NovelToon NovelToon
Why Did I Fall In Love With You

Why Did I Fall In Love With You

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Keluarga & Kasih Sayang
Popularitas:107
Nilai: 5
Nama Author: The Black

Kang Youngha seorang yang dulunya Direktur Muda Perusahaan Kang. Dia menikah dengan Jang Dohee, sosok perempuan yang dicintainya sedari dulu. Tiba-tiba, Kang Youngha melepaskan diri dari jabatan Direktur Muda. Dia mulai mengenal dunia militer dan masuk melalui Wajib Militer, di dunia militer nya Kang Youngha disegani banyak orang. Kali ini, dia benar-benar satu tim dengan teman-teman masa kecilnya yang sudah dianggap saudara. Di pertengahan tahun, dia mulai seperti hidup sendiri. Jang Dohee yang sudah tidak diajak berbicara semenjak Ayah Youngha sendiri berbuat hal yang tidak baik kepada keluarganya, Jang Dohee yang merasa kesal dan harus meluruskan ini selama pernikahannya yang sudah hampir menyentuh 5 tahun itu. Meski begitu, Dohee masih memperhatikan Youngha diam-diam dan mulai mengumpulkan semua aset untuk masa tuanya bersama suaminya. Di sisi lain, pria yang bernama Yoon Hain adalah teman masa kecil Kang Youngha. Mereka sudah seperti saudara kandung dan menyimpan banyak rahasia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon The Black, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17 : Inside

Malam hari, Hain terkejut saat ingin ke balkon atas rumah utama. Ternyata disana sudah ada Haebin, dia sudah berdiri memandangi lampu kota. Hain menghampiri Haebin sambil membawa sekaleng soda anggur,

“Sudah dari tadi ya disini?” tanya Hain,

“Hm? Kesini juga?” tanya Haebin terkejut sambil melihat ke arah Hain,

“Bagaimana kabar Ibu dan Ayahmu?” tanya Hain,

“Hm... Yah begitu” jawab Haebin yang tak mau membagikan cerita,

“Mereka masih bersama kan?” tanya Hain sambil menatap Haebin,

“Tidak, mereka sudah cerai” jawab Haebin,

“Apa katamu?” tanya Hain terkejut, kedua matanya membelalak sambil menatap Haebin yang sedikit menundukkan kepala,

“Kamu tidak boleh marah atau terkejut” ujar Haebin, lalu dia membelakangi Hain dia membuka rambutnya.

Di balik rambut panjang nya ternyata menutupi luka yang membekas, dia membuka sedikit baju belakangnya. Hain terkejut, dia langsung menyentuh bekas luka yang masih memar itu. Haebin langsung menutup bajunya dan menatap lagi ke arah lampu kota yang indah itu. Hain masih menatapnya,

“Kenapa bisa begini? Sejak kapan Ibu dan Ayahmu bercerai?” tanya Hain,

“Aku tidak tahu, Ayah menceraikan Ibu pada saat kamu masuk Tentara lalu kita putus” jawab Haebin,

“Haebin, kenapa kamu selalu memendam semua tentang itu?” tanya Hain dengan suara yang tegas,

“Tidak, aku tidak mau membuatmu kepikiran tentang aku” jawab Haebin,

“Jika kamu semakin tidak bercerita tentang dirimu padaku, aku semakin kepikiran” jawab Hain,

“Hah... Sebenarnya awal mula nya aku kenal Jieun pas waktu itu dia mengajak ibunya, ternyata Ibu Jieun adalah mantan perjodohannya Ayah dulu. Akhirnya, tahu itu Jieun sering menghampiri ke rumah. Ayah juga suka dengan sifat Jieun yang lemah lembut daripada aku yang kasar, dingin ini” ujar Haebin sedikit menceritakan,

“Mereka tidak tahu bagaimana sifatmu yang asli,” jawab Hain sambil menganggukkan kepalanya pelan, “hanya aku yang mengenal mu selama ini” lanjutnya,

“Iya, kamu mengenalku dengan baik... Kak Hain” ucap Haebin yang sedikit aneh saat memanggil nama itu lagi,

“Hah, Bin... Mari kita lanjutkan hubungan ini ke jenjang yang serius, aku sudah sedikit tua untuk memulai hubungan baru denganmu” ujar Hain sambil memeluk Haebin.

Hain melepaskan pelukannya, lalu menatap wajah Haebin yang kedua matanya terlihat sayu itu,

“Jadi? Apa jawabannya?” tanya Hain yang memegang kedua pundak Haebin dan saling menatap,

Dia tidak berkata-kata, Haebin kali ini mulai berani menatap Hain dengan mata sayu. Dia mencondongkan tubuhnya sampai menempel di tubuh Hain, lalu dia memegang kedua pundak dan mengecup bibir Hain pelan tapi lembut. Hain yang sedari tadi menatap kedua mata Haebin,

“Itu jawabanku” jawab Haebin.

