di bawah sudah penuh total karena aku terlambat mengonfirmasi kedatanganku pada penjaga sialan itu," rayunya sembari menaik-turunkan sepasang alisnya ke arah Kenzie.

Kenzie memutar bola matanya malas. *Dasar orang gila. Aku yakin penjaga tadi pasti sudah memberikanmu kamar standar, tapi karena kamu kebanyakan menawar dan sok meminta kamar mewah, kamu malah berakhir tidak mendapatkan kamar sama sekali karena kuotanya keburu habis! Dasar pria gila berotak geser,* gumam Kenzie di dalam batinnya dengan sinis.

*Sangat berbanding terbalik dengan diriku yang keren, berwibawa, dan hebat ini. Lihatlah, aku bahkan diberikan kamar kelas istimewa secara cuma-cuma oleh nenek cantik pemilik aura kuat tadi, jelas karena dia terpesona melihat paras tampanku yang tidak ada duanya ini,* lanjut Kenzie di dalam hati dengan wajah yang mendadak berubah menjadi sangat pede dan narsis.

"Hadeh..." Kenzie menghela napas berat, menatap pria di depannya dengan pandangan merendahkan yang sangat menyebalkan. "Karena aku ini terlahir sebagai orang yang sangat baik hati, maka dengan penuh rasa kemanusiaan... aku akan tidur sendirian di kamarku yang super nyaman dan luas ini! Hahaha!" ucap Kenzie penuh usil disertai tingkat kepercayaan diri yang melompati langit. "Sampai jumpa besok di lapangan ujian ya, Bro!"

Kenzie langsung membalikkan badannya dan hendak membuka pintu kamar.

"Hehehe, terima kasih banyak, Kawan!" ucap pria itu tertawa lega karena mengira Kenzie mengizinkannya masuk. Namun, sedetik kemudian otaknya baru mencerna kalimat Kenzie. "Ehhh... Tunggu dulu! Tunggu sebentar!" Pria itu dengan cepat menahan bagian belakang jubah Kenzie. "Maksud dari kalimatmu tadi... kamu menolak berbagi kamar denganku?!"

"Haa? Tentu saja tidak mau! Memangnya aku ini penampungan pria tunawisma?" ucap Kenzie dengan senyum khasnya yang luar biasa menyebalkan.

"Tapi kan... tadi kamu sendiri yang bilang kalau kamu adalah orang yang sangat baik hati! Orang baik sepertimu seharusnya tidak tega melihat sesama calon murid telantar di koridor dingin seperti ini, kan?!" tanya pria itu lagi, mencoba menagih ucapan narsis Kenzie sebelumnya.

"Sudahlah, kamu pergi cari orang lain saja sana yang mau menampung wajah anehmu itu! Aku sangat malas meladeni orang cerewet malam-malam begini," balas Kenzie sembari mengibas-ngibaskan tangannya, mengusir pria itu layaknya mengusir lalat.

Mendengar perdebatan sengit dan teriakan Kenzie yang berulang kali menyebut kata "pria mesum" sejak awal, secara serentak terdengar suara gaduh dari sepanjang koridor penginapan.

*BRAKK! BAMM! CLAKK!*

Hanya dalam hitungan detik, seluruh peserta ujian yang menghuni kamar-kamar di lantai dua langsung menutup pintu kamar mereka dengan sangat rapat, bahkan terdengar suara selot kunci yang diputar berkali-kali dari dalam.

Melihat fenomena massal tersebut, Kenzie dan pria asing itu seketika melongo dengan mulut sedikit terbuka. Semua orang di penginapan itu mendadak menjadi sangat protektif terhadap kamar mereka sendiri. Gara-gara teriakan dramatis Kenzie tentang "pria mesum" dan "predator malam" tadi, mereka semua langsung dilanda ketakutan akut dan memilih mengunci diri karena mengira pria asing berambut acak-acakan ini adalah penguntit yang suka melakukan pelecehan secara paksa di malam hari.

Kenzie yang menyaksikan pemandangan super kocak itu tidak kuasa lagi membendung tawa di dalam dadanya. Benteng pertahanannya runtuh, dan ia langsung tertawa terbahak-bahak hingga memegangi perutnya yang kram.

