NovelToon NovelToon
Belenggu Kasih Kaisar Tirani

Belenggu Kasih Kaisar Tirani

Status: sedang berlangsung
Genre:Hari Kiamat / Sistem / Fantasi
Popularitas:33.4k
Nilai: 5
Nama Author: hofi03

Apa jadinya jika Elena, seorang Letnan Militer jenius dari masa depan terjebak di tubuh Rania Belmont. Nona bangsawan lemah yang selalu di siksa oleh Selir Ayah nya?

Di dunia baru ini, Elena bukan hanya harus membalas dendam pada mereka yang menyiksanya, tapi juga memikul beban berat dari sebuah Sistem. Mencegah Kiamat.

Caranya? Dengan menjinakkan Aron Gild, Raja Tirani berdarah dingin yang kekuatannya bisa menghancurkan dunia jika suasana hatinya memburuk.

Bagi dunia, Aron adalah monster, tapi bagi Elena, Aron adalah bayi besar yang haus kasih Sayang.

"Dunia ini bisa hancur besok, aku tidak peduli, tapi jika kamu yang pergi, aku sendiri yang akan memastikan tidak ada satu pun manusia yang tersisa di bumi ini untuk meratapi kematianmu, kamu adalah rumahku, Rania, dan rumahku tidak boleh tergores sedikit pun," ucap Aron posesif.

"Sial! Kalau dia se manis ini, indikator kiamatnya memang turun, tapi jantungku yang malah mau meledak!" batin Rania, mengigit bibir bawah nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hofi03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PELUK, CIUM KAISAR

"DIAM!

Bentak Duke Victor, suaranya menggelegar membuat seisi ruangan terdiam kaku.

"Berani sekali kamu mengkhianati ku dan menggunakan hartaku untuk pria rendahan itu!" bentak Duke Victor, dengan rahang mengeras.

"Ksatria! Seret wanita ini dan putrinya ke penjara bawah tanah istana sekarang juga! Aku akan mengurus surat cerai dan pengusiran mereka malam ini juga!" perintah Duke Victor dengan penuh amarah.

"TIDAK! AYAH! JANGAN!"

Teriak Viola histeris saat para ksatria istana mulai memegangi lengannya dan menyeretnya keluar dari aula.

"LEPASKAN AKU! INI SEMUA SALAHMU, RANIA!" teriak Viola histeris.

Dengan keras, Viola berhasil menyentakkan lengannya dari pegangan ksatria, tangannya merogoh sesuatu dari balik gaunnya, sebuah botol kecil berisi cairan hitam pekat yang berbau busuk.

Tanpa ragu, Viola melemparkannya ke arah Rania yang sedang berdiri di dekat Kaisar Aron.

"MATI KAMU, ANAK PEMBAWA SIAL!"

Pyarr

Botol itu pecah di lantai tepat di antara Rania dan Aron, cairan hitam itu bukan racun biasa, melainkan sebuah ramuan terlarang yang bisa memancing monster atau membangkitkan kegelapan murni dalam tubuh seseorang.

Wusss

Asap hitam mulai keluar dari cairan itu, menyentuh kaki sang Kaisar.

Ding

"Tindakan Viola memicu trauma sihir pada Kaisar Aron Gild."

"Indikator Kiamat 94% Kaisar mulai kehilangan kendali."

"Sial! Baru saja aku ingin bermain-main sebentar," gumam Rania, kesal sambil mencari sesuatu.

Suasana aula mendadak berubah menjadi sangat dingin hingga napas para bangsawan mengeluarkan embun. Lampu-lampu kristal di langit-langit mulai retak satu per satu.

DUARRRR

"AAAAKKKKKKHHHH!"

Aura merah darah yang pekat meledak dari tubuh Aron Gild, membuat para ksatria yang mendekat terpental hingga menabrak pilar.

"Semua... akan... hancur..." suara Aron terdengar parau.

"MATI KAMU RANIA!"

Teriak Viola lagi, namun bayangan hitam milik Aron tiba-tiba melesat dan melilit leher Viola hingga gadis itu terangkat ke langit-langit aula.

"AAAAKKKKKKKHHHHH!"

"Viola!"

