Follow IG @Lala_Syalala13
Adrian Arkadia, seorang CEO jenius dan penguasa bisnis yang dingin, menyamar sebagai pria miskin demi memenuhi wasiat kakeknya untuk mencari cinta sejati.
Ia kemudian menikahi Arumi, gadis sederhana berhati emas yang dijadikan "pelayan" dan pemuas ambisi oleh ibu serta adiknya yang materialistis.
Di tengah hinaan keluarga mertua dan ancaman rentenir, Adrian menjalani kehidupan ganda yaitu menjadi kuli panggul yang direndahkan di malam hari, namun tetap menjadi raja bisnis yang menghancurkan musuh-musuhnya secara rahasia di siang hari.
Perlahan tapi pasti, Adrian menggunakan kekuasaannya untuk membalas setiap tetes air mata Arumi dan mengangkat derajat istrinya hingga para penindasnya berlutut memohon ampun.
Bagaimana kelanjutannya???
Jangan lupa mampir baca yaaaa
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lala_syalala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BSB BAB 2_Sang Elang yang Menanggalkan Sayapnya
Sebuah ide gila namun nekat muncul di kepala Arumi, daripada ia dinikahkan dengan Pak Broto yang jahat dan sudah memiliki tiga istri, lebih baik ia menikah dengan orang asing yang tampaknya baik ini.
Setidaknya ia ingin menentukan nasibnya sendiri sekali saja, karena dia yang akan menjalankan nya.
"Mas... namamu siapa?" tanya Arumi tiba-tiba.
"Adrian," jawabnya singkat.
"Mas Adrian... apakah kau mau menikah denganku? Aku akan membantumu mencari tempat tinggal dan pekerjaan, tapi kau harus membantuku keluar dari perjajakan ibuku. Kita menikah secara sederhana saja. Aku tidak butuh mahar, aku hanya butuh seseorang untuk melindungiku," ucap Arumi dengan nada putus asa namun tegas.
Adrian tertegun karena ini di luar skenarionya, ia menyamar untuk mencari cinta, dan tiba-tiba seorang gadis cantik mengajaknya menikah di hari pertama mereka bertemu karena ingin melarikan diri dari penderitaan.
Adrian menatap mata Arumi yang penuh kejujuran, ada sesuatu dalam diri gadis ini yang membuatnya ingin tahu lebih dalam.
"Baiklah," jawab Adrian pelan namun mantap.
"Aku akan menikahimu, Arumi. Tapi kau harus tahu, aku tidak punya apa-apa saat ini. Apa kau siap hidup susah denganku?" tanya Adrian lagi memastikannya.
Arumi tersenyum pahit. "Aku sudah terbiasa hidup susah Mas, yang aku inginkan hanya dihargai sebagai manusia."
Tanpa mereka sadari, sebuah kesepakatan di bawah lampu taman kota itu akan mengubah peta bisnis dan kehidupan sosial seluruh kota di masa depan.
Sang CEO yang menyamar, dan sang Gadis yang terbuang, baru saja memulai babak baru dalam hidup mereka.
Jauh sebelum Adrian Arkadia duduk di bangku taman yang dingin dengan kaos oblong kotor, ia adalah penguasa dari lantai 50 Arkadia Tower.
Sebuah gedung pencakar langit dengan fasad kaca kebiruan yang mendominasi cakrawala Jakarta.
Di sana, namanya diucapkan dengan nada hormat yang bercampur dengan ketakutan.
Adrian bukan sekadar CEO tapi ia adalah "Sang Elang", pemangsa di dunia properti yang tidak pernah melewatkan satu pun peluang bisnis.
Kehidupan Adrian adalah deretan angka, grafik saham, dan keputusan dingin yang melibatkan jutaan dolar.
Pagi harinya biasanya dimulai pukul 04.30 di penthouse pribadinya yang seluas lapangan bola.
Ia akan berolahraga di gym pribadi yang menghadap langsung ke Monas, mandi dengan air yang suhunya diatur presisi oleh sistem komputer, dan mengenakan setelan jas Savile Row yang harganya bisa membiayai hidup sebuah keluarga sederhana selama setahun.
Namun, di balik semua kemewahan itu, Adrian merasa hampa.
Seminggu sebelum ia bertemu Arumi, kakeknya, Haris Arkadia yaitu satu-satunya keluarga yang ia miliki dan pendiri kerajaan bisnis tersebut yaitu memberikan sebuah wasiat yang aneh.
Haris sedang terbaring lemah di ranjang rumah sakit ketika ia memanggil Adrian.
"Adrian," bisik sang kakek dengan suara serak.
"Aku melihatmu dikelilingi oleh banyak wanita dari model, anak pengusaha, hingga artis internasional, tapi tak satupun dari mereka yang kulihat benar-benar menatapmu. Mereka menatap logo di mobilmu, merk di jam tanganmu, dan saldo di rekeningmu."
Adrian hanya terdiam, rahangnya mengeras. Ia tahu kakeknya benar.