"Bwahaha! Hahaha! Lihatlah dirimu sekarang! Bahkan orang-orang asing yang tidak mengenalmu pun langsung mengunci pintu rapat-rapat karena ketakutan! Hahaha! Mereka benar-benar mengira kamu adalah pria mesum mesum tulen! Hahaha! Aduh, perutku sakit sekali!" Kenzie benar-benar tertawa puas di atas penderitaan orang lain, merasa bahwa kejadian tak terduga ini adalah hiburan terbaik malam ini.

Pria di hadapannya hanya bisa memasang raut wajah datar bin pasrah. Sorot matanya kosong, seolah-olah jiwanya sudah terbiasa menerima nasib buruk dan kesialan akibat kelakuannya sendiri. "Baiklah, tertawalah sepuasmu. Sekarang pilihanmu sudah habis. Tinggal kamarmu satu-satunya yang tersisa di koridor ini, dan sepertinya takdir memaksamu untuk menerima diriku yang tampan ini di kamarmu," ujar pria itu dengan nada dingin yang dipaksakan.

"Hahaha! Baiklah, baiklah. Karena aku ini orangnya sangat dermawan, aku akan masuk ke kamarku sekarang dan mengunci pintunya dari dalam agar bisa tidur dengan sangat nyenyak malam ini!" Kenzie memalingkan kembali badannya dan dengan sengaja melangkah cepat masuk ke dalam kamar.

Pria itu bergerak secepat kilat, menahan punggung Kenzie lagi dengan ekspresi yang mulai frustrasi. "Sialan! Kamu lagi-lagi mempermainkanku! Tunggu aku! Aku juga ingin tidur di atas kasur yang empuk!" ucapnya dengan nada kesal yang akhirnya meledak.

Kenzie kembali tertawa terpingkal-pingkal melihat wajah dongkol pria itu. "Hahahahaha! Masuklah! Masuklah sebelum aku berubah pikiran! Aku mulai merasa kasihan melihat wajahmu yang mirip monyet kelaparan itu," kata Kenzie yang akhirnya melunak dan membuka pintu kamarnya lebar-lebar, mengizinkan pria asing itu masuk.

Beberapa menit kemudian, setelah berada di dalam kamar yang luas dan mewah tersebut, Kenzie langsung menunjuk ke arah sudut ruangan menggunakan dagunya. "Hei, kamu tidur di kasur sebelah sana yang berada di pojok ruangan. Jangan berani-berani mendekati area tempat tidurku."

Sementara pemuda itu meletakkan barang-barangnya, Kenzie melangkah menuju meja kayu di tengah ruangan. Tanpa membuang waktu, ia mengalirkan sedikit *Ki* ke cincin ruangnya dan mengeluarkan beberapa potong daging tebal Banteng Bertanduk Baja yang sudah matang sempurna dari dalam sana.

Begitu daging itu menjejak di atas meja, seketika aroma yang teramat nikmat, gurih, dan kaya akan sari energi spiritual langsung menguar pekat, memenuhi setiap jengkal sudut ruangan. Aroma bumbu rempah hutan rahasia racikan Kenzie begitu menggugah selera makan, hingga sanggup membuat perut yang tadinya terasa kenyang mendadak bergejolak kelaparan hanya karena menghirup uapnya saja.

Kenzie tersenyum puas, tidak mampu lagi menahan liurnya sendiri. Ia baru saja hendak mengangkat potongan daging pertama ke dalam mulutnya ketika tiba-tiba, *srett*, ia merasakan ada sesuatu yang menyentuh kedua pundaknya dari belakang secara bersamaan.

Kenzie menoleh ke belakang dengan cepat.

"Daging jenis apa yang sedang kamu pegang itu? Mengapa aromanya bisa terasa begitu menendang lambungku hingga sedalam ini?!"

Kenzie sungguh syok dan refleks memundurkan kepalanya saat melihat wajah pria asing itu sudah berada tepat di samping pipinya. Penampakan pria itu saat ini terlihat sangat mengerikan sekaligus menggelikan; matanya melotot lapar menatap daging, dengan air liur yang mengalir deras menyerupai air terjun mini di sudut bibirnya.