Jerit Diana, melihat Kaisar Aron mencekik leher Viola.

Para bangsawan berlarian panik menuju pintu keluar, sementara para ksatria istana tertahan oleh tekanan udara yang begitu berat.

Dante mencoba merangsek maju untuk menarik Rania, tapi tekanan sihir Aron membuatnya terlempar kembali.

BRAKKK

"RANIA! MENJAUH DARI SANA!"

Teriak Dante frustrasi.

"Indikator kiamat naik 95%"

"Sial, kalau begini terus, satu istana bisa rata dengan tanah sebelum aku sempat balas dendam!" batin Rania, kesal.

"Yang Mulia...tenang kan diri Anda..." bisik Duke Victor dengan wajah pucat pasi.

Duke Victor segera menarik Dante untuk mundur, menyadari bahwa sang Kaisar sedang dalam mode Lucifer.

"Rania Nak, ayo menjauh," ajak Duke Victor, menarik tangan Rania.

Mata tajam Aron menatap cairan hitam di kakinya, lalu perlahan menoleh ke arah Viola yang meringkuk ketakutan, di atas lantai istana.

"Kamu, berani sekali kamu mengotori istanaku dengan sampah kegelapan ini di depanku," ucap Kaisar Aron, suaranya terdengar sangat berat.

"Y-Yang Mulia... saya tidak bermaksud..." ucap Viola mencoba mundur, namun bayangan di bawah kakinya tiba-tiba memanjang dan melilit lehernya seperti rantai besi.

"AAAAAKKKKKKKKKHHHHH!"

Viola terangkat ke udara, wajahnya yang penuh bentol kini membiru karena tercekik.

"Lakukan sesuatu letnan! Indikator kiamat 97%."

"Dunia ini akan hancur dalam hitungan menit."

"Sial, Kaisar gila ini benar-benar sensitif dengan sihir hitam," batin Rania.

"Apa yang harus aku lakukan sistem, untuk menjinakkan kaisar gila itu?" tanya Rania frustasi.

"Anda bisa memberikan sentuhan fisik Nona, dengan menyalurkan energi Anda pada Kaisar Aron."

"APA! TIDAK! KAMU PASTI MENYURUH LU UNTUK MEMELUK NYA LAGI KAN!"

Batin Rania berteriak marah.

"Tidak ada waktu lagi Letnan, indikator kiamat 99%"

"Peluk dan Cium kaisar Aron, sebelum semua nya terlambat."

"Sistem sialan! Kau benar-benar gila" teriak Rania, frustasi.

"Hanya tersisa 30 detik Letnan."

"Diam!"

Dengan kesal, Rania melangkah maju, melewati asap hitam yang masih mengepul, dia tidak memedulikan tatapan kaget Dante dan Duke Victor yang mencoba memperingatkannya agar menjauh.

"RANIA JANGAN MENDEKAT!"

Rania tidak perduli, justru dia mengulurkan tangannya dan menyentuh punggung tangan Aron yang sedang mengepal kuat hingga berdarah.

"Yang Mulia, jangan biarkan sampah rendahan seperti dia membuat tangan Anda kotor," ucap Rania dengan suara lembut namun tegas, mencoba menyalurkan ketenangan.

Aron menoleh ke arah Rania, tatapannya yang penuh haus darah bertemu dengan mata biru jernih Rania yang tenang.

"Semua harus hancur..." gumam Aron, kembali mengamuk.

DUARRRR

BRAKKK

BRAKKK

"Indikator Kiamat 99,9%! Dunia akan meledak dalam 10 detik!"

Rania menggeram rendah, tidak ada pilihan lain, jika dia tidak bergerak sekarang, bukan hanya misinya yang gagal, tapi dia juga akan ikut hancur menjadi debu bersama seluruh kekaisaran ini.

Tanpa memedulikan energi merah yang bisa menyobek kulitnya, Rania menarik tangan Aron dengan kuat, memaksa pria itu menghadap ke arahnya, tatapan Aron benar-benar kosong, hanya ada warna merah darah yang memancar dari pupilnya.

"Sialan, lihat aku, Aron Gild!" bentak Rania.