"Aku tidak ingin kau berakhir sepertiku, yang baru menyadari ketulusan nenekmu setelah aku kehilangan segalanya di masa muda dulu. Pergilah, jadilah orang biasa, tanggalkan nama belakang Arkadia selama tiga bulan. Cari seseorang yang mau membagi rotinya denganmu saat kau bukan siapa-siapa. Jika kau menemukannya, maka dialah yang pantas memegang kunci Arkadia Group bersamamu. Jika tidak, aku akan menyumbangkan seluruh aset pribadiku ke yayasan sosial, dan kau hanya akan menjadi manajer profesional tanpa saham kepemilikan." ucap sang kakek.
Tantangan itu gila namun Adrian adalah seorang petarung, ia menerima tantangan itu bukan hanya demi warisan, tetapi karena ia juga muak.
Ia muak dengan senyuman palsu para sosialita yang hanya ingin menjadi "Nyonya Arkadia".
Maka, dimulailah eksperimen itu, Adrian menyerahkan operasional harian perusahaan kepada asisten kepercayaannya, mulai menyebar rumor bahwa ia sedang melakukan perjalanan bisnis rahasia ke Eropa.
Padahal, ia hanya pergi ke sebuah gudang tua, mengganti mobil Rolls-Royce-nya dengan sepeda motor butut (yang kemudian mogok), dan mengenakan pakaian paling lusuh yang bisa ia temukan di pasar loak.
Hari pertama penyamarannya adalah bencana dimana Adrian yang terbiasa makan di restoran berbintang Michelin, mencoba membeli nasi bungkus di pinggir jalan.
Ia terkejut karena tidak tahu cara memesan atau berapa harga sewajarnya, ia bahkan diusir dari sebuah minimarket karena dianggap pengemis saat ia mencoba berteduh.
Puncaknya adalah di pagi hari itu Adrian merasa sangat rendah, perutnya keroncongan, kepalanya pusing karena panas matahari Jakarta yang menyengat, dan ia merasa harga dirinya hancur.
Ia terduduk di trotoar Emerald Estate, wilayah yang ironisnya dikembangkan oleh perusahaannya sendiri.
Di sana, ribuan orang lewat, namun tak ada yang menoleh, mereka justru menjauh, seolah kemiskinan adalah penyakit menular.
Sampai akhirnya, Arumi muncul.
Gadis itu tidak terlihat seperti bidadari dalam gaun pesta, ia hanya seorang gadis dengan sepeda tua dan kemeja pudar.
Namun, saat Arumi bertanya, "Apa Mas baik-baik saja?", Adrian merasakan sesuatu yang sudah lama hilang yaitu kemanusiaan yang tulus.
Saat Arumi memberikan roti dan air mineralnya satu-satunya makanan yang gadis itu miliki, Adrian merasa dunia berhenti berputar sejenak.
Ia melihat tangan Arumi yang kasar karena kerja keras, namun gerakan tangannya saat memberikan roti itu begitu lembut.
"Dia memberikan miliknya yang terakhir untuk orang asing yang tampak menjijikkan," batin Adrian saat itu.
Adrian adalah pria yang sangat analitis, di otaknya ia langsung memproses data yaitu Arumi bekerja di lingkungan elit namun penampilannya sangat kontras. Artinya, dia pekerja keras namun mungkin sedang terhimpit ekonomi. Matanya menunjukkan kesedihan, namun bicaranya tetap sopan.
Malam itu, ketika Arumi kembali menemuinya di taman dalam keadaan menangis dan secara mengejutkan mengajaknya menikah, Adrian melihat sebuah peluang.
Bukan hanya peluang untuk memenangkan taruhan kakeknya, tetapi peluang untuk menyelamatkan seseorang dan mungkin, menyelamatkan dirinya sendiri dari kekosongan jiwa.
"Aku akan menikahimu," ucap Adrian malam itu.
Di balik kata-kata itu, Adrian sebenarnya sedang menyusun rencana besar.
Ia ingin melihat seberapa jauh keluarga Arumi akan menindas gadis ini, dan ia ingin menjadi "pedang keadilan" yang diam-diam akan menghancurkan siapapun yang menyakiti Arumi.
Namun untuk saat ini, ia harus tetap menjadi "Ian", pria pengangguran yang tidak punya apa-apa.
Setelah kesepakatan di taman itu, Arumi mengajak Adrian menuju rumahnya.
Adrian berjalan di samping Arumi yang menuntun sepedanya, ia memperhatikan cara Arumi berjalan dengan tegap meski bahunya tampak memikul beban dunia.
"Mas Ian benar tidak keberatan?" tanya Arumi memecah keheningan.
"Keluargaku... mereka tidak mudah. Ibuku pasti akan menghinamu." seru gadis itu.
.
.
Cerita Belum Selesai.....
JANGAN LUPA FAVORIT KAN CERITANYA, ULASAN DAN BINTANGNYA, VOTE, LIKE DAN HADIAHNYA YAAAAA,, DITUNGGU MAWARNYA BIAR TAMBAH SEMANGAT BUAT NULISNYA
KOMEN GIMANA YA SAMA CERITANYA
kpn kau sadar, heran seneng amat lihat suami tersiksa, jd sebel Ama Rumi jdnya sok yes 😡😡