Hain langsung mencium bibir Haebin, kedua matanya mulai sayu saat dia melumat bibir Haebin lembut. Hain mencium bibir Haebin alih-alih memakannya, badannya yang besar itu sedikit membungkuk saat mencium bibir Haebin. Dia melingkarkan tangannya di pinggang Haebin, saat itu juga dia mengangkat Haebin sedikit agar bisa menghujam bibirnya lebih dalam. Haebin melingkarkan kedua tangannya di leher Hain, malam itu menyaksikan cinta mereka yang kandas bersemi kembali. Hain melepaskan ciumannya yang memanas itu, dia menempelkan keningnya di kening Haebin.

Setelah turun dari balkon atas, mereka melihat semuanya kumpul di ruang utama. Hain yang menggandeng Haebin itu sangat senang, mereka duduk di sofa bersamaan di depan Youngha. Dohee terkejut saat melihat mereka menempel,

“Bin? Darimana mana saja kalian?” tanya Dohee sambil melihat Hain dan Haebin secara bergantian,

“Balkon?” jawab Haebin kali ini agak berbeda,

“Hain” panggil Youngha sambil menaruh sekaleng soda anggurnya,

“Iya kak? Kenapa?” tanya Hain,

“Kapan kau mau menikah?” tanya Youngha tiba-tiba,

“Dalam waktu dekat ini, aku menikah” jawab Hain,

“Masih dengan Jieun?” tanya Youngha mempertajam tatapannya,

“Dengan Shin Haebin” jawab Hain pasti.

Awalnya mereka tidak tersadar, beberapa detik kemudian mereka tersadar langsung terkejut. Hain dan Haebin mengungkapkan hubungannya yang barusan tadi di balkon itu, sampai mereka akhirnya membahas Laksamana Shin lagi. Mereka bertukar cerita,

“Hahaha, pagi yang indah ya... Sudah di suruh pergi ke ruangannya” ujar Dohee sedikit menertawakan Raon,

“Iya kak, pada akhirnya hubungan kita buat satu markas heboh” jawab Raon tersenyum malu-malu,

“Benarkah?! Wah bukan main ya Laksma Shin, aku pikir bakalan nggak di tanyain lho” jawab Dain sedikit terkejut,

“Baguslah, kalau begitu” sahut Youngha santai,

“Eh sebentar aku mau ke dapur ya” pamit Dohee,

“Kak, biar aku saja yang bikinin susu si kembar” ujar Dain dan Raon bersamaan,

“Hm? Boleh boleh” jawab Dohee yang bingung menatap mereka berdua.

Kemudian mereka berjalan beriringan ke dapur, dari sana mereka segera membuatkan susu si kembar, tapi Dain tak sengaja memegang tangan Raon yang dingin, mereka saling menatap. Tanpa banyak basa-basi, Raon menarik tangan Dain lalu menggenggamnya dan memojokkan Dain di tembok. Tangan Raon yang satunya sudah melingkar di pinggang Dain, wajah mereka bertemu. Raon langsung mencium bibir Dain dengan lembut, Dain menerimanya dengan lembut, dia juga menggenggam tangan Raon. Setelah ciuman itu di lepas lembut oleh Raon, kening mereka saling menempel.

Kemudian keluar dari dapur, mereka berdua membawa dua botol susu. Dain mengambil Younghee dari Sion lalu memberikan susu, begitu juga dengan Raon mengambil Dongha dari Yuna. Saat Sion membuka ponselnya tiba-tiba ada pengumuman mendadak tentang pernikahan masal dari satuan utama, ternyata Laksamana Shin juga mengirim pengumuman itu ke grup resmi, tak lupa dengan kejadian tadi pagi. Laksamana Shin langsung menyebut nama Sion dan Raon,

“Gawat!” seru Sion gemetar,

“Kenapa kamu di sebut namanya?” tanya Yuna ikutan panik,

“Hah... ini pasti gara-gara tadi pagi.” jawab Sion dengan bibirnya yang gemetar, “Argh!” ucap Sion pelan sambil mengacak-acak rambutnya,

“Hahaha... Tanggung jawablah Kapten Sion” ujar Youngha yang diikuti tawa pelannya itu

“Besok ada pernikahan khusus, gila!” sahut Raon yang tidak berani mengeluarkan nada tinggi karen masih menggendong Dongha,

“Kabur pun juga tak bisa, itu kan adanya setiap tahun memang begitu” jawab Dain,

“Terus gimana?” tanya Yuna,

“Ya sudah, nikah saja lah kalian” suruh Youngha santai,

“Yuna, ambil berkas mu!” suruh Sion,

“Kak Dohee” panggil Dain dan Yuna bersamaan menatap ke arah Dohee dengan mata berbinar.