Sebelum Aron sempat melepaskan ledakan energi berikutnya, Rania langsung menghambur ke pelukan pria itu, melingkarkan lengannya di leher Aron, menarik kepala sang Kaisar turun, dan langsung membungkam bibir pria itu dengan ciuman yang dalam dan menuntut.

Cup

Dunia serasa berhenti berputar, semua orang yang tadi ketakutan, kini justru di buat shok sama tindakan yang dilakukan oleh Rania.

Deg

Seketika, aura merah yang tadinya mengamuk hebat langsung membeku di udara, bayangan hitam yang sedang mencekik leher Viola mendadak luruh, membuat tubuh Viola.

Bruk

Rania memejamkan matanya rapat-rapat, mengabaikan rasa dingin yang menjalar dari tubuh Aron, dia memfokuskan seluruh pikirannya untuk menyalurkan energi jiwanya, energi hangat untuk masuk ke dalam inti kekuatan Aron yang sedang tidak stabil.

“Aron... tenanglah, jangan biarkan kegelapan ini memakan mu,” bisik Rania pelan, berharap energinya tersampaikan.

Aron terdiam membeku, tubuhnya perlahan mulai melemas, dan tangannya yang gemetar perlahan naik, bukannya mendorong Rania, justru dia mencengkeram pinggang Rania dengan sangat posesif, seolah-olah dia sedang berpegangan pada satu-satunya cahaya di tengah kegelapan yang menelannya.

Ding

"Indikator Kiamat 40%."

"Kegelapan Kaisar berhasil ditekan kembali."

Perlahan, nafas Aron yang tadinya parau kini mulai teratur, meski masih terdengar berat di ceruk leher Rania.

"Hah... hah..." Aron melepaskan tautan bibir mereka, namun tetap menyandarkan dahinya di dahi Rania. Napas panasnya menerpa wajah Rania.

Mata merah Aron perlahan kembali ke warna aslinya, namun penuh dengan tatapan lapar yang berbeda dari sebelumnya.

"Tidak salah lagi, kamu gadis yang aku cari..."bisik Aron, dengan suara seraknya.

"Apa yang kamu lakukan padaku, Nona Melati?" tanya Aron, menatap Rania.

Rania terengah-engah, dadanya naik turun karena energinya terkuras habis, dia bisa merasakan tatapan syok dari Duke Victor, Dante, dan para bangsawan yang tersisa di sudut aula.

1
Anandita Syifa Malika
semangat kakk!!!!
°RhaiKen™
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ gak habis thinking kak aku sama Aron nii...
sehat selalu buat autor paling the best lah pokoknya 👏👏👏👏
miss blue 💙💙💙
kemana perginya monstee itu 😭😭😭🤣🤣🤣
Tiara Bella
Aron Aron yg lagi jatuh cinta bentar lg bucin akut...
miss blue 💙💙💙
lama lama nih sistem aku bungkus aja, biar nanti suruh gosip sama ruben onsu, kayaknya cocok 🤣🤣🤣
T1 T1n
untung aku belum tidur/Chuckle//Determined/
°RhaiKen™
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ ampun dah raja bucin mu sungguh mengesankan /Curse//Curse//Curse/
Tiara Bella
Aron keenakan tiap ada sesuatu pasti dicium sm Rania....
T1 T1n
kapan up lagi😭😭
°RhaiKen™
aaaa....so sweet deh.. bucin sudah pda waktunya nieee..🤣🤣
renjani
sistem sableng kayaknya dibuat sama leluhur Aron nih biar dia cepet nikah🤭🤣
kaylla salsabella
😍😍😍😍😍😍
Milah Milah
Waah Kaisar Aron sudah menandai kepemilikannya, dan memanggilnya my Queen. Jadi meleleh thor... 🤭
kaylla salsabella
🤣🤣🤣🤣 rania malu malu meong🤭🤭
kaylla salsabella
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Astiana 💕
baru kali ini sistem menyuruh tuan nya ke jurang kemesuman🤣🤣
beybi T.Halim
sistem nya romantis sekali😁 dikit2 peluk dikit2 cium wahhhh ,terbaik lah💝
kaylla salsabella
lanjut
Milah Milah
Sistem buatan othor emang keren abiz👍
Inah Ilham
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!