"Sialan! Kau ini hobi sekali membuat jantung orang copot, ya?! Untung saja aku ini terlahir tampan dan memiliki mental baja, kalau tidak, aku pasti sudah kejang-kejang dan mati muda akibat ulahmu!" omel Kenzie secara narsis sembari mengusap dadanya.

Pria asing itu mengerutkan keningnya, menatap Kenzie dengan ekspresi heran yang luar biasa murni. "Hah? Apa katanya tadi? Jika tidak tampan maka bisa kejang-kejang?" Pria itu tampak sangat kebingungan memikirkan korelasi logika kalimat Kenzie. Pemuda di depannya ini jelas-jelas memiliki struktur otak yang agak aneh, efek samping yang tidak disadari akibat terlalu lama hidup di berdampingan bersama Arvendel di tengah gunung terpencil.

"Apa hubungannya antara wajah tampan dengan serangan jantung yang kaget?! Aku benar-benar heran dengan jalan pikiranmu yang melintasi dimensi itu," ucap pria itu sembari memasang wajah datar tak habis pikir.

"Lupakan saja, IQ-mu yang pas-pasan itu tidak akan sanggup mengerti isi kepala seorang jenius sepertiku. Sini, duduklah dan ikut makan bersamaku," ujar Kenzie meluruskan pembicaraan sembari menyodorkan sepotong daging tebal ke arahnya. "Panggil aku Kenzie, karena itu namaku. Dan hei, apakah kamu tidak berniat memberi tahu namamu sendiri setelah menumpang di kamarku?" tanya Kenzie tanpa prasangka apa pun.

Mendengar tawaran daging gratis, mata pria itu langsung berbinar-binar penuh pemujaan. "Oh ya! Aku sampai hampir lupa karena aroma makanan ini! Perkenalkan, namaku adalah Ryujin. Satu-satunya pria paling keren, terkece, paling berbakat, dan terganteng di seluruh muka bumi ini!" ucapnya dengan senyum bangga serta tingkat percaya diri yang teramat tinggi, hampir menyamai atau bahkan melampaui level kenarsisan Kenzie.

Mendengar kalimat perkenalan itu, Kenzie yang baru saja mengunyah dagingnya seketika tersedak air liurnya sendiri.

"Uhuk! Uhuk! aku tersedak daging ketika mendengar perkataanmu" Kenzie terbatuk-batuk kecil sembari menatap Ryujin dengan tatapan tidak percaya. *Pria berambut berantakan ini... tingkat percaya dirinya benar-benar sakit sekali! Apakah matanya sudah buta hingga tidak bisa melihat bahwa di depannya ini ada sosok Kenzie yang jauh lebih tampan murni tanpa tandingan?* gumam Kenzie di dalam benaknya dengan dongkol.

Padahal di saat yang bersamaan, Kenzie sama sekali tidak menyadari satu hal krusial, bahwa dirinya sendiri juga memiliki tabiat buruk yang sama persis, yaitu memiliki tingkat kepercayaan diri abnormal yang luar biasa tinggi dan sangat menyebalkan bagi orang lain yang mendengarnya.

...****************...

1
LanLan.CNL
Tolong dong setelah membaca novelnya berikan tanggapan kalian agar aku sebagai author bisa menjadi lebih semangat lagi updatenya🙏🙏

setiap bab yang kalian baca berikan tanggapan kalian agar author tau apa yang kurang dari novelnya /Grievance//Whimper//Whimper/
Ibar, {iba'rat Askar}
Dari sini kita tahu bahwa kebaikan seseorang bisa jadi adalah?...
Ibar, {iba'rat Askar}: @Abdul Halim @💕NEKO DES!🐈 @Mystorios _ Writer @Yedija Agung@أسوين سي @knovitriana @Yedija Agung @nia♡ @zichani @Gaizra
total 1 replies
LanLan.CNL
berbagi pengalaman itu adalah kebaikan.. jadi sering seringlah menerima kebaikan Kenzie ya🤣🤣
Ibar, {iba'rat Askar}
gue komentar pertama disini..
jadi ingat untuk memberi like yaa😄..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!