Dohee mengajak Dain dan Yuna pergi ke rumahnya untuk mengambil berkas mereka yang dititipkan, sebelumnya Dohee menitipkan si kembar kepada Hain dan Haebin. Youngha mengajari Sion dan Raon, mendadak Jieun datang ke rumah utama,

“Dimana Kak Hain?” tanya Jieun yang ada diluar teras menanyakan kepada Youngha

“Ada perlu apa kesini?” tanya Sion,

“Ini aku mau anterin herbal untuk ibunya” ujar Jieun,

“Masuk saja, tapi kecilkan suaramu ya. Si kembar sedang tidur” sahut Raon dengan sedikit memerintah,

“Oke” jawab Jieun sambil tersenyum lembut, yang kemudian masuk ke dalam rumah.

Dia melihat Hain dan Haebin duduk di sofa bersama sambil menggendong si kembar, mereka saling menatap satu sama lain menggunakan bahasa isyarat jika berbicara. Jieun merasa tak dianggap langsung menegur mereka berdua, Younghee yang digendong oleh Haebin itu langsung menangis keras. Hain juga terkejut, dia tak bisa menegurnya kembali karena sedang menggendong Dongha, mereka bertiga yang ada di teras langsung bergegas masuk. Youngha yang melihat Hain menaruh Dongha di ranjang bayi terbuka itu langsung agak tenang,

“Ada apa ini? Dimana Haebin?” tanya Youngha dengan menegaskan,

“Dia ada di dapur, sedang menenangkan Younghee” jawab Hain keluar dari ruangan terbuka sambil menarik lengan bajunya sampai siku,

Suara tangis Younghee dengan cepat tak terdengar, Haebin keluar dari dapur lalu Haebin menaruhnya di ranjang sebelah Dongha. Dia keluar,

“Eh, Kak Youngha... Sepertinya aku harus kembali, aku ada urusan dengan Haejong” ujar Haebin mendadak,

“Loh? Kenapa mendadak sih kak?” tanya Sion,

“Maaf ya teman-teman” jawab Haebin,

“Sayang sekali ya Bin? Ya sudah kalau begitu, terima kasih sudah menemani si kembar hari ini... Merepotkan mu saja” ujar Youngha,

“Tidak kak, aku yang terima kasih banyak sudah di perbolehkan main kesini” jawab Haebin sopan, “Aku pulang dulu ya” lanjut Haebin sambil memegang lengan tangan Hain berpamitan,

“Bin, tung—” cegah Hain yang melangkah,

“Hain” panggil Youngha dengan cepat mencegah,

“Oh Kak Youngha, di belakang leher Younghee ada sedikit ruam... Aku sarankan hindari pakaian yang berenda ya kak, setelah urusan ini selesai aku bakal mampir titipkan bedaknya ke Dohee” ujar Haebin mengingatkan,

“Wah, terima kasih ya Bin... Repot sekali jadinya” jawab Youngha sungkan,

“Tidak kak, itu juga sudah jadi tanggung jawabku sebagai Bibinya si kembar” ujar Haebin,

“Ya ampun, kelihatannya orang-orang yang mengenal Dohee ini malaikat semua ya... Hahahah” jawab Youngha diikuti dengan tawanya,

“Hahaha... Terima kasih kak” balas Haebin yang kemudian tertawa, lalu dia berpamitan dengan mereka semua,

“Semoga lancar pernikahan kalian besok” ujar Haebin sambil menepuk lengan Sion dan Raon,

“Siap terima kasih kak!” jawab Sion dan Raon bersamaan,

“Ada apa? Kalian membuat menangis Younghee tadi?” tanya Youngha sambil memasukkan kedua tangannya ke saku celananya,

“Tidak kak, aku hanya sedikit menegur saja... Mereka sedang berdua disini” jawab Jieun,

“Memang kenapa kalo aku berdua dengan Haebin?” tanya Hain dengan rahang mengeras,

“Apa kau lupa kak? Perjodohannya masih jalan lho” jawab Jieun,

“Kau tidak pulang ya kerumah? Sudah batal lho” ujar Hain,

“Selesaikan masalah kalian, aku tidak mau ada onar sampai masuk markas” suruh Youngha lalu menghampiri ruang terbuka si kembar